เข้าสู่ระบบLou Bingxin mengambil langkah panjang melewati koridor utara menuju Ruang Penyimpanan Harta Karun.Tiga penjaga yang berdiri di depan pintu besar berlapis energi spiritual itu langsung membungkuk begitu sosok berjubah hitam itu muncul di ujung lorong."Nona Lou Bingxin."Lou Bingxin melangkah melewati mereka tanpa memperlambat. "Pastikan tidak ada yang masuk. Ada sesuatu yang perlu kuperiksa.""Sesuai keinginan Anda, Nona Lou Bingxin."Pintu besar itu terbuka, dan Lou Bingxin masuk ke dalam. Tanpa menoleh, ia menutup pintu dari dalam.Ketiga penjaga saling menatap sebentar.Pintu Ruang Penyimpanan Harta Karun tidak pernah ditutup dari dalam. Aturan tidak tertulisnya sudah berlaku sejak generasi sebelumnya, siapa pun yang masuk membiarkan pintu tetap terbuka sampai ia keluar. Namun, ini Nona Lou Bingxin. Bukan urusan mereka untuk mempertanyakannya.Mereka kembali ke posisi masing-masing.---Di dalam Ruang Penyimpanan Harta Karun, kulit Lou Bingxin menggeliat.Lapisan Faceless melunak
Rong Danian sedang berjongkok di dekat sumur di halaman belakang, mengisi ulang dua ember dengan gerakan yang sudah sangat terbiasa, cara orang yang sudah melakukan hal yang sama setiap hari selama bertahun-tahun tanpa pernah memikirkannya. Tangannya bergerak otomatis, pikirannya entah di mana.Tidak ada yang menarik perhatian dari pemandangan itu. Seorang pelayan biasa mengisi ember. Hal yang terjadi puluhan kali sehari di halaman yang sama.Kael berdiri di sudut halaman, satu bahu bersandar santai ke dinding, menatap pria itu dengan ekspresi seseorang yang sedang memperhatikan pemandangan biasa.Di bahunya, seekor nyamuk bertengger diam.Kael mengamati sebentar, memetakan siapa saja yang berada dalam radius sekitar seratus meter dari halaman itu. Beberapa pelayan di koridor dekat dapur. Satu murid yang berjaga di persimpangan jalan. Tiga orang di dalam ruangan di sisi kiri yang suaranya terdengar samar.Ia kemudian mengangkat dua jarinya, dan Teknik Ilusi Mimpi Tak Terbangunkan meng
Keesokan paginya, rutinitas Kael berjalan seperti biasa.Berkeliling singkat, sarapan, lalu ke kamar Wu Shengming untuk pemeriksaan rutin. Lou Bingxin berdiri di tempatnya yang biasa, mengawasi dengan ekspresi yang tidak pernah sepenuhnya netral setiap kali matanya jatuh ke arah Kael.Kael tidak mempermasalahkan itu.Ia melakukan tugasnya dengan cara yang sama seperti kemarin, metodis dan profesional, ramuan yang tidak lain adalah parasetamol untuk mengurangi rasa sakit, beberapa kata penjelasan singkat kepada Lou Bingxin tentang kondisi yang tidak berubah banyak, lalu ia pergi.Sementara Xiao Peng, dia berkeliling tidak dalam wujud burung kecil, melainkan yang jauh lebih kecil.---Seekor nyamuk kecil melayang pelan di koridor utama istana, tidak berbeda dari nyamuk-nyamuk lain yang sesekali muncul di ruangan-ruangan lembab di sisi timur.Tidak ada yang memperhatikannya. Tidak ada yang perlu memperhatikannya.Di dalam tubuh kecil itu, Xiao Peng bergerak dengan cara yang berbeda dari
Kael tidak langsung mulai.Ia berjalan ke meja, mengambil dua kursi, menaruhnya berhadapan di tengah kamar. Ia duduk di salah satunya, lalu mengangguk ke kursi yang lain.Xiao Peng duduk."Pertama, aku perlu kau memahami sesuatu yang mendasar," kata Kael. "Energi hitam bukan musuhmu. Bukan racun yang harus dilawan. Orang-orang yang gagal menjinakkannya selalu gagal karena alasan yang sama, mereka mencoba menang atas energi itu."Xiao Peng mendengarkan dengan seksama."Energi hitam itu seperti api yang sudah terlalu lama dibiarkan menyala tanpa arah. Liar, tidak stabil, dan naluri pertamanya selalu mendorong ke luar. Jika kau melawannya secara frontal, ia akan membalas dua kali lipat. Jika kau menekannya, ia akan mencari celah lain untuk keluar." Kael berhenti sejenak. "Yang harus kau lakukan adalah berbicara dengannya."Xiao Peng mengerutkan keningnya sedikit."Maksudnya?""Masuk ke dalam dantianmu. Temukan energi hitam itu. Jangan sentuh, jangan dorong, jangan lakukan apa pun. Hanya
"Kita akhiri di sini untuk malam ini."Kael berdiri, meregangkan punggungnya. "Beristirahatlah. Besok, aku akan mengajarimu cara menjinakkan energi hitam dan menjadikannya energi perak."Mata Xiao Peng langsung menyala. Seluruh tubuhnya terasa penuh dengan kekuatan baru yang belum sepenuhnya ia eksplorasi, dan pikirannya sudah berputar ke arah apa yang akan mungkin terjadi jika energi itu disempurnakan lebih jauh lagi.Dia ingin mengatakan bahwa dia tidak pernah merasa sebaik ini dalam seribu lima ratus tahun, dan malam ini terlalu sayang untuk dilewatkan dengan tidur.Namun itu perintah Pemimpin Agung, jadi tidak ada penolakan.Xiao Peng mengangguk. "Baik, Pemimpin Agung.""Kau tidur di lantai," tambah Kael sambil menunjuk ke sudut kamar. "Tempat tidurnya hanya satu. Tidak masalah, bukan?"Xiao Peng melirik ke sudut yang ditunjuk, lalu kembali ke Kael, dengan ekspresi seseorang yang merasa pertanyaan itu tidak perlu diajukan sama sekali."Tidak sama sekali, Pemimpin Agung. Saya sudah
Sepanjang hari, kamar Kael terlihat seperti milik seorang tabib yang sedang bekerja keras.Di dalam persepsi mereka yang mengawasinya dari luar, Kael duduk di meja dengan beberapa lembar kertas di depannya, sesekali memegang kepala, sesekali mencoret sesuatu, sesekali berdiri dan berjalan dari satu ujung kamar ke ujung lainnya seperti seseorang yang sedang memecahkan masalah besar.Gambaran yang sempurna dari seorang Tabib Dewa yang sedang mengerahkan seluruh otaknya untuk menemukan cara menyembuhkan penyakit langka.Tentu saja, itu hanya ilusi.Di balik lapisan Teknik Ilusi Mimpi Tak Terbangunkan yang sudah ia pasang rapi sejak pagi, Kael yang sebenarnya duduk bersila di tengah kamar dengan mata terpejam, menyerap energi spiritual dari lingkungan sekitar dan menyimpannya perlahan ke dalam dantiannya. Ia menggunakan waktu ini untuk beristirahat sepenuhnya, cara yang jauh lebih produktif dari pura-pura berpikir keras.---Malam tiba dengan lambat. Cahaya lentera spiritual di koridor lu







