LOGINWARNING MATURE CONTENT! Demi kabur dari perjodohan yang sang ayah atur dengan Arash pria yang dia benci. Elma rela menjual tubuhnya sendiri kepada seorang pria yang bernama Kai. Karena Elma percaya bahwa pernikahan dengan Arash akan jauh lebih buruk daripada apa yang dia korbankan sekarang. Tanpa di duga kesepakatan yang dia buat dengan Kai berubah menjadi sesuatu yang tidak direncanakan dan malah menyeret mereka bertiga dalam sebuah pusaran konflik berbelit. Kai dan Arash siapakah yang pada akhirnya Elma pilih menjadi pelabuhan terakhirnya?
View MoreRuang kunjungan yang dia diami terasa dingin, tak hanya karena dinding beton yang membungkusnya, tapi juga karena sunyi yang menggantung seperti kabut. Sylla ada disana duduk diam, kedua tangannya bertaut di atas meja, matanya tak lepas dari pintu besi yang masih tertutup. Sudah lama ia menunggu hari ini. Lebih lama dari hitungan hari di kalender penjara. Ketika pintu akhirnya terbuka, detak jantungnya langsung melonjak. Arash masuk, tampak lebih kurus dari yang dia ingat dengan pembawaan yang terlihat sedikit lelah, tapi meski begitu tetap dengan aura yang membuat Sylla ingin memeluknya dan memohon semuanya bisa diulang. Tapi ia hanya menunduk. Menyadari seragam tahanan yang membalut tubuhnya bukanlah versi dirinya yang pantas berdiri di samping pria itu. Arash duduk tanpa banyak basa-basi. Ia hanya menatap, dalam, seperti sedang mencari sesuatu di balik mata Sylla. Dan saat pandangan mereka bertemu, Sylla memaksakan senyum tipis yang cepat memudar. "Terimakasih karena kau mau men
Waktu berlalu begitu saja, dan kini Elma sudah mulai terbiasa hidup tanpa kedua kakinya. Bekas luka bakar yang sebelumnya terlihat mengerikan sudah mulai memudar. Elma bahkan kembali bekerja sebagai pemimpin perusahaan keluarganya. Mengingat hanya dia saja sang pewaris tunggal perusahaan itu. Dia tidak bisa membiarkan hasil usaha kedua orang tuanya sia-sia begitu saja. Oleh sebab itu meski dengan keterbatasan yang ada, Elma tetap maju dan menjadi seorang wanita karir yang sukses. Kekurangan yang dia miliki tidak cukup menjadi penghambatnya. Bahkan disela-sela kesibukannya, Elma juga kadang kerap mengunjungi beberapa panti asuhan atau badan amal untuk melakukan kegiatan sosial. Terutama di tempat rehabilitasi yang memiliki beberapa pasien yang serupa dengan dirinya.Terlepas dari itu, Elma dan Kai juga sudah semakin dekat satu sama lain. Bahkan pria itu sendiri memindahkan Elma ke kediamannya. Dia enggan berpisah mengingat apa yang pernah terjadi di masa lalu. Walaupun Elma sendiri men
Kai dengan tergesa segera mendatangi kediaman Enderson begitu dia mendapatkan telepon dari suster yang merawat Elma. Mimpi buruk yang selalu menghantuinya menjadi nyata. Keringat dingin membanjiri tubuh pria itu, hatinya pilu. Meski dia mencoba untuk tenang dan tidak panik, tetap saja dia tidak bisa memungkiri pikirannya sendiri.Ambulan datang bertepatan dengan kedatangannya, dan mereka segera melakukan tindakan. Sementara Elma berada dalam penanganan, Kai menunggu dengan rasa bersalah yang menggantung di lehernya. Mengapa dia tidak bisa berada disisi wanita itu? Bagaimana dia bisa menyadarkan Elma bahwa hidupnya layak untuk dijalani?Kai merasa tidak bisa menanggung beban ini sendirian. Dia tidak punya kawan, tidak punya keluarga yang bisa dia ajak bicara untuk mengungkap rasa frustasinya atas peristiwa ini. Tanpa sadar tangannya menekan tombol panggilan begitu saja.“Ada apa meneleponku, Kai?” suara pria disebrang sana menerima panggilannya, dan untuk beberapa alasan Kai merasa leg
Mendengar namanya dipanggil, Kai lantas langsung menoleh pada sumber suara. Di depannya telah berdiri Arash Elvander dengan raut muka yang begitu tenang seperti biasa. Memang pada dasarnya Kai pribadi agak kesulitan mengenali emosi pria ini, sebab dia dan Arash punya keahlian yang sama dalam menyembunyikan perasaan.Kai berdiri dari posisinya lalu mendekati Arash yang memanggilnya. “Bagaimana kondisi Elma sekarang?”“Kau bisa tanyakan pada dia sendiri, memangnya kau tidak mau menemui dia langsung?”“Sejujurnya aku tidak bermaksud untuk mengintip kalian. Tapi tadi aku sempat melihat Elma menangis di bahumu. Jadi aku putuskan untuk menunggu percakapan diantara kalian berdua berakhir,” ungkap Kai dengan jujur.Arash menarik napas sebelum memberi tanggapan. “Aku harap kau bisa membuatnya bahagia, Kai. Elma saat ini betul-betul sangat terpuruk,” katanya dengan suara yang di dalamnya terdapat rasa sakit yang begitu kentara ketika pria itu menepuk pundak Kai. “Kurasa yang paling dibutuhkan E
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore