Share

Bab 51

Author: Trya Dhafi
last update publish date: 2026-07-13 21:24:20

Setelah mengatakan itu, David langsung berdiri.

Reno ikut berdiri. "Nanti aku kabari lagi."

David menatap Reno sesaat. "Dan ingat janjimu."

Reno mengangguk mantap. "Video itu nggak akan ke mana-mana selama kamu juga menepati janjimu."

David membalas anggukan itu. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia berbalik meninggalkan kafe.

Tatapan Reno mengikuti punggung pria itu hingga menghilang di balik pintu kaca.

Baru setelah David benar-benar pergi, Reno mengembuskan napas panjang yang sejak tadi seperti te
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 75

    Viona terpaku di tempatnya, menatap pintu kamar mandi yang baru saja tertutup rapat. Napasnya menderu pelan. Rasa panas yang membakar pipinya belum juga surut, tapi di balik kemarahan dan gengsinya, ada kekacauan besar yang kini memporak-porandakan isi kepalanya.Dia memegangi dadanya yang berdetak tak karuan. Pikirannya benar-benar dalam kondisi berperang hebat.‘Gila! Aku beneran udah gila!’ jerit Viona dalam hati, meremas jemarinya sendiri.Di satu sisi, logika dan gengsi tingginya menjerit histeris. Pria yang baru saja berjalan santai dengan boxer menonjol itu adalah Reno, pria miskin yang statusnya hanya pengantin pengganti yang dibayar papanya! Pria yang dibayar untuk menyelamatkan dirinya dan reputasi keluarganya dari kehancuran setelah Axel kabur! Bagaimana bisa dirinya malah tertangkap basah melirik tubuh bagian bawah pria itu sampai menelan ludah.Tapi di sisi lain, bayangan semalam dan postur tubuh Reno bertelanjang dada tadi seolah mengunci rapat imajinasinya. Suara serak

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 74

    "Keponakan?! Maksud kamu apa, hah?!" jerit Viona dari balik pintu kamar mandi, suaranya naik satu oktaf karena terkejut setengah mati.Reno di luar pintu terkekeh pelan, menikmati kepanikan Viona. "Ya keponakan, Vi. Anaknya kita. Kamu lupa kemarin pas kita mau berangkat, Vera bilang apa? Dia nitip oleh-oleh keponakan katanya."DEG!Ingatan Viona mendadak berputar kembali ke momen kemarin di rumah sebelum mereka berangkat. Adiknya benar mengatakan itu.Wajah Viona yang baru saja mendingin seketika membara kembali, bahkan rasanya lebih panas dari sebelumnya."Mimpi kamu!" balas Viona cepat, ketus dan berteriak menutupi rasa gugupnya. "Vera tuh omongannya gak usah didengerin! Lagian siapa juga yang mau bikin anak sama kamu?!""Ya kan aku cuma menyampaikan," sahut Reno santai di balik pintu, nadanya terdengar polos tapi penuh godaan. "Lagian semalam kayaknya ada yang udah nyoba duluan...""RENO! Diam atau aku siram air!" jerit Viona yang makin kehabisan kata-kata.Mendengar ancaman itu, R

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 73

    Viona yang tadinya terus bertindak agresif, kini perlahan menempelkan wajahnya di dada bidang Reno. Kombinasi dari asupan air dingin yang melimpah dan dekapan skin-to-skin yang protektif perlahan-lahan menenangkan denyut jantung Viona yang tadinya berpacu liar.Racuan Viona mulai memelan menjadi gumaman halus. Perlahan namun pasti, gelombang agresif akibat obat itu mereda, berganti dengan rasa lelah yang luar biasa. Dalam pelukan hangat Reno, Viona akhirnya memejamkan mata dan tertidur lelap.*Keesokan harinya, Viona perlahan membuka matanya. Kepala terasa agak berat, dan seluruh tubuhnya seperti baru saja menempuh perjalanan jauh yang melelahkan.Begitu menggerakkan badan, Viona menyadari ada lengan kekar yang melingkar erat di pinggangnya, dan wajahnya menempel tepat di dada bidang seorang pria.Viona membelalakkan mata. Ia mendongak dan menemukan Reno yang masih tertidur lelap di sampingnya, bertelanjang dada. Lebih kagetnya lagi, saat melihat ke bawah, Viona mendapati dirinya han

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 72

    Air shower dingin terus mengguyur tanpa ampun, tetapi suhu di antara mereka justru semakin membara. Reno yang memegang kedua bahu licin Viona berusaha keras menarik napas panjang, mencoba memanggil sisa-sisa akal sehatnya yang kian terkikis."Vi, tatap aku!" tegas Reno, suaranya sedikit meninggi menembus gemericik air. "Kamu sebenarnya sadar atau enggak, sih?!"Viona mendongak dengan tatapan sayu yang berembun. Bibirnya yang bergetar menempel rapat di leher Reno, memberikan kecupan-kecupan impulsif yang membuat Reno merinding."Aku sadar, Reno... Aku sadar!" racau Viona terengah-engah, nadanya penuh desakan dan frustrasi yang memuncak. "Makanya aku mau... Aku tahu ini kamu, bukan orang lain. Aku mau kamu!"Sebelum Reno sempat memproses jawaban itu, jemari Viona yang gemetar dan dingin karena air mendadak menelusup turun. Gerakannya cepat dan tanpa kompromi, masuk ke dalam celana Reno dan secara presisi menyentuh bagian paling sensitif pria itu."I-ini... ini yang aku cari..." gumam Vi

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 71

    ​Reno tertegun dengan napas yang mulai tak teratur melihat tubuh Viona yang hanya berbalut dalaman saja. Viona dengan cepat membuka kaos Reno.Sentuhan Viona di dada telanjang dan lehernya terasa membakar, tetapi bayangan beberapa hari lalu mendadak menghantam ingatannya seperti pukulan telak.​Reno ingat betul betapa dingin dan marahnya tatapan Viona saat wanita itu terbangun setelah malam pertama mereka. Amarah, tangisan, kekecewaan, dan tuduhan bahwa Reno telah memanfaatkannya—semua itu terngiang jelas di telinganya. Viona juga membencinya saat itu.​‘Kalau aku menuruti kemauannya malam ini, besok dia pasti akan makin membenciku,’ batin Reno. Hatinya teriris. Dia tidak ingin dipandang sebagai pria yang memanfaatkan keadaan, apalagi di balik perjanjian kontrak pernikahan mereka yang serba rumit.​"Reno... please..." desah Viona, suaranya parau dan bergetar penuh penderitaan. Wajahnya yang memerah dipenuhi peluh makin menempel di dada Reno, mencari kehangatan sekaligus penawar atas

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 70

    Viona menarik Reno yang masih terdiam menunduk, sudah tidak sabar langsung mendesak dan segera meminta pelampiasan. Reno memegang kedua tangan Viona, mencegah wanita itu yang semakin menggerayangi tubuhnya. Reno khawatir dirinya akan terpancing dan bergairah seperti kemarin lagi. Dia tidak ingin mengulang kesalahan yang sama, karena pastinya Viona akan semakin kecewa padanya, belum lagi tentang isi perjanjian kontrak pernikahan mereka. Viona malah semakin menempelkan tubuhnya pada Reno, tidak peduli tangannya sedang dipegang. Reno menatap layar ponselnya yang masih merekam. Tangannya sedikit bergetar, tetapi ia memaksa dirinya tetap tenang. "Tunggu dulu, Viona," panggilnya pelan. "Lihat aku." Wanita itu mengangkat wajah dengan susah payah. Tatapannya masih kosong, napasnya tetap memburu. Reno menelan ludah. Ada satu hal yang harus ia pastikan. "Kamu tahu aku siapa, Vi?" Viona tidak langsung menjawab. Bibirnya bergerak pelan, seolah sedang berusaha mengenali wajah yang

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 5

    Keesokan paginya, Reno terbangun lebih dulu dibanding penghuni rumah lainnya, atau lebih tepatnya dibanding Viona yang masih berada di dalam kamar utama. Meski semalaman tidur di sofa ruang keluarga, tidurnya justru cukup nyenyak. Sofa itu bahkan jauh lebih empuk daripada kasur tipis yang selama

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 4

    Brakk! Suara itu begitu keras hingga membuat mata Reno langsung terbuka sempurna. Beberapa detik kemudian suara benda pecah lainnya kembali terdengar, disusul tangisan yang terdengar putus asa dan nyaris histeris. Prang! Reno segera bangkit dari sofa. Jantungnya berdegup lebih cepat ketika m

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 3

    Hari yang terasa seperti mimpi buruk itu akhirnya selesai juga. Pernikahan terlaksana. Resepsi berjalan tanpa hambatan berarti. Para tamu penting yang hadir sama sekali tidak mengetahui kekacauan besar yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Di mata mereka, semuanya terlihat sempurna. Pengantin wa

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 2

    Brakk! Pintu ruang rias VIP itu terbuka begitu keras hingga semua orang yang ada di dalam ruangan langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita muda, cantik berdiri di ambang pintu dengan napas sedikit memburu. Gaun pengantin putih yang dikenakannya tampak sempurna. Riasan wajahnya juga je

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status