بيت / Mafia / Obsesi Cinta Sang Mafia / Bab 40 Pengorbanan

مشاركة

Bab 40 Pengorbanan

مؤلف: Fit Tree Fitri
last update تاريخ النشر: 2026-03-15 14:09:00
Aisyah melihat pada keluarganya yang disandera oleh anak buah Sean. Mereka ditodong senjata api. Tidak ada yang berani bergerak.

“Apa yang harus aku lakukan agar kamu melepaskan mereka?” tanya Aisyah.

“Ikut denganku kembali ke Italia. Itu saja,” jawab Sean yang sudah tidak sabar ingin membawa Aisyah pulang.

“Kenapa aku harus ikut? Kita benar-benar orang asing dan tidak saling kenal,” tegas Aisyah yang sangat tidak ingin pergi bersama Sean.

“Hahaha. Kamu tunanganku dari sepuluh tahun yang lalu,
Fit Tree Fitri

Terima kasih atas dukungan teman-teman. Jangan lupa berikan bintang, like dan komenta ya. See Soon

| 18
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (8)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Hehehe. Terima kasih hadirnya ...️
goodnovel comment avatar
Rhen 1823
wahh makasi ka v3, smoga everyday 2bab ya maaf kemaruk, hehe
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Sama-sama ...️
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 104 Pria Berkuasa

    Aisyah hanya diam saja dan merawat serta membersihkan tubuh Sean. Wanita itu menggantikan pakaian sang suami dengan yang baru. Dia tidak pergi ke ruangan Barron. Baginya pasien VIP bukanlah prioritas karena pasti ada banyak tim dokter dan perawat yang membantu pria kaya itu dalam segala hal.“Apa kamu marah?” tanya Sean.“Kenapa marah?” Aisyah balik bertanya dan tersenyum.“Kemarilah.” Sean melepaskan cadar Aisyah. Dia melahab bibir sang istri dengan lembut. Mencium pelan dan bergairah.“Aku merindukan kamu. Kapan kita pulang ke rumah?” tanya Sean menyentuh bibir Aisyah dengan jari jemboplnya.“Setelah rumah sakit ini tenang. Sekarang tenaga medis sangat dibutuhkan karena terlalu banyak korban jiwa,” jelas Aisyah.“Apa kamu mau ke ruangan pasien VIP?” Sean menatap Aisyah. Dia tidak mau sang istri marah padanya karena larangan ke kamar Barron.“Tidak. Biarkan pihak rumah sakit yang mengurus mereka. Aku hanya akan membantu pasien biasa yang mungkin tidak memiliki tunjangan kesehatan,” j

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 103 Musuh Baru

    Ruangan menjadi hening. Semua mata melihat pada Sean. Mereka sedikit takut pada pria yang sedang terluka dan kalah dengan Aisyah. Dia menjadi penurut.“Aku harus ke perusahaan.” David segera keluar.“Papa juga. Sean, kamu istirahat yang cukup. Semoga cepat pulih.” Jordan tersenyum pada Sean dan menyusul David.“Kak Sean, bagaimana kondisi kamu?” tanya Maria mendekati Sean.“Menjauh dariku!” Sean menatap tajam pada Sean.“Maria.” Leana menarik tangan Maria agar menjauh dari Sean. Dia tidak mau membuat suami Aisyah marah dan menghancurkan mereka semua.“Leon, ikuti Aisyah dan kamu harus selalu berada di dekatnya. Lindungi dan jaga dia dengan nyawa kamu!” perintah Sean pada Leon.“Baiklah.” Leon melihat pada Elio yang duduk di sofa.“Aku keluar dulu.” Leon keluar dari ruangan. Pria itu segera menyusul Aisyah dan Noah. Dia masuk dalam tim kerja istri Sean.“Elio, apa yang kamu dapatkan?” tanya Sean.“Seorang memang masuk ke ruangan ini. Dia mengenakan pakaian dokter dan menutup wajah deng

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 102 Rebutan

    Pria itu menarik kursi dan duduk di samping tempat tidur Aisyah. Dia menatap wajah lelah yang tenang dalam tidur.“Aisyah, aku menginginkan kamu,” ucap pria dengan wajah ditutupi masker.“Aisyah.” Pintu kamar diketuk.“Apa?” Pria itu keluar dari jendela dan bersembunyi di balik dinding.“Sean,” sapa Noah mendekati Sean yang berdiri di depan pintu.“Apa kamu meninggalkan Aisyah di kamar sendirian?” tanya Sean.“Aku mengambil sarapan untuknya. Dia sangat lelah.” Noah membuka pintu dan Sean segera masuk. Pria itu hampir membuat sang kakak ipar terjatuh.“Aisyah. Kamu selalu begini. Itu juga yang menjadi alasanku melarang kamu menjadi dokter.” Sean mencium dahi Aisyah.“Hm.” Aisyah membuka mata dan melihat wajah tampan Sean.“Bagaimana luka kamu?” tanya Aisyah tersenyum.“Aku tidak apa-apa, tetapi sangat tersiksa karena menahan rindu.” Sean duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur.“Kursi siapa ini? Apa ada yang berkunjung?” Sean benar-benar sangat waspada.“Siapa yang berani berku

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 101 Penyusup

    Dalam kekacauan di rumah sakit, sangat mudah bagi orang asing atau penjahat untuk masuk. Mereka menyamar menjadi relawan, tim penyelamat, dokter hingga perawat. Apalagi, para penjahat adalah orang-orang yang terlatih sehingga dengan mudah menyusup dan berkamuflase di lingkungan apa pun.Aisyah berada di dalam ruang operasi. Dia sangat fokus menolong para pasien. Tangan cekatan tidak melepaskan pisau medis. Wanita itu bersama sang kakak tidak keluar dari ruangan paling menegangkan.“Di mana dokter Aisyah?” tanya seorang pria dengan pakaian dokter. Wajahnya ditutupi masker.“Dokter Aisyah berada di dalam ruangan operasi,” jawab seorang perawat.“Kapan dia akan keluar?” tanya pria itu lagi.“Tidak tahu karena banyak pasien yang harus segera ditangani. Mereka mengalami luka bakar dan juga sobekan,” jelas perawat.“Di mana ruangannya?” Pria itu terlihat tidak sabar ingin bertemu dengan Aisyah.“Di ujung saja.” Perawat menunjukkan tangannya.“Ikut aku!” perintah pria itu pada perawat.“Baik,

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 100 Rumah Sakit

    Tim dokter terbaik telah menunggu Sean. Pria itu benar-benar mendapatkan perlakuan khusus. Semua orang harus menampilkan diri untuk memberikan servise terbaik untuk sang penguasa muda.“Cepat! Cepat! Tuan muda Sean terluka,” teriak kepala rumah sakit. Mereka telah menunggu Sean di atas rumah sakit. Disiapkan kursi roda dan juga tempat tidur perawat.Balutan malam masih terasa di atas kota ketika baling-baling helikopter berputar kencang, menimbulkan hembusan angin yang mengguncang kaca-kaca rumah sakit. Lampu sorot dari ekor helikopter menembus kabut tipis, menciptakan bayangan dramatis di dinding gedung.Roda pendarat menyentuh atap rumah sakit dengan hentakan tegas, suara logam beradu bergema di antara sirene ambulans yang meraung di bawah. Pintu samping terbuka perlahan, dan dari dalam, Sean melangkah turun lebih dulu—mantap, penuh kewaspadaan. Jaket hitamnya berkibar tertiup angin baling-baling, matanya tajam menyapu sekeliling, memastikan situasi aman.Aisyah menyusul, hijabnya b

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 99 Sang Idola

    Para korban mulai dievakuasi ke rumah sakit. Api telah dijinakkan. Aisyah bersama tim masih sibuk memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan serta kebakaran dari ledakan mobil.“Aisyah, di mana dia?” Sean beranjak dari aspal. Dia mencari sosok sang istri yang tidak terlihat lagi di kekacauan tim medis dalam menolong para koran.“Tuan, Nyonya terus bergerak. Dia benar-benar tidak bisa diam,” jelas Elio yang juga terluka.“Anda tidak boleh memanggil Nyonya, Tuan. Itu akan memancing para musuh,” ucap Elio.“Aku harus mencari dia. Aku benar-benar khawatir dengan tindakan Aisyah. Dia hanya peduli pada orang lain, tetapi melupakan keselamatan diri sendiri.” Sean sedikit tertatih. Dia menyusuri jalanan untuk menemukan Aisyah.“Aisyah.” Sean melihat sekeliling. Dia berharap segera melihat Aisyah.Sirene mobil polisi dan ambulans masih meraung di jalan raya dan jembatan yang basah oleh hujan. Aisyah berlari cepat menuju tubuh seorang korban kecelakaan yang tergeletak tak sadarkan d

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 26 Titik Terang

    Sean melangkahkan kaki masuk ke ruang tamu. Suasana langsung memancarkan keanggunan yang tenang. Lantai marmer putih berkilau memantulkan cahaya alami yang masuk melalui jendela kaca besar, menciptakan kesan luas dan terang.“Silakan duduk, Tuan. Tuan Yasseen Mansour akan segera turun,” ucap seorang

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 25 Rumah Kedua

    Elio melanjutkan laporan lain dari Italia. Pria itu benar-benar bekerja dengan professional.“Maria belum berhasil diselamatkan,” ucap Elio.“Biarkan saja. Karena di tanganku pun Maria tidak akan selamat?” Sean tersenyum tipis.“Keluarga Jordan harus menerima hukuman karena telah menukarkan Mariaku

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 24 Langkah Pertama

    Sean tiba di Pesantren di Ma'had Bu'uts Al Azhar. Pria itu datang dengan empat mobil. Dia menurunkan kaca dan memperhatikan sekeliling.“Tuan. Kita tidak bisa melewati gerbang karena harus ada izin masuk,” jelas Elio.“Maaf, Tuan. Anda mau bertemu dengan siapa? Sekarang bukan jadwal kunjungan,” jela

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 23 Palsu

    Maria membuka mata dan memperhatikan ruangan yang kosong. Dia memastikan dirinya tidak ternoda.“Aku masih mengenakan gaun semalam. Kemana mereka membawaku? Tempat apa ini?” Maria turun dari kasur kecil yang kumuh. Melihat meja dan kursi yang berdebu.“Di mana ponselku?” Maria mencari ponselnya.“K

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status