Beranda / Mafia / Obsesi Cinta Sang Mafia / Bab 58 Masjid Agung Roma

Share

Bab 58 Masjid Agung Roma

Penulis: Fit Tree Fitri
last update Tanggal publikasi: 2026-04-01 21:31:06
Ruangan hening. Sean hanya tersenyum dan memandangi Aisyah. Di matanya, wanita itu adalah gadis kecil yang menggemaskan.

“Aku sudah tidak sabar ingin membuka cadar dan mencium bibirnya.” Pikiran Sean sangat nakal. Dia sudah menahan diri dari sepuluh tahun yang lalu. Pria itu seakan tahu bahwa Maria akan tumbuh menjadi gadis yang cantik dan cerdas sehingga membuatnya ingin memiliki Maria dari sejak dulu.

“Pilihanku tidak pernah salah. Dia benar-benar menjadi wanita yang cantik dan cerdas. Pandan
Fit Tree Fitri

Terima kasih atas dukungannya. Semoga suka.

| 19
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih ...️
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Sama-sama ...️
goodnovel comment avatar
Lilyan
wii double up tq kk
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 126 Tamu Istimewa

    Tidak sulit untuk keluarga Vito memberikan pesta yang meriah dalam waktu yang singkat. Mereka mengundang kolega dan keluarga terdekat. Satu hotel dijadikan tempat pesta dan kamar diberikan gratis untuk tamu undangan. Prosesi pernikahan dilaksanakan di sebuah gereja tua.Tamu adalah kalangan atas, pembisnis dan pejabat ternama. Tidak ada Masyarakat biasa yang hidup seadanya. Mereka semua adalah orang-orang dengan kuasa, tahta dan harta.Maria berdiri bersama dengan Varrel. Mereka masih menunggu Aisyah dan Sean untuk mengucapkan ikrar sumpah pernikahan di gereja yang mewah yang dihiasi dengan mawar putih.“Kenapa Aisyah belum datang?” Maria terlihat gelisah karena pernikahan tidak akan terjadi jika Aisyah tidak datang.“Bukankah kamu pastikan Aisyan akan datang?” Varrel menatap Maria yang tampak gugup.“Tuan Vito. Kapan sumpah pernikahan akan dilangsungkan?” tanya Pendeta.“Kita masih menunggu tamu Istimewa,” jawab Vito melihat pada Varrel.“Kemana Aisyah dan Sean? Kenapa mereka belum da

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 125 Gaun Cantik

    Leana keluar dari ruang kerja dan menemui Maria. Dia melihat putri angkatnya masih belum menentukan pilihan.“Maria, apa tidak ada yang kamu suka?” tanya Leana.“Aku suka semuanya, Ma.” Maria memeluk tangan Leana. Dia sangat bahagia karena akan mengenakan rancangan hasil karya sang mama yang legendaris. Perancang busana yang sangat terkenal di seluruh dunia.“Kamu hanya bisa mengenakan tiga gaun, Sayang. Pagi, siang dan malam.” Leana mencubit pipi Maria.“Ma, di ruangan itu ada gaun apa?” Maria menunjukkan ruang kaca yang tertutup rapat.“Itu rancangan gaun Muslimah untuk Aisyah.” Leana tersenyum bangga.“Apa aku boleh melihatnya?” tanya Maria.“Kamu tidak akan suka karena gaun-gaun itu tertutup dan khusus untuk Aisyah,” jawab Leana yang tanpa sadar membuat Maria iri.“Mama sudah siapkan gaun pengantin ini yang juga dirancang khusus untuk kamu kenakan di hari bahagia.” Leana merapikan rambut Maria.“Terima kasih, Ma.” Maria tidak puas sebelum bisa melihat gaun Muslimah yang dibuat oleh

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 124 Persiapan Pernikahan

    Pagi hari Sean membawa Aisyah sarapan di ruang makan. Dia tidak pergi ke perusahaan sehingga dapat menemani sang istri di rumah.“Sayang, apa tidak pergi ke kantor?” tanya Aisyah menyelesaikan sarapannya.“Beberapa hari ini aku tidak menemani kamu karena sibuk,” jawab Sean.“Jadi, hari ini aku akan tetap di rumah bersama kamu.” Sean tersenyum.“Jika banyak pekerjaan, aku tidak masalah di rumah atau mau aku temani di kantor?” Aisyah menatap Sean.“Tidak, Sayang. Di luar sana sangat bahaya. Jalanan akan menjadi medan perperangan,” jelas Sean.“Aku tidak mau kamu terluka,” lanjut pria itu.“Baiklah.” Aisyah tersenyum.Sean dan Aisyah beranjak dari kursi. Mereka berjalan bersama menuju taman samping ruang tengah. Keduanya menikmati suasana pagi yang tenang dan sejuk. Angin berhembus lembut menggoyangkan dedaunan dan ranting pohon. Kupu-kupu tampak bertebangan bahagia menikmati harumnya bunga yang bermekaran.“Nyaman sekali.” Aisyah memperhatikan sekeliling. Dia sudah lama tidak menginjakka

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 123 Serangan

    Langit malam mulai diguyur hujan tipis ketika Sean mengendarai mobilnya pulang. Jalanan basah berkilau oleh lampu kota, namun ketenangan itu segera pecah. Dari persimpangan gelap, dua mobil hitam meluncur cepat, memotong jalannya. Rem Sean berdecit keras, mobilnya berhenti mendadak.Pintu mobil musuh terbuka serentak. Anak buah Barron keluar dengan langkah mantap, jas hitam mereka basah oleh hujan, senjata berkilat di bawah lampu jalan. Sean tetap tenang, matanya menyapu sekeliling mencari celah.“Turun, Sean! Malam ini kau tak akan lolos!” teriak salah satu dari mereka, suaranya menembus deru hujan.Sean membuka pintu, berdiri tegak meski tubuhnya basah kuyup. Pria itu tidak pernah melepaskan musuhnya. Apalagi tidak ada sang istri di dekatnya. Tangan kedua tangannya meraih pistol dari jas hitam.Benturan pertama terjadi cepat. Peluru menghantam bodi mobil, memercikkan api kecil. Sean membalas dengan tembakan terarah, membuat dua penyerang langsung terjatuh. Namun jumlah mereka terlalu

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 122 Khawatir

    Sean pergi ke penjara. Dia harus memastikan bahwa Khaled masih hidup. Pria itu cukup khawatir dengan keadaan mantan tunangan istrinya.“Khaled,” sapa Sean melihat Khaled yang duduk di kursi. Pria itu sudah mendapatkan perawatan.“Kenapa kamu tidak membunuhku? Apa takut Aisyah akan marah?” Khaled hanya mengenakan celana dengan bertelanjang dada. Tubuhnya seksi dan terbentuk sempurna. Sejak mendapatkan keringanan hukuman dan makanan, Khaled fokus merawat diri dengan Latihan di dalam penjara.“Jika kamu tidak menculik Aisyah, maka tidak akan ada permusuhan ini,” ucap Sean tenang.“Aku hanya meniru kamu, Sean. Kamu yang menculik Aisyah di hari pernikahan kami. Pria mana yang rela?” Khaled menatap tajam pada Sean.“Aku akan mengirim kamu pulang ke Kairo dan jadilah saudara Aisyah. Hapus semua rasa cinta dan sayang kamu padanya.” Sean berlalu.“Sean!” teriak Khaled memegang pintu besi. Pria itu benar-benar marah. Cinta yang tersimpan dan terjaga sepuluh tahun dengan harapan bisa bersama sirn

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 121 Penghancur dan Penyelamat

    Setelah identitasnya Aisyah terungkap ke public bukan hanya Sean yang dicari, tetapi juga dirinya. Mereka berdua sama-sama dalam bahaya karena obsesi manusia yang ingin memiliki segalanya.“Apa aku akan terkurung lagi di menara kaca ini?” Aisyah berdiri di balkon. Dia memperhatikan sekeliling. Taman indah dan luas begitu tenang karena jauh dari jalan raya. Ruamh mewah itu berada di lahan pribadi yang tidak terganggu sama sekali.“Apa yang kamu pikirkan, Sayang.” Sean memeluk Aisyah dari belakang dan mencium leher yang terbuka dengan tidak lupa menyibak rambut yang sedikit basah. Istrinya tidak mengenakan hijab ketika berada di menara kaca. Itu adalah permintaan sang suami.“Sayang, maaf. Aku sudah membawa kamu dalam bahaya.” Aisyah memutar tubuh menghadap Sean.“Apa maksud kamu, Sayang? Aku memang selalu dalam bahaya sejak dilahirkan di dunia ini.” Sean meletakkan kedua tangannya di leher Aisyah. Dia melumat bibir merah tanpa ada lipstick. Wanita itu cantik alami dengan perawatan mahal

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 19 Rahasia

    Leana terduduk lemas di sofa. Dia masih ditemani Noah yang juga hanya diam menatap sang ibu.“Bagaimana sekarang, Ma?” tanya Noah.“Mama sudah tidak tahu lagi. Mama tidak menyangka semua akan terungkap dengan cepatnya. Kita telah kehilangan Maria.” Leana menangis dan memeluk Noah.“Dosa yang tidak s

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 10 Bertemu Pertama Kali

    Sean melakukan pemeriksaan untuk memastikan semua luka di tubuhnya sudah sembuh. Pria itu tidak ingin lagi mengingat dokter muda yang telah mengobati lukanya.“Luka Anda sudah sembuh, Tuan. Oleskan salep agar tidak meninggalkan bekas,” ucap dokter.“Terima kasih.” Elio mengambil salep dari tangan do

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 7 Makan Malam

    Kepulangan Sean masih dirahasiakan. David dan Noah pun tidak memberitahu keluarganya. Padahal dua bersaudara itu sudah tahu, tetapi mereka seakan sengaja menutupinya.“Kak!” Maria bersemangat menuruni tangga menuju ruang tengah.“Kak Noah. Kak David.” Maria memeluk dua pria tampan yang berdiri menun

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 6 Sean Costa Nostra

    Sean dirawat di rumah. Pria itu tidak teriasa berada di rumah sakit. Dia duduk di atas tempat tidur dengan bertelanjang dada karena ada luka yang harus dijaga.“Permisi, Tuan. Kami akan mengganti perban.” Dokter dan perawat mengetuk pintu kamar Sean ditemani kepala asisten rumah tangga. Seorang pria

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status