Share

Bab 74 Pesta

last update publish date: 2026-04-08 22:16:32
Sean dan Aisyah tiba di ruang rahasia. Pria itu menurunkan istrinya dari gendoangan.

“Tuan, Nyonya. Semua sudah siap.” Bibi menyambut kedatangan Aisyah dan Sean.

“Pastikan Aisyah aman dan nyaman,” tegas Sean.

“Baik, Tuan.” Bibi menunduk. Wanita itu segera berpindah ke ruangan sebelah. Dia memberikan waktu untuk Sean berdua dengan Aisyah.

“Sayang, aku harap kamu betah di sini dan jangan keluar apa pun yang terjadi.” Sean memegang kedua pipi Aisyah.

“Kamu harus menghubungi dan mengabariku,” ucap A
Fit Tree Fitri

Terima kasih. Semoga suka.

| 16
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Siap. Terima kasih ...️
goodnovel comment avatar
syicinhai
lanjut lagi
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih ...️
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 99 Sang Idola

    Para korban mulai dievakuasi ke rumah sakit. Api telah dijinakkan. Aisyah bersama tim masih sibuk memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan serta kebakaran dari ledakan mobil.“Aisyah, di mana dia?” Sean beranjak dari aspal. Dia mencari sosok sang istri yang tidak terlihat lagi di kekacauan tim medis dalam menolong para koran.“Tuan, Nyonya terus bergerak. Dia benar-benar tidak bisa diam,” jelas Elio yang juga terluka.“Anda tidak boleh memanggil Nyonya, Tuan. Itu akan memancing para musuh,” ucap Elio.“Aku harus mencari dia. Aku benar-benar khawatir dengan tindakan Aisyah. Dia hanya peduli pada orang lain, tetapi melupakan keselamatan diri sendiri.” Sean sedikit tertatih. Dia menyusuri jalanan untuk menemukan Aisyah.“Aisyah.” Sean melihat sekeliling. Dia berharap segera melihat Aisyah.Sirene mobil polisi dan ambulans masih meraung di jalan raya dan jembatan yang basah oleh hujan. Aisyah berlari cepat menuju tubuh seorang korban kecelakaan yang tergeletak tak sadarkan d

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 98 Sang Penyelamat

    Aisyah bisa melihat Sean yang duduk di atas aspal retak. Pria itu terluka ketika keluar dari mobil dan menolong seorang wanita yang terjebak di dalam mobil.“Jangan mendekat!” Sean mengarahkan pistol pada Aisyah. Dia tahu bahwa tim medis dengan pakaian lengkap itu adalah seorang wanita.“Menjauh dari Tuan Sean!” Elio siap menembak Aisyah yang terdiam memperhatikan sang suami yang berdarah.“Dorr!” tembakan mengenai kotak obat milik Aisyah. Wanita itu segera bersembunyi. Dia tidak berisik karena sudah mengerti dengan situasi.“Apa?” Sean dan Elio terkejut.“Tidak ada yang boleh menyelamatkan Sean,” ucap pria itu.“Dia benar-benar tim dokter.” Sean tidak mengenali sang istri dan dia selalu waspada dalam kondisi apa pun.Sean memaksakan diri berdiri dan membunuh pria yang menembaki Aisyah. Peluru pria itu tidak pernah meleset dan target pasti mati karena dia selalu menjadikan organ vital sebagai sasaran. Tidak akan memberikan kesempatan kepada musuhnya untuk bernapas.Dengan dua pistol di

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 97 Pelarian

    Aisyah berusaha menenangkan diri. Dia berharap suaminya baik-baik saja. Wanita itu menatap layar kaca yang menayangkan suasana kacau serta menegangkan. “Aisyah, kenapa belum tidur?” Noah mendekati Aisyah. “Kak, bawa perlengkapan medis. Kita pergi ke lokasi kecelakaan.” Aisyah memegang tangan Noah. “Apa?” Noah terkejut. Pria itu adalah dokter swasta yang bekerja sendiri. Dia tidak berhubungan dengan pemerintahan sehingga tidak akan ada panggilan untuk menjadi tim penolong. “Aisyah, di sana bahaya. Kakak sudah mendengarkan kabarnya,” ucap Noah memegang pundak Aisyah. “Lalu, kenapa Kakak tidak pergi menolong?” tanya Aisyah menatap pada Noah. “Kakak ….” Kalimat Noah terhenti. Pria itu tahu apa yang dipikirkan sang adik yang lebih memilih menjadi relawan tanpa bayaran dari pada bekerja di rumah sakit dengan gaji tinggi. “Baiklah. Kita pergi sekarang. Kita ke klinik dulu,” ucap Noah. “Kak, Kakak harus membawa aku dengan diam-diam.” Aisyah menatap Noah penuh arti. Dia memegang tangan

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 96 Kecelakaan

    Maria membawa Aisyah ke kamarnya. Mereka duduk di sofa saling berhadapan.“Maaf, aku sudah menggantikan kamu di rumah ini,” ucap Maria memegang tangan Aisyah.“Terima kasih sudah menggantikan aku sehingga rumah ini tidak sepi dan kehilangan.” Aisyah tersenyum pada Maria.“Aku tidak pernah berpikir untuk kembali, tetapi takdir berkata lain sehingga Sean bisa mengenali kamu,” ucap Aisyah.“Ya. Entah bagaimana pria itu bisa mengetahui bahwa aku palsu?” gumam Maria di dalam hati.“Mungkin karena kalian memang berjodoh,” ucap Maria.“Mungkin.” Aisyah memperhatikan kamar Maria.“Malam sudah larut. Aku harus menghubungi Sean. Dia belum kembali.” Aisyah beranjak dari sofa.“Kenapa tidak tunggu di sini saja hingga dia datang?” tanya Maria.“Sean biasanya melakukan panggilan video dan aku harus membuka cadar. Dia juga tidak suka ada orang lain. Aku pergi dulu.” Aisyah keluar dari kamar Maria dan pergi ke kamarnya.“Aku ingin menghancurkan Aisyah. Memisahkannya dari Sean. Sejak kedatangannya, sem

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 95 Cantik

    Sean benar-benar sibuk. Pria itu seakan tenang ketika Aisyah bersama keluarga Jordan karena ada Noah dan David yang dipastikan akan menjaga adik kandung mereka. Dia juga telah meninggalkan banyak pengawal yang berjaga sepanjang hari.“Sayang, aku masih bekerja. Apa kamu tidak masalah tetap di rumah Jordan?” Sean mengirim pesan kepada Aisyah. Pria itu melakukan perjalanan dinas. Dia benar-benar sibuk.“Tidak apa. Di rumah cukup ramai. Semua orang berkumpul,” balas Aisyah.“Tuan, apa Anda tidak menjemput Nyonya?” tanya Elio.“Biarkan dia menikmati waktu bersama keluarga kandung. Dari pada rindu keluarga di Kairo,” jawab Sean.“Anda benar, Tuan. Di sini Nyonya memiliki orang tua lengkap dan dua saudara yang menyanyangi Nyonya.” Elio.“Ya. Aku mau dia melupakan Kairo dan hanya mengingat Italia,” ucap Sean.Mobil menuju barat. Di mana matahari mulai tenggelam. Sean menyelesaikan banyak bisnis dalam satu hari. Dia memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.“Aku mau menghancurkan bisnis Vito. Jika bu

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 94 Keluarga Bahagia

    David masih berada di perusahaan. Pria itu sedang rapat penting setelah terlepas dari ancaman Sean. Dia mulai bangkit kembali. “Aisyah.” David melihat pesan dari Leana yang mengatakan Aisyah pulang ke rumah mereka. “Rapat kita ditunda besok!” David beranjak dari kursi. “Apa?” Semua orang di dalam ruangan rapat terkejut karena David tidak pernah menghentikan rapat. Pria itu selalu menyelesaikan tugas tepat waktu. Apalagi mereka sedang proses penstabilan perusahaan. “Tuan David, ada apa?” tanya sekretarisnya. “Aku ada urusan keluar dan harus pulang.” David mengambil kunci mobil dan langsung meninggalkan perusahaan tanpa menunggu lagi. Pria itu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan adik kesayangan yang telah lama hilang dan baru bertemu beberap kali saja. Ada rindu yang tidak bisa digantikan dengan yang lain. “Ada apa?” Sang sekretaris melihat David tergesa-gesa. “Ini pertama kalinya aku melihat Tuan David meninggalkan rapat.” Wanita itu cukup heran dengan sikap David. Tidak ada y

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 21 Penculikan

    Malam semakin larut. Lampu kristal berkilauan di langit-langit ballroom hotel internasional memantulkan cahaya ke gaun-gaun berkilau dan jas hitam para tamu. Denting gelas sampanye berpadu dengan alunan musik jazz yang lembut, menciptakan suasana elegan yang seolah tak tergoyahkan. David dan Noah me

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 20 Pesta Ulang Tahun

    Sean sibuk mencari informasi sepuluh tahun yang lalu. Dia hampir tidak pulang ke rumah dan lebih sering berada di kantor serta markas rahasia miliknya. Hubungannya dengan tunangan semakin merenggang. Pria itu memberikan kebebasan kepada calon istrinya.Maria yang tidak puas dengan acara pertunangan

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 19 Rahasia

    Leana terduduk lemas di sofa. Dia masih ditemani Noah yang juga hanya diam menatap sang ibu.“Bagaimana sekarang, Ma?” tanya Noah.“Mama sudah tidak tahu lagi. Mama tidak menyangka semua akan terungkap dengan cepatnya. Kita telah kehilangan Maria.” Leana menangis dan memeluk Noah.“Dosa yang tidak s

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 18 Mimpi Buruk

    Ruang terasa semakin sempit, seolah dinding merapat mendekat. Nafas Maria terputus-putus, bukan hanya karena tekanan yang mengekang, tetapi juga karena rasa panik yang merayap ke seluruh tubuh. Tangannya berusaha memukul lengan kekar Sean, mencari celah untuk melarikan diri. Pikirannya berputar anta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status