Share

Bab 80 Klinik

last update publish date: 2026-04-11 22:18:37
Elio benar-benar sibuk mempersiapkan para pengawal untuk melindungi Aisyah yang akan dibawa ke klinik Leon. Wanita itu harus dirawat dan mendapatkan pengobatan agar pulih lebih cepat dan membatasi hubungan intim dengan Sean.

“Sayang, apa sudah siap?” tanya Sean.

“Ya.” Aisyah keluar dengan gamis hitam cantik dan cadar. Wanita itu benar-benar terlihat seperti bidadari yang turun dari kayangan. Kecantikan yang tersembunyi tetap terpancarkan.

“Aku gendong.” Sean memilih mobil dengan perlindungan ant
Fit Tree Fitri

Terima kasih. Semoga suka.

| 15
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Bisa tak yaa?
goodnovel comment avatar
Lilyan
apa musuh2 bisa ditangani sean...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 94 Keluarga Bahagia

    David masih berada di perusahaan. Pria itu sedang rapat penting setelah terlepas dari ancaman Sean. Dia mulai bangkit kembali. “Aisyah.” David melihat pesan dari Leana yang mengatakan Aisyah pulang ke rumah mereka. “Rapat kita ditunda besok!” David beranjak dari kursi. “Apa?” Semua orang di dalam ruangan rapat terkejut karena David tidak pernah menghentikan rapat. Pria itu selalu menyelesaikan tugas tepat waktu. Apalagi mereka sedang proses penstabilan perusahaan. “Tuan David, ada apa?” tanya sekretarisnya. “Aku ada urusan keluar dan harus pulang.” David mengambil kunci mobil dan langsung meninggalkan perusahaan tanpa menunggu lagi. Pria itu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan adik kesayangan yang telah lama hilang dan baru bertemu beberap kali saja. Ada rindu yang tidak bisa digantikan dengan yang lain. “Ada apa?” Sang sekretaris melihat David tergesa-gesa. “Ini pertama kalinya aku melihat Tuan David meninggalkan rapat.” Wanita itu cukup heran dengan sikap David. Tidak ada y

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 93 Antara Maria dan Aisyah

    Sean pulang dini hari ketika Aisyah sedang salat tahajud. Wanita itu melihat mobil hitam masuk ke garasi.“Siang hari dia lebih banyak di rumah, tetapi di malamnya bekerja.” Aisyah sangat ingin bertanya tentang pekerjaan Sean.“Dia mengatakan memberiku uang halal,” ucap Aisyah duduk di tepi kasur. Dia menunggu sang suami yang tidak juga datang.“Kenapa belum ke kamar?” tanya Aisyah pada dirinya sendiri.“Apa dia tidak tidur di sini?” Aisyah gelisah karena sudah terbiasa tidur dalam pelukan suami. Pria yang selalu menempel padanya sepanjang hari.“Mungkin dia tidak akan datang.” Aisyah mematikan lampu dan merebahkan tubuh di kasur. Dia menarik selimut dan memeluk guling. Memejamkan mata dalam senyuman. Membiasakan diri ketika sang suami tidak di sisinya.Sean pergi ke kamarnya. Pria itu mandi dan berganti pakaian. Membuang baju, celana dan semua kain yang melekat di tubuhnya ke tempat sampah. Dia mengeringkan diri.“Aisyah.” Sean duduk di sofa. Dia terlihat berpikir sejenak.“Aku akan k

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 92 Cinta yang Setara

    Setelah puas bercinta dengan sang istri. Sean izin pergi bekerja. Selama mencari Aisyah, dia hampir tidak peduli dengan bisnisnya. Beruntung, pria itu memiliki anak buah yang sangat setia padanya. “Sayang, apa malam ini aku boleh pergi?” tanya Sean bersimpuh di hadapan Aisyah.“Kemana?” tanya Aisyah menyentuh kedua pipi Sean.“Memeriksa gudang di ujung kota. Selama mencari kamu, aku hampir tidak bekerja sama sekali,” jelas Sean.“Maafkan aku, Sayang.” Aisyah terlihat sedih.“Tidak, Sayang. Ini bukan salah kamu.” Sean beranjak dari lantai dan memeluk Aisyah.“Ini salah pria gila yang menculik kamu dan memisahkan kita.” Suara Sean terdengar tertekan.“Baiklah. Aku tidak akan menyalahkan siapa pun. Pergilah. Ingat harus hati-hati.” Aisyah tersenyum cantik.“Terima kasih, Sayang.” Sean mengecup dahi dan bibir Aisyah.“Kamu harus tidur dan tidak usah menungguku karena lokasi gudang sangat jauh dari pusat kota sehingga aku butuh waktu yang lama untuk pergi dan pulang,” jelas Sean.“Ya.” Ais

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 91 Kerinduan

    WARNING!!!! 21++++++++Aisyah tersenyum menatap Sean yang khawatir berlebihkan. Pria itu benar-benar tidak percaya pada istrinya yang juga seorang dokter dan bisa memeriksa diri sendiri.“Dokter juga butuh perawatan,” ucap Sean.“Apa kamu tidak percaya dengan kemampuanku?” tanya Aisyah lembut.“Aku percaya, tetapi aku lebih percaya bahwa kamu akan menyembunyikan kenyataan karena tidak mau orang lain khawatir. Kamu hanya peduli pada orang lain, tetapi lupa pada diri sendiri, Aisyah.” Sean mencium tangan Aisyah.“Apa aku suka berbohong?” Aisyah mencubit hidung mancung Sean.“Tidak,” ucap Sean menarik leher Aisyah dan mencium bibir istrisny. Pria itu sudah sangat menahan diri dari sejak mereka bertemu setelah berpisah.“Karena kamu sehat, maka aku tidak akan menunda lagi.” Sean segera menggendong Aisyah dan membawa masuk ke dalam lift.“Menunda apa?” tanya Aisyah.“Aku sangat tersiksa karena kita tidak berjumpa,” ucap Sean melepaskan tubuh Aisyah di kasur.“Ini bukan tentang nafsu, Sayan

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 90 Cinta dan Obsesi

    Aisyah pikir Sean melepaskan Khaled begitu saja. Dia tidak tahu bahwa sang suami melakukan penculikan secara diam-diam oleh anak buahnya yang merupakan pasuka elit yang direkrut dari militer.“Sayang.” Aisyah memeluk tangan Sean. Mereka duduk di sofa ruang tengah.“Ada apa, Sayang? Apa ada yang sakit?” Sean menggeserkan tubuhnya. Pria itu ingin melihat langsung wajah sang istri yang tertutup cadar.“Sayang, kita ke kamar saja. Aku mau kamu melepas cadar.” Sean segera menggendong Aisyah.“Ah!” Aisyah tersenyum. Dia sangat patuh pada sang suami. Tangannya melingkar di leher Sean.Sean menurunkan Aisyah di atas kasur. Pria itu melepaskan cadar sang istri dan meletakkan di atas meja samping tempat tidur. “Istriku sangat cantik.” Sean duduk di depan Aisyah. Dia berjongkok di lantai dan menatap wajah cantik istrinya.“Terima kasih.” Aisyah tersenyum.“Sayang, bagaimana ….” Kalimat Aisyah terhenti karena mulutnya sudah ditutup oleh bibir Sean. Pria itu seakan tahu bahwa Aisyah akan bertanya

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 89 Bersama

    Mata Sean melihat pada Khaled. Pria itu sangat ingin membunuh pria yang telah menculik istrinya.“Sayang.” Aisyah memeluk erat tubuh Sean.“Iya, Sayang.” Sean membawa Aisyah pindah ke speed boad.“Tuan.” Elio memberikan handuk kepada Sean.“Kemari, Sayang.” Sean membungkus tubuhnya dengan Aisyah.“Tuan, kita berangkat sekarang,” ucap Elio menyalakan mesin speed boad.“Ya.” Sean terus memeluk Aisyah dengan erat bersama di dalam handuk.Speed boad bergerak cepat meninggalkan lautan menuju Pelabuhan. Sebuah mobil hitam telah menunggu menjemput majikan mereka.“Kita sampai, Tuan.” Elio berhentik di dermaga.“Aku gendong.” Sean membungkus tubuh Aisyah dengan handuk dan membawa naik ke dermaga. Mereka masuk ke dalam mobil hitam mewah yang bergerak cepat pulang ke rumah.“Sayang, apa kamu mau ganti baju di dalam mobil?” tanya Sean menatap Aisyah.“Di rumah saja.” Aisyah memeluk tubuh Sean. Dia melepas cadar dan menempelkan wajahnya pada leher sang suami.“Sayang, aku merindukan kamu.” Tubuh b

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 45 Obsesi

    Sean sudah duduk di kursi depan meja makan. Wajah pria itu tampak berseri melihat kedatangan Aisyah.“Bagaimana luka kamu?” tanya Aisyah duduk di depan Sean.“Ini hanya tergores,” jawab Sean.“Siapa yang mencabut infus?” Aisyah melihat pada Sean.“Aku sendiri. Menunggu kamu tidak datang-datang hingg

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 42 Makan Malam

    Sean menatap Aisyah yang masih terdiam di depannya. Wanita itu benar-benar tidak mengenal kepribadian Sean. Apalagi untuk mengerti pola pikir sang mafia. “Kenapa aku harus melepaskan semuanya? Ini milikku,” tegas Aisyah.“Aku akan mengganti dengan yang baru. Lebih bagus dan mahal,” ucap Sean masuk

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 41 Tiba di Italia

    Aisyah duduk di dalam helicopter. Di sampingnya ada Sean. Wanita itu hanya diam saja. Gaun putihnya ada percikan darah dari pelayan yang ditembak. Dia memalingkan wajah dari pria di sebelahnya.“Kamu memang sudah bertunangan denganku sejak usia sepuluh tahun,” ucap Sean menoleh pada Aisyah.“Tidak m

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 40 Pengorbanan

    Aisyah melihat pada keluarganya yang disandera oleh anak buah Sean. Mereka ditodong senjata api. Tidak ada yang berani bergerak.“Apa yang harus aku lakukan agar kamu melepaskan mereka?” tanya Aisyah. “Ikut denganku kembali ke Italia. Itu saja,” jawab Sean yang sudah tidak sabar ingin membawa Aisya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status