Share

Obsesi LIar Mantan Suami
Obsesi LIar Mantan Suami
Author: Songdeok eunjoo

1. Perselingkuhan

last update publish date: 2025-05-29 11:25:03

Brakk!

Wanita berusia 28 tahun itu terlonjak saat wanita paruh baya membuka kasar pintu kamarnya, "Wah!! Tuan Putri sedang bersantai," cibir Dona. Tatapannya penuh dengan kebencian.

Renata menghela nafas, mungkin jika wanita itu bukan mertuanya, dia pasti sudah berteriak memakinya. "Ada apa, Bu?" tanyanya dengan suara datar.

"Dokumen penting Abimana tertinggal. Cepat antar dokumen itu sebelum jam 2. Jangan sampai telat!" titah Dona. Wanita itu melempar dokumen dengan kasar ke arah ranjang lalu pergi dan kembali membanting pintu.

Renata menghela nafas dengan berat, lalu dia mengambil tasnya dan juga Dokumen sialan itu. Baru saja dia selesai mandi dan bersantai sebentar. Sekarang harus melaksanakan perintah mak lampir itu.

Renata berjalan menuruni tangga dan mendekati Ibu mertua dan adik iparnya yang sedang duduk bersantai di ruang keluarga yang megah, "Bu ... Rena pinjam kunci mobilnya sebentar," ujarnya dengan sopan.

Dengan acuh Dona mengulurkan kunci mobil, namun Nabila buru-buru merampasnya, "Enak saja! Mobilku lagi di bengkel, jadi kunci mobil ini aku yang pakai berangkat kuliah," ujarnya dengan judes.

"Bagaimana jika berangkat bersama, Bil!"

Nabila bangun dari duduknya dan mendorong bahu Renata cukup kasar. "Cih! Emangnya aku supirmu, Mbak!" Nabila mendelik dengan gigi berkertak. Nabila sangat benci pada Renata karena merebut Kakaknya dari Dayana.

"Ayolah, Bill! Mbak mohon! Mbak ngga boleh telat," Renata menyatukan kedua tangannya dengan wajah memelas karena waktu sudah pukul satu lebih. Memang jarak antara rumah dan kantor Abimana bisa di tempuh sekitar 30 menit tapi itu kalau tidak macet.

Nabila dengan wajah tengilnya tertawa hambar, gadis childish dan manja itu berkata, "Memang aku perduli!" ujarnya sambil bersedekap angkuh.

Renata menggigit bibirnya dengan wajah kusut, jika bocah tengil itu bukan adik iparnya. Wanita yang sebenarnya galak dan judes itu pasti sudah menerkam dan mencabik-cabuk tubuh Nabila.

Dona yang merasa terganggu dengan pertengkaran putri dan menantunya akhirnya membuka mulutnya. "Cukup, Ren! Ga usah belagu kamu! Kamu bukan model lagi. Jadi sebaiknya kamu naik angkutan umum atau Abimana akan kehilangan kontrak besarnya, gara-gara kamu telat."

Renata berjalan mendekati mertuanya, "Ibu bilang kalau aku tidak boleh telatkan," ujarnya berusaha membujuk Dona.

Wanita itu sempat terdiam, ucapan Renata memang benar. Dokumen itu sangat penting dan keinginannya akan segera terwujud. "Bil ... " panggil Dona dengan tatapan malas.

Renata merasa lega, walaupun mertuanya itu selalu bersikap seperti orang gila. Tapi, setidaknya sekarang dia sedikit waras.

"Gak akan!" Nabila memekik lalu berlari menuju kamarnya dengan membawa kunci mobil.

"Ipar sialan!" umpat Renata dalam hati. Lagi dan lagi, Renata hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan menahan kesal. Jika dia tidak terikat dengan permintaan mendiang Ayahnya untuk menjadi istri berbakti dan menantu yang baik. Renata tidak akan sudi di tindas seperti ini.

"Cepat pergi!" Dona memekik dengan mata melotot.

Renata akhirnya pergi dengan wajah masam dan berkali-kali mengerjabkan matanya yang terasa panas. Wanita itu mengambil ponselnya dan menelfon taksi online. Renata menunggu taksi di depan gerbang rumah suaminya yang megah. Setelah menunggu sekitar 15 menit, taksi itu datang. Renata membuka pintu taksi dan masuk. Setelah memberitahu tujuannya, wanita itu berkata, "Pak ... tolong ngebut!"

"Baik, Bu!" ujar sopir taksi itu.

Sopir taksi itu benar-benar ngebut, Renata bahkan berpegangan dengan kuat saat mobil itu melaju dengan kencang, wajah wanita itu pucat pasi dengan perut terasa diaduk-aduk. Waktu yang harus di tempuh sekitar 30 menit, kini hanya di tempur 20 menit.

Setelah sampai dan membayar ongkos, Renata turun dengan kaki bergetar, perutnya bergejolak. Dengan susah payah dia berjalan menuju tong sampah dan memuntahkan isi perutnya, "Hoek! Hoek!"

"Shitt! Aku hampir mati," gumam Renata sambil mengelap mulutnya. Wanita itu duduk sejenak di pinggir jalan dengan tatapan banyak orang. Dia terlihat seperti gembel.

Setelah beristirahat sebentar, Renata berjalan menuju kantor suaminya dengan tampilan acak-acakan, wajahnya terlihat kuyu dan rahangnya terasa sakit. Renata menatap sejenak ke arah gedung pencakar langit itu dan masuk ke dalam.

Renata tidak peduli dengan penampilannya dan tatapan semua orang saat dia berjalan di lobi kantor yang luas itu.

Semua karyawan mengenali Renata sebagai istri CEO dan mantan model. Mereka dengan hormat menunduk dan Renata membalas dengan senyum dan anggukan.

Ting!

Pintu lift terbuka, Renata masuk ke dalam dan menekan tombol lantai 10. Sesampainya, Renata berjalan menuju kantor suaminya lalu mengetuk pintu.

Tok! Tok!

Merasa tidak ada jawaban, Renata akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu. Namun matanya seketika terbelaklak, dia seperti tersambar petir. "Abi!!" pekiknya.

Abimana sedang memangku seorang gadis muda, mereka berciuman dengan mesra. Abimana melepas tautannya lalu berdecak kesal. Sedangkan gadis tidak tahu malu itu turun dengan wajah pucat. Dia merapikan pakaian dan rambutnya yang berantakan.

Abimana ataupun Dayana menatap wanita dengan penampilan berantakan itu, rambut panjang bergelombangnya terlihat kusut, wajahnya juga terlihat berminyak dan kusam. Kelebihannya cuma satu, tubuhnya tinggi dan langsing.

Renata menatap Dayana dengan tatapan tajam dan jijik. "Hei, jalang kecil! Keluar dari ruangan suamiku!" pekiknya sambil menunjuk ke arah gadis itu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Obsesi LIar Mantan Suami   73. Suara Netizen

    Ting! Sebuah pesan yang mengandung ancaman kembali masuk. [Bakar saja kalau berani!]Melihat pesan Abimana yang semena-mena membuat darah Renata mendidih, dia segera membalas. [Aku nggak takut!]"Huh! Dia pikir aku takut apa!" Demi ketenangan hidup barunya, Renata memblokir nomor Abimana. Dia pun melempar ponselnya ke ranjang. Dia bersandar dan memejamkan matanya sambil mengatur nafasnya. Lalu tiba-tiba dia teringat sesuatu. Renata belum melihat berita tentang dirinya di media sosial. Dia pun bangkit dan kembali memungut ponselnya. Dia merebahkan diri di ranjang dan membuka akun media sosialnya.Halaman pertama yang muncul di layar adalah foto ciumannya dengan Abimana. Renata bermonolog, "Ternyata ada orang yang tidak takut mati!" Dia pun membuka kolom komentar. Saat membaca komentar netizen satu persatu, Renata hampir muntah darah karena semua netizen mengutuknya. "Dasar wanita murahan!" "Semoga semua pelakor masuk neraka!" Semua hujatan media sosial tertuju padanya, tapi t

  • Obsesi LIar Mantan Suami   72. Sudah Sinting

    Bela pun hanya mengangguk. Tidak lama kemudian, supir Bela datang. Di saat perjalanan pulang, Bela duduk bersandar di kursi sambil melamun. Dia ingat, saat itu Bela mengajak kedua sahabatnya untuk menjenguk Moris di rumah sakit. Dia bertemu Dayana yang duduk di sisi ranjang, penampilannya berantakan, wajahnya pucat dengan lingkar hitam di bawah matanya. Penampilannya terlihat rapuh dan menyedihkan. Di saat itulah Dayana menceritakan kepedihannya dan memutar balikan fakta. Dia bahkan menunjukan foto Renata dan Abimana sedang berciuman di pinggir pantai. Dan bilang bahwa Ayahnya kecelakaan karena tahu bahwa putrinya dikhianati oleh tunangannya.Itu sebabnya Bela mengajak kedua sahabatnya untuk memberi pelajaran kepada Renata.Di sisi lain.Renata sudah sampai di depan halaman rumah Angel. Angel sudah menunggunya dengan cemas. Saat Mobilnya berhenti, Anger langsung lari menghampirinya."Ren! Gawat!" Di dalam mobil Renata hanya mendengkus saat melihat Angel berteriak heboh. Angel bahka

  • Obsesi LIar Mantan Suami   71. Pesan Renata

    "Nat... kamu masih punya salinannya?" tanya Renata. Nathan mengerutkan kening, "Kamu yakin?" Renata mengangguk, "Tentu!" Nathan memandangi wajah Renata yang tampak lelah, lalu pergi ke mobilnya. Beberapa saat kemudian, Nathan datang dengan selembar kertas. Dia menyerahkan kertas itu. "Ini." Renata menerimanya. "Terima kasih." Saat melihat kertas itu hatinya terasa dingin. Pernikahannya dengan Abimana berakhir di atas selembar kertas. Wanita itu menyerahkan kertas itu kepada Bela. Bela mendengkus lalu menerima kertas itu dengan kesal. Saat membaca kertas itu, perlahan wajahnya memucat. Dia bahkan sampai membacanya berkali-kali. Lidahnya yang tajam perlahan menjadi kelu, "Ini?" Lena dan Kaila mendekat karena merasa penasaran. Kedua gadis itu membacanya dan mereka juga tercengang. Di dalam kertas itu tertulis bahwa Abimana dan Renata sudah menikah selama tiga tahun. Keputusan perceraian mereka juga baru satu minggu. Bisa jadi, foto ciuman mereka terjadi saat masih menjadi s

  • Obsesi LIar Mantan Suami   70. Para Gadis Bodoh

    Nathan menarik tangan Renata ke sampingnya lalu berbisik, "Ada kamera." Sorot mata Renata menggelap, tapi beberapa detik kemudian langsung berbinar. Dia bahkan menyibak rambutnya dengan anggun. "Aku tahu." Dahi Nathan mengerut. Kalau Renata tahu, Ini berarti sangat gawat. Tanpa pikir panjang, Nathan menarik lengan gadis itu dan ingin menyeretnya pergi. "Kalau sudah tahu, ngapain tetap di sini? Ayo pergi!" Renata mendengus dan melotot horor. Dengan suara tertahan dia berkata, "Aku nggak takut!" Nathan menghela nafas dengan berat. Dan berusaha untuk memberi nasehat. "Kamu memang jagoan! Tapi kamu juga sudah terlalu tua untuk berkelahi di depan umum! Alangkah baiknya kalau kamu belajar bersikap tenang." Renata tertawa geli karena merasa Nathan begitu polos. Renata kan bukan anak kecil lagi. Walaupun dia suka bersikap impulsif, bukan berarti dia akan menghajar ketiga gadis muda itu. Nasehat pria itu masuk ke telinga kiri dan keluar ke telinga kanan. Gadis itu mena

  • Obsesi LIar Mantan Suami   69. Tiga Gadis

    Kepala Renata, sedikit miring. Wanita itu tertegun saat cairan kental dan amis mengalir menyusuri sisi wajahnya. Dia tidak sedang ulang tahun. Kenapa ada yang melemparinya telur?Renata mengangkat tangannya dan mengambil cangkang telur di kepalanya. Matanya memerah dan sudut bibirnya terangkat. Dia sudah seperti naga yang siap menyemburkan api. Dan ada seseorang berteriak."Apa-apaan kalian! Berani sekali membuat onar di tempatku!" Orang yang marah itu adalah Nathan. Dia berteriak pada tiga gadis yang berdiri di depan restorannya.Tiga gadis itu tersentak dan hanya berdiri kaku.Sedangkan Renata, dia tercengang. Baru kali ini, dia melihat Nathan marah-marah. Pria selembut kelopak bunga mawar saja bisa marah, apalagi Renata yang punya kesabaran setipis kulit bawang."Apa kalian tidak tahu sopan santun? Kenapa kalian bersikap kampungan seperti ini?" Nathan, pria itu mengomel sambil berkacak pinggang. Dia tidak sepertinya biasanya.Wajah ketiganya memerah karena malu saat Nathan 'san

  • Obsesi LIar Mantan Suami   68. Rumput Liar

    Reino mengikuti Abimana dengan tenang, tapi pikirannya tidak. Dia masih memikirkan keputusan bosnya yang melepaskan tiga orang itu pergi begitu saja. Reino pun membuka mulutnya karena penasaran. "Kenapa Bos melepaskan mereka begitu saja?"Abimana tidak menjawab, pria itu tetap berjalan dengan santai. Reino mengernyit.Mungkin bosnya nggak dengar atau nggak mau jawab. Reino yang nggak sayang nyawa pun mulai berceloteh lagi."Padahal jika Tuan sekali saja kasih perintah, video itu akan lenyap dari dunia ini termasuk orang yang bernama Nathan." Abimana berhenti di depan pintu ruang kerja. Pria itu berbalik, sorot matanya sedingin es. Reino tersenyum kaku.Niatnya ingin mencairkan suasana, tapi yang ada malah semakin menjadi beku."Kamu pikir aku takut? Atau aku bodoh?" Abimana bersedekap angkuh, kedua alisnya saling bertautan.Iris mata Reino melebar, "Bukan begitu!!"

  • Obsesi LIar Mantan Suami   51. Ini Terakhir Kalinya!

    "Wah!!! Semua wanita harus punya alat seperti ini. Benar-benar sangat berguna!" ujar Renata dengan puas. Wanita itu memandangi tongkat listrik mini anti pemerkosa dengan kagum.Di lantai yang dingin dan kotor, Abimana meringkuk. Tubuhnya kaku, wajahnya begitu muram. Pria itu pun mengeram, "Kamu!"S

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Obsesi LIar Mantan Suami   50. Menagih Janji

    Renata tertawa getir, matanya yang jernih tampak mengembun lalu berkata dengan nada mencibir, "Kita sudah tanda tangan surat cerai. Ibumu juga pasti sudah membawanya ke kantor catatan sipil. Kamu juga pasti akan segera menikah. Jika aku tetap tinggal denganmu, itu sama saja dengan berselingkuh. Aku

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Obsesi LIar Mantan Suami   49. Berbicara Baik-baik

    Sebelah alis Abimana terangkat, dia berkata dengan suara serak-serak basah yang menggoda, "Bicara baik-baik? ini aku sedang bicara baik kan?"Hah!Mulut Renata menganga sampai rahangnya jatuh, pipinya pun semerah tomat busuk. Dia sangat malu sampai rohnya hampir melayang dari tubuhnya.Renata benar

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Obsesi LIar Mantan Suami   45. Hutang Budi

    Moris memejamkan matanya, pundaknya naik turun dengan cepat. Moris adalah pria yang baik hati dan lurus. Jadi walaupun dia sangat menyayangi putrinya, dia tetap akan bersikap tegas jika Dayana berbuat salah."Kamu menjebaknya?" tanya Moris dengan penuh amarah.Dayana tersentak, dia langsung berlutu

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status