로그인Bianca Calysta, seorang desainer grafis muda, harus menghadapi kenyataan pahit setelah sebuah kecelakaan tragis merenggut segalanya dari hidupnya, termasuk kemampuannya untuk berjalan. Di tengah keterpurukannya, ia bertemu Keiran Araska, seorang pria misterius dengan masa lalu kelam dan sifat posesif yang tak terkendali. Keiran, yang semula dikenal sebagai Keiran Vale, hidup dalam bayang-bayang dunia gelap, namun pertemuannya dengan Bianca secara perlahan mengubah dirinya, mendorongnya untuk meninggalkan identitas lamanya demi masa depan yang lebih baik bersama Bianca. Perjalanan mereka penuh liku. Dari perjuangan Bianca untuk bisa berjalan kembali, hingga adaptasi Keiran dengan kehidupan baru yang "normal" sebagai pebisnis. Sifat protektif Keiran sering kali berbenturan dengan keinginan Bianca untuk mandiri. Namun, setiap konflik justru semakin memperkuat ikatan mereka, membuktikan bahwa cinta bisa tumbuh dari trauma.
더 보기Tahun demi tahun berlalu, terukir dalam tawa riang empat pasang kaki kecil yang berlarian memenuhi rumah keluarga Araska. Liam, Chloe, Aurora, dan si bungsu Noah, adalah melodi kehidupan baru Bianca dan Keiran. Rumah itu selalu ramai, penuh dengan kecupan yang dicuri, rengekan yang menuntut perhatian, dan pelukan hangat yang tak pernah habis. Liam tumbuh menjadi duplikat Keiran: tenang, protektif, dengan sorot mata tajam yang terkadang membuat siapa pun gentar—kecuali tentu saja, neneknya. Mata biru yang berkilat itu kerap menatap Ibunya dengan takjub. Ia menjadi saksi bisu betapa sang Ayah memuja wanita yang sudah melahirkannya itu. Chloe adalah perpaduan sempurna dari kedua orang tuanya, lincah dan cerdas, namun memiliki kekeras kepalaan Bianca yang siap menghadapi segala drama. Tubuhnya mungil dengan rambut ikal berwarna coklat gelap. Ia selalu memastikan dirinya menang ketika bertengkar dengan Liam. Aurora, dengan senyum manis dan mata berbinar, adalah penjinak hati Keiran yang
Mendengar penjelasan dokter tentang ukuran bayi yang sedikit lebih besar dan riwayat cedera Bianca, Keiran langsung memotong. Nada suaranya tegas, tanpa keraguan. "Soal persalinan," kata Keiran, "saya ingin dilakukan operasi caesar." Baginya, keamanan Bianca adalah yang utama, dan ia tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun.Namun, Bianca menggeleng. Ia memiliki keinginan yang kuat untuk melahirkan secara alami. "Tidak, aku mau normal saja."Dokter Lim menghela napas, memahami dilema pasangan ini. Ia tahu Keiran sangat protektif, dan Bianca memiliki keinginan kuat. "Nyonya Bianca, Tuan Keiran," kata dokter dengan bijaksana, "Memang lebih baik jika dilakukan operasi caesar." Dokter menjelaskan alasannya "Agar Nyonya Bianca tidak perlu mengejan terlalu keras, dan mengingat pinggul Nyonya Bianca pernah cedera parah sebelumnya, ini akan mengurangi risiko komplikasi."Meskipun penjelasan dokter sangat logis dan didukung alasan medis, Bianca tetap pada pendirianny
Suasana memanas beberapa hari kedepan, Keiran tak sanggup lagi. Untungnya Bianca memiliki ide untuk pergi ke rumah orang tua Keiran. Ia sudah merindukan Ibu Keiran.Setibanya di rumah orang tua Keiran, Ibu Keiran yang melihat Bianca masuk dengan wajah cemberut dan Keiran menjaga jarak, hanya bisa tertawa. Ia sudah terbiasa dengan drama pasangan ini, terutama sekarang dengan adanya kehamilan. Bianca sudah banyak bercerita soal Keiran yang tidak berhenti mengeluh."Kalian ini," kata Ibu Keiran, menggelengkan kepala. Ia menatap Bianca, mencoba menjelaskan. "Bianca, Keiran itu memang butuh sesuatu yang 'melukai' dirinya sendiri untuk melampiaskan emosi. Dia selalu begitu. Dia butuh rasa sakit fisik untuk menenangkan gejolak di dalam dirinya."Ibu Keiran tahu bahwa sifat Keiran yang masokis itu memang aneh bagi orang biasa. "Tapi kau tidak terbiasa melihatnya, kan?" tanya Ibu Keiran, memahami bahwa dunia Keiran memang jauh berbeda dari dunia Bianca sebelumnya. Ia han
Kieran mengikuti saran Bianca. Malam itu Kieran tidak sendiri; Fael dan empat anak buah kepercayaannya turut serta. Keiran memimpin mereka dalam sesi latihan yang brutal. Awalnya, mereka berlari 12 putaran tanpa henti di pusat pelatihan dekat kantor Keiran dulu, peluh membasahi seluruh tubuh mereka.“Keiran, sepertinya kau benar-benar memanggil kita untuk memberikan hukuman.” Fael bertumpu pada lututnya, ia meringis karena kehabisan napas.Tapi tidak dengan Keiran, ia langsung menyeka keringatnya dengan telapak tangan. “Kita masuk. Aku ingin sparing dengan kalian.”“APA! Kau belum lelah!” teriak Fael ketika Keiran terus berjalan masuk ke ruang gym kantor lamanya. “Sialan. Kenapa dia kuat sekali.” Gumam Fael tapi tetap mengikuti Keiran.Keiran menghadapi satu per satu anak buahnya, melayangkan pukulan dan tendangan dengan kekuatan penuh. Satu per satu, mereka semua KO, terkapar kelelahan. Keiran belu
Setelah berbulan-bulan di pusat rehabilitasi, hari yang dinanti-nanti akhirnya tiba. Dokter menyatakan Bianca sudah boleh pulang, meskipun ia masih harus menjalani terapi lanjutan. Intensitasnya tidak lagi seberat dulu, kelegaan bagi semua.Saat mereka bersiap meninggalkan pusat rehabilita
Keesokan harinya, saat Bianca terbangun, Keiran adalah orang pertama yang ada di sampingnya. Tatapan lembut Keiran seolah menyapanya."Maafkan aku, sayang," ucap Keiran, matanya menatap dalam mata Bianca. "Maafkan aku atas kebodohanku. Aku terlalu takut, terlalu egois. Aku salah. Aku tidak
Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka pelan, dan Ibu Keiran masuk. Berdiri cukup jauh dan mengamati. Ibu Keiran mendekat, meletakkan tangan lembut di bahu Keiran, lalu di bahu Bianca. Ia tahu betul apa yang dirasakan Bianca.Bianca adalah gadis muda yang semangat, memiliki c
Hari-hari berlalu seperti biasanya di pusat rehabilitasi. Dengan semangat yang membara untuk segera pulih dan bisa "berlari di altar," Bianca menunjukkan kemajuan pesat dalam rehabilitasinya. Ia tidak lagi mengeluh atau pingsan. Justru, ia menunjukkan semangat luar biasa.Setiap pagi, Bian






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.