Share

Tertangkap Basah

Penulis: Anny Djumadi
last update Tanggal publikasi: 2026-07-03 21:59:08

Beberapa menit kemudian, Alena keluar dari toilet sambil mengembuskan napas panjang. Kepalanya masih pusing memikirkan tingkah Sisca.

Namun baru beberapa langkah...

Ia langsung membeku.

"Ah...?"

Di depan pintu toilet wanita...

Seseorang sedang berdiri dengan kedua tangan di saku celana.

Leon.

Alena langsung membelalak.

"Bapak?"

Leon mengangkat kepalanya.

"Akhirnya keluar juga."

Alena berkedip beberapa kali. Kemudian melihat ke sekeliling. Lalu kembali menatap Leon.

"Bapak..."

"Hm?"

"...salah te
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (7)
goodnovel comment avatar
Arivancez Ziqline
............... thor...jangan lama2 nulisnya
goodnovel comment avatar
Vivi
hahahahahaha
goodnovel comment avatar
roha mimha
Yahooooo...aku seneng bacanya....hahihu...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Kekhawatiran Seorang Ibu

    Mobil Leon melaju meninggalkan kawasan perkantoran. Sore mulai berganti menjadi petang. Cahaya matahari yang tersisa perlahan memudar di balik gedung-gedung tinggi.Alena bersandar nyaman di kursi penumpang. Hari itu cukup melelahkan. Bukan karena pekerjaannya terlalu berat, melainkan karena sejak pagi pikirannya dipenuhi banyak hal. Sesekali ia menoleh ke arah Leon yang sedang fokus mengemudi."Om.""Hm?""Kita tidak pergi makan malam?"Leon menggeleng."Tidak hari ini.""Lho?""Om langsung antar kamu pulang."Alena mengerutkan kening."Kenapa?"Leon meliriknya sekilas."Supaya kamu cepat istirahat.""Kamu kelihatan lelah."Alena tersenyum kecil."Om takut aku capek?""Iya.""Kalau begitu bilang saja Om yang capek."Leon langsung tertawa."Hahaha.""Enggak apa-apa.""Kamu mau bilang apa pun, terserah.""Tapi bagi Om...""...yang penting kamu dalam keadaan baik."Alena terdiam. Senyumnya perlahan berubah. Ada rasa hangat yang memenuhi dadanya. Ia menatap Leon beberapa saat tanpa berka

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Hubungan yang Tetap Milik Berdua

    Bu Ratna menatap Bu Rina dengan wajah tidak percaya setelah mendengar nama yang baru saja disebutkan."Leon Mahardika?"Bu Rina mengangguk pelan."Iya."Beberapa detik Bu Ratna hanya terdiam. Kemudian ia menghela napas."Rina...""Hm?""Lebih baik kau pikir ulang."Bu Rina mengerutkan kening."Kenapa?""Kau berpikir seperti itu, apa karena Leon pernah dikabarkan ingin rujuk dengan mantan istrinya?"Bu Rina justru menggeleng pelan."Jangan khawatir, kalau mengenai itu...""...Leon sudah menjelaskannya kepadaku."Bu Ratna menatapnya."Oh?""Iya.""Dia mengatakan hubungannya dengan mantan istrinya sudah berakhir.""Dan dari pembicaraan kami, saya tidak melihat Leon berniat kembali."Bu Ratna terdiam sejenak, akhirnya mengangguk."Aku mengerti.""Sebenarnya aku bukan mau membicarakan masalah itu.""Karena mantan istri Leon...""...adalah keponakanku."Bu Rina langsung membelalakkan mata."Hah?"Bu Ratna tersenyum tipis."Cyntia.""Cyntia adalah keponakanku."Bu Rina benar-benar terkejut.

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!    Bukan Karena Siapa-Siapa

    Pagi itu, suasana di ruang divisi kembali dipenuhi kesibukan. Alena duduk di depan komputernya sambil memeriksa beberapa dokumen proyek Green Valley Resort.Sejak mendapatkan tanggung jawab tersebut, ia berusaha mempelajari semuanya dengan lebih serius. Bukan karena ingin membuktikan sesuatu kepada Leon.Justru sebaliknya. Ia ingin memastikan bahwa ketika proyek itu selesai nanti, tidak seorang pun bisa mengatakan bahwa dirinya berhasil hanya karena memiliki hubungan khusus dengan sang CEO. Sesekali Alena membuka catatan yang dibuatnya sendiri."Bagian anggaran...""Sudah.""Presentasi...""Belum."Ia kembali mengetik.Di meja seberang, Maya diam-diam memperhatikannya. Perempuan itu sebenarnya sudah beberapa kali melihat Alena bekerja. Tidak bermalas-malasan. Tidak meminta bantuan Leon. Bahkan beberapa kali ia melihat Alena pulang lebih lambat karena menyelesaikan dokumen.Seharusnya semua itu cukup untuk membuat prasangkanya berkurang. Namun anehnya... tidak. Maya justru berpikir seb

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Prasangka

    Pelayan datang membawa sebuah kotak kecil berwarna putih."Ini pesanan take away untuk Nona."Alena menerimanya dengan senyum lebar."Terima kasih."Ia memandangi kotak itu beberapa saat, lalu tersenyum puas."Kalau Sisca melihat ini...""...dia pasti senang."Leon menyesap teh hangatnya."Om jadi penasaran.""Penasaran apa?""Kalau nanti Sisca tahu dimsum itu dari Om...""...apa dia tetap mau menerimanya?"Alena tertawa kecil."Om tenang saja.""Aku tidak akan bilang."Leon mengangkat sebelah alis."Oh?""Nanti kubilang...""...aku yang membelinya."Leon pura-pura menghela napas."Wah.""Pacar Om ternyata bukan cuma pandai menyogok.""Sekarang juga pandai menyembunyikan pelaku."Alena langsung terkekeh."Ini namanya menjaga rahasia.""Rahasia?""Iya.""Bukankah kita memang sepakat hubungan ini belum boleh diketahui orang kantor?"Leon mengangguk pelan."Benar.""Sebenarnya om pun sudah siap kalau mereka tahu.""Aku tidak mau heboh, om. Biarlah seperti ini dulu, karena aku masih beker

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Sarapan Sebelum Bekerja

    Keesokan paginya...Alena terbangun bahkan sebelum alarm di ponselnya berbunyi. Ia memicingkan mata menatap jam digital di samping tempat tidur. Sudah hampir pukul setengah enam,Biasanya, di hari kerja ia masih akan menarik selimut beberapa menit lagi. Namun pagi itu berbeda. Sebuah senyum kecil tanpa sadar menghiasi wajahnya."Ya ampun...""Aku benar-benar bangun lebih pagi."Ia menutup wajahnya dengan bantal sejenak. Bayangan kejadian semalam kembali memenuhi kepalanya. Refleks, hatinya terasa berbunga."Ih...""Om Leon benar-benar..."Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara Bu Rina dari luar kamar."Lena.""Sudah bangun?"Alena buru-buru bangkit."Iya, Bu.""Jangan lama-lama di kamar.""Nanti yang mau sarapan sama seseorang keburu ditinggal."Alena spontan mematung."Ibu...""Kok pagi-pagi sudah menggoda?"Dari balik pintu terdengar tawa Bu Rina."Kapan lagi?.""Ekspresi wajahmu saja sudah cukup membuat orang yang melihatmu selalu ingin menggodamu terus.""Ah... Ibu

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Rasa Penasaran

    Mobil Leon perlahan berhenti tepat di depan rumah Alena. Meski lampu teras masih menyala, suasana di sekitar rumah sudah cukup sepi. Leon mematikan mesin mobil."Nah.""Sudah sampai."Alena mengangguk pelan."Iya."Leon segera melepaskan sabuk pengamannya."Om antar sampai depan."Baru saja Leon hendak membuka pintu...Alena tiba-tiba menahan pergelangan tangannya."Om."Leon menoleh."Hm?""Jangan turun dulu."Leon tampak bingung."Kenapa?"Alena menggigit bibir bawahnya pelan."Aku...""...mau memberi Om kejutan."Senyum tipis langsung terukir di bibir Leon."Oh?""Iya.""Tapi...""...Om harus merem dulu."Leon menatap wajah Alena beberapa detik. Pipi gadis itu sudah memerah. Tanpa banyak bertanya, Leon akhirnya mengangguk."Baik."Ia memejamkan kedua matanya. Senyum kecil masih tersisa di bibirnya."Sepertinya pacar Om sedang mengumpulkan keberanian."Sementara itu... jantung Alena berdegup begitu cepat. Tangannya bahkan terasa sedikit gemetar."Ya sudah...""Sekali ini saja aku ya

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bawa Dia ke Ruang Saya

    Sejak pagi, Alena sudah merasa tubuhnya tidak nyaman. Kepalanya terasa berat, sementara matanya sesekali berkunang setiap kali terlalu lama menatap layar komputer. Namun wanita itu tetap berusaha bekerja seperti biasa sambil sesekali meminum kopi dingin yang bahkan sudah tidak terasa efeknya.“Aduh

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Om Ganteng Mau Nikah

    Sudah seminggu. Dan Leon tidak muncul lagi. Awalnya Alena masih berpikir pria itu hanya sibuk bekerja seperti biasa, mungkin lembur, mungkin ada meeting penting, karena bukankah orang kaya memang selalu sibuk. Namun setelah beberapa hari berlalu dan mobil hitam Leon tak pernah lagi terlihat masuk k

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Gadis Aneh

    Sejak hari itu, Alena punya kebiasaan baru: mengintip rumah Leon. Setiap sore sepulang sekolah, gadis itu akan duduk di teras rumah neneknya sambil pura-pura mengerjakan PR. Buku tulis terbuka di pangkuannya, pena sesekali bergerak, tetapi matanya lebih sering melirik rumah besar di sebelah komplek

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Demi Bakso, Ajak Nikah

    “Berani nggak?” Alena yang sedang meniup es teh plastiknya langsung menoleh bingung ke arah teman-temannya. “Berani apa?” Tiga anak perempuan di sampingnya langsung cekikikan sambil menunjuk ke arah seberang jalan. Di depan minimarket, sebuah mobil hitam mewah baru saja berhenti. Seorang pria

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status