Share

Bab 564

Author: Ratih Larasati
“Kalau begitu, aku akan melakukan apa pun yang kamu minta,” jawab Harrison tanpa ragu. “Tapi kalau ada masalah yang nggak bisa kamu selesaikan, kamu harus ingat untuk mencariku. Selain hubungan atasan dan bawahan, kita juga teman.”

Teman.

Begitu mendengar kata itu, orang pertama yang terlintas dalam benak Shelly adalah Saryna.

“Rawat lukamu baik-baik. Ingat ganti obat tepat waktu. Kalau merasa nggak nyaman, segera pergi ke rumah sakit dan temui Dokter Herman.”

Setelah berpesan beberapa kalimat,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Abah Kheyra
masalahnya muter2 disitu trs deh heran
goodnovel comment avatar
Nona
saling ngambek nih
goodnovel comment avatar
Yosi Yusmita
miss komukasi trus msalah mreka kpn akurny sihhh
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 620

    Shelly melanjutkan penjelasannya dengan jujur, "Aku juga sudah menandatangani surat perjanjian kerahasiaan perusahaan secara resmi. Semua rahasia dagang milik Grup Dominion nggak akan pernah aku bocorkan sedikit pun kepada pihak luar.""Bagaimana jika aku tetap bersikeras nggak mengizinkanmu pergi bekerja di Grup Vantara?" Percikan amarah di kedalaman mata hitam Jeffry perlahan-lahan mulai menyala terang.Sorot pandangan matanya terlalu dalam dan menekan, setiap kali pandangan mata mereka beradu secara langsung, hati Shelly selalu merasa gentar dan gelisah tanpa alasan yang jelas. Karena itulah sedari tadi dia memilih untuk tidak menatap wajah pria itu, dan dengan sendirinya tidak menyadari gejolak emosi yang sedang berkecamuk hebat di balik manik matanya yang kelam."Keputusanku untuk mengundurkan diri dari Grup Dominion dan menerima tawaran Grup Vantara adalah hal yang sudah aku pastikan sejak lama sekali. Kenapa baru sekarang kamu menyatakan nggak setuju?""Dulu statusmu hanyalah se

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 619

    Satu jam kemudian, empat macam hidangan dan semangkuk besar sup hangat sudah tersaji rapi di atas meja makan.Shelly dan Jeffry duduk berhadapan di kedua ujung meja yang panjang itu, sementara kereta tempat Jery berbaring berada tepat di antara mereka berdua.Jeffry menuangkan sup hangat ke dalam mangkuk, menarik kursi lalu duduk dengan santai. Dia baru saja merapikan lengan kemejanya dan belum sempat meraih sumpitnya, ketika tiba-tiba selembar kertas putih disodorkan ke hadapannya.Tulisan tangan di atas kertas itu sangat dia kenal, guratan tulisan tangan Shelly yang rapi dan tegas.Mulai dari biaya pembelian susu formula kalengan, popok sekali pakai, aneka mainan bayi, hingga rincian makanan harian yang dikonversi ke dalam nominal uang dan di bagian paling bawah tertera angka total keseluruhan pengeluaran itu."Ini rincian uang yang kamu keluarkan untuk membeli kebutuhan Jery selama beberapa waktu ini, termasuk biaya makanku di sini. Coba periksa dulu. Kalau nggak ada yang keliru, na

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 618

    Shelly merapikan semua barang bawaannya, lalu menenteng tas kombinasi birunya melangkah keluar. Jeffry mendorong kereta bayi, berjalan berdampingan di sisinya."Pak Rendy," sapa Jeffry sambil mengangguk singkat."Pak Jeffry," balas Rendy dengan anggukan kepala.Shelly juga sempat menghentikan langkahnya sejenak. "Sampai jumpa, Pak Rendy. Hati-hati di jalan."Setelah itu dia menuruni undakan lebih dulu. Ketika melintas tepat di samping mobil Keluarga Gunawan, langkah kakinya sempat tertahan sebentar. Dari dalam kabin, sayup-sayup terdengar suara Diana yang masih mengomel tanpa henti.Langkah kaki Shelly kembali berayun normal, melangkah lurus tanpa menoleh ke belakang lagi.Rendy menatap bayangan punggung keduanya yang perlahan menjauh, lalu terdiam dalam kebisuan yang cukup lama.Hubungan di antara Shelly dan Jeffry ….Bahkan jika Shelly tidak menggunakan cara sembunyi-sembunyi seperti ini, dia memiliki banyak sekali cara untuk bisa menemui Saryna. Tetapi dia sengaja memilih cara yang

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 617

    Raut wajah Saryna seketika berubah masam. Secara refleks dia melangkah maju, berdiri melindungi di depan Shelly."Nana, sini."Diana melambaikan tangan ke arah Saryna.Saryna menoleh ke belakang, menatap Shelly dengan cemas. "Aku duluan ya, kamu pergi saja.""Iya." Shelly mengangguk pelan. Menghadapi tatapan Rendy dan Diana, di dasar hatinya selalu ada rasa tidak berdaya yang perlahan mengalir naik."Kalian masuklah ke dalam mobil lebih dulu."Rendy memberi isyarat kepada Diana untuk membawa Saryna dan Nana masuk ke dalam kendaraan.Pria itu melangkah menaiki undakan, lalu melirik ke arah Herman. "Herman, kamu yang mengusulkan untuk datang ke padang berkuda ini, apa ini …. teman yang kamu bawa?"Saryna yang sudah menggendong Nana dan hampir mencapai pintu mobil, berbalik hendak melangkah kembali. "Bukan begitu, Ayah ….""Nana, masuk." Diana menarik lengan Saryna dengan tegas. "Kamu ini, selalu saja membuat orang tua cemas."Saryna dipaksa masuk ke dalam mobil."Maaf, Paman ….""Pak Ren

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 616

    Shelly menggeser layar ponselnya, mengangkat panggilan itu sambil melangkah keluar dari ruang teh."Kamu buru-buru sekali mau kembali bekerja untuk apa? Ceritakan padaku, apa Jeffry menyulitkanmu? Atau dia sudah mengetahui asal-usul Jery?"Suara Harrison yang heboh langsung terdengar dari ujung telepon.Shelly berdiri di luar jendela ruang teh, mengecilkan suaranya. "Tidak ada hal seperti itu, aku murni ingin bekerja saja.""Hah?" Drama besar yang sudah dibayangkan Harrison tentang Jeffry menyiksa Shelly mendadak terhenti begitu saja.Dia menenangkan diri sejenak, lalu meredakan suaranya. "Perusahaan sudah aku beri tahu, posisimu masih aman disimpan. Tidak perlu buru-buru kembali, Jery masih sangat kecil.""Aku ingin kembali kerja lebih awal," tegas Shelly. "Bantu aku mengajukan sistem kerja setengah hari dari rumah, dan kalau bisa, tolong carikan satu kamar di asrama karyawan."Royal Haven Residence terlalu jauh dari Grup Vantara, tidak praktis jika dia harus bolak-balik ke sana setia

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 615

    "Laki-laki biasa saja belum tentu mau menggantikan popok anaknya sendiri."Saryna menyilangkan tangan, memperhatikan Jeffry dari kejauhan. "Dia adalah laki-laki yang berdiri di puncak. Sekali dia mengentakkan kaki, seluruh dunia bisnis bisa bergetar. Sepasang tangan itu semestinya digunakan untuk menandatangani kontrak bernilai triliunan, bukan untuk menggantikan popok bayi!"Dia berbicara sambil berdecak kagum berkali-kali."Dia …." Shelly refleks ingin menjelaskan sesuatu.Baru buka mulut, dia bingung harus mulai dari mana."Dia lumayan baik, ‘kan? Kamu nggak mau terus terang ke dia saja?" Mata Saryna berputar sedikit, lalu dia menarik napas untuk menutupi rasa canggung yang tiba-tiba muncul. "Menurutku kalian lumayan cocok."Shelly, “???”Dulu waktu dia ingin bercerai, Saryna yang paling bersemangat mendukungnya, yang selalu mencaci bahwa Jeffry tak berperikemanusiaan, selalu menegaskan bahwa hubungan tanpa perasaan tidak perlu dipertahankan. Di mana Saryna yang dulu itu?"Aku cuma

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 6

    Joycelin memang mengiyakan dengan mulutnya, tapi begitu Melly pergi, dia langsung memonyongkan bibir ke arah punggung wanita itu....Elora menarik Jeffry untuk duduk di kursi makan. Pemandangan mereka duduk berdampingan terus terbayang di benak Shelly.Seharusnya dia tidak melihat adegan itu.Dalam

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 5

    Shelly tanpa sadar menarik jaket tebalnya sedikit ke depan, menutupi perutnya yang masih rata.“Aku masuk kerja. Mungkin karena umurku sudah bertambah, tahun ini aku jadi lebih gampang kedinginan.”Dia berjalan mendekat lalu duduk, sengaja mengalihkan topik.“Perlu pakai laptopku? Kalau iya, aku amb

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 4

    Sebelum orang-orang di ruang tamu sempat bereaksi, terdengar langkah kaki dari lantai atas.Ibu Jeffry, Melly Luwiana buru-buru turun.Meski hampir berusia lima puluh tahun, tubuhnya masih terawat seperti wanita usia tiga puluhan.Dia hanya mengenakan selendang merah, sama sekali tidak takut pada su

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 3

    Begitu Elora masuk ke kantor, dia melihat Maxwell sedang memesan tiket.Dia langsung bertanya, “Kak Jeffry di mana? Kenapa kamu pesan tiket?”“Di ruang istirahat. Ada masalah mendadak di cabang, Pak Jeffry harus ke sana.”Belum sempat Maxwell selesai bicara, Elora sudah mengeluarkan kartu identitas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status