공유

Bab 619

작가: Ratih Larasati
Satu jam kemudian, empat macam hidangan dan semangkuk besar sup hangat sudah tersaji rapi di atas meja makan.

Shelly dan Jeffry duduk berhadapan di kedua ujung meja yang panjang itu, sementara kereta tempat Jery berbaring berada tepat di antara mereka berdua.

Jeffry menuangkan sup hangat ke dalam mangkuk, menarik kursi lalu duduk dengan santai. Dia baru saja merapikan lengan kemejanya dan belum sempat meraih sumpitnya, ketika tiba-tiba selembar kertas putih disodorkan ke hadapannya.

Tulisan tang
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
Syifa taulan
Makin ke sini makin muak dgn atur cerita kok sdh bab600 lebih masih aja salah fhm
goodnovel comment avatar
setiyowati Setiyowati
Selly mengalah lah kan kamu jg masih mencintai Jefry
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 776

    Lengan Shelly terkulai lemas tanpa tenaga. Rambut panjangnya yang terurai di lekuk lengan Jeffry menyapu pergelangan tangan Jeffry, lalu jatuh tersampir di sisi tubuhnya.Jeffry kembali menatap Jery sejenak, baru kemudian berbalik pergi.Tingkat kehati-hatian Shelly dalam urusan Jery sama besarnya dengan ketulusan Jeffry yang mau rujuk dan membuat wanita itu percaya padanya.Hal seperti ini memang tidak bisa diburu-buru.Dia kembali ke kamar untuk berganti pakaian, lalu beranjak pergi. Begitu masuk ke dalam mobil, dia langsung menghubungi Maxwell."Cari tahu apa yang dibicarakan Shelly waktu bertemu Johan kemarin sore."Meski di luar kafe itu tidak ada kamera pengawas, area dalamnya ada.Tak sampai 10 menit, Maxwell sudah menelepon balik."Pak Jeffry, rekaman pengawas kafe itu rusak sehingga suaranya nggak terdengar. Tapi dari rekaman, raut wajah Bu Shelly terlihat berubah saat mereka bicara."Satu-satunya hal yang bisa dipastikan adalah Johan memang mengatakan sesuatu yang membuat sik

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 775

    Aroma makanan tercium dari ruang makan, berpadu dengan desis minyak dari wajan yang menggoreng sarapan.Jeffry mengenakan celemek abu-abu gelap, sibuk di dapur. Saat mendengar langkah kaki, dia menoleh sekilas.Tadi Shelly melangkah turun dengan tergesa, membawa begitu banyak kata yang membendung di dalam dadanya. Namun saat melihat pemandangan ini, semuanya mendadak tertahan di tenggorokan."Jery belum bangun?" Jeffry lebih dulu membuka suara. "Makan sarapanmu dulu, aku mau naik ke atas."Dia meletakkan telur mata sapi ke piring, menatanya bersama daging lapis, dua lembar roti, lalu menuangkan segelas susu hangat dan menyajikan semuanya ke atas meja."Bahan makanan di rumah habis, makan seadanya dulu. Nanti setelah Jery bangun, kita bawa dia keluar untuk belanja."Jeffry meletakkan piring saji, melepas celemeknya dan menyampirkannya ke sandaran kursi, lalu berbalik hendak melangkah ke lantai atas."Jeffry." Shelly mengumpulkan segenap keberaniannya untuk memanggil.Langkah kaki pria i

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 774

    Setelah Jeffry mengutarakan semua kata-kata itu kepadanya, Shelly merasa seperti terlempar ke dalam gelembung mimpi yang fana.Masa depan yang begitu indah dan cerah justru membuatnya merasa segalanya tidak nyata.Sama seperti saat pertama kali menikah dengan Jeffry dulu, dia butuh waktu sangat lama untuk benar-benar percaya bahwa dirinya bisa menikah dengan pria yang sudah lama dipendam di dalam hati.Saat itu dia merasa menjadi pengecualian yang paling diberkati Tuhan di antara jutaan manusia di dunia.Namun, 2 tahun pernikahan tanpa cinta itu memaksanya kembali berpijak pada kenyataan.Kali ini, hal yang sama terulang lagi. Dia tersandung dan jatuh untuk kedua kalinya pada pria yang sama.Menggantungkan harapan, lalu melihat harapan itu hancur berkeping-keping."Aku sudah memikirkannya baik-baik. Aku mau membatalkan perjanjian ini secepat mungkin dan pergi dari Tavira."Shelly mengucapkannya kata demi kata dengan nada suara yang mantap.Saryna menarik napas dingin di ujung telepon,

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 773

    Bicara jujur? Jeffry menyembunyikan sesuatu darinya.Tangan Shelly yang hendak mengetuk pintu membeku di udara. Perkataan Johan terngiang kembali di kepalanya."Bagus! Kalau kamu nggak mau dengar omonganku dan semuanya berantakan, kamu yang harus tanggung jawab!"Melly yang melihat Jeffry bersikeras pada keputusannya langsung keluar kamar dengan emosi meluap-luap.Pintu terbuka seketika. Tatapannya beradu dengan Shelly. Ekspresi marahnya perlahan berubah menjadi terkejut, sebelum keningnya berkerut rapat."Siapa yang izinkan kamu nguping pembicaraan kami?"Perlahan Shelly menurunkan tangannya. Pandangannya melewati Melly, langsung tertuju pada pria yang duduk di balik meja kerja di dalam ruangan.Mata Jeffry yang gelap menatap ke arahnya, dan sekilas melintas kilatan aneh di dasar matanya.Shelly menangkap kilatan itu dengan sangat tajam. Seketika hatinya jatuh ke dasar jurang, dingin membeku.Melihat raut wajah Shelly yang tidak beres, Melly merasa agak gelisah. Dia memilih langsung p

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 772

    Sebagai orang yang sudah pernah melewatinya, Nenek Mina paham betul betapa menguras tenaga dan pikiran dalam mengurus anak kecil.Shelly yang ditanya bertubi-tubi itu tertegun, pikirannya justru dipenuhi bayangan Jeffry.Jeffry yang rela bangun tengah malam menemani Jery. Jeffry yang selalu menyuruhnya makan duluan setiap kali Jery rewel di meja makan, sementara dia sendiri menggendong si kecil dan berusaha menenangkannya.Tanpa terasa, momen-momen Jeffry bersama Jery sudah terlalu banyak untuk dihitung."Lumayan baik." Kakek Yanto memberi isyarat agar Shelly mengulurkan tangan satunya lagi. "Kondisi dasar tubuh Shelly cukup bagus, tapi nadi jantungnya agak lemah. Ada yang sedang dipikirkan?"Kekhawatiran terbesar Shelly adalah soal asal-usul Jery.Sejak pertama kali mengandungnya, kekhawatiran itu tak pernah benar-benar berhenti.Shelly mengatupkan bibirnya sejenak."Apakah soal Keluarga Gunawan?"Nenek Mina, dari sudut yang tak terlihat Shelly, diam-diam menendang ringan kaki sang su

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 771

    "Hais."Nenek Mina menghela napas panjang. "Kalau mau menikah, silakan. Tapi, apa boleh jangan menikah terlalu jauh? Nanti coba kamu cari tahu, tanya apakah pacarnya berasal dari Kota Sentara?"Bagaimana latar belakang pria itu? Kalau kondisinya kurang mampu, apa bisa tinggal bersama Keluarga Anderson saja?Dia tidak rela Joycelin menikah sejauh itu."Kalau ada kesempatan, saya bantu Anda tanyakan," sahut Shelly. Tadi dia sempat berpikir sejenak, di kantor cabang Dominion rasanya tidak ada pria yang benar-benar menonjol.Selera Joycelin seharusnya tidak buruk, mungkinkah dia bertemu sosok mapan dari perusahaan lain saat jamuan bisnis?"Orang-orang bilang pria dari wilayah selatan tampan dan rupawan, sementara pria dari bagian utara lebih kasar. Aku cuma takut Joycelin dibutakan oleh pria rupawan, bagaimana kalau dia ditipu ...."Memang benar bahwa punya anak perempuan selalu serbasalah seperti ini, selalu cemas anaknya salah memilih orang saat menikah.Dulu saat Shelly memutuskan berta

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 6

    Joycelin memang mengiyakan dengan mulutnya, tapi begitu Melly pergi, dia langsung memonyongkan bibir ke arah punggung wanita itu....Elora menarik Jeffry untuk duduk di kursi makan. Pemandangan mereka duduk berdampingan terus terbayang di benak Shelly.Seharusnya dia tidak melihat adegan itu.Dalam

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 9

    Setiap kali bertemu di acara seperti ini, Harrison selalu mencari masalah dengan Jeffry.Namun karena dia bukan saingan Jeffry, dia pun memilih cara lain, yaitu mempersulit orang-orang di sekitar Jeffry.Salah satunya … Shelly.Shelly berbalik dan mengganti arah, berniat keluar lewat pintu belakang.

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 8

    Di dalam aula.Ke mana pun Jeffry pergi, selalu ada orang-orang yang mengerumuninya.Dia sedang berbincang dengan beberapa senior di dunia bisnis, sementara orang lain terus datang silih berganti untuk menyapanya.“Kak Jeffry.”Elora berjalan mendekat, lalu dengan manis menggandeng lengannya.Lengan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 7

    Langkah Shelly tiba-tiba terhenti. Napasnya tertahan, wajahnya perlahan menjadi serius.“Ada apa?” Maxwell bingung. “Bukannya kamu yang minta Pak Jeffry memindahkanmu kembali?”Shelly menggeleng.“Bukan. Aku datang untuk mengundurkan diri.”Maxwell langsung menarik napas tajam.“Mengundurkan diri? K

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status