Short
Para Penyewa yang Akhirnya Menangis

Para Penyewa yang Akhirnya Menangis

By:  RoroCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
3views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aku mengubah gedung warisan keluarga menjadi apartemen bersama. Lokasinya berada di pusat kota, terdiri dari 5 lantai dan lengkap dengan sebuah halaman yang luas. Aku membongkar semua dinding yang bukan penyangga, lalu menata ulang seluruh ruangannya. Ada kamar untuk 1 orang, 2 orang, hingga 4 orang untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Biaya sewanya hanya setengah harga dari pasaran sekitar. Aku hanya menerima penyewa muda yang baru lulus dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Halamannya tidak kubangun menjadi gedung tambahan. Sebagai gantinya, aku membuat pusat kebugaran dan kantin. Semua peralatan di pusat kebugaran masih baru. Untuk kantin, aku mempekerjakan 2 orang koki dengan harga makanan yang sama seperti di kantin kampus. Pada bulan pertama setelah pindah, makanan di kantinnya gratis. Awalnya, aku mengira sedang melakukan sesuatu yang baik. Memberikan ruang untuk bernapas, sekaligus sebuah rumah bagi para anak muda yang baru saja melangkah ke dunia kerja. Mereka memanggilku “pemilik apartemen idaman” dan memberiku plakat penghargaan, bahkan menulis surat ucapan terima kasih di internet. Melihat wajah-wajah muda itu, aku merasa semua yang kulakukan memang sepadan. Sampai akhirnya Fendy muncul. Dia berdiri di depan apartemen sambil menyeret koper berwarna silver dan membetulkan kacamata berbingkai emas di pangkal hidungnya, lalu mengamati karakter yang tertulis di sana, yaitu “Rumah Tetangga Harmonis.” Kemudian, dia tersenyum.

View More

Chapter 1

Bab 1

Pada hari Fendy mengurus kepindahannya, aku sendiri yang menyambutnya.

Latar belakang pendidikannya sangat bagus. Dia lulusan Fakultas Hukum universitas terkenal, bahkan sering mendapatkan beasiswa.

Aku mengajaknya berkeliling apartemen dan memperkenalkan berbagai fasilitas yang tersedia.

“Pusat kebugaran gratis, kantin menyediakan 3 kali makan sehari, dan biaya air, listrik, serta internet sudah termasuk.”

Aku menunjuk daftar harga yang terpampang di dinding, “Ini menunya. 2 lauk daging dan 1 sayur harganya 25 ribu.”

Dia mengangguk tanpa berkata apa-apa. Tatapannya tertahan beberapa detik pada pintu dapur kantin.

Saat melewati lorong, dia tiba-tiba berhenti.

Dia menunjuk alat pemadam api di sudut dinding, “Kak Vers, label pemeriksaan alat pemadam api ini sudah kedaluwarsa sejak bulan lalu.”

Aku tertegun sejenak.

“Mungkin ... rekan yang bertanggung jawab atas pemeriksaan keamanan lupa menggantinya. Aku akan segera meminta dia mengurusnya.”

“Dalam hal keselamatan, tidak ada yang boleh dianggap sepele.”

Nada suaranya datar, tetapi ada tekanan yang membuat perkataannya sulit dibantah.

Aku merasa sedikit tidak nyaman, tetapi tetap tersenyum dan mengiyakan.

“Kamu benar. Akan segera kuganti.”

Dia menempati kamar 301 di lantai 3, kamar single terbaik yang menghadap ke selatan dan memiliki balkon.

Dalam beberapa hari berikutnya, mulai terjadi beberapa perubahan kecil yang sulit dijelaskan di apartemen.

Fendy selalu menghabiskan waktu di area bersama.

Dia membantu ibu-ibu di kantin memilih dan membersihkan sayuran ….

Menemani bapak satpam di lantai bawah bermain catur ….

Di pusat kebugaran, dia dengan sabar mengajari seorang pemuda pemalu cara menggunakan peralatan olahraga ….

Para penyewa segera mengenalnya dan menyukainya.

Semua orang mulai memanggilnya “Kak Hawk”.

“Kak Hawk ternyata tahu banyak hal ….”

“Kak Hawk baik sekali, tidak merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain sedikit pun ….”

“Pantas saja lulusan kampus ternama, memang berpendidikan ….”

Mendengar percakapan mereka, rasa tidak nyaman yang sempat kurasakan pun perlahan menghilang. Mungkin aku hanya terlalu banyak berpikir.

Anak muda yang begitu hebat dan suka membantu seperti ini tentu merupakan hal yang baik.

Seminggu kemudian, setelah makan malam, aku pergi ke kantin untuk membicarakan menu minggu depan dengan para koki.

Di sana, Fendy sedang dikelilingi sekelompok penyewa. Dia memegang sebuah dokumen, seolah sedang menjelaskan sesuatu.

Aku mendekat.

“Berdasarkan Pasal 13 “Peraturan Pengelolaan Sewa Rumah di Perkotaan”, rumah yang disewakan harus menggunakan ruangan sesuai dengan rancangan aslinya sebagai unit sewa terkecil. Struktur bagian dalam rumah tidak boleh diubah untuk kemudian dibagi-bagi menjadi beberapa unit sewa ....”

Suaranya jelas dan teratur.

“Tempat yang sekarang kita tinggali, banyak yang berupa kamar dengan sekat. Hal itu sendiri sudah tidak sesuai dengan peraturan.”

Seorang penyewa bertanya pelan, “Tetapi Kak Vers memasang harga sewa yang sangat murah. Kamar dengan sekat juga cukup nyaman, kan?”

Fendy tersenyum.

“Murah, tetapi didasarkan pada sesuatu yang tidak sah dan tidak aman. Pernahkah kalian berpikir, jika suatu saat terjadi kebakaran, kamar-kamar dengan sekat seperti ini justru menjadi bahaya keselamatan terbesar? Kita membayar uang sewa, jadi kita berhak mendapatkan tempat tinggal yang legal dan aman. Ini bukan pemberian, melainkan hak.”

Kata “hak” itu dia ucapkan dengan penekanan yang sangat kuat.

Penyewa lainnya ikut menyahut, “Kak Hawk benar! Waktu itu label pemeriksaan alat pemadam api juga sudah kedaluwarsa. Aku sudah memberi tahu Kak Vers, tetapi dia juga tidak langsung menggantinya!”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status