LOGINPernahkah terbayang dalam benakmu saat kamu menyadari ternyata kamu sudah berstatus menjadi seorang istri? Pernikahan yang tidak pernah kamu ketahui, yang dilangsungkan oleh orang tuamu tanpa dibicarakan terlebih dahulu denganmu? Jika itu terjadi, pasti kamu akan merasa bingung dan takut bukan? Itulah yang dirasakan oleh Kayla Rahma. Dia yang baru saja kembali ke rumah setelah 3 tahun kuliah di Yogyakarta, tiba-tiba harus di hadapkan dengan kenyataan bahwa ternyata dia sudah dinikahkan dengan Akmal Ghaisan. Laki-laki berusia 29 tahun, anak dari sahabat orang tuanya. Akmal adalah laki-laki yang sangat tampan dan merupakan keturunan dari keluarga terpandang. Orang tua Kayla mengatakan bahwa Akmal memiliki kepribadian yang sangat baik dan juga patuh kepada orang tua. Bagaimanakah kira-kira nasib rumah tangga Kayla bersama Akmal ke depannya? Bisakah Kayla menghadapi sifat suaminya yang ternyata jauh berbeda dari apa yang dijelaskan oleh orang tuanya? Temukan jawabannya dalam cerita ini. Selamat membaca... (^_^)
View MoreKisah ini di awali dengan seorang laki-laki berumur 22 tahun bernama Febrian yang bisa kita sapa dengan Febri, ia mempunyai seorang adik yang umurnya sangat tertinggal jauh darinya yang bernama Febi. Kedua orang tua Febri hanya orang yang berkecukupan, dengan bapaknya yang bekerja sebagai ojol dan ibunya yang berjualan nasi kuning dan masakan. Kedua orang tua Febri sangat sederhana sekali, baik dan loyal kepada anak-anaknya.
Dimana waktu itu Febri baru saja lulus dari SMA, ia di haruskan untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi lagi oleh orang tuanya. Febri di haruskan untuk memilih apakah akan melanjutkan pendidikan nya atau hanya sebatas lulusan SMA saja dan bekerja sebagai buruh pabrik. Febri memilih untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi, ia tidak mau seperti orang tuanya yang hanya sekedar lulusan SMA saja. Hari demi hari berlalu akhirnya Febri mendaftarkan dirinya di suatu PTN yang ada di Bandung dan cukup terkenal juga, setelah melalui beberapa tahapan dan ujian akhirnya hari penerimaan pun tiba dan Febri diterima di PTN tersebut dengan mengambil jurusan keperawatan.
Hari ospek pun tiba dimana semua mahasiswa wajib mengikuti ini, bisa dibilang ospek ini adalah suatu tradisi turun temurun dari generasi ke generasi. Ospek ini sangat jauh berbeda dari sebelum-sebelumnya ketika di SMA disini kita di tuntut harus disiplin, taat terhadap aturan yang ada dan intinya kita harus bisa mandiri dan jangan manja. Hari pertama di lalui Febri dengan biasa saja dan mendapatkan beberapa teman baru disana, dan nantinya teman-teman baru Febri ini akan menjadi teman sekelasnya nanti. Hari kedua ketiga dan sampai selesai acara ospek ini Febri lalui dengan baik tanpa ada hambatan sama sekali. Dikarenakan rumah Febri ke kampus cukup jauh jadi Febri memutuskan untuk kost di daerah dekat kampusnya dan dekat teman satu kelasnya juga.
Hari pertama perkuliahan pun tiba, jam menunjuka pukul 06:00 Febri sudah bersiap-siap untuk pergi ke kampus tidak lupa dia membangunkan teman-temannya yang bersebelahan kamarnya,
Febri : "toko tok tok" (Febri mengetuk pintu kamar temannya yang bersebelahan)
Febri : "sal bangun sudah pagi ayo berangkat ke kampus".
Faisal adalah salah satu teman sekelas Febri sekarang di kampus dan menjadi teman dekatnya. Faisal pun beranjak dari kamarnya dan membukakan pintu,
Faisal :" oh ayo, bentar ya mau mandi dulu"kata Faisal
Febri :" mau titip sarapan gak, gua mau beli sarapan dulu nih?",sahut Febri
Faisal : " oh iya sok gua nitip naskun aja 1 nanti uang nya gua ganti ya"
Febri pun beranjak dari kost-an nya untuk membeli sarapan di depan. Selesai membeli sarapan mereka makan dulu sebelum berangkat ke kampus karena sarapan itu sangat wajib untuk tubuh kita.
Setelah selesai sarapan mereka berdua pun pergi ke kampus dengan jalan kaki di karenakan jarak dari kost-an ke kampus itu sangatlah dekat. Tiba di kampus mereka berdua terheran-heran dikarenakan kelas nya penuh dengan wanita dan memang mayorita untuk jurusan keperawatan ini di dominasi oleh wanita, satu kelas mereka ada 40 mahasiswa dengan 7 orang laki-laki termasuk Febri dan Faisal dan sisanya wanita. 5 orang laki-laki tersebut adalah andre, Sandy, Ihsan , Rifky dan sugih, mereka berlima ini sangat akrab dan gampang sekali berbaur. Hari demi hari Febri lalui dengan Semangat dan tanpa ada kendala apapun, semuanya Febri jalani dengan ikhlas dan tanpa beban apapun, tidak lupa dia menjalankan kewajiban nya sebagai seorang muslim dengan sholat 5 waktu. Untuk jadwal Febri sendiri kebetulan mahasiswa baru jadwalnya masih sangat sangat dan tidak terlalu sibuk, Febri mengisi waktu luang nya itu dengan mengikuti beberapa organisasi mahasiswa yang ada di kampus.
Sesekali Febri ketika libur kuliah dia pulang ke rumah dan membantu ibunya berjualan di rumah. Untuk meringankan beban orang tuanya sendiri Febri sering bermain voly keluar daerah Bandung dengan diberi upah yang cukuplah untuk uang jajannya sendiri seelama satu bulan di kampus. Kegiatan voly itu sudah Febri tekuni sejak masih SMA awalnya ia sering ikut-ikutan voly antar desa sampai kecamatan dan banyak yang kenal Febri sampai ia sering di ajak untuk mengikuti turnamen di luar kota, dari situlah Febri sudah bisa mulai mandiri dan tidak menyusahkan orang tuanya.
Suatu hari ketika Febri sedang duduk terdiam sendirian di taman kampusnya ada seseorang perempuan yang menghampiri dia,
Cewe : "hai" menyapa Febri dengan senyuman nya yang manis
Febri : "ohh iya hai" merekapun saling menyapa satu sama lain nya.
Cewe : "Sendirian aja,, hehe?" tanya si cewe
Febri : " ehh iya sendirian nih, silahkan duduk"
Merekapun duduk berhadapan di taman
Cewe : "kenalin aku Santi, mahasiswi dari kampus sebelah."
Febri : " aku Febri, kalau boleh tau ada apa yah?"
Santi : " hmmm ngga ko gapapa, heheh"
Febri : " ohh kirain aku ada apa gtu ".
Santi : " ngga ko gapapa, sendirian aja kamu disini? Gada yang nemenin gitu ?"
Febri : " lagi pengen sendiri aja, terus kamu ngapain disini? "
Santi : " ohh aku kebetulan aja tadi lewat sini terus liat kamu. Kamu ngekos di s***** yah? "
Febri : " Iyah, kok kamu tau ?"
Santi : " yah iya lah tau orang sebrang kosan kamu kosan ku, makanya aku beraniin diri buat nyapa kamu tadi hehehe".
Febri : " ohh tetangga rupanya".
Santi : " Iyah, kamu kenapa belum pulang?"
Febri : " ini udah mau pulang ko "
Santi : " yaudah ayo bareng "
Febri : " ayo ".
Mereka pun pulang bersama, dari pertemuan hari itu mereka berdua pun semakin akrab dan saling bertukar nomor W******p. Semakin hari mereka berdua pun semakin dekat dan tidak jarang mereka setelah pulang dari kampus sering jalan berdua keluar untuk makan atau main. Di suatu malam Santi mengajak mengajak Febri untuk main , kebetulan hari itu hari sabtu dan besoknya libur perkuliahan merekapun pergi menggunakan mobil milik Santi ke daerah lembang. Sesampainya disana mereka mengobrol dan Santi pun disitu bertanya sesuatu kepada Febri.
Santi : " feb aku mau nanya boleh?"
Febri : " boleh, sok mau nanya apa?"
Santi : " kamu udah punya pacar?"
Febri : " hmmm belum, kenapa gitu?"
Sinta : " aku tuh sebenernya suka sama kamu feb, tapi aku malu mau ngomong nya."
Febri : " hah ? Yah wajar kalo kamu suka sama aku itu berarti kamu normal masih suka sama lawan jenis hahaha."
Santi : " ihh serius tau, malah di becandain gitu ahh ".
Febri : " yah becanda gimana san emang bener kan ".
Santi : " Iyah bener, tapi aku suka sama kamu. Aku pengen hubungan kita tuh ga cuman sebatas teman aja feb".
Seketika Febri pun terdiam dan merenung.
Santi : " kenapa kamu diem feb? Kamu gasuka yah sama aku?
Febri : " bukan gitu san, aku juga suka sama kamu tapi yah aku malu sama kamu san aku gapunya apa-apa, aku cuman oranga biasa hidup aku sederhana orang tuaku hanya bekerja sebagai penjual nasi kuning dan ojol".
Santi : " emang aku pikirin, aku tetep terima kamu apa adanya ko feb aku juga suka orang sederhana kaya kamu gitu".
Febri : " asli san gitu? Diluaran sana masih banyak loh cowok-cowok yang lebih dari aku?"
Santi : " lah terus, kan aku maunya sama kamu ga sama orang lain. Aku Nerima kamu apa adanya ko feb, aku ga mandang kamu dari harta atau apapun aku tulus ko suka dan sayang sama kamu ko".
Febri : " Iyah deh san "
Santi : " jadi kamu mau jadi pacar aku feb ?"
Febri : " Iyah san aku mau ".
Terlihat senyum yang sangat bahagia di wajah santu setelah mendengar Febri mau jadi pacarnya, dari malam itu Febri dan santi pun resmi berpacaran dan mereka pun terlihat bahagia.
Malam itu ketika mereka hendak pulang hujan sangat deras, dan mereka mengurungkan niatnya untuk pulang jadi terpaksa mereka harus mencari penginapan di sekitar situ dan bermalam.
Bersambung
Akmal baru saja selesai mengerjakan salah satu pekerjaan kantornya saat pintu ruangannya diketuk beberapa kali. Tanpa menoleh, ia menjawab ketukan itu sambil mulai mengetik lagi di laptopnya."Masuk!"Pintu ruangan laki-laki itu terbuka. Terlihat sosok Mia dan seorang laki-laki paruh baya memasuki kantornya."Pak Akmal!" panggil laki-laki paruh baya. Akmal segera mengalihkan pandangannya dari laptop yang ada di hadapannya dan menatap laki-laki itu."Ya, Pak Dani?" tanya Akmal sambil menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya."Maaf, Pak. Saya ingin membahas tentang meeting hari ini. Ada beberapa dokumen yang harus anda tanda tangani sebelum meeting dimulai." kata laki-laki yang dipanggil Pak Dani oleh Akmal.Laki-laki itu segera berdiri dan melangkah menuju ke sofa yang ada di ruangannya. Ia duduk di salah satu sofa. Pak Dani segera mengikutinya dan meletakkan dokumen yang di
Kayla mendengar bel rumahnya berbunyi. Setelah membantu Dara memakai pakaian muslimnya yang paling kecil, ia segera menuju ke ruang tamu demi membuka pintu. Tapi ternyata suaminya telah membukanya terlebih dahulu.Perempuan itu hendak kembali ke kamarnya saat ia melihat Mia memegangi tangan Akmal. Matanya seketika membulat saat melihat gadis itu mencium suaminya. Ia sangat kaget, tak menyangka akan melihat adegan itu sekali lagi. Tanpa sadar kakinya menyentuh kaki kursi yang ada di hadapannya hingga menimbulkan suara berderit. Membuat sang suami dan juga Mia segera menoleh ke arahnya.Saat Akmal hendak memanggilnya, Kayla segera menyingkir dari tempat itu. Ia tidak ingin melihat suaminya berdekatan dengan perempuan lain karena itu ia bergegas menuju ke kamarnya.Laki-laki berusia 27 tahun itu menatap Mia dengan marah. Ia benar-benar tidak suka pada kelakuan sekertarisnya itu."Apa sebenarnya tujuanmu datan
Akmal menghela napas begitu ia memasuki kamar. Ia melihat adiknya sedang tertidur lelap di atas ranjang. Ia hendak membangunkan Dara, namun ia segera mengurungkan niatnya. Ia tidak tega jika harus membangunkan sang adik. Akhirnya ia segera menuju walk in closet dan berganti pakaian di sana. Setelah itu ia kembali menuju ke arah dapur.Begitu tiba di dapur, laki-laki itu mendapati sang istri sedang membersihkan cumi-cumi di atas wastafel. Ia segera mendekat dan memeluknya dari belakang. Ia bahkan mendengar suara istrinya yang terkejut."A-apa yang kamu lakukan, mas?" Tanya Kayla degan gugup."Aku sedang memelukmu." Jawab Akmal sambil mempererat pelukannya di pinggang sang istri. Ia meletakkan dagunya di bahu kiri Kayla."T-tolong hentikan!" Pinta perempuan itu sambil menolehkan kepalanya ke arah kiri demi menatap wajah sang suami. Tapi karena wajah suaminya begitu dekat dengan wajahnya, Kayla segera berpali
Kayla sedang mencuci perkakas kotor yang baru saja dipakainya untuk memasak sarapan saat mendengar namanya dipanggil. Awalnya Kayla merasa salah dengar, tapi begitu ia mendengar namanya dipanggil lagi, akhirnya ia menghentikan pekerjaannya. Ia segera menuju ke ruang tamu dan melihat siapa yang memanggil namanya melalui kaca jendela. Gadis itu terkejut. Ia melihat sosok adik iparnya sedang memanggil-manggil namanya dari balik gerbang rumahnya. Kayla terburu-buru membuka pintu depan dan keluar rumah. Ia mendekati Dara yang ada di sana. "Dara?" Desis gadis itu lirih. Ia segera membuka pintu rumahnya dan berjalan menuju ke arah gerbang. Kayla memandang sekeliling. Petugas satpam yang biasanya selalu berjaga di rumah kini tidak ada. "Dara!" Panggil Kayla sambil membuka kunci gerbang. Ia membuka gerbang dan membiarkan Dara masuk. "Mbak Kayla!" Desis gadis belia itu sambil memeluk tubuh sang
KaylaAku tak bisa berkata-kata saat bertemu dengan keluarganya Mas Akmal. Mereka semua sangat baik. Terlihat sekali jika Mas Akmal begitu disayang oleh seluruh keluarganya. Mereka tampak begitu berbahagia dengan pernikahan kami. Mereka bahkan
Kayla menatap rumah besar di hadapannya dengan perasaan gamang. Seumur hidupnya dia belum pernah sekalipun bermimpi untuk tinggal di rumah sebesar ini. Tapi mulai sekarang, ia akan tinggal di rumah mewah ini bersama suaminya.Akmal Ghaisan. Itu nama dari laki-laki yang
Kayla hanya bisa bersandar di pintu saat mendengar mobil yang dikendarai oleh suaminya telah meninggalkan rumah. Percuma saja. Meskipun ia terus berteriak meminta dibukakan pintu oleh laki-laki itu, dia sudah tidak bisa mendengar teriakannya.Sambil menghapus air matany
Kayla terbangun saat suara adzan terdengar berkumandang. Ia bergegas untuk bangun. Tapi gerakannya terhenti saat menyadari sebuah tangan kokoh sedang memeluknya. Kayla menoleh. Terlihat suaminya tidur begitu pulas.Melihat wajah sang suami, bayangan apa yang telah diala












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore