Share

Bab 79

Penulis: Gali Pratama
last update Tanggal publikasi: 2026-09-22 15:31:33

Raka tersenyum tipis mendengarnya.

Dia tahu apa yang diinginkan Maya dengan pekerjaan penting itu.

Sorot mata centil dan usapan jemari sang sekretaris di dadanya sudah menyuarakan segalanya tanpa perlu dijelaskan lagi dengan kata-kata.

Maya yang sadar Raka belum memberikan kepastian langsung menatap pria tegap itu dengan pandangan menuntut.

"Kok cuma senyum-senyum aja? Jawab dong, Raka! Kamu mau kan datang malam ini?" desak Maya dengan suara parau yang amat manja, meremas ringan kain kemeja di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pelayan untuk Nyonya Kesepian   Bab 79

    Raka tersenyum tipis mendengarnya.Dia tahu apa yang diinginkan Maya dengan pekerjaan penting itu.Sorot mata centil dan usapan jemari sang sekretaris di dadanya sudah menyuarakan segalanya tanpa perlu dijelaskan lagi dengan kata-kata.Maya yang sadar Raka belum memberikan kepastian langsung menatap pria tegap itu dengan pandangan menuntut."Kok cuma senyum-senyum aja? Jawab dong, Raka! Kamu mau kan datang malam ini?" desak Maya dengan suara parau yang amat manja, meremas ringan kain kemeja di dada Raka.Namun, baru saja Raka mau jawab, langkah kaki berirama tegas dan ketukan sepatu hak tinggi yang bernada anggun memecah atmosfer padat di ruang sekretariat."Maya."Panggilan dingin bernada otoriter itu membuat Maya tersentak kaget.Perempuan itu buru-buru menarik tangannya dari dada Raka dan berbalik dengan paha gemetar.Clara berdiri tegak di ambang pintu.Sang CEO tampil sempurna dalam balutan setelan blazer hitam yang pas badan, memancarkan wibawa kepemimpinan yang tak terbantahkan

  • Pelayan untuk Nyonya Kesepian   Bab 78

    Raka mengulurkan tangannya untuk menutup pintu ruang kerja setelah kepulangan Lisa dengan paha yang masih bergetar.Tanpa membuang waktu, Raka meraih kain lap mikrofiber dan cairan pembersih, menjalankan tugas utamanya sebagai office boy di lantai eksekutif milik Clara.Pria itu melangkah menyusuri koridor lantai atas yang masih lengang.Baru saja Raka membuka pintu ruang sekretariat untuk membersihkan meja dan menyiram tanaman hias di sudut ruangan, suara ketukan sepatu hak tinggi bernada centil bergema mendekat.Maya—sekretaris berparas jelita dengan pakaian kerja berpotongan pas badan yang menonjolkan bentuk dadanya, melangkah masuk seraya menyandarkan tubuhnya di bingkai pintu.Bibirnya bergincu merah menyala, menyunggingkan senyum nakal yang amat memikat."Rajin banget sih jam segini udah beberes, Raka," goda Maya dengan vokal manja yang mendayu-dayu.Matanya yang lentik mengabsen tubuh tegap Raka dari ujung kepala hingga dada bidangnya yang tercetak jelas di balik kemeja seragam

  • Pelayan untuk Nyonya Kesepian   Bab 77

    Tatapan dingin Raka yang mengunci penuh intimidasi membuat pertahanan emosi Lisa hancur tak berbekas. Rasa cemburu yang sempat membakar dadanya berganti menjadi kepatuhan mutlak.Gadis muda itu menelan saliva dengan susah payah, menatap iris mata pekat sang pengawal yang berdiri begitu dekat dengannya."M-maafkan Lisa, Mas Raka," bisik Lisa dengan vokal bergetar halus. "Lisa, Lisa cuma takut Mas Raka lupa sama Lisa."Raka tidak langsung merespons permintaan maaf itu dengan kata-kata.Dengan ketenangan dominan yang menjadi ciri khasnya, ia melepaskan cengkeraman tangannya pada dinding, lalu meraih pinggang ramping Lisa.Dalam satu angkatan mudah, Raka memindahkan tubuh mungil gadis itu dan mendudukkannya di atas meja kerja kayunya.Sret.Raka memisahkan sepasang paha mulus Lisa yang terbalut rok kerja ketat, melangkah masuk ke antaranya hingga tubuh tegapnya mengunci pergerakan sang gadis secara sempurna."Kamu ingin bukti kalau saya tidak lupa, Lisa?" tanya Raka dengan vokal serak yan

  • Pelayan untuk Nyonya Kesepian   Bab 76

    Suara desis halus mesin pembuat kopi di pantry lantai dasar berpadu dengan bisik-bisik kasak-kusuk para staf yang baru berdatangan.Di balik dinding kaca ruang kerja pribadinya yang temaram, Raka berdiri tenang seraya menyesap kopi hitamnya.Setelan kemeja hitam yang membalut tubuh tegapnya terpasang rapi.Tidak ada satu pun raut lelah atau canggung di wajah tampannya, meski hanya berjarak beberapa jam setelah pertunjukan panasnya bersama Clara di penthouse.Lewat celah tirai yang sedikit terbuka, iris mata Raka yang pekat menangkap kasak-kusuk beberapa staf wanita yang sedang menatapi layar ponsel."Gila ya, Bu Clara semalam cantik banget di acara pesta hotel," bisik salah satu staf bagian keuangan."Iya, tapi yang bikin heboh itu bodyguard-nya! Pak Raka pakai tuxedo gagah banget, kayak aktor aksi. Katanya mereka kelihatan lengket banget di area VIP," sahut staf lain seraya terkikik.Di sudut lain, Lisa berdiri mematung memegang cangkir kertasnya. Wajah gadis dua puluh satu tahun itu

  • Pelayan untuk Nyonya Kesepian   Bab 75

    Tantangan parau dari bibir Clara seketika merubuhkan sisa-sisa kesabaran Raka.Senyum miring yang teramat berbahaya terbit di wajah tegap sang pengawal.Tanpa membuang waktu satu detik pun, tangan tebal Raka menyambar tengkuk Clara, menarik wajah sang CEO lalu melumat bibirnya secara brutal dan mendominasi."Mmmph! R-Raka... ugh!" erang Clara tertahan di dalam ciuman panas yang melahap habis nafasnya.Raka tidak lagi menahan diri.Dengan satu ayunan lengan tegapnya, ia mengangkat tubuh polos Clara dari pangkuannya, membalikkan posisi wanita itu hingga menungging pasrah di atas permukaan sofa kulit hitam.Bokong mulus dan padat milik sang CEO terangkat tinggi, memamerkan celah intimnya yang sudah membasah kuyup dan merona merah.Raka berlutut di belakang panggul Clara. Tanpa basa-basi, Raka membenamkan wajah tegapnya tepat di antara dua paha mulus wanita itu.Ujung lidah Raka yang lebar dan panas menyapu lipatan sensitif Clara dari bawah hingga ke puncak teratas dengan usapan lisan yan

  • Pelayan untuk Nyonya Kesepian   Bab 74

    Pintu jati tebal pintu utama apartemen penthouse milik Clara terbuka dan terkunci rapat secara otomatis.Keheningan langsung menyergap, hanya diselingi deru halus sistem pendingin udara yang membelai ruangan temaram tersebut.Langkah kaki Raka yang mantap dan tenang baru saja melewati area foyer ketika Clara tiba-tiba memutar tubuhnya.Bukannya melangkah menuju kamar utama, wanita itu justru berbalik, meletakkan kedua telapak tangannya di dada bidang Raka, lalu mendorong tubuh tegap pengawalnya mundur hingga Raka tertahan tepat di samping sofa raksasa berbahan kulit hitam di ruang tengah."Duduk di situ, Raka," perintah Clara. Vokalnya parau, sarat akan tuntutan dominasi yang ingin ia ambil alih malam ini.Raka tidak membantah.Ia justru menyunggingkan senyum miringnya yang tipis, dan membiarkan tubuh tegapnya meluruh dan bersandar santai di atas sofa kulit.Pria itu memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku celana tuxedo, menatap Clara dari bawah dengan kuncian mata yang begitu peka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status