登入Dikhianati lalu dicampakkan begitu saja oleh sang suami, membuat Sera memutuskan berhenti untuk menjadi istri yang lembut. Akan dia pastikan suami dan juga madunya kehilangan segalanya, harta, kedudukan dan juga kebahagiaan! Lantas, apa yang akan dilakukan oleh Sera untuk membalas sakit hatinya pada suami dan juga orang-orang yang telah menyakitinya itu?
查看更多Andini berjalan mondar-mandir di dalam kamar, menunggu kembalinya Reno setelah dia menceritakan pada pria itu tentang Sera yang dia lihat bersama seorang pria.Tidak hanya menuduh tanpa bukti, Andini juga menunjukkan foto-foto kebersamaan Sera dengan Adrian pada Reno. Bagaimana pria itu memeluk Sera dan menenangkan wanita itu, terlihat sangat jelas jika Adrian menyukai Sera."Mas, kamu sudah bicara dengan Sera?" tanya Andini, dia langsung menghampiri Reno ketika melihat pria itu masuk ke dalam kamar."Aku tidak ingin membahas tentang Sera, Andini," jawab Reno, ia merebahkan kepalanya di sofa memijit keningnya yang terasa sangat pening. Perubahan sikap Sera sungguh membuatnya tidak tenang."Mas ...." Andini menghampiri Reno, ini tidak seperti yang ia harapkan. Dia ingin melihat Reno memarahi Sera, bahkan sampai pria itu menceraikan wanita tersebut karena dianggap sudah berkhianat."Semua bukti sudah jelas jika Mbak Sera diam-diam menjalin hubungan dengan dokter itu di belakangmu. Aku m
Sera menatap penampilan dirinya di cermin, hidupnya sekarang telah berubah 180 derajat. Dia yang dulu telah menyerahkan seluruh hidupnya untuk suami dan keluarganya sama sekali tidak dihargai. Sekarang, tidak ada lagi yang ingin dia pertahankan lagi. Cintanya telah terkubur bersama dengan jasad Febian di dalam tanah. Selangkah lagi, semuanya akan segera terwujud Sera akan membalas orang-orang yang sudah menyakiti dirinya."Sera!" panggil Reno, pria itu masuk ke dalam kamar dengan menampilkan wajah marah."Kenapa Mas?" jawab Sera santai.Reno menatap penampilan istrinya dari atas sampai bawah, akhir-akhir ini dia memang sudah sangat jarang sekali menghabiskan waktu bersama dengan Sera, kehamilan Andini menyita lebih banyak waktunya."Apa seperti ini kelakuanmu di belakangku Sera. Diam-diam kamu sudah mengkhianati pernikahan kita!" Reno masih belum memutuskan pandangannya dari Sera, penampilan istrinya sudah sangat jauh berbeda dari biasanya dan Reno baru menyadari semua itu sekarang.
Hidangan makan malam sudah tersedia di atas meja, Andini memanggil Reno untuk mengajak pria itu makan malam bersamanya. Makanan yang terlihat mengunggah selera, Andini sudah tidak sabar untuk segera mencicipi masakan Sera tersebut."Mas, semua ini aku yang masak untukmu. Aku harap kamu suka dengan masakanku," kata Andini tersenyum malu-malu, mengakui apa yang di masak oleh Sera sebagai masakannya."Terima kasih sayang. Kamu memang yang terbaik." Reno memuji karena dia tahu selama mengenal Andini, wanita itu memang sangat pintar memanjakan perutnya.Selain karena Andini cantik, wanita tersebut pintar dalam segala hal. Andini wanita mandiri dan juga pekerja keras, tak hanya itu saja Andini sangat pandai perihal masalah rumah tangga dia pintar memasak, terlebih urusan ranjang. Reno menganggap jika wanita itu bisa dikatakan nyaris sempurna. "Pih, makanan apa ini Andini? Rasanya sangat asin dan sangat tidak enak sekali." Reno melepeh makanan yang sudah masuk ke mulutnya."Mas, kamu yakin?
"Kamu darimana saja Mas?" Andini menatap Reno dengan kesal, sejak tadi dia sudah menunggu pria itu pulang tapi Reno malah mengabaikan dirinya."Aku lelah Andini. Di kantor banyak sekali pekerjaan, setelah mengantar Sera ke psikiater aku kembali ke kantor. Ada beberapa klien yang tiba-tiba membatalkan kerjasama dengan perusahaan kita." Reno membuang tas kantornya begitu saja, ia membuka kemeja yang melekat di tubuhnya. Sungguh hari ini hari yang sial baginya, bagaimana bisa mereka yang selama ini jadi klien tetap perusahaannya tiba-tiba membatalkan kerjasama secara sepihak. Pembatalan kerjasama yang tentunya membuat perusahaan akan mengalami kerugian yang sangat besar. Reno bahkan tidak pernah berpikir jika dia akan berada di fase sekarang karena selama ini bisnisnya selalu lancar dalam segala hal baik masalah klien ataupun masalah penjualan di bagian pemasaran."Iya sudah sih Mas, kamu tidak perlu memikirkan tentang hal itu. Kamu bisa mencari klien lain." Andini berucap santai, meng
Sera menatap tempat tidur yang biasa ditempati oleh putranya, sekarang tidak akan ada lagi Febian yang terbaring di atas tempat tidur itu. Putranya telah beristirahat di tempat sesungguhnya, Sera berusaha untuk ikhlas walaupun sangat sulit untuk melakukan semua itu."Sera," panggil Reno. Sera meno
Reno memandang Sera bingung, dia baru saja datang setelah memastikan kondisi Andini dan janinnya baik-baik saja. Reno juga khawatir pada kondisi Febian, akan tetapi Andini dan janinnya juga penting bagi Reno. "Sera, ada apa? Aku minta maaf karena telat datang ke sini, aku harus memastikan dulu jik
"Tidak mungkin!" teriak Sera.Sera menggeleng, apa yang baru saja dia dengar pasti tidak benar, dokter itu pasti berbohong. Putranya tidak mungkin pergi meninggalkan dirinya, mereka berdua sudah berjanji untuk selalu bersama. Sera dan Febian telah berjanji jika mereka akan terus bersama, berjuang b
"Ada apa denganmu Sera? Kenapa sekarang kamu menjadi wanita pembangkang?" Reno mengusap wajahnya kasar, dia kewalahan menghadapi sikap Sera yang sekarang.Lagi-lagi Sera tersenyum sinis, seolah di sini dirinya yang bersalah."Aku sudah pernah menjadi wanita penurut. Lalu apa yang aku dapatkan? Kamu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
評論