LOGINMalam Semua ( ╹▽╹ ) Terima Kasih Kak Lola Ayu, dan Kak Eny Rahayu atas hadiah Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima Kasih Kak Sendy Zen atas hadiah Kopi dan Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima kasih Kakak-Kakak Pembaca atas dukungan Gem-nya (◍•ᴗ•◍) karena jumlah Koin belum mencapai target, maka ini adalah bab terakhir hari ini. Selamat Beraktivitas (◠‿・)—☆
Para kultivator Keluarga Foxcroft berhamburan dari berbagai arah. Sebagian menghunus senjata, sementara yang lain justru berbalik dan berlari lebih dalam ke kediaman.Ryan terus berjalan memasuki halaman.Siapa pun yang berani menghadangnya langsung roboh. Bagi Ryan sekarang, kultivator di bawah Ranah Star Seed tidak berbeda jauh dari semut.“Siapa kau?”Tepat saat itu, sesosok tubuh melesat keluar dari aula utama.Pria tersebut adalah kepala Keluarga Foxcroft.Berkat anugerah dari Keluarga Celestedragon, tingkat kultivasinya sudah meningkat beberapa tingkat dibandingkan sebelumnya.Namun setelah melihat bekas tebasan Ryan di sekitar gerbang, ia tidak buru-buru menyerang.“Serahkan Luna!”Suara Ryan langsung membuat keningnya berkerut.Dialah orang yang menangkap Luna dengan tangannya sendiri, lalu diam-diam mengirim gadis tersebut ke Keluarga Celestedragon.Sudah cukup lama berlalu sejak kejadian itu. Kepala Keluarga Foxcroft bahkan sempat mengira urusan tersebut sudah terkubur.Li
Ryan meninggalkan kalimat itu, lalu terbang ke langit bersama Lina Jirk.Kabar tentang sosok misterius tersebut cepat menyebar ke seluruh kota. Nama Dewa Pembantaian Pendragon pun mulai dikenal dari mulut ke mulut.Beberapa penduduk bahkan mendirikan patung peringatan di alun-alun kota, lengkap dengan caping lebar dan pedang di tangan, meniru penampilan Ryan ketika menyelamatkan mereka.**Sehari kemudian, Ryan tiba di Kota Skycloud.Sepanjang perjalanan, ia membantai entah berapa banyak anggota Klan Anima Sanguis dan menyelamatkan banyak kota.Nama Dewa Pembantaian Pendragon ikut menyebar dari kedai arak ke pasar, lalu ke kota-kota berikutnya. Tidak seorang pun mengetahui wajah aslinya karena Ryan selalu memakai penyamaran.Namun bagi banyak orang di kawasan itu, ia sudah dianggap sebagai penyelamat.Bahkan beberapa kultivator mulai meniru penampilannya. Mereka mengenakan pakaian putih, caping lebar, dan membawa pedang untuk mengikuti sosok yang mereka kagumi.Ketika mendengar kab
Meski Ryan adalah guru Ilya Northpalace, ia merasa belum banyak mengajarkan apa pun kepada gadis itu. Terlalu banyak urusan yang terus menyeretnya pergi, dan setiap kali menoleh ke belakang, selalu ada seseorang yang belum sempat benar-benar ia bimbing.Namun begitu tiba di wilayah ini, Ryan justru mendengar kabar lain yang mengejutkan.Alam Rahasia Demon Saint telah terbuka.Bersamaan dengan itu, Klan Anima Sanguis mulai bergerak.Ryan sebelumnya mengira kabar tentang mereka tidak akan menyebar secepat ini. Ternyata sebagian anggota Klan Anima Sanguis yang sudah terbangun bahkan telah memasuki Wilayah Barat.Sekarang, wilayah tersebut sedang dilanda serbuan mereka. Hampir semua faksi besar memusatkan perhatian ke sana.Untungnya, belum ada Kultivator Ranah Star Sealed dari Klan Anima Sanguis yang ikut terbangun. Kalau sampai ada, situasinya pasti jauh lebih buruk.Ryan menghabiskan arak di
Di dalam gua, peti mati hitam itu perlahan turun dan mendarat di lantai batu.Demon Emperor membuka mata. Sosoknya tampak lebih pudar daripada sebelumnya, seolah sebagian besar kekuatannya baru saja terkuras.Ryan melangkah mendekat. “Demon Emperor, hanya sampai di situ?”Demon Emperor mengangguk. “Untuk sekarang, ya. Selanjutnya kita hanya bisa menunggu.” “Selama masa ini, aku akan tetap bersembunyi di dalam tubuhmu sampai raga itu terbentuk sempurna.”Ryan melirik peti hitam tersebut. “Bisakah waktunya dipersingkat?”“Bisa, dengan pergi ke Wilayah Iblis.”Mata Demon Emperor sedikit menyipit saat mengucapkannya.“Sudahlah, kita bicarakan itu lain kali. Untuk sekarang, kau harus pergi secepat mungkin.” “Penampakan tadi pasti sudah menimbulkan kegemparan besar. Kau bisa berada dalam bahaya karena hal ini. Maafkan aku.”Ryan tersenyum. “Demon Emperor, kau tidak perlu sungkan padaku. Tanpa penam
Hutan Polaris.Emmett Huxley menyeret tubuhnya menjauh dari gua dengan langkah berat.Di dalam dirinya masih tersisa amarah dan penyesalan. Semua yang ia kumpulkan selama puluhan tahun kini sudah lenyap.Kekuatan, kultivasi, dan nama baiknya hancur sekaligus.Dulu ia adalah Kultivator Ranah Star Sealed dan instruktur Akademi Heavenly Flame. Sekarang, setelah pusat energinya dihancurkan sendiri, tubuhnya bahkan tidak lagi mampu berjalan tegak.Tiba-tiba Emmett berhenti.Tatapannya jatuh pada dua mayat yang tergeletak tidak jauh di depan.Keduanya mengenakan jubah gelap. Dada mereka berlubang rapi, seolah ditembus sesuatu yang sangat tajam dalam satu serangan.Emmett segera menyadari sesuatu.Dua orang itu adalah kultivator Ras Iblis, dan tingkat kultivasi mereka juga tidak rendah.“Jangan-jangan mereka datang untuk menyambut iblis yang tersegel itu?” gumamnya.Pikirannya langsung teringat pada Ryan.“Kalau begitu, Ryan dalam bahaya.”Emmett berdiri diam beberapa saat.Kalau masih sepe
“Selidiki sekarang juga!”Raut wajah Mordred Joren langsung mendingin.Pria berjubah hitam di hadapannya tertegun. “Menyelidiki apa?”Mordred mengangkat tangan dan menunjuk ke langit, tepat ke arah mata raksasa yang terbuka di balik awan hitam.Alden Lune mengikuti arah tunjukannya. Begitu melihatnya, pupil matanya langsung menyusut.Sebuah mata besar menggantung di cakrawala, dingin dan tenang, seolah seluruh Benua Valorisia hanyalah benda kecil di bawah tatapannya.“Demon Emperor? Bukankah dia...”Alden belum selesai bicara ketika suara Mordred meledak.“Selidiki siapa pun yang berkaitan dengan Demon Emperor! Selidiki semua yang pernah berhubungan dengannya!”Tekanan dari suaranya menyebar ke seluruh wilayah Ras Iblis.“Apa pun caranya, dalam tiga hari aku ingin semua kabar tentang Demon Emperor berada di hadapanku. Aku tidak menerima alasan!”Mordred menatap mata di langit dengan wajah muram.“Penampakan ini pasti berkaitan dengan kesempatan Demon Emperor untuk membangkitkan diriny







