بيت / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 275 Rasa Penasaran

مشاركة

Bab 275 Rasa Penasaran

مؤلف: Tristar
last update تاريخ النشر: 2026-08-07 00:55:34

Kak Rani menatap sedikit ke arah Joko. "Kalau ada tempat duduk kosong, aku tentu saja mau!"

"Ikut saja kak. Tenang saja, pasti ada tempat duduk kosong!" ucap pria gemuk.

"Kalau gitu, aku ikut!" ucap Kak Rani.

"Oke, catat saja yang mau ikut! Biar di sesuaikan tempat duduknya," ucap Rian.

Semua orang mengangguk. Meski semua orang itu tampak ingin pergi, tapi ada beberapa orang yang masih terlihat ragu.

"Ke kota awan gak mungkin pulang pergi. Minimal kita harus menginap semalaman di sana,"
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 280 Mona Pindah

    Di keesokan harinya, di siang hari, Joko pergi meninggalkan hotel. Sebelum pergi, dia memberi tahu Bila kalau dia juga akan pergi ke ibu kota. Bila tentu saja sangat gembira saat mendengar kabar itu. Bahkan dia sempat ingin tinggal beberapa hari bersama Joko dan akan pulang bersama nanti ke ibu kota. Namun, ada job pemotretan di ibu kota yang membuatnya terpaksa mengurungkan niatnya. Baru saja Joko sampai di rumahnya, Mona mengabarinya kalau dia ingin pindah ke rumah Lana. Joko mandi terlebih dahulu, setelah itu dia pergi menemui Mona di rumahnya. Sampai di sana, Mona menyambutnya dengan tingkah genit dan manja. "Sayang, kamu datang," ucapnya sambil bergelayut manja. Joko memeluk wanita itu. "Kamu yakin mau pindah?" tanyanya dengan ekspresi serius. "Yakin. Kan bentar lagi juga kita pergi ke ibu kota. Urusan kebunku sudah selesai, jadi aku gak punya urusan lagi," balas Mona. "Baiklah kalau gitu. Mobilmu bawa saja ke rumah Lana. Nanti, setelah kita di ibu kota aku akan menyewa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 279 Gelapnya Industri Hiburan

    Saat Joko hendak melanjutkan ke ronde ke empat, Bila buru-buru menghentikannya. Terlihat, nafas wanita itu sangat berat dan kelelahan sudah mulai terlihat dari raut wajahnya. "Kak, su-sudah dulu... istirahat bentar yah," ucapnya. Joko terkekeh nakal. "Hehe, oke... oke." Joko menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur. Bila menghampirinya, lalu menyandarkan tubuhnya di dada bisa Joko. "Kak, kamu moster yah? Kok bisa kuat banget sih? Kakak pakai obat yah?" Bila melemparkan beberapa pertanyaan secara langsung sambil menatap Joko dengan tatapan curiga. "Nggak kok. Ini memang kelebihanku!" balas Joko dengan ekspresi angkuh. "Huh, sudahlah. Aku gak peduli, yang penting aku sekarang sangat puas!" ucap Bila sambil melingkarkan tangannya di leher Joko. Joko mengambil rokok miliknya, mengeluarkannya satu batang, lalu menyalakannya. "Kak, aku mau dong!" pinta Bila. Joko menghembuskan asap. "Kamu juga merokok?" tanyanya sambil mengangkat alisnya. Bila mengangguk dengan ekspresi ma

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 278 Khayalan Jadi Nyata

    Tangan Bila meraih kotak kecil berwarna biru yang tergeletak di meja sisi tempat tidur. "Kak, pakai pengaman yah, biar aman!" ucapnya sambil memberikan bungkus itu kepada Joko.Joko meraihnya, lalu membuangnya. "Gak enak, aku gak mau!""Kak, aku biasa pakai itu. Aku takut kalau gak pakai," ucap Bila dengan ekspresi khawatir."Tenang saja, aku gak bakal keluarin di dalam kok, aku juga bersih! Kamu gak perlu khawatir," ucap Joko meyakinkan. Bila terdiam sejenak. Pada akhirnya dia mengangguk setuju. "Wanita ini ternyata sangat hati-hati. Huh... aku jadi lebih tenang," gumam Joko di dalam hatinya.Joko dengan cepat mengatur posisi batangnya serta membuka lebar paha wanita itu. Setelah posisinya pas, dia perlahan mendorong ke depan."Kak, pelan-pelan... aku sudah lama gak main!" ucap Bila dengan suara serak.Joko mengangguk sambil tersenyum tipis.Saat batang besar itu menerobos masuk ke dalam celah basah itu, Bila menegang dan suara desahan panjang keluar dari mulutnya. "Ahhh... penuh

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 277 Main Panas Di Hotel

    Joko terdiam, sambil menatap wanita cantik berambut pirang yang sangat menggairahkan itu. Dia sedang mempertimbangkan. "Ke sana jangan yah? Kalau dia cuma nipu, gimana?" "Gimana, mau ke sini gak? Kalau mau cepet, keburu kemalaman banget!" ucap Bila. "Berangkat aja lah, kalau nipu ~ ya sudah... gak rugi juga. Kalau dia nipu, tinggal ajak saja sales dealer mobil, kalau nggak ajak salah satu pelayan cantik di Mal," gumam Joko. Dia buru-buru memasukkan batangnya dan merapikan pakaiannya. "Tunggu, aku ke sana! Paling lama satu jam, rumahku agak jauh soalnya," ucap Joko. "Buruan yah, aku sudah gatal banget nih," ucap Bila dengan manja. Telepon di matikan, Joko pun pergi keluar dari rumahnya. Sesaat kemudian, mobil Joko melaju pergi keluar dari halaman rumah. === Di jalan, Joko menerima panggilan telepon dari Kak Rani. Dia ingat, Kalau Kak Rani tadi berbisik mau meneleponnya. Tapi Joko tidak mengangkat panggilan itu. Karena dia sudah tahu apa maksud wanita itu. "Maaf Kak,

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 276 Sama Streamer Wanita

    Joko meninggalkan halaman live streaming, lalu membuka pesan itu. Saat melihat siapa yang mengirimnya pesan, Joko sedikit terkejut. "Hei, mau apa dia menyapaku," ucapnya dengan nada main-main. Pesan itu berisi lambaian tangan. Orang yang mengirim pesan itu adalah streamer wanita yang pertama. Bukan hanya mengirim pesan, streamer itu juga mengikuti aku Joko. Joko balik mengikuti akunnya, lalu mengetik pesan. "Halo cantik, ada apa?" Tak lama kemudian, streamer itu membalas. "Kak Jo, makasih yah gift nya." "Sama-sama. Kenapa belum istirahat, bukannya tadi kelelahan?" tanya Joko. "Masih keringatan banget nih, gak bisa tidur," balas wanita itu. "Masa sih, coba lihat," tulis Joko sambil memasang ekspresi nakal. Di sisi wanita itu, terlihat streamer wanita itu sedang berbaring di tempat tidur. Melihat pesan dari Joko, matanya sedikit menyipit dan seringai licik terlukis di bibirnya. "Pria kaya sulit di cari! Aku harus bikin dia tergila-gila. Lumayan kalau dia terus ngasih aku gift,

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 275 Rasa Penasaran

    Kak Rani menatap sedikit ke arah Joko. "Kalau ada tempat duduk kosong, aku tentu saja mau!" "Ikut saja kak. Tenang saja, pasti ada tempat duduk kosong!" ucap pria gemuk. "Kalau gitu, aku ikut!" ucap Kak Rani. "Oke, catat saja yang mau ikut! Biar di sesuaikan tempat duduknya," ucap Rian. Semua orang mengangguk. Meski semua orang itu tampak ingin pergi, tapi ada beberapa orang yang masih terlihat ragu. "Ke kota awan gak mungkin pulang pergi. Minimal kita harus menginap semalaman di sana," ucap Joko. "Kita berangkat hari Sabtu pagi saja, nanti hari Minggu sore kita pulang!" ucap Bang Ari. "Kita harus bolos kerja dong," ucap salah satu pria. "Gak apa-apa, lagi pula kita sangat jarang bolos! Atasan gak bakalan berani memecat kita secara bersamaan," ucap Bang Ari. "Hehe, iya juga. Ya sudah, Sabtu sore kita berangkat!" ucap Rian dengan penuh semangat. "Nanti kasih tahu aku siapa saja yang ikut!" ucap Joko sambil menatap Rian. Rian mengangguk. Setelah puas menikmati hidangan. Sa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 2 Memiliki Hasrat Besar

    Namun, saat Bu Sinta hendak meladeni godaan Joko, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya mendekat ke warung. Perhatikan Bu Sinta dan Joko langsung teralihkan kepada wanita paruh baya itu. Bu Sinta yang mengenali wanita paruh baya itu, langsung menyapanya dengan hangat. "Bu Sri... mau ke mana? in

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 1 Pangkalan Baru

    "Jok, kamu emang ojek, tapi kamu baik banget. Anterin aku ya, tiap hari, nanti bayarannya uang sama ada deh, bayaran khusus, plus-plus kok!"Setiap wanita yang ditemui Joko, hampir selalu seperti itu. Entah itu gadis desa, wanita lajang, hingga para janda kesepian. Usianya dua puluh lima tahun. Ia

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 7 Ada Yang Cemburu

    Waktu terus berlalu. Tak terasa, jam pulang sekolah pun sebentar lagi akan tiba. Selama menunggu waktu itu, Joko sudah mendapatkan tujuh penumpang. Tentu saja, penghasilannya hari ini sudah cukup banyak. Joko sudah bersiap menunggu para siswa SMA yang sebentar lagi pulang sekolah. Ia duduk santa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 6 Bantu Puaskan Aku, Bang!

    Tak lama kemudian, Bu Sinta telah selesai membuat kopi, lalu dia menyajikannya di meja depan Joko. "Nih... sudah jadi, silakan di minum," ucap Bu Sinta dengan riang. "Makasih yah." Joko langsung mengambil cangkir berisi kopi itu, laku menyesap kopi di dalamnya. Ekspresi wajahnya tampak sangat me

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status