Share

BAB 39 SEBUAH RENCANA

last update publish date: 2025-07-26 16:00:21

Elene segera berlari keluar ruangan Meix mencari Jack. Matanya terlihat berbinar dan wajahnya berseri, penuh semangat dan kemenangan.

"Jack!" panggilnya dari kejauhan pada Jack yang terlihat sibuk mondar-mandir di depan ruang meeting, napasnya tersengal-sengal.

"Ya, Nona," jawab Jack, menoleh.

"Jack... Aku berhasil membujuk Meix agar tak memecat wanita itu," ucapnya bersemangat, senyumnya masih bertahan di wajah cantiknya.

"Oh... Selamat, Nona. Anda... Bena
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 114 PERANG PROPOSAL

    "Sejak kapan kau menjadi selicik ini, Elena?"Elena menatap lurus pada Vladimir. Tatapan ayahnya begitu tajam, beriringan dengan rahang yang mengeras menahan amarah. Bukannya terintimidasi, Elena justru menyunggingkan seringai tipis seraya menarik kembali berkas proposal dari atas meja."Tidakkah kau sadar, bahwa kelicikanku ini sangat mirip denganmu, Ayah?" sahut Elena tenang, sengaja menekankan kata terakhir.Brak!Vladimir menggebrak meja kerja marmernya hingga menimbulkan dentuman keras. "Kau bukan putriku, Elena!"Elena tersenyum miring. Ia bangkit dari kursi dengan gerakan santai yang anggun. Sebelum melangkah pergi, ia mencondongkan sedikit tubuhnya ke arah Vladimir, memangkas jarak di antara mereka. "Satu-satunya yang membedakan aku denganmu hanyalah..." Elena sengaja menggantung kalimatnya, menikmati kilat murka di mata pria tua itu. "...kau masih saja gampang dibodohi sejak dulu sampai sekarang."Elena mendengus remeh, lalu berbalik dan melangkah lebar meninggalkan ruangan

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 113 KESEMPATAN TERAKHIR

    Pagi itu, rasa bersalah dan dinding pembatas yang sempat membentang di antara mereka seolah runtuh tanpa sisa. Elena memejamkan mata, membiarkan tubuhnya tenggelam dalam dekapan hangat Meix. Dua minggu setelah kuretase, semalam adalah kali pertama bercak pendarahannya benar-benar berhenti.Ketika Meix akhirnya kembali menyatu dengannya setelah sekian lama dirundung jarak dan kesalahpahaman, ada rasa lega yang meresap hingga ke rongga dada Elena. Udara dingin yang berembus dari lereng pegunungan menyelimuti kehangatan di antara mereka."Elena... aku mencintaimu," bisik Meix serak, mengembuskan napas hangat di perpotongan lehernya.Mendengar bisikan itu, Elena mengeratkan pelukannya. Ia telah membuat keputusan. Hari ini, ia kembali membuka hati untuk suaminya, memilih memercayakan langkah besarnya ke depan bersama Meix—menjadikan pria itu sekutu utamanya untuk merebut kembali warisan keluarga yang telah dirampas.Begitu matahari mulai merangkak naik, mereka bergegas bersiap untuk berto

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 112 SEBUAH HARAPAN BARU

    Tanpa mengalihkan pandangan dari Elena sedikit pun, Meix kembali menempelkan ponsel ke telinganya.​"Jack, kami akan kembali ke Bellavia."​Tut.​Meix langsung memutuskan panggilan. Ia melangkah maju, hendak mendekati Elena. Namun, baru satu langkah terayun, Elena berbalik dengan cepat dan berjalan menjauh, memunggungi Meix dengan gurat wajah yang tampak dingin.​Meix menghela napas berat. Ia segera mempercepat langkah, menyusul istrinya yang kini mulai mengemas barang-barang ke dalam tas tanpa memedulikan keberadaannya.​"Apa yang bisa kulakukan, Elena?" tanya Meix, berdiri di dekat wanita itu. "Berilah aku perintah. Aku akan membantumu dari belakang."​Elena tetap bergeming. Ia terus memasukkan pakaiannya ke dalam tas dengan gerakan yang kaku. "Tidak perlu. Ini urusan keluargaku. Aku akan menyelesaikan semuanya sendiri."​Elena menyampirkan tasnya dan bersiap melangkah pergi. Namun, Meix bergerak cepat. Ia mencekal pergelangan tangan Elena, menahannya di tempat.​"Aku punya semua bu

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 111 PEMBALASAN HARUS DIMULAI

    Setelah menempuh perjalanan panjang yang melelahkan, Meix akhirnya menginjakkan kaki di tanah desa Bergdof. Langkahnya terhenti saat matanya menangkap siluet yang amat ia kenali di halaman rumah. Elena sedang berdiri di dekat aliran sungai. Di bawah langit malam yang bertabur bintang dan lengkungan bulan sabit, sosok istrinya itu tampak begitu sunyi, dengan gurat wajah yang tampak muram dari kejauhan."Elena... Maafkan aku karena terlambat menolongmu," gumam Meix lirih, menatap punggung rapuh itu dengan dada yang mendadak sesak.Meix melangkah perlahan, sengaja meredam suara sepatunya di atas rumput agar tidak mengejutkan wanita itu, hingga kini ia berhasil berdiri di sampingnya. "Langitnya sangat indah," ucapnya memecah sunyi.Elena spontan menoleh. Alih-alih menjawab, wanita itu hanya menghujamkan tatapan sinis yang menusuk tepat ke manik mata Meix, sebelum akhirnya berbalik untuk pergi.Namun, refleks Meix lebih cepat. Ia menyambar pergelangan tangan Elena, menahannya. "Kau akan t

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 110 KEMARAHAN SANG KAKEK

    Plak! Suara tamparan itu menggema, memecah keheningan Dalton Estate. Tangan Erich gemetar hebat setelah melayangkan pukulan keras ke pipi cucu semata wayangnya. Napasnya memburu, dadanya terasa sesak oleh amarah yang membakar. "Ini akibat ulahmu! Kenapa kau harus berbohong tentang kemandulanmu, Meix?!" Suara Erich meninggi, serak oleh kepedihan yang teramat sangat. Meix hanya menunduk dalam-dalam. Di mata Erich, kebisuan cucunya itu adalah bentuk mutlak dari rasa bersalah yang tak terbantahkan. "Bayi itu... bayi yang kutunggu selama bertahun-tahun. Dan kau..." Air mata Erich meluncur deras, membasahi kerutan di wajahnya. Lututnya mendadak lemas, membuat pijakannya pada lantai marmer kehilangan tumpuan. "Kau yang telah membuat Elena keguguran!" Saat Meix melangkah maju dengan tangan terulur hendak menopangnya, Erich menepis tangan itu dengan sisa tenaga yang ia miliki. "Pergi kau dari sini!" usirnya kasar. "Kakek... maafkan aku..." Erich tidak sudi mendengar ratapan itu

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 109 KEHILANGAN MEMBAWA LUKA

    "Bukankah Anastasia mengkonsumsi obat penenang?" ucap Camille. "Ya. Kau benar." "Kau atur mayatnya agar terlihat seperti bunuh diri. Aku akan mengambil narkoba. Setidaknya, harus ada hal yang menjadi penyebab kematiannya," ujar Camille, lalu melangkah keluar. "Ibu..." isak Elena, masih meringkuk di bawah meja. "Aku harus menyelamatkan Ibu. Aku tidak mau Ibu mati..." Lalu, saat ia mencoba keluar dari bawah meja, lampu tiba-tiba padam. Seluruh ruangan di rumah itu menjadi gelap. Lewat cahaya temaram dari petir yang menyambar, Elena dapat melihat Vladimir keluar dari kamar Anastasia. Ayahnya itu bertemu dengan Camille dan berdiri tepat di hadapannya. "Kau sudah bawa obatnya?" tanya Vladimir pada Camille. Camille memberikan sebuah injeksi yang berisi cairan narkoba kepada Vladimir. "Ini. Suntikkan itu di tangannya. Setelah pemeriksaan, Dokter akan menganggap Anastasia kecanduan narkoba hingga depresi." Vladimir terkekeh senang. "Idemu sangat cerdas, Camille. Setelah ini, kau

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 103 MENCARI BARANG BUKTI

    Vladimir melihat video yang diputar di ponsel Elena. Dalam rekaman tersebut terlihat Viviane datang menemui seorang wartawan, lalu membagikan sebuah flashdisk sambil berkata—"Video ini harus viral. Buat judul yang besar. 'Meix mandul. Elena Vorontsov sengaja hamil dengan Kakak tirin

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 99 ANAK SIAPA ITU?

    Di rumah sakit, Meix terlihat gusar. Pasalnya, sudah dua hari ia dirawat tapi sekalipun Elena tak pernah datang menjenguknya."Jack, apa Elena sangat sibuk?" tanyanya. Ia duduk di atas ranjang rumah sakit sambil memeluk lututnya, seperti anak kecil yang keh

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 95 SINDIRAN TAJAM

    Tangan Emma bersilang dada, matanya memicing menatap Viviane sambil menyeringai dingin. "Kau? Kau masih punya harga diri datang ke pesta ini?"Viviane mengalihkan pandangan, tangannya yang gemetar meremas sisi gaunnya. "E-elena itu saudaraku..." sahutnya gugup."Perhatian semu

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 94 PESTA MERIAH

    Sorot mata Vladimir berkilat lembut, tubuhnya sedikit condong ke depan, raut wajahnya seperti menanti sesuatu yang belum terungkap. "Lucien! Rencana apa yang Viviane maksud?!"Lucien melihat Vladimir sebentar lalu kembali membuang muka. Jemarinya saling meremas di antara pahanya, seolah se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status