Share

Bab 7

Penulis: Lysa
"Pak Tristan, kamu di dalam?" Suara pelan Cheria yang lembut bak anak kucing tiba-tiba terdengar.

Irene menoleh dengan terkejut. Tampak Cheria yang masuk begitu saja setelah memasukkan kata sandi. Gerak-geriknya begitu terbiasa dan lancar. Jelas, ini bukan pertama kalinya dia datang ke sini.

Betapa menggelikannya. Irene hampir tertawa karena marah. Ini adalah rumah miliknya dan Tristan!

"Kenapa tiba-tiba datang?" Tristan sempat tertegun. Perhatiannya langsung teralihkan kepada Cheria.

Cheria menarik napas pelan, lalu membungkuk dalam-dalam. Sambil terisak, dia berkata, "Aku datang untuk minta maaf. Kak Irene, maaf!"

"Tadi itu cuma permainan tantangan. Semua orang mabuk. Aku pikir cuma ciuman biasa dan nggak ada apa-apanya. Aku nggak nyangka Kak Irene akan begitu mempermasalahkannya ...."

Dia memegang sepasang boneka tanah liat yang lucu, lalu menggigit bibirnya pelan. "Ini hadiah yang kubuat sendiri. Sepasang, seperti pasangan. Aku doakan Kak Irene dan Pak Tristan hidup bersama sampai tua!"

Kata-kata itu menohok hati Tristan. Cheria terlihat patuh dan pengertian. Saat membandingkannya dengan Irene, kekesalan di mata Tristan makin jelas.

Cheria berlari kecil menghampiri Irene. Sambil terus meminta maaf, dia memaksa Irene menerima hadiah itu.

Melihat tingkahnya yang penuh kepalsuan, Irene hanya merasa muak. Dia menepis Cheria dan hendak menghindar ke samping.

Tak disangka, Cheria seolah didorong dengan kekuatan besar dan langsung terjatuh ke belakang.

"Ah ...." Seruan kaget itu bercampur dengan suara boneka tanah liat yang pecah berkeping-keping.

Pinggang Cheria membentur sudut lemari kaca. Air matanya langsung mengalir seperti untaian kalung mutiara yang putus.

"Sakit sekali ...." Seolah-olah telah diperlakukan dengan sangat tidak adil, dia pun mulai menangis.

"Kak Irene, padahal aku nggak mempermasalahkan tamparan tadi. Aku bahkan sudah datang untuk minta maaf. Kenapa masih mukul aku ...."

Tristan mengepalkan tangannya. Dia segera menggendong Cheria dan menenangkannya. Kemudian, dia menatap Irene dengan kekecewaan yang amat dalam sambil menggertakkan gigi.

"Irene, keterlaluan sekali kamu! Sebenarnya Cheria berbuat salah apa ke kamu? Sampai-sampai kamu jadikan dia pelampiasan emosimu!"

Air mata gadis di pelukannya seolah-olah menghantam hati Tristan. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu memerintah dengan nada tegas, "Minta maaf ke Cheria!"

"Itu nggak mungkin." Irene mengangkat dagunya yang anggun. Di matanya yang dingin terpantul sosok pria dan gadis yang begitu akrab satu sama lain.

Dengan suara dingin, dia berkata, "Aku nggak sudi melakukan hal serendah itu. Hubunganmu dengan Cheria juga nggak jelas. Aku ini tunanganmu, tapi bahkan nggak dapat satu pun penjelasan darimu."

"Sekarang kamu malah suruh aku minta maaf ke dia? Konyol sekali."

"Berhenti menghindar, Tristan." Irene bertanya, "Sebenarnya kamu mencintai Cheria atau nggak?"

Suara wanita itu jelas dan tegas, menghantam gendang telinga Tristan hingga terasa sakit. Emosi impulsifnya seolah-olah telah disiram air es. Perasaan tidak tenang dalam hatinya makin membesar.

Seakan jika dia terus menghindari pertanyaan itu, dia akan kehilangan Irene untuk selamanya. Dia tidak akan pernah membiarkan hal seperti itu terjadi.

Namun, saat melihat Cheria dalam pelukannya, dia bimbang untuk waktu yang cukup lama. Akhirnya, bibir tipisnya bergerak perlahan. "Aku ...."

"Ah!" Cheria tiba-tiba menunjuk ke belakang. Di tengah isak tangisnya terselip nada terkejut. "Kak Irene, kenapa tiket-tiket pesawat di sini dibakar?!"

Sebelum kalimatnya selesai diucapkan, napas Tristan seolah-olah berhenti. Tubuhnya menegang. Di saat berikutnya, dia menoleh ke belakang dengan kaku.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Penyangkalan Menyakitkan yang Kudengar Dari Pacarku   Bab 21

    "Kamu pergi saja."Setelah waktu yang terasa sangat lama, Tristan menutup matanya dengan kuat dan berkata dengan suara tertahan kepada Irene, "Pergi sekarang juga."Irene tidak ragu sedikit pun. Dia segera bangkit dan merapikan pakaiannya, lalu berjalan menuju pintu. Atas perintah Tristan, pintu yang terkunci itu kembali dibuka. Sebelum Irene benar-benar menghilang dari pandangannya, pria itu akhirnya bertanya dengan suara lirih, "Benarkah ... kita sudah nggak punya kemungkinan lagi?"Suara seraknya yang terendam alkohol terdengar rendah dan berat, membuat dirinya tampak semakin kesepian dan menyedihkan.Irene tidak menjawab. Namun, Tristan sudah mendapatkan jawabannya. Entah itu tawa mengejek dirinya sendiri atau karena kesedihan yang telah mencapai puncaknya, dia tiba-tiba tertawa pelan.Lalu dia berteriak ke arah punggung Irene, "Irene, jangan lupakan aku ... dan jangan membenciku."Irene melangkah keluar dari hotel.Langit dipenuhi awan gelap yang pekat. Angin dingin bercampur kabu

  • Penyangkalan Menyakitkan yang Kudengar Dari Pacarku   Bab 20

    Malam pun segera tiba.Tempat yang telah disiapkan berada di dalam ruang VIP. Begitu melangkah masuk, Irene langsung terkejut melihat beberapa brankas yang terbuka di atas meja. Di dalamnya tersusun tumpukan demi tumpukan uang tunai.Jika dihitung secara kasar, jumlahnya memang mencapai 20 miliar. Namun, pemandangan itu sama sekali tidak membuat Irene senang. Sebaliknya, dia merasa semuanya sangat tidak normal. Langkahnya langsung terhenti dan secara naluriah dia berbalik hendak pergi.Akan tetapi, sudah terlambat.Pintu telah ditutup dari luar. Terdengar bunyi "klik" saat kunci diputar.Pupil mata Irene menyusut tajam. Dia segera berjalan cepat menuju pintu dan mencoba memutar gagangnya. Namun sekeras apa pun dia menekan, pintu itu tidak mau terbuka."Irene ...."Suara yang sangat familier milik Tristan terdengar dari belakangnya.Amarah Irene langsung berkobar. Dia sudah muak dengan sikap Tristan yang terus mengejarnya tanpa henti."Tristan, sebenarnya apa yang kamu inginkan?! Apa ka

  • Penyangkalan Menyakitkan yang Kudengar Dari Pacarku   Bab 19

    Dyson.Jika Tristan adalah tuan muda kalangan elite ibu kota yang membuat banyak orang iri, maka keberadaan Dyson adalah sosok bangsawan konglomerat yang sama sekali tak terjangkau.Sejak kecil dia tumbuh di luar negeri, tetapi di dalam negeri tidak pernah kekurangan cerita tentang dirinya. Atau lebih tepatnya, legenda tentang dirinya.Kecerdasan luar biasa hanyalah kelebihan paling sepele yang dimilikinya. Yang lebih mengerikan, dia sudah mendirikan perusahaannya sendiri pada usia 15 tahun dan hanya dalam waktu satu tahun berhasil menjadikannya perusahaan terkemuka di dalam maupun luar negeri.Saat ini dia masih berstatus mahasiswa, tetapi aset yang dimilikinya tak terhitung jumlahnya. Tidak diragukan lagi, dia adalah orang terkaya di dunia."Kamu pikir aku akan percaya?" balas Tristan langsung. Dia sama sekali tidak percaya Irene bisa memiliki hubungan dengan Dyson.Begitu membayangkan Irene menemukan seseorang yang seratus kali lebih unggul darinya, seseorang yang sama sekali tidak

  • Penyangkalan Menyakitkan yang Kudengar Dari Pacarku   Bab 18

    Album foto itu mendadak terasa dingin. Saat digenggam di telapak tangan, bahkan sudut-sudutnya terasa menusuk dan membuat sakit.Tristan menarik napas dalam-dalam, lalu melangkah maju beberapa langkah dan menarik Irene ke sisinya. Dia tahu tenaganya agak terlalu besar, tetapi itu sudah hasil dari usahanya menahan diri.Hanya Tuhan yang tahu, rasa cemburu dan keinginan untuk memiliki langsung membanjiri tubuhnya saat melihat ada pria lain muncul di samping Irene."Irene, aku punya hadiah untukmu," katanya dengan suara tertahan.Awalnya, Tristan mengira Irene pasti akan menanyakan ke mana dia pergi setelah dirinya menghilang tanpa sepatah kata selama dua hari. Namun dia sama sekali tidak menyangka, kalimat pertama yang diucapkan Irene saat melihatnya justru adalah, "Bukannya kamu sudah pergi? Kenapa masih di sini?"Begitu kata-kata itu diucapkan, Tristan hampir tidak mampu mempertahankan senyum di wajahnya. Otot-otot wajahnya menegang saat dia memaksakan tawa kaku."Istriku, mana mungkin

  • Penyangkalan Menyakitkan yang Kudengar Dari Pacarku   Bab 17

    Tristan bahkan tidak ingat bagaimana dirinya diusir oleh petugas keamanan. Sepertinya dia tidak merasa malu. Tidak juga merasa marah. Yang ada hanyalah ketidakpercayaan yang memenuhi seluruh hatinya.Irene tidak pernah mengatakan kata-kata perpisahan seperti itu kepadanya. Di hadapannya, Irene selalu lembut. Selalu penuh pengertian. Selalu memaafkan. Tristan-lah yang telah kehilangan dirinya.Namun, dia tidak rela menyerah begitu saja. Irene adalah orang yang ingin dia genggam tangannya hingga akhir hayat. Dia bersedia melakukan apa saja, asalkan Irene mau memaafkannya.Karena itu, Tristan menunggu sangat lama. Dia menunggu hingga matahari perlahan tenggelam. Barulah Irene keluar dari aula konferensi.Di sekelilingnya ada beberapa teman kuliah yang tersenyum cerah.Mereka memuji Irene dalam bahasa asing, mengatakan bahwa dia begitu luar biasa dan jumlah dana investasi yang berhasil diperoleh jauh melampaui perkiraan mereka.Namun, Irene hanya menggeleng dengan rendah hati. "Ini adalah

  • Penyangkalan Menyakitkan yang Kudengar Dari Pacarku   Bab 16

    Mungkin karena langit masih berbelaskasihan padanya. Pada akhirnya, Tristan benar-benar berhasil bertemu dengan Irene. Dia berdiri di area penonton yang remang-remang, sementara Irene berada di tengah panggung dan bersinar terang.Sorotan lampu jatuh ke tubuhnya, membalutnya dengan lingkaran cahaya yang memukau.Irene mengenakan setelan blazer dan rok pendek yang rapi serta elegan. Rambut yang disanggul semakin menonjolkan kesan tegas dan bersih, sementara beberapa helai rambut tipis di dekat dahinya membuatnya tampak lebih anggun.Setiap senyuman, setiap gerakan, dan setiap ekspresinya memancarkan kepercayaan diri.Dengan bahasa asing yang fasih dan penuh pesona, dia menjelaskan proyek startup miliknya dengan tenang dan sistematis.Irene benar-benar telah berubah ....Tristan berdiri terpaku di bawah panggung, menatapnya dengan penuh keterpesonaan.Tidak. Lebih tepatnya, Irene seolah kembali menjadi sosok yang pertama kali dia temui dahulu.Tristan masih ingat dengan jelas. Saat dia m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status