LOGINHatinya sakit saat tunangannya berselingkuh, sementara itu perusahaan papanya juga terancam bangkrut, hidupnya langsung berbalik 180 derajat. Demi mempertahankan perusahaan Asrina terpaksa menandatangani perjanjian dengan pengusaha terkaya di kota itu. "Aku ingin seratus miliar. Bisakah kamu memberikannya?" Asrina mengungkapkan nominal bayaran yang diinginkannya. "Berapapun yang kamu mau." Arbian langsung setuju. "Apakah tidur bersama juga harus dipenuhi? Bukankah hanya untuk bertindak di depan orang luar saja?" "100 miliar, menurutmu itu daun jatuh yang bisa langsung dipungut?" Sebuah perjanjian yang saling menguntungkan membuat keduanya terikat selamanya.
View MorePagi itu, suasana di kantor pusat Roxis berubah tegang. Setiap kepala departemen dipanggil satu per satu ke ruang rapat utama oleh Nino, tangan kanan Arbian. Mereka tahu ini bukan pertemuan biasa.Arbian duduk di kursi utama, mengenakan jas hitam dengan dasi gelap. Wajahnya tenang, tapi sorot matanya tajam. Di hadapannya, proyektor menampilkan tangkapan layar berita gosip yang dua hari terakhir mengacak-acak nama baiknya."Aku tidak peduli siapa yang membaca ini dengan diam atau pura-pura tidak tahu," ujarnya dingin. "Mulai hari ini, kita tidak bertahan. Kita serang balik."Nino menggeser tablet ke tengah meja. "Kami sudah menemukan sumber penyebaran pertama. Berhubungan dengan jaringan media kecil milik mantan klien Andreas Corp.""Evan," gumam Arbian Rajendra dengan ekspresi mengeras.“Siapkan pernyataan resmi. Tegaskan kita akan mengambil jalur hukum,” lanjutnya. “Dan satu lagi, siapkan video klarifikasi dari Rafael.”Rafael, mantan karyawan yang disebut-sebut dalam gosip itu, kini
Satu jam kemudian, Evan duduk di sebuah lounge pribadi yang biasa digunakan oleh para eksekutif muda untuk bertukar koneksi. Di seberangnya, duduk seorang pria kurus berkacamata, mengenakan kemeja lusuh dan membawa tas penuh dokumen.“Masih bekerja di media gosip online?” tanya Evan sambil menyeruput kopinya.Pria itu mengangguk cepat. “Ya, Tuan Evan. Kami sekarang pegang banyak channel. Instagram, TikTok, bahkan satu forum gelap. Kalau ada berita sensasional, kami bisa viralkan dalam semalam.”Evan menyodorkan selembar foto dari ponselnya. “Ini targetnya. Arbian Gautama. Saya ingin semua orang mulai meragukan reputasinya.”Si pria menyipitkan mata. “Itu susah. Dia bersih. Jarang muncul di pesta. Tidak punya catatan skandal.”Evan mencondongkan tubuhnya. “Makanya kau harus menciptakannya.”“Rekayasa berita?”“Kamu sudah pernah lakukan itu sebelumnya.”Pria itu mengangguk perlahan. “Apa jenis skandal yang Anda mau?”Evan memikirkan sejenak. “Tuding dia pernah menjalin hubungan terlaran
Bella berdiri di depan kaca besar dalam ruang ganti butik kecil milik temannya, mengenakan blouse putih sederhana dan celana bahan krem. Tidak ada kesan mewah, tidak ada riasan berlebihan. Hari ini, ia ingin tampil ‘bersahabat’. Sederhana. Supaya tidak menimbulkan pertahanan dari seseorang yang ingin ia dekati—Asrina.Ia sudah tahu kebiasaan baru Asrina sejak beberapa hari lalu, berkat seorang pegawai toko yang dikenalnya secara pribadi. Hari ini, dia tahu Asrina akan datang ke butik Hilya untuk menyesuaikan ukuran kebaya resepsi.Dan seperti rencana yang sudah ia siapkan, Bella lebih dulu sampai di sana.Saat Asrina memasuki butik dengan membawa map kecil di tangan, langkahnya terhenti ketika melihat sosok Bella yang duduk tenang di pojok ruangan.“Bella?” gumam Asrina dengan nada datar, kaget namun tidak menunjukkan keterbukaan.Bella langsung berdiri dan menyambut dengan senyum sopan, seolah-olah pertemuan ini sepenuhnya kebetulan.“Asrina... kebetulan sekali,” ucap Bella dengan na
Di dalam studio foto ternama di pusat kota Jampu, suasana pagi itu penuh persiapan. Fotografer, asisten, dan penata rias sibuk berlalu-lalang, menyiapkan set latar, properti, dan gaun pengantin yang digantung rapi di rak kaca. Cahaya matahari menerobos jendela besar, membuat ruangan terasa hangat dan hidup.Asrina duduk di depan cermin rias besar, mengenakan dressing gown putih satin, rambutnya setengah dikeriting oleh tangan terampil seorang penata rambut. Wajahnya yang memang sudah cantik kini ditata lebih anggun, membuatnya tampak seperti calon pengantin dari negeri dongeng."Aku masih tidak percaya ini terjadi," gumam Asrina pelan, lebih kepada dirinya sendiri."Apa, Nona?" tanya si makeup artist, mendongak dari palet eyeshadow.Asrina tersenyum kecil. "Tidak apa-apa."Di ruang ganti sebelah, Arbian berdiri mengenakan kemeja putih dan jas hitam yang disesuaikan khusus oleh desainer internasional. Penata gaya sedang memperbaiki dasinya dan memastikan potongan rambutnya pas di kamer






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.