LOGINSeorang pemain teater yang tak begitu terkenal bernama Brianna, ia bercita-cita dipersunting pria kaya raya agar bisa melunasi hutangnya pada para rentenir. Setelah melakukan pertunjukan terakhirnya, ia mendadak dilamar oleh seorang pria tak dikenal bernama Matthew secara tiba-tiba. Ia pikir ini adalah sebuah lelucon, sampai akhirnya ia menyadari bahwa ini adalah bagian dari sebuah sandiwara yang pria itu ciptakan. Apakah benih cinta tetap tumbuh di antara mereka di tengah serangan para mantan kekasih? Ataukah pernikahan kontrak mereka berakhir setelah 16 bulan pernikahan sesuai yang tertulis di surat perjanjian kontrak?
View More"Kau seperti anak kecil, Brianna," ucap Matthew saat pria itu keluar dari kamar mandi."Apa maksudmu?""Kemarin kau bilang bahwa kau tak ingin membicarakan ayahmu. Lalu kau tiba-tiba ingin menemuinya saat malam natal."Brianna melihat bagaimana Matthew seolah sedang mengoloknya."Kau keberatan karena aku ingin menemui ayahku, Matt?" tebak Brianna. "Kau bahkan tak mengizinkan ayahku untuk pergi ke pesta pernikahan kita."Matthew tak menggubris ucapan Brianna. Ia tak peduli. Ia punya alasan khusus untuk tak ikut mengundang ayah Brianna ke pesta pernikahan."Lagipula itu hanya pernikahan sandiwara, Bri. Pernikahan sandiwara. Kau ingin mengundang ayahmu di acara seperti itu? Ayolah, Bri. Aku tahu kau tak akan melakukan hal itu."Ucapan Matthew ada benarnya. Lusa adalah sebuah acara pernikahan sandiwara, bukan pernikahan s
Eddy Westbrook memicingkan matanya. Mengamati mobil mewah yang baru saja berhenti di depan rumahnya. Ia meletakkan sekop pembersih saljunya yang ia gunakan untuk menyingkirkan salju yang ada di tangga depan rumahnya."Kau di sini?" tanya Eddy pada Brianna yang baru saja keluar dari sana. Anak perempuannya itu membawa sebotol anggur di tangannya."Untuk apa kau berlelah membersihkan salju di depan rumah? Tak akan ada yang mengunjungimu untuk merayakan natal," ucap Brianna sambil berjalan masuk ke dalam rumah. "Masuklah. Kau pasti sudah ingin mabuk sejak tadi."Eddy tak menjawab perkataan putrinya.Tampak Matthew mengikuti langkah Brianna masuk ke dalam rumahnya.Tentu saja Eddy harus bergabung dengan mereka yang sudah datang di malam natal ini.Brianna menuangkan anggurnya ke dalam masing-masing gelas."Dia ingin sekal
Grey terkesima dengan apa yang baru saja Matthew bicarakan. Pria itu masih saja mengingat perkataan Grey saat di telepon."Kau mengingatnya?" tanya Grey. "Oh, ayolah, Tuan. Saat itu aku sedang mabuk. Semua pria tak sadar apa yang sedang ia katakan saat sedang mabuk.""Kau mengenalnya, Grey?" tanya Zack sambil berbisik di telinga Grey."Tentu," jawab Grey dengan lantang. "Dia adalah kekasihku saat masa sekolah menengah atas. Brianna Westbrook.""Grey namamu? Sebaiknya kau mematikan nomor teleponmu saat sedang minum. Karena dengan mulutmu itu, kau bisa saja menghancurkan hubungan seseorang," ucap Matthew memperingatkan."By the way, Bri. Tadi pagi aku meneleponmu dan calon suamimu yang mengangkatnya."Perkataan Grey membuat Matthew salah tingkah.Tentu saja ia tak memberi tahu Brianna tentang hal itu. Bahkan Matthew s
Laura mengacak-acak meja kerjanya. Ia tak peduli bagaimana petugas kebersihan akan membersihkan mejanya nanti."Nyonya, tenanglah," ucap pengacara yang Laura sewa untuk menangani kasus warisannya."Bagaimana aku bisa tenang? Anak itu akan menikah dengan seorang wanita yang tak jelas. Bukan itu masalahnya sebenarnya. Tapi Matthew akan benar-benar menikah. Sebentar lagi. Sehari setelah natal. Aku tak bisa tenang kalau aku memikirkan hal itu.""Kau bisa duduk di hadapanku, Nyonya Laura?"Laura Rose Summers atau yang sudah berganti nama menjadi Laura Rose MacMillan setelah berhasil menjadi istri simpanan George MacMillan itu menarik dan menghela napasnya. Berulang kali. Ia sedang menenangkan dirinya sendiri."Aku tetap tak bisa tenang. Kau tahu tanganku gemetar, bukan karena terlalu banyak meminum kafein. Tapi aku terlalu banyak pikiran.""Kau b
"Benarkah? Dia berkata begitu?" tanya Brianna skeptis sambil memutar bola matanya.Gadis itu membalikkan badannya lagi. Mencoba menghindar dari pertanyaan Matthew dan berniat melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda sambil masih memikirkan Grey."Apa yang dilakukan Grey? Ia bahkan tak menghubu
"Bri!"Teriakan Eddy beserta dentuman suara pintu yang pria itu ciptakan membuat tidur Brianna terusik."Brianna Westbrook! Bangunlah!"Brianna menyingkap selimut yang sepertinya sejak semalam menutupi wajahnya."Brianna!"Pintu kamar Brianna sudah hening sekarang. Mungkin sudah setengah jam ayahny
"Hei, Nona Westbrook."Brianna menoleh pada Matthew, pria yang akan menikahinya sehari setelah perayaan natal itu."Aku tak kasihan padamu. Asal kau tahu."Brianna terdiam. Ia tak tahu harus merespon Matthew dengan bagaimana. Gadis itu hanya teringat saat ibunya menghilang hari itu."Aku tak sabar
Brianna sedang menerka apa yang terjadi sekarang. Ia sedang membutuhkan uang untuk melunasi hutang ayahnya pada rentenir. Tapi haruskah ia melakukan ini?Matthew Duncan MacMillan membuat gadis itu melepas baju atasnya dan bersembunyi di bawah selimut.Pria itu mendekat ke arah ranjang. Tak lupa mel






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews