Share

Bab 131 - Sebuah Kabar

Author: Dandelion
last update Last Updated: 2025-12-28 13:12:01

"Hi.."

Katerina bingung memandangi Matthias yang kini berdiri bersisian dengan Andrea dan Kaluna. Bagaimana bisa mereka bertiga datang bersamaan? Dan untuk apa Matthias datang ke apartemennya?

Namun belum sempat ia bertanya, Andrea lebih dulu menjelaskan.

"Tadi kita ketemu di lobby, terus waktu naik lift dan sampai di lantai ini aku ngobrol sama dia. Ternyata dia kenal sama kamu dan Daniel jadi kita ke sini bareng."

Meski masih bingung dengan kedatangan Matthias, tapi Katerina akhirnya mempersilakan mereka bertiga untuk masuk ke dalam.

"Maaf Kate, kalau kedatangan saya menganggu dan membuat kamu bingung. Saya ke sini mau kasih ini..." Matthias menyerahkan sebuah paper bag dengan logo toko mainan terkenal di Austria.

"Kemarin waktu main di taman, Daniel melihat ada anak yang membawa mobil-mobilan. Dia tidak bilang apa-apa, tapi saya yakin dia menginginkannya. Jadi saya belikan saja."

Katerina memandang paper bag itu lalu menatap ke arah laki-laki di depannya.

"Matt, terima kasih banyak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Dandelion
terima kasih sudah komen, kak
goodnovel comment avatar
Dandelion
siap kak... ditunggu ya
goodnovel comment avatar
ELVIRA thoenger01
mana karma, azab, balasan utk Bayu dan amanda, semoga fadel bukan anak Bayu, bikin Bayu menyesal selama nya lihat katarina bahagia dgn cowok lain
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 145 - Pertemuan

    Suara tangisan yang terdengar dari luar mobil membuat Bayu dan Sandi terkejut. Mereka merasa mobil yang dikendarai Sandi tadi tidak menabrak tubuh anak itu karena mengerem dengan kuat setelah melihat ada anak kecil yang tiba-tiba menyebrang jalan."Kita turun saja, Di. Takutnya anak itu sempat terserempet mobil kita.""Baik, Pak."Namun baru saja mereka akan membuka pintu, seorang perempuan terlihat berlari dari arah gedung. hotel dan meraih tubuh anak kecil itu yang masih tengkurap di jalanan.Saat itulah Bayu dan Sandi seketika menghentikan gerakan tangan mereka di gagang pintu mobil. Mereka berdua sama-sama terkejut melihat perempuan itu yang ternyata adalah Katerina, terutama Bayu. Dunia laki-laki itu rasanya berhenti berputar untuk sesaat, jantungnya berdebar kencang melihat sang mantan istri di depan sana.Bayu bisa melihat Katerina yang saat ini menundukkan wajahnya berkali-kali seolah meminta maaf karena anak yang sedang perempuan itu gendong telah berlari tanpa pengawasan.Se

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 144 - Pertemuan

    Eyang Sukma mengangguk. Perempuan baya itu sadar cucu laki-lakinya telah melukai Katerina terlalu dalam, jadi dia tidak berhak mengatur apalagi meminta mantan cucu menantunya untuk mengenalkan Daniel pada Bayu.Meski di dalam hatinya merasa sedih dan kasihan dengan Bayu, tapi ia juga tidak bisa memaksakan kehendaknya pasa Katerina. Toh semua itu juga sudah menjadi konsekuensi dari cucunya yang telah mengkhianati perempuan itu."Kamu tenang saya, Nak. Eyang nggak akan kasih tahu Bayu. Biarkan takdir yang mengatur pertemuan mereka, Eyang sudah tidak ingin ikut campur urusan kalian. Bukan tak peduli, tapi Eyang tahu batasan. Terima kasih karena kamu telah merawat cicit Eyang ini dengan sangat baik."Eyang Sukma lantas mengelus pelan rambut Daniel lalu setelahnya benar-benar pergi keluar dari restoran itu.Di sisi lain, Katerina masih memandang ke arah pintu di mana tadi Eyang Sukma keluar. Ia masih tidak menyangka dengan pertemuan yang baru saja terjadi. Hingga tiba-tiba suara Daniel men

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 143 -

    "Eyang Sukma..."Katerina tak menyangka akan bertemu Eyang Sukma di Mall ini. Setahunya beliau sudah tak suka berada di tempat yang ramai, makanya dulu lebih sering di rumah merawat kebunnya.Tapi mungkin tiga tahun ini, merubah segalanya tanpa ia ketahui.Ia kemudian bangkit dari duduknya dan memeluk perempuan yang tak lagi muda itu. Ia bisa merasakan dekapan hangat yang dulu ia rasakan."Eyang nggak nyangka akan bertemu kamu di sini, Nak. Sudah lama sekali rasanya. Kamu apa kabar?" "Kabar Katerina baik, Eyang. Eyang, apa kabar?""Kabar Eyang lagi kurang baik, Nak."Wajah Eyang Sukma berubah tidak secerah tadi. Katerina ingin bertanya tapi ia urungkan. Ia merasa tidak lagi berhak untuk bertanya. Jadi yang bisa ia lakukan adalah mempersilakannya untuk duduk."Eyang duduk dulu di sini. Mau Katerina pesankan minuman atau makanan?"Eyang Sukma tersenyum, lalu menggeleng. "Tidak usah, Nak. Eyang cuma lagi nunggu Dahlia yang sedang beli baju."Katerina tahu siapa Dahlia, perempuan itu ada

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 142 - Pertemuan

    "Papa?"Farel tampak bingung dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Bayu. Yang bocah itu tahu Papanya adalah Bayu, kenapa sekarang sang Papa justru bawa Papa baru?Sedangkan Riki yang tak tega melihat raut bingung anaknya, akhirnya berbicara. "Aku temannya Papa Bayu jadi kamu boleh panggil aku Papa juga.""Tapi Papaku cuma Papa Bayu. Om bukan Papaku."Deg!Perkataan polos Farel begitu menghujam hati Riki. Meski telah ia coba dengan cara yang halus dengan mengatakan dia adalah temannya Bayu, tetap saja Farel tak mau memanggilnya Papa.Tapi ia tahu, itu bukan salah anaknya, bukan pula salah Bayu. Karena kedua orang itu hanya korban dari keegoisan Amanda. "Papa kenapa udah nggak pulang ke rumah?"Bayu mengulas senyum seperti biasa, tapi belum ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Tangannya terulur mengusap pelan rambut sang anak."Papa lagi sibuk, sayang. Tapi Papa akan berusaha buat main terus sama Farel."Bayu memang sudah tidak lagi tinggal di rumah yang sama dengan Amanda d

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 141 - Pertemuan Ayah Dan Anak

    Katerina menghentikan langkahnya, begitu juga dengan ayahnya. Mereka berdua sama-sama terkejut dengan pertemuan ini. Bisa Katerina lihat mata ayahnya yang berkaca-kaca. Mungkin laki-laki itu menyimpan rindu untuk anak perempuannya yang sudah lama tidak ia temui.Katerina memang tak menghubungi ayahnya sama sekali sejak menikah bahkan sampai ia pergi dari negara ini pun, tak pernah sekalipun ia mencoba melakukannya.Bisa dibilang ia yang menghindari komunikasi dengan laki-laki itu bahkan saat dia belum menikah, hanya berbicara seperlunya saat mereka berada dalam satu rumah.Setiap kali melihat wajah ayahnya, ia selalu teringat dengan tangis diam-diam mendiang ibunya. Dulu sering kali ia dapati sang ibu menangis setiap kali melihat atau mendengar ayahnya bermesraan dengan selingkuhannya.Sampai sekarang pun ia masih mengingat dengan jelas, saat sang ayah marah dan menampar ibunya hanya karena menolak perempuan itu tinggal satu rumah dengan mereka. Memangnya istri mana yang akan dengan l

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 140 - Pertemuan Tak Terduga

    Setelah melewati perjalanan kurang lebih dua puluh jam, akhirnya Katerina dan Daniel tiba di Indonesia. Lama tak melakukan perjalanan jauh membuatnya kelelahan dan mengantuk berbanding terbalik dengan anaknya yang masih sangat aktif."Daniel!!!"Suara itu membuat si pemilik nama menoleh dan langsung melepaskan genggaman tangan Katerina agar bisa berlari untuk memeluk sang paman - Andrea yang sudah merentangkan tangannya."Uncle Dre!!!" Teriak balita itu sebelum akhirnya jatuh ke pelukan Andrea."Gimana? Seru nggak naik pesawat?"Daniel mengangguk senang. Meski ini adalah pertama kalinya ia menaiki pesawat, tapi menurut bocah itu rasanya menyenangkan. Apalagi bisa melihat awan dari jarak dekat."Tapi Mama ngantuk, uncle." Cicitnya yang masih bisa didengar oleh Katerina.Seketika tawa Andrea menguar begitu saja, lalu beralih menatap ke arah sang adik. "Habis ini kamu istirahat aja. Aku mau ajak Daniel main kalau sudah sampai rumah."Katerina tersenyum kecil, "Makasih, Mas." Gumamnya pel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status