分享

Diana Rachel

last update publish date: 2025-06-23 23:30:05
Sementara Ryuga dan Claudia sibuk merajut kehangatan, di sisi lain asisten pribadi Ryuga harus terjebak menahan dinginnya angin malam di sebuah jamuan undangan pesta ulang tahun pernikahan.

'Tahu begini, aku lebih baik pakai dengan model yang biasanya saja. Lebih nyaman,' batinnya sedikit menyesal. Dia memakai gaun yang terbuka di area bahu. Biasanya, dia akan memilih gaun yang cukup tertutup.

Tidak, bukan karena Ryuga melarangnya. Tapi, atasannya itu selalu menunjukkan sikap tidak nyaman. S
catatanintrovert

Vit.C di bab berikutnya aja yaa kkk mianheee, bab ini aku selipin dulu sama calon couple Diana (masih nggak pasti). Pelan2 nanti ke Aruna x Pras, Aland x Anjani <3

| 18
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (10)
goodnovel comment avatar
jamie
siapa calonnya Diana ? pastikan lebih baik dr riel ya. semoga sj bukan riel. Thor, jgn lupa sama Dirga ya. ingin tahu kehidupannya.
goodnovel comment avatar
madul
tmbhin riel x lilia sm putranya jg thorr,,kangen sm mereka
goodnovel comment avatar
Iza Soares
siapa lagi sih pria itu apakah iru Om Iel...
查看全部評論

最新章節

  • Pesona Presdir Posesif   FINAL

    “Kamu di mana, Runa?” suara Anjani terdengar tajam dari seberang telepon. “Bukankah aku sudah bilang? Aku cuma ke luar sebentar, Jani,” jawabnya santai. Tangannya memutar sedotan plastik yang baru saja dia lepaskan dari kemasan susu kotak strawberry di tangannya. “Sebentar kamu bilang?!” Aruna segera menjauhkan ponsel dari telinganya. Nada suara tinggi Anjani membuatnya kaget. Tak sengaja pandangannya tertuju pada jam di layar ponsel yang kini sudah menunjukkan pukul delapan malam lebih. Sementara dirinya sudah ke luar sejak awal kedatangannya ke kota ini. Jelas kepergiannya bukan waktu yang bisa disebut sebentar. “Kalau sampai Daddy-mu tahu kamu tidak bersamaku,” jeda Anjani dengan nada semakin panik. Dia mengembuskan napas berat dan melanjutkan, “aku bisa habis nanti.” Aruna menghela napas pendek. Dia menatap langit-langit kamar, seolah tengah memikirkan sesuatu yang jauh lebih rumit daripada kekhawatiran Anjani saat ini. “Tenang saja,” gumamnya pelan. “Aku sudah menghubungi D

  • Pesona Presdir Posesif   Terungkap

    Jika bukan karena menginginkan penjelasan lebih lanjut, Aruna tidak akan bersedia diajak menuju kamar hotel tempat Argus menginap. Perasaan canggung yang semula menyelimuti tergantikan oleh rasa penasaran. Siapa gadis yang mirip dengannya itu? Berbagai macam dugaan memenuhi benak Aruna. ‘Apa jangan-jangan Om Papa punya anak dari wanita lain selain Natasha?’ batinnya seraya menatap Argus yang tengah membuka tas dan mengeluarkan satu berkas. Aruna meringis. Jujur saja, sejak dulu dia tidak pernah memiliki prasangka baik terhadap ayah biologisnya itu. “Om Papa …?” panggilnya pelan, sedikit ragu. Mendengar itu, Argus langsung mengalihkan pandangan pada putrinya. Sorot matanya tampak jauh lebih lembut. Mungkin itulah yang membuat Aruna mempertimbangkan untuk menyuarakan apa yang ada di dalam pikiran. “Aku tidak pernah mendengar kabar soal Natasha lagi. Bagaimana dia sekarang?” Nama itu disebut lagi. Natasha. Wanita yang telah membawa Aruna ke dunia, juga sekaligus yang tega menelantar

  • Pesona Presdir Posesif   Satu Rahasia Lagi

    Satu ucapan Pras berhasil menggores luka baru di sudut hati Aruna. Dia tertegun. Di antara banyaknya hal yang bisa diucapkan, haruskah Pras memerintahkan dirinya untuk melepas pelukan? Alih-alih menuruti, lengan Aruna malah semakin melingkari erat pinggang pria itu, seolah lupa dengan situasi mereka saat ini. Aruna menempelkan kepalanya di dada Pras dan menantangnya, “Kalau aku tidak mau?” Beruntung Anjani cepat-cepat menyeret koper keduanya masuk ke dalam lift sehingga kini dia harus terjebak menyaksikan drama hubungan sepasang kekasih yang di ambang kehilangan harapan itu. Dia memilih tak bersuara. Namun, saat menengok ke belakang dan bertemu tatap dengan Pras, Anjani mengangkat jari tengahnya dan mengumpat padanya. Bibirnya bergerak mengatakan sesuatu. Tanpa suara. “Bas-tard!” umpatnya. Melihat Pras yang terlihat baik-baik saja tentu memancing kemarahan Anjani. Bisa-bisanya selama ini dia tak menghubungi Aruna, tapi bisa menghubungi Aland dan memberitahu kepergiannya ke

  • Pesona Presdir Posesif   Bab Bertemu Pras

    Satu minggu kemudian ….Agenda untuk pergi ke luar kota yang sudah lama ditunggu-tunggu Aruna, kini akhirnya terlaksana. Mobil yang ditumpanginya dari bandara baru saja tiba di depan hotel Aguwa Palace.Dengan semangat yang menyala, Aruna memilih menurunkan kopernya sendiri dari bagasi.Menyaksikan itu, Anjani menggelengkan kepala. Dia menyeletuk iseng dengan senyum samar menggoda, “Bisa sekalian bawa koperku juga nggak, Run?”Dan tanpa diduga, Aruna langsung mengiakan. “Boleh, sini,” angguknya.Seketika Anjani terperangah. Belum sempat dia mengatakan bahwa dirinya hanya bercanda, Aruna lebih dulu menyambar koper miliknya dan menyeretnya masuk ke dalam hotel yang cukup mewah itu.Aruna sempat memutar kepalanya ke belakang. “Kak Pras beneran menginap di hotel ini ‘kan?”Meski perasaannya diliputi rasa gembira, di sisi lain Aruna merasa cemas. Bagaimana jika ternyata dia tak bertemu Pras di hotel ini?Cepat-cepat Anjani menganggukkan kepalanya. “Iya, aku jamin Kak Pras menginap di hotel

  • Pesona Presdir Posesif   Ending Diana Garvi

    Pulang dari apartemen Anjani, senyum di bibir Aruna mengembang lebih lebar sampai-sampai Garvi yang menjemputnya sore itu merasa sedikit keheranan. Demikian, dibalik setir kemudinya, pria itu bertanya, “Apa ada kabar baik hari ini?”Di kursi penumpang, Aruna menoleh dengan penuh semangat. Kepalanya mengangguk kuat-kuat. “Yap, sebenarnya memang ada kabar baik. Tapi, karena ini masih rahasia, jadi Kak Garvi nggak boleh tahu dulu.”Seandainya saja kabar pernikahan Dirga diumumkan, bukankah itu akan menjadi kabar baik bagi orang-orang terdekatnya? Namun, karena sudah berjanji untuk tidak memberitahu siapapun, Aruna terpaksa mengunci mulutnya rapat-rapat.Pun, rencananya dengan Anjani yang akan pergi ke luar kota untuk mengurus urusan bisnis juga enggan Aruna beritahukan pada kakak laki-lakinya itu. Apalagi dia memiliki niatan lain untuk menemui Pras. Kalau sampai informasi itu bocor, besar kemungkinan pertemuan mereka akan gagal.Demi menghindari itu, Aruna memilih merahasiakannya dan mem

  • Pesona Presdir Posesif   Tawaran Anjani

    Aruna memiliki pilihan untuk menolak. Sayangnya, dia berakhir mengiakan permintaan Dirga. Tentu untuk mengulik tujuan tersembunyi pria tersebut. “Ada hubungan apa kamu dengan keluarga ini?” tanyanya sambil menoleh ke arah Dirga yang duduk di kursi kemudi mobil. Ya, keduanya sudah berpindah tempat dari cafe tadi dan meluncur pergi menuju mansion keluarga Blair. Mobil Dirga terparkir berhenti tak jauh dari mansion mewah di sekitar mereka. Belum sempat memberikan respons, ponsel Dirga berdering. Pria itu langsung mengangkatnya. Dan dalam hitungan detik, Dirga larut dalam pembicaraan panggilan tersebut. Sejujurnya Aruna merasa penasaran dan berniat menguping. Namun, itu bukan hal baik untuk dilakukan. Jadi, selagi menunggu Dirga selesai, Aruna mengotak-atik ponselnya. Pun, jari tangannya sibuk menekan layar ponsel. Aruna sibuk memikirkan hal lain, satu di antaranya adalah tentang keluarga Blair. Dia membatin, ‘Sudah lama aku nggak pernah melihat Natasha.’ Dimana wanita itu sekarang?

  • Pesona Presdir Posesif   Teman Terdekat

    “Maksud Ibu … saya tidak jadi mengajar di kelas siang?” tanya Claudia dengan alis tertaut. Sekarang, Claudia sudah berada di ruangan prodi dan sedang berbicara dengan Bu Rika, sang kepala program studi. Namun, di luar dugaan, Bu Rika menyampaikan adanya perubahan yang membuat Claudia memasang wajah

  • Pesona Presdir Posesif   Bertemu Lagi!?

    Keesokan harinya, Claudia berangkat kerja dengan menumpang motor Vespa merah milik Dirga. Lumayan untuk menghemat pengeluaran karena kampus Dirga sekarang menjadi tempat kerja Claudia. Ya, Claudia akan menjadi seorang dosen! “Perlu gue anterin ke dalam nggak, Mbak?” tanya Dirga saat mereka sampai

  • Pesona Presdir Posesif   Presdir Daksa Company

    Claudia kehilangan kata-katanya saat netranya beradu dengan manik hitam milik Ryuga. Ya, itu Ryuga. Mau sebanyak apa pun Claudia mengedipkan mata, sosok yang sedang duduk di sofa itu tetaplah Ryuga. Tidak berubah bentuk menjadi seekor kucing, siluman jadi-jadian, atau pun menghilang layaknya han

  • Pesona Presdir Posesif   Ryuga?!

    Setelah sesaat terdiam, Claudia tertawa bercanda. “Kamu? Minta ke Kak Liam?” ulangnya. “Aku lebih percaya kalau Kak Liam yang memaksa kamu bekerja,” sindirnya sembari tertawa, membuat Claire yang tadi memasang wajah menyelidik, ikut tertawa. “Aku cuma kecapean aja,” imbuh Claudia akhirnya. “Ah, s

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status