공유

Bab 35

작가: Khai Tsan
last update 게시일: 2025-12-17 14:43:08

"Niel..." Ayu tersentak kaget. Dia refleks ingin merapatkan kakinya karena malu, tetapi Daniel menahan kedua paha Ayu dengan tangannya yang kokoh, melebarkannya kembali dengan lembut.

"Rileks, Sayang. Nikmati setiap sentuhanku!" perintah Daniel dengan suara rendah yang menggetarkan.

Detik berikutnya, Ayu merasakan sensasi yang membuatnya melengkungkan punggung. Lidah Daniel menyapa titik paling sensitifnya dengan kelembutan yang mematikan. Itu bukan serangan kasar, melainkan sapuan ritmis yang
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   bab 193

    Deg!Darah di sekujur tubuh Ayu seolah berhenti mengalir detik itu juga. Jantungnya yang tadi berdetak liar karena amarah, kini seakan jatuh berdebum menghantam dasar perutnya. Seluruh persendian di tubuhnya mendadak lemas tak bertulang.Ayu membeku. Mulutnya yang sedikit terbuka akibat berteriak tadi kini terkunci rapat, tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun.Dengan gerakan patah-patah bagaikan sebuah robot yang kehabisan daya baterai, Ayu memutar lehernya ke arah lorong kamar utama secara perlahan.Di sana, berdiri suaminya.Rangga baru saja keluar dari kamar, mengenakan kemeja santai berwarna navy yang kancing atasnya masih terbuka dan rambut yang sedikit basah. Pria itu berdiri mematung di ujung lorong, menatap lurus ke arah punggung Ayu dengan kening berkerut dalam dan tatapan mata yang memancarkan seribu satu kecurigaan."Mas... Mas Rangga ...," cicit Ayu dengan suara yang nyaris tak terdengar, wajahnya sepucat mayat.Tamat riwayatku, batin Ayu meratap dengan keputusasaan yang

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 192

    "Kenapa kamu memandangiku seperti itu, Ayu?"Suara Roselyn yang biasanya ramah kini terasa sangat dingin dan datar, secara tiba-tiba memecah keheningan di ruang tamu tersebut. Wanita elegan berbalut blazer putih itu perlahan menurunkan majalah mode yang sejak tadi menutupi sebagian wajahnya. Matanya yang tajam langsung mengunci tatapan Ayu yang masih berdiri mematung di dekat lorong."Ada yang aneh denganku?" tanya Roselyn lagi, sebelah alisnya terangkat.Ayu menelan ludah dengan susah payah. Jantungnya yang baru saja sedikit tenang kini kembali berpacu liar. Tatapan mata Roselyn seolah bisa menembus tengkoraknya, menguliti setiap rahasia kotor yang baru saja ia sembunyikan rapat-rapat.Dia tahu, jerit batin Ayu dengan kepanikan yang mulai menguasai akal sehatnya. Tatapan matanya... senyum miringnya barusan... wanita ini pasti tahu sesuatu! Tidak mungkin dia asal menebak soal parfum cendana dan lavender itu! Itu terlalu spesifik!Alih-alih menjawab pertanyaan Roselyn atau memalingkan

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 191

    Mati aku! Mati aku! jerit batin Ayu dengan kepanikan luar biasa. Itu wangi dari ruangan apartemen kosong tadi! Aroma cendana dan lavender itu menguar sangat kuat di dalam ruangan itu! Wanginya pasti menempel di gaunku karena aku berbaring di atas karpet dan duduk di kursi itu cukup lama! Bodoh! Bodohnya kamu, Ayu! Kenapa kamu bisa melupakan detail sepenting ini?!"Ayu?" panggil Rangga, membuyarkan lamunan panik istrinya. "Kok diam? Kamu ganti parfum tidak bilang-bilang Mas, ya?""A-aku... a-anu, Mas... i-itu ..."Ayu terbata-bata parah. Lidahnya kelu. Otaknya berputar keras mencari sejuta alasan, tetapi tidak ada satu pun kebohongan yang masuk akal yang bisa ia rangkai dalam waktu sesingkat ini.Bagaimana mungkin ia bisa menjelaskan aroma asing yang sangat khas itu?Tepat ketika Ayu sudah bersiap membuka mulut untuk melontarkan kebohongan yang paling konyol, sebuah suara langkah kaki dan ketukan hak tinggi terdengar dari arah pintu masuk yang rupanya masih sedikit terbuka."Itu aku ya

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 190

    "Hah... hah... hah... sialan! Brengsek!"Ayu membanting pintu unit apartemennya dan buru-buru menguncinya dari dalam. Napasnya memburu kencang, dadanya naik turun dengan sangat kasar hingga belahan gaun hitamnya berombak tak beraturan. Keringat dingin sebesar biji jagung mengucur membasahi pelipis dan lehernya.Kedua tangannya bertumpu pada lutut, mencoba meraup oksigen sebanyak-banyaknya di foyer apartemen yang sepi itu."Sialan... hhh... hampir saja... untung aku tidak berpapasan dengan Mas Rangga di lift," rutuk Ayu dengan suara bergetar.Ia memejamkan mata sejenak, mencoba menenangkan debar jantungnya yang masih berdetak brutal bak genderang perang. Ingatan tentang apa yang baru saja ia lakukan di unit apartemen lantai atas kembali berkelebat. Berlutut. Ditelanjangi pandangannya. Menelan cairan pria asing yang bahkan tidak ia ketahui wajahnya.Dan yang paling menyakitkan—ditinggalkan begitu saja tanpa sepatah kata pun."Laki-laki keparat ...," desis Ayu penuh dendam, air matanya n

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 189

    Deg!Suara itu bagaikan petir yang menyambar tepat di atas kepala Ayu di siang bolong. Seluruh darah di tubuh Ayu serasa berhenti mengalir. Wajahnya seketika pucat pasi, seluruh amarahnya menguap berganti menjadi kepanikan tiada tara.Ayu buru-buru menjauhkan ponsel dari telinganya dan melihat layar.Nama "Mas Rangga ❤️" terpampang jelas di sana."M-Mas Rangga?" cicit Ayu dengan suara megap-megap, tangannya gemetar hebat sampai ponselnya nyaris jatuh ke lantai."Iya, ini Mas," jawab Rangga dari seberang telepon, terdengar suara derum mesin mobil yang halus di latar belakangnya. "Ini Mas baru OTW pulang ke apartemen, sayang. Kamu kenapa? Kamu oke-oke saja, kan?"Ayu menepuk jidatnya sendiri, merutuki kebodohannya yang sangat fatal. Ia menelan ludah dengan susah payah, berusaha keras menetralkan nada suaranya yang panik dan napasnya yang masih terengah-engah."E-eh... Ngg-nggak kok, Mas!" jawab Ayu dengan gugup setengah mati, bicaranya terbata-bata. "M-maaf... maaf banget, Mas! Aku... a

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 188

    "Uuuh..."Ayu tersenyum tipis di dalam hatinya saat mendengar lenguhan napas sang pria misterius yang makin memburu di atas kepalanya. Suara erangan rendah itu menjadi bahan bakar terbesar bagi ego Ayu yang membara."Mmmph... haaah..."Ayu sengaja mengeluarkan seluruh kemampuan dan teknik yang ia miliki. Bibir dan lidahnya bergerak lincah, melumat kejantanan pria itu tanpa sisa. Ia mendorong kepalanya lebih maju, membiarkan benda keras itu menerobos masuk sangat dalam hingga menyentuh bagian ujung tenggorokannya."Khuk! Khuk!"Ayu terbatuk kecil, matanya berair di balik penutup kain hitam karena rasa sesak yang menghantam jalan napasnya. Namun, bukannya mundur, Ayu justru menahan posisinya di sana selama beberapa detik."Gila... kamu benar-benar pintar memuaskan pria, Ayu ...," bisik pria itu dengan suara serak yang berat, napasnya memburu kencang.Ayu menarik kepalanya perlahan, lalu memiringkan bibirnya. Jemari tangannya yang kini sudah bebas mengapit bagian pangkal kejantanan pria

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status