Teilen

Bab 9

last update Veröffentlichungsdatum: 08.04.2026 18:13:40

Karina membelalak, dia meronta dalam pelukan Arya, memukuli dada bidangnya bertubi-tubi.

"Ngaco kamu! Siapa juga yang mau dikawinin sama gembel barbar kayak kamu! Minggir sekarang juga, bau keringat kamu ini bikin aku mau muntah, tahu!"

Berkat penciumannya yang kelewat tajam, Arya bisa menangkap perubahan aroma dari sang sutradara dengan sangat jernih. Wangi parfum mahal wanita itu kini bercampur pekat dengan aroma feromon gairah yang menguar manis.

Arya tidak peduli disebut gembel, entah hew
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Purba Sang Pemuas   Bab 10

    Tanpa basa-basi pemanasan tambahan lagi, Arya langsung menyejajarkan posisinya dan mendorong senjatanya masuk dalam satu hentakan bertenaga penuh."Sakit gila!" Karina melengkungkan punggungnya ke atas sambil menjerit melengking sekencang-kencangnya.Rasa perih bercampur penuh menyengat area intinya hingga membuat napasnya seolah putus seketika. Namun, pria purba di atasnya sama sekali tidak peduli dan langsung memulai genjotan brutal bagai mesin penghancur batu. Ranjang mewah itu berderit sangat keras saling beradu irama dengan decakan daging yang saling bertabrakan basah.Seiring berjalannya ritme gila yang terus dipacu tenaga Arya, rasa sakit di tubuh Karina perlahan menguap entah ke mana. Sensasi nyeri itu berganti menjadi aliran kenikmatan memabukkan yang membuat otaknya seolah berhenti bekerja karena terlalu nikmat.Ratu es yang selalu tampil elegan itu kini tak henti-hentinya mendesah keras dan liar, melupakan segala harga diri dan martabatnya sebagai penguasa industri film."A

  • Purba Sang Pemuas   Bab 9

    Karina membelalak, dia meronta dalam pelukan Arya, memukuli dada bidangnya bertubi-tubi. "Ngaco kamu! Siapa juga yang mau dikawinin sama gembel barbar kayak kamu! Minggir sekarang juga, bau keringat kamu ini bikin aku mau muntah, tahu!"Berkat penciumannya yang kelewat tajam, Arya bisa menangkap perubahan aroma dari sang sutradara dengan sangat jernih. Wangi parfum mahal wanita itu kini bercampur pekat dengan aroma feromon gairah yang menguar manis.Arya tidak peduli disebut gembel, entah hewan apa itu, pikirnya. Pria liar itu justru semakin berani. Dia segera menurunkan tangannya ke arah paha Karina dan mengusapnya penuh provokasi hingga kain mahal itu seolah mengerang karena ditarik paksa otot-otot Arya."Lemah!" Arya menyeringai nakal penuh kemenangan."Kamu bilang jijik sama bau keringatku, tapi lututmu langsung lemas begini waktu aku pepet ke tembok. Bahkan aku bisa cium bau basah yang manis banget dari arah bawah sana. Pasti bengkoangmu udah kedut-kedut minta ditanam benih kan

  • Purba Sang Pemuas   Bab 8

    Dua bodyguard bule raksasa itu sontak maju selangkah memasang badan tegap menghalangi jalur jalannya."Minggir!" Arya mendesis tajam memberikan peringatan mematikan untuk kedua pria asing tersebut."Kalian berdua pejantan bule kelebihan lemak mending minggir dari hadapanku sekarang juga sebelum terlambat! Jangan sampai aku mematahkan leher besar kalian persis seperti matahin ranting kering di dalam hutan sana!"Tentu saja kedua bule sombong itu tidak paham bahasa Arya dan malah balik mendorong dada bidang sang kepala suku. Hanya bermodalkan satu sapuan punggung tangan kosongnya, Arya membalas dorongan pelan itu. Kedua bodyguard berbadan terlatih tersebut seketika terpental jauh mundur belasan langkah ke arah belakang.Punggung raksasa kedua bule itu menabrak tembok ruangan marmer sampai berbunyi retakan luar biasa kencang.Karina langsung membelalakkan matanya lebar-lebar saking shock berat melihat pemandangan ajaib barusan. Jarak antara sang ratu es dan sang kepala suku kini tersisa

  • Purba Sang Pemuas   Bab 7

    Sisca sontak mendongakkan kepalanya ke atas dan tertawa terbahak-bahak tanpa canggung. Wanita bergaun merah marun itu menggeser posisi duduknya menempel sangat rapat ke paha berotot Arya."Ya ampun, Arya! Kita ini lagi asyik baca komentar netijen-netijen di internet tentang kamu. Coba deh kamu lihat medsos sekarang juga, biar kamu liat sendiri. Video pas kamu berantem sama preman-preman tadi udah ditonton dua juta orang se-Indonesia, kamu viral banget loh!"Bola mata Arya terbelalak hingga nyaris keluar tepat ketika dia melihat layar ponsel tersebut. Jantung sang kepala suku berdegup super kencang berdebar-debar merasakan ketakutan luar biasa."Sihir!" Arya refleks melompat jauh ke belakang menabrak dinding marmer dengan bantingan keras."Gila, kalian semua, betina kota emang suka main ilmu hitam, ya! Benda sihir mematikan apa yang kalian pegang? Kenapa wajah dan seluruh tubuhku bisa ditarik masuk ke dalam kotak kecil bercahaya itu dengan gampang? Cepetan hancurin batunya! Keluarin ji

  • Purba Sang Pemuas   Bab 6

    Tanpa menunggu balasan Arya, Sonya segera menarik kencang tangan pria yang masih menjilati sisa saus di jarinya itu. Mereka berdua bergegas lari kabur menuju mobil dan meninggalkan restoran sebelum polisi datang.Sesampainya di area depan klab milik Sisca, suasana mendadak riuh menyambut kedatangan mereka.Rumor tentang keperkasaan Arya melempar pengusaha dan staminanya di kamar VVIP sudah menyebar luas. Banyak LC elit dan tamu kaya raya sengaja berkumpul padat di depan pintu masuk."Wah, itu dia si Arya yang lagi viral diomongin! Katanya tenaganya brutal banget dan staminanya nggak ada matinya, ya?" goda seorang LC muda sambil mengedipkan matanya genit ke arah Arya."Minggir kalian semua, kalian ini LC murha, beda sama kita. Minggir, cepat, dasar pelayan klab! Arya, mending temenin tante malam ini di hotel paling mewah. Tante bakal langsung beliin kamu mobil sport baru asalkan kamu bisa bikin tante puas sampai pagi!" sahut wanita paruh baya berdandan menor dari barisan depan.Mendapa

  • Purba Sang Pemuas   Bab 5

    Melihat kelakuan barbar itu, Sonya langsung menjerit histeris. Aktris itu buru-buru merentangkan kedua tangannya untuk menghalangi laju tubuh besar Arya."Berhenti, Arya! Ini tuh mobil buat jalan-jalan di kota, benda ini aman dan nggak bakal gigit kamu sama sekali!" omel Sonya sambil memelototi wajah Arya kesal. "Kalau kamu pukul mobil ini, kepalamu yang ganti aku pukul pakai hak sepatu!""Mobil itu fungsinya mirip kuda raksasa yang bisa lari cepat. Emang ya, dasar orang Purba! Kamu duduk tenang aja di kursi, nanti monster ini bakal bawa kita ke tempat makanan. Udah, jangan banyak tingkah, atau kamu ga jadi makan daging!"Setelah mendengar omelan panjang itu, perlahan Arya menurunkan kepalan tangannya dengan ragu-ragu. Pria itu masih menyempatkan diri mengendus-endus bagian pintu mobil untuk mencari tahu apakah ada bahaya."Kuda raksasa apaan ini? Badannya keras banget dan dingin pas aku pegang," ucap Arya sambil duduk pelan-pelan di kursi penumpang. "Oke, aku naik ke perut monster in

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status