共有

Bab 87

作者: Jiriana
last update 公開日: 2026-07-07 10:58:29
"Kamu sudah bangun?" tanya Raka.

 Ketika tatapan keduanya bertemu, Kiran segera mengalihkan pandangannya ke arah lain dengan wajah memerah.

  "Iya," jawab Kiran lirih. Merasa canggung terus di tatap oleh Raka, Kiran bergegas bangkit dari duduknya. "Aku mau mandi dulu." Baru saja berjalan 3 langkah, Kiran tiba-tiba meringis.

  Raka yang melihat itu, seketika membuka suara. "Kenapa?"

  Merasa malu untuk menjawab dengan jujur, Kiran memilih menyembunyikan rasa sakitnya dan tersenyum paksa p
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 87

    "Kamu sudah bangun?" tanya Raka.  Ketika tatapan keduanya bertemu, Kiran segera mengalihkan pandangannya ke arah lain dengan wajah memerah.   "Iya," jawab Kiran lirih. Merasa canggung terus di tatap oleh Raka, Kiran bergegas bangkit dari duduknya. "Aku mau mandi dulu." Baru saja berjalan 3 langkah, Kiran tiba-tiba meringis.   Raka yang melihat itu, seketika membuka suara. "Kenapa?"   Merasa malu untuk menjawab dengan jujur, Kiran memilih menyembunyikan rasa sakitnya dan tersenyum paksa pada Raka. "Tidak apa-apa," jawabnya, kemudian kembali melanjutkan langkahnya.   Raka yang baru saja duduk di tepi ranjang tampak memperhatikan cara berjalan Kiran yang tidak biasa. Setiap kali melangkah, kedua kakinya gemetar, langkahnya sangat pelan.   Meski dia sudah sering melihat wanita itu berjalan sedikit pincang. Namun, kali ini berbeda dari biasanya, dan dia tahu kalau dirinyalah yang menyebabkan wanita itu berjalan seperti itu.   Tidak tega melihat Kiran kesulitan berjalan, Raka b

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 86

    "Pagi, Ma, Pa," sapa Raka pada Yulia dan Hedy setelah memasuki ruang rawat sang mertua. "Maaf, baru sempat ke sini.""Tidak apa-apa," jawab Hedy. "Kamu pasti lelah setelah melakukan perjalanan jauh."Melihat tidak ada yang masuk lagi ke ruangan sang suami selain Raka, Yulia pun bertanya dengan heran pada menantunya, "Loh, di mana Kiran? Kenapa kamu ke sini sendiri?" tanya Yulia."Kiran belum bangun, Ma."Mendengar sang putri masih tidur, Yulia merasa terkejut sekaligus heran. "Tidak biasanya dia bangun siang. Apa Kiran sedang sakit?"Saat ini, waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Belum pernah anaknya bangun sesiang itu jika tidak terjadi sesuatu dengannya, makanya Yulia merasa heran."Kiran tidak sakit, Ma. Dia hanya kelelahan. Semalam dia kurang tidur."Mulut Yulia membulat mendengar penjelasan sang menantu. Dia tidak tahu saja kalau itu ulah menantunya yang membuat sang putri tidur semalaman."Tapi, tetap saja ini sudah siang. Selelah apa pun dia, seharusnya dia bangun lebih dulu d

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 85

    Raka menatap Kiran dengan lekat selama beberapa detik, kemudian berkata dengan wajah serius, "Jadilah milikku, maka aku akan memaafkanmu." "Apa?" Takut dia salah dengar, makanya Kiran ingin memastikan kembali dengan bertanya lagi pada pria itu. Melihat wajah bingung Kiran, Raka alkhirnya merubah ekspresinya. "Kamu tidak perlu melakukan apa-apa," ralatnya. "Kamu sudah memaafkanku?" Raka hanya mengangguk ringan sebagai jawaban. "Kalau begitu, biar aku bantu obati wajahmu." Tanpa menunggu persetujuan Raka, Kiran menarik tangan pria itu menuju ranjang dan memintanya duduk di ranjang, sementara dia berjalan menuju kulkas kecil yang berada di dekat meja. Dari dalam sana, dia mengambil alat kompres. Sebelum kembali ke hotel, Kiran sempat membeli alat kompres terlebih dahulu karena teringat dengan bekas tamparan di wajah Raka. "Aku bantu kompres wajahmu." Setelah duduk di tepi ranjang, dan berhadapan dengan pria itu, Kiran mulai mengompres wajahnya dengan hati-hati. Raka sen

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 84

    Pukul 11 malam, ponsel Kiran berbunyi. Ada sebuah pesan masuk. Kiran yang sedang duduk bersandar di ranjang sambil menonton televisi langsung meraih ponselnya yang berada di atas nakas. [Kiran, berikan alamat barumu. Rencananya, aku akan pulang lusa ke Indonesia.] Itu adalah pesan dari Glen. Bersamaan dengan masuknya pesan itu, pintu kamar terbuka, detik selanjutnya muncul Raka dari balik pintu. Tatapan keduanya bertemu. Namun, Raka langsung mengalihkan pandangannya ke tempat lain sambil berjalan masuk ke dalam kamar. Kiran sedang duduk di ranjang, tampak menatap penampilan Raka dengan dahi berkerut. Kemejanya tampak kusut, lengan kemejanya di gulung dengan asal, rambutnya dibiarkan berantakan, dan wajah sebelah kirinya terlihat memerah. Jarang sekali dia melihat penampilan Raka yang berantakan seperti itu. "Kamu dari mana?" tanya Kiran, kemudian turun dari ranjang, lalu menghampiri pria itu. "Aku menunggumu sejak tadi." Setelah mengatakan itu, tiba-tiba saja Kiran mengerutkan

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 83

    Kiran merenung dengan kepala tertunduk. Ingatan saat dia menampar Raka tadi, kembali melintas di benaknya, membuatnya merasa bersalah. Jika benar bukan pria itu yang melakukanya, jadi siapa pelakunya? Apa itu murni kecelakaan? Atau jangan-jangan .... "Ma, apa mungkin orang yang menabrak Papa itu orang suruhan Pak Hutomo?" "Kita tidak memiliki bukti, jadi tidak bisa menuduhnya sembarangan." Meski tidak memiliki bukti, tapi Yulia sangat yakin kalau memang Hutomolah yang ada dibalik semua teror dan kejadian yang menimpa keluarganya. Kalaupun mereka memiliki bukti, dengan latar belakang keluarga Pak Hutomo, mereka tetap tidak akan bisa menang melawannya. "Lalu, bagaimana keluarga kita menjadi miskin, apa itu ulah Pak Hutomo juga?" Yulia mengangguk dengan wajah lesu. "Iya." Selain gugatan pidana, ayah Mia juga melakukan gugatan perdata pada keluarga Kiran. Dia meminta ganti rugi yang sangat besar hingga menghabiskan seluruh harta keluarga Kiran. Saat itu, ayah Kiran menyanggupi memb

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 82

    "Bagaimana dengan Raka? Kamu mau meninggalkannya?" Jika tidak terpaksa, dia juga tidak akan meninggalkan pria itu sebelum selesai menebus kesalahannya. Namun, keselamatan orang tuanya lebih penting. "Ma, sebenarnya aku berencana untuk bercerai dengan Raka. Aku tidak sanggup hidup bersamanya lagi." "Kenapa?" tanya Yulia heran. Selama ini, dia tidak pernah mendengar dari mulut putrinya kalau mereka memiliki masalah atau sedang bertengkar. Itu sebabnya dia merasa terkejut usai mendengar ucapan sang putri. "Apa Raka tidak memperlakukanmu dengan baik?" tebaknya. Kiran menggeleng lemah. "Tidak, Ma." Meski dia sering mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan semenjak keluar dari penjara, tapi Kiran memilih untuk merahasiakan dari sang ibu agar ibunya tidak khawatir. "Hanya saja, aku curiga kalau Raka yang sudah menyuruh orang untuk mencelakai Papa dan meneror keluarga kita." Dia masih ingat dengan jelas, Raka sering kali mengatakan kalau pria itu tidak segan menargetkan keluarganya

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 59

    "Penjara seumur hidup," jawab Raka tegas. "Jika ingin setimpal, hutang nyawa harus dibayar dengan nyawa." Kiran menunduk sambil tersenyum getir. 'Jadi, yang dia inginkan sebenarnya adalah nyawaku.' Setelah menghilang senyuman di wajahnya, Kiran mengangkat kepala, lalu menatap pria di depannya

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 3 Bertemu Preman

    WARNING ....!!!!!Adegan kekerasan di bab ini TIDAK PATUT DICONTOH dan TIDAK BOLEH DITIRU. Khusus untuk usia 21+, usia di bawah itu, harap SKIP. Terima kasih.==================================="Kenapa saya harus pindah, Pak?" protes Kiran pada pria berumur sekitar 50 tahun yang sedang berada di h

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 2 Menebus Kesalahan

    “Kiran Avriyadi, beritahu aku, bagaimana kehidupanmu selama di penjara?” Pria bernama Raka itu meraih dagu Kiran, lalu berkata penuh penekanan, “Baik atau buruk?”Ketika melihat seringai jahat pria itu, kaki Kiran mendadak gemetar dan lemas. Saking lemasnya sampai dia tidak bisa berkata-kata lagi.

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 1 Mencari Pekerjaan

    "Maaf, kami tidak bisa mempekerjakan mantan napi di sini," ucap Pria berumur 55 tahun yang sedang duduk di depan Kiran. “Saya bisa melakukan pekerjaan apa saja, Pak. Cleaning service juga boleh,” balas Kiran meyakinkan. Pria itu menggeleng dengan pelan. "Kami tetap tidak bisa menerimamu. Catatan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status