LOGINApa jadinya ketika si Bos yang biasanya bikin ngebatin setiap hari malah jadi suami? Biru terpaksa menikah dengan Benua, bosnya yang tiba-tiba ngebet ingin mempunyai istri. Si Bos Gila bilang, dia menikah hanya untuk mempertahankan posisinya di perusahaan dan tidak akan menyentuh Biru. Namun, setelah menikah dengan Biru, Benua langsung meminta Biru untuk melayaninya!
View MoreHeroine/Rogue POV
"Gunfire!"
I muttered under my breath as the distant shots echoed through the trees. Leaves rustled above me. I crouched on a branch, hidden in the canopy. I might have been forced to leave my pack years ago but they are still my family. They're still innocences. Well, most of them.
Escaping to the human world, I trained relentlessly. Not to attack. Not to defend. Just to survive. But hearing rumors of an Alpha King claiming the throne, first in 200 years made me come back to assess the situation myself.
I watch black-clad soldiers move like shadows toward the pack compound. “They’re here,” I whispered, gripping the handle of my blade. “About damn time.”
“They’re raiding the compound,” I heard one of the Blood Moon pack members say below. “Orders straight from the Alpha King.”
I smirked. “So, the King finally got tired of waiting for an invite.”
The soldiers spread out, eight remaining outside while one squad entered the packhouse. I dropped silently to the ground, crouching behind them with my blade at the ready.
Crack. One down. Thud. Two down.
“Enemy—!”
Too late.
I spun, kicked, dodged a wild punch, then slammed my knee into his groin. He dropped like a stone.
“Dumb wolves,” I muttered. “All muscle, no strategy.”
"Seize her!" one barked.
Three rushed me. I backflipped over the first, landed on my feet, swept the second, elbowed the third.
“Damn rogue’s fast!”
Another came at me.
"You boys don’t learn, do you?" I said, ducking his swing and landing a clean kick to his head.
Then a voice boomed across the compound.
“ALL SOLDIERS, STAND DOWN.”
They froze. Just like that. Obedience drilled into their bones.
I stood tall, eyes fixed on the figure stepping through the chaos.
He had presence. Command. Power that bent the air as his voice echoed like thunder.
“I am Alpha King Conrad. This pack is under investigation for mistreatment and violation of the Werewolf Rights Act. Alpha Blake and his family will be transported to the Royal Moon pack and tried for these crimes.”
Blake knelt in silver cuffs with his Luna and sons. His lip curled when he saw me.
The Alpha King face softened, and a small smile crossed his lips. “That was quite impressive. So, who might you be”.
“She’s just some rogue bitch,” Blake spat.
Crack. A soldier punched him so hard his head whipped to the side. He coward on the ground whimpering.
I chuckled. “He’s not wrong.”
Conrad’s eyes narrowed. “You fought like a trained warrior. What’s your name?”
“Didn’t you hear?” I shrugged. “Just some rogue bitch.”
His jaw tensed. “Rogues don’t defend packs. They destroy them to gain power and control.”
“Oh?” I arched a brow. “So, why are you here?”
“I came to protect,” he said firmly. “We’ve brought medical care, food. Your pack will be registered and cared for. If a suitable Alpha isn’t found—”
“You’ll handpick a new one who is obedient to you?” I cut in.
“I don't want obedience,” he said. “I want stability. Safety.”
“For wolves like us?” I laughed coldly. “We’ve never had rights. Don’t talk to me about your precious act.”
He took a slow step toward me. “What’s your name?”
I snarled back. “Not interested in bonding, Your Majesty.”
“I’m not here to dominate you.”
“No?” I challenged. “Then why call yourself King? Kings demand obedience, do they not.”
His voice dropped. “True Kings only want loyalty and respect.”
I stared him down. “Those are earned, not demanded.”
A gust of wind blew past me—carrying my scent straight to him.
His nostrils flared. His pupils dilated. His wolf surged to the surface, glowing with his golden gaze.
He staggered back half a step. “Mate.”
I froze.
No. Hell no.
He took a step forward. “You—you’re—”
“Not. A. Chance,” I growled, turning and sprinting for the trees.
“Wait!”
I didn’t.
I vaulted up a trunk and leapt from branch to branch, wild and fast.
“Track her!” he shouted. “Don’t lose her!”
I heard the panic in his voice, the Alpha command behind it.
But I wasn’t listening.
I wasn’t his.
I wasn’t anyone’s.
And I would never be a prisoner again.
Siang ini Biru membawakan makan siang untuk Benua, dia langsung datang ke kantor Sejagat Gemilang diantar sopir pribadinya seraya membawa Bhaskara dan Baila.Satu jam yang lalu Benua mengatakan sangat merindukan Bhaskara dan Baila.Biru sempat merajuk ke Benua karena yang Benua rindukan hanya kedua anaknya saja, ibunya tidak.Dengan menggombal lalu Benua mengatakan, "Kalau sama ibunya Bhaskara sama Baila nggak usah ditanya, setiap detik yang aku lewatin saat jauh dari kamu rasanya sangat menyiksa."Walaupun gombalan Benua tidak ada kemajuan, tapi kalimat gombalan yang sebenarnya menggelikan itu selalu mampu membuat Biru tersipu.Sekarang sampai di lantai 5, tempat ruangan Benua berada.Biru berjalan menuju ruangan itu, dia melewati ruangan tempat dia bekerja dulu, Biru tersenyum, ruangan itu menyimpan banyak kenangan untuknya.Tapi sekarang kosong, hanya ada benda-benda yang tertata rapi di sana. Benua memang belum menemukan orang yang tepat untuk mengisi kekosongan posisi Biru yang d
Benua menjabat erat tangan kanan Renando dan mengucapkan selamat untuk Renando yang hari ini sah menjadi suami Rhea, mantan anak magang di perusahaan Sejagat Gemilang yang dulu mengejar-ngejar Renando."Terima kasih banyak Kak." Renando membalas sambil sedikit meringis karena jabatan erat Benua.Sementara kakaknya di depannya menyeringai seperti sedang meledeknya. "Ogah-ogahan sama dia, eh kamu nikahin juga kan." Benua berbisik di dekat telinga Renando.Renando cengengesan, malu sendiri mendengar bisikan kakaknya.Dulu dia emang alergi dengan Rhea yang menurutnya terlalu agresif. Dia pun saat itu bingung apa yang membuat Rhea mengejarnya seperti wanita tidak waras.Renando sempat mendengar dari Rhea, bahwa Rhea jatuh cinta pada pandangan pertama ke Renando yang saat itu menjadi wakil direktur di perusahaan Sejagat Gemilang.Tahu Renando saat itu masih lajang membuat Rhea bersemangat mengejar.Sempat Renando tanya alasan Rhea mengapa bisa jatuh cinta pada pandangan pertama, Rhea hanya
Bibir Benua mencebik berkali-kali di depan cermin, dia perhatikan lagi bentuk wajah lalu turun hingga ke kakinya. Dia mengernyit sinis, miris melihat penampakkan dirinya sekarang. "Sejak diurus sama kamu, aku jadi bengkak begini Biru. Haduh bagaimana ini? Aku takut kamu berpaling karena bentukan suamimu ini tidak segagah dan setampan dulu." Biru baru selesai membacakan dongeng untuk Bhaskara lalu menutup penuh buku dongeng itu, sedangkan putranya sudah tertidur nyenyak. Mendengar ucapan Benua tadi, dia hampir tergelak, tapi Biru tahan sekuat mungkin takut suara tawanya nanti membangunkan Bhaskara. "Mas bukan bengkak, tapi kamu gemoy." Biru memberikan komentar. "Sama aja Biru. Duh bengkak sebadan-badan begini aku, bisa kembali ke bentukan semula nggak ya?" Lagi setelah mendengar keluhan suaminya itu membuat Biru ingin tertawa, dia sampai menutup rapat mulutnya agar tawa ngakak tidak keluar begitu saja. "Kamu sih manjain aku setiap detik dan menit. Jadi aku keenakan kan." Benua
Benua mengadakan pesta untuk merayakan kebahagiaannya setelah kembali menjadi suami Biru.Pesta itu diadakan di ballroom salah satu hotel bintang lima yang berada di Jakarta Selatan.Benua mengundang seluruh pekerja yang berada di Sejagat Gemilang dan mitra bisnis Sejagat Gemilang.Ada yang ikut berbahagia setelah tahu kabar baik dari Benua dan Biru, tapi banyak juga yang berdecak sinis dan bergosip ria membicarakan Biru, terutama karyawan perempuan, mereka tidak setuju Benua memilih kembali bersama Biru.Sementara Benua dan Biru sengaja menutup rapat masalah pribadi yang menjadi alasan sebenarnya perceraian mereka saat itu."Mau dansa sama aku?" Benua mengulurkan tangan kanannya ke depan Biru tepat saat musik yang mengalun dengan merdu itu terdengar memenuhi ballroom hotel.Sebelumnya Benua sudah merencanakan itu, dia ingin malam ini berdansa dengan Biru diiringi musik yang romantis."Dan--dansa Mas?" Biru gugup mendadak, masalahnya dia tidak bisa berdansa ditambah diperhatikan banya






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews