แชร์

Bab 117

ผู้เขียน: Yessa
Clarin mempertanyakan dengan suara berat, “Kak Jessica, setahuku sesuai peraturan perusahaan, buku baru dengan harga di atas Rp120.000 harus diajukan ke pemimpin redaksi utama untuk ditinjau.”

“Kamu sedang mimpi, Clarin?” Jessica mencibir dingin. “Buku dengan harga di atas Rp60.000 harus ditinjau oleh pemimpin redaksi, sedangkan buku dengan harga di atas Rp120.000 itu hanya perlu diajukan ke pemimpin redaksi utama jika pemimpin redaksi menilai harganya memang layak di atas Rp120.000. Kalau pemimpin redaksi merasa nggak bisa kasih Rp120.000, maka buku itu pun nggak perlu diajukan ke pemimpin redaksi utama.”

“Jadi, dua buku itu hanya bisa dikasih harga Rp70.000?” Clarin mengonfirmasi ulang.

“Ya.” Jawaban Jessica tegas tanpa ruang tawar.

“Baik. Aku akan menghubungi penulisnya,” kata Clarin.

Jessica adalah atasannya. Dia tahu betul Jessica sengaja mempersulitnya, tapi dia juga tak berdaya.

Pelaporan melewati atasan langsung adalah pantangan besar di dunia kerja. Dia tidak mungkin melewati
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 122

    Clarin pun menceritakan semuanya kepada Carles.Carles berkata dengan nada datar, “Lain kali jangan main tangan lagi.”“Baik.”“Di mejamu pasti ada termos atau cangkir kopi, ‘kan? Pakai saja itu buat melemparnya. Kalau sampai rusak, aku belikan yang baru.”Clarin, “!!!”Ternyata Carles hanya khawatir tangannya sakit sehabis menampar orang.“Sepertinya itu nggak baik,” tolak Clarin dengan halus.“Kenapa nggak baik?” tanya Carles.“Sekarang adalah zaman masyarakat beradab dan negara hukum. Kalau aku benar-benar melukainya, aku bisa masuk penjara.”“Nanti bisa diselesaikan secara damai.”“Nggak, nggak bisa.” Clarin menggeleng serius.“Sekarang saja aku cuma menamparnya sekali, dia sudah mau memeras seratus juta. Kalau aku melempar pakai gelas sampai dia terluka, mungkin dia akan minta satu miliar. Satu miliar bukan jumlah yang kecil. Kalau kamu mau bantu aku menyelesaikannya secara damai, kamu mungkin harus jual rumah dan mobil.”Clarin merasa cukup nyaman dengan kehidupannya setelah meni

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 121

    Clarin membalas pesan Carles: [Aku baru pulang kerja, sekarang langsung pergi ke sana.]Setelah meletakkan ponsel, dia menyalakan mobil, meninggalkan area parkir, bergegas menuju restoran tempat Carles berada.“Mau makan apa, pesan saja lewat ponsel,” kata Carles padanya.“Hm.”Clarin mengeluarkan ponsel dari tas. Di layar, terlihat pesan WhatsApp dari Jessica.[Clarin, aku pergi ke rumah sakit untuk visum sekarang juga. Kalau kamu nggak mau aku gugat, siapkan seratus juta dan kita selesaikan secara damai!]Begitu membaca pesan itu, wajah Clarin langsung pucat pasi.Melihat perubahan ekspresinya, suara Carles yang biasanya dingin terselip sedikit ketegangan.“Ada apa?”“Nggak apa-apa .…” Clarin menggeleng.Detik berikutnya, ponselnya sudah direbut Carles.“Apa yang kamu lakukan? Cepat kembalikan ponselku!” Clarin panik hendak merebutnya kembali.“Kamu berkelahi dengan orang?”Alis Carles berkerut. Tatapannya tajam menyapu setiap bagian kulit Clarin yang terlihat, tapi tak menemukan sat

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 120

    Gio diam-diam berpikir di dalam hati.Kalau ada orang yang menjegalnya di tempat kerja, lalu menghina orang tuanya, dia pasti sudah memukuli orang itu sampai berdarah.Namun…Dia tetap menjawab secara objektif dan netral, “Clarin, kalau Jessica memang menghina orang tuamu, cara yang benar untuk membalas tindakannya adalah mengumpulkan bukti dan menggugatnya, lalu menuntut permintaan maaf secara resmi. Memukul dia sama saja merugikan diri sendiri. Dalam kasus ini, posisimu jelas nggak menguntungkan.”“Nasihat Kak Gio akan aku ingat.” Clarin melirik Jessica dengan dingin, lalu berkata penuh makna, “Ke depannya, aku nggak akan bertindak seimpulsif ini lagi.”Dodi pun angkat bicara, “Kalian berdua kembali bekerja dulu. Aku dan pemimpin redaksi utama akan mendiskusikan solusi dari masalah ini.”“Pak Dodi, Kak Gio, aku keluar dulu,” ujar Jessica dengan sikap penuh kemenangan.Dia tahu Dodi pasti akan berpihak padanya.Barusan Gio menyatakan Clarin berada di posisi yang tidak menguntungkan, D

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 119

    Dodi melihat pemimpin redaksi utama membawa Clarin dan Jessica masuk ke kantornya.Dia bertanya dengan bingung, “Gio, ada apa ini?”“Tanya saja pada mereka berdua,” ujar Gio sambil berjalan ke sofa ruang tamu dan duduk.“Pak Dodi! Clarin si perempuan sialan ini tiba-tiba menggila dan menampar aku! Kamu harus menegakkan keadilan untukku!” Jessica menunjuk pipinya yang merah dan bengkak sambil mengadu dengan marah.Tanpa menanyakan sebab-musabab, Dodi langsung membentak, “Clarin! Jangan pikir hanya karena ada Melvin yang melindungimu, kamu bisa bertindak semena-mena sampai-sampai menindas orang!”“Pak Dodi, aku nggak pernah mengandalkan Melvin untuk bertindak semena-mena.” Clarin membantah. “Aku menampar Jessica karena dia menghina ayahku dan menyalahgunakan jabatannya untuk balas dendam pribadi terhadapku!”Mendengar itu, wajah Jessica seketika menunjukkan secercah kepanikan. Perasaan marah dan malu bercampur aduk. “Bohong!”“Pak Dodi, Kak Gio, tolong tunggu aku dua menit,” kata Clarin

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 118

    Tak ada musuh abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi.Clarin tidak lagi mempersulit pihak lawan. Dia mulai membahas proses penandatanganan kontrak serta revisi naskah.Jessica terus memperhatikan perkembangan di forum. Saat melihat penulis itu membuat unggahan permintaan maaf, dia langsung teringat pada permintaan Clarin agar hasil peninjauan akhir dikirim ulang lewat WhatsApp.“Clarin, kamu mau menandatangani kontrak buku itu?” tanyanya dengan wajah agak muram.“Iya.” Clarin mengangguk. “Penulis itu bilang sebelumnya dia terlalu terburu-buru. Sekarang dia sudah meminta maaf padaku dengan tulus. Kami sudah berdamai dan sedang membahas kontrak.”Jessica menggertakkan gigi dalam hati.Buku itu sama sekali tidak sepadan dihargai Rp90.000, bahkan Rp60.000 pun ketinggian.Dia menetapkan harga Rp90.000 semata-mata untuk membuat Clarin jengkel. Tak disangka, demi bisa menandatangani kontrak, penulis itu sampai merendahkan diri dan meminta maaf secara terbuka.“Kualitas buku itu biasa saja

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 117

    Clarin mempertanyakan dengan suara berat, “Kak Jessica, setahuku sesuai peraturan perusahaan, buku baru dengan harga di atas Rp120.000 harus diajukan ke pemimpin redaksi utama untuk ditinjau.”“Kamu sedang mimpi, Clarin?” Jessica mencibir dingin. “Buku dengan harga di atas Rp60.000 harus ditinjau oleh pemimpin redaksi, sedangkan buku dengan harga di atas Rp120.000 itu hanya perlu diajukan ke pemimpin redaksi utama jika pemimpin redaksi menilai harganya memang layak di atas Rp120.000. Kalau pemimpin redaksi merasa nggak bisa kasih Rp120.000, maka buku itu pun nggak perlu diajukan ke pemimpin redaksi utama.”“Jadi, dua buku itu hanya bisa dikasih harga Rp70.000?” Clarin mengonfirmasi ulang.“Ya.” Jawaban Jessica tegas tanpa ruang tawar.“Baik. Aku akan menghubungi penulisnya,” kata Clarin.Jessica adalah atasannya. Dia tahu betul Jessica sengaja mempersulitnya, tapi dia juga tak berdaya.Pelaporan melewati atasan langsung adalah pantangan besar di dunia kerja. Dia tidak mungkin melewati

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status