Accueil / Urban / Sang Raja Bisnis Abimanyu! / BAB 108: Menguji Abimanyu

Partager

BAB 108: Menguji Abimanyu

Auteur: AlRisqi H.
last update Date de publication: 2026-06-15 18:08:16

“Coba ini. Meskipun bukan teh yang sangat bagus, rasa manis yang tertinggal di bibir dan gigi lumayan enak. Ha-ha!”

Kusuma Wijaya menuangkan secangkir teh ke cangkir di depan Abimanyu.

“Terima kasih, Pak Kusuma.”

Abimanyu tersenyum dan mengambil cangkir teh.

Ia tidak memamerkan keahlian dalam upacara minum teh.

Setelah minum teh, Abimanyu menjadi orang pertama yang berbicara.

Ia langsung ke inti masalah.

“Pak Kusuma, Gilang mengatakan Anda ingin berbicara dengan saya. Silakan tanyakan ap
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Sang Raja Bisnis Abimanyu!    BAB 109: Analisis Abimanyu

    “Nak Bim, mungkin hanya kau yang berani mengatakan itu. Dengan momentum perkembangan Grup Samudra saat ini, kau berani menyatakan bahwa grup itu berada di ambang masalah?” Kusuma Wijaya mengerutkan alis.Bagaimanapun, Abimanyu tidak sedang berhadapan dengan Gilang.Jadi, ia tidak bisa hanya menyebut kata intuisi.Menghadapi tatapan tegas Kusuma Wijaya, Abimanyu berkata, “Pak Kusuma, saya tahu Anda memanggil saya ke sini untuk menanyakan masalah ini. Di hadapan Anda, saya tidak akan menyembunyikan apa pun. Grup Samudra dan Hotel Daun Mapel adalah mitra strategis, bukan?”“Benar. Lalu?” tanya Kusuma Wijaya.“Pak Kusuma, Anda seharusnya sudah mengetahui sedikit tentang masa lalu saya dari Gilang, bukan? Ya, dulu saya adalah penjudi yang tidak berguna. Saya benar-benar tenggelam dalam perjudian dan sulit keluar. Karena itu, saya bahkan berutang bunga tinggi dan dikejar rentenir,” kata Abimanyu.Kusuma Wijaya mengangguk pelan.“Yang memberi saya pinjaman berbunga tinggi adalah PT Dana Cepa

  • Sang Raja Bisnis Abimanyu!    BAB 108: Menguji Abimanyu

    “Coba ini. Meskipun bukan teh yang sangat bagus, rasa manis yang tertinggal di bibir dan gigi lumayan enak. Ha-ha!” Kusuma Wijaya menuangkan secangkir teh ke cangkir di depan Abimanyu. “Terima kasih, Pak Kusuma.” Abimanyu tersenyum dan mengambil cangkir teh. Ia tidak memamerkan keahlian dalam upacara minum teh. Setelah minum teh, Abimanyu menjadi orang pertama yang berbicara. Ia langsung ke inti masalah. “Pak Kusuma, Gilang mengatakan Anda ingin berbicara dengan saya. Silakan tanyakan apa pun yang ingin Anda tanyakan. Saya akan mengatakan semua yang saya ketahui.” “Baiklah, kalau begitu aku tidak akan berbasa-basi. Nak Bim, aku dengar dari Gilang bahwa kau yakin harga rumah di Griya Kenanga akan naik. Bagaimana kau bisa begitu yakin? Kau tahu, keputusan pemerintah menetapkan kawasan sekitar Griya Kenanga sebagai proyek percontohan relokasi dan pembangunan pertama adalah sesuatu yang hanya diketahui sedikit orang. Bahkan jika ada yang tahu, tidak ada yang berani membocorkannya,

  • Sang Raja Bisnis Abimanyu!    BAB 107: Menemui Kusuma Wijaya

    Memang benar ia ingin bercerai. Namun alasan utama perceraian itu adalah karena Abimanyu membuat ibu dan anak itu tidak bisa melihat harapan apa pun. Ke mana pun mereka memandang, yang ada hanyalah kegelapan seperti neraka.Jika ada seberkas cahaya yang dapat menembus kegelapan itu, cahaya yang dapat menyelamatkan kehidupan dan pernikahan, bagaimana mungkin ia membiarkan Lala menjadi anak dari keluarga orang tua tunggal? Bagaimana mungkin ia ingin menjadi ibu tunggal?Kini, perubahan pada Abimanyu yang tidak bisa dipalsukan tanpa sadar telah membuat Nisa melihat secercah cahaya yang menembus kegelapan.“Nisa, tidak perlu. Biarkan saja Ibu mengambil tiga atau empat ratus juta itu. Seperti yang kukatakan, anggap saja itu sebagai penyelesaian atas baktiku yang selama ini kuabaikan. Sedangkan untuk modal awal, aku punya cara. Kau tidak perlu khawatir,” kata Abimanyu cepat.Dalam beberapa hari, saham Grup Samudra akan jatuh ke titik terendah.Operasi jual kosong sahamnya setidaknya akan me

  • Sang Raja Bisnis Abimanyu!    BAB 106: Rencana Menyusun Bisnis Cream Sempurna

    Dalam waktu kurang dari sepuluh hari, Abimanyu berubah dari tidak memiliki apa-apa menjadi memiliki ratusan juta.Selain perjudian, ia benar-benar tidak bisa memikirkan kemungkinan lain.“Kau pikir aku berjudi lagi?” tanya Abimanyu dengan senyum getir.Kemudian, dalam keheningan Nisa, ia melanjutkan, “Tahukah kau bahwa harga rumah di Griya Kenanga melonjak?”“Apa maksudmu harga rumah di Griya Kenanga melonjak?” Nisa terkejut.“Sebelumnya, secara kebetulan, aku mendapat informasi bahwa kawasan sekitar Griya Kenanga akan mengalami relokasi dan pembangunan. Jadi aku pergi ke Griya Kenanga dan membayar uang muka untuk dua apartemen, masing-masing seratus juta. Saat itu, karena tidak ada yang tertarik pada apartemen di Griya Kenanga, mereka setuju menandatangani perjanjian pengalihan jaminan harga denganku. Akibatnya, tiga hari kemudian, pengumuman resmi proyek relokasi dan pembangunan dirilis. Harga di Griya Kenanga melonjak, dan sulit menemukan satu apartemen pun. Jadi aku menjual dua ha

  • Sang Raja Bisnis Abimanyu!    BAB 105: Perhatian Abimanyu

    Namun ia tahu bahwa uang itu pasti seluruh kekayaan Abimanyu.Jika ibunya benar-benar mengambilnya, itu berarti Abimanyu akan kembali ke keadaan sangat miskin.Meskipun ia tersentuh karena Abimanyu rela melakukan hal sejauh itu untuknya, hatinya juga bergetar hebat karena kecewa terhadap keluarga ibunya.“Hmph, kalau memang ada uangnya, bukankah lebih baik aku yang memilikinya daripada penjudi ini mengambil dan menghabiskannya?”Bu Linda tidak berpikir panjang. Ia mengambil kartu itu dari tangan Abimanyu.“Bu, apa yang Ibu lakukan? Kembalikan kepadanya!” Dimas yang cemas dan marah ingin merebut kartu bank dari tangan Bu Linda.Namun Bu Linda tidak memberinya kesempatan.“Apa yang harus dikembalikan? Belum tentu ada uang di kartu ini. Kalaupun ada, itu memang hakku!”Ia buru-buru memasukkan kartu bank itu ke sakunya.Bu Linda menarik Pak Darmo.“Ayo pergi!”Ia langsung berbalik dan berjalan keluar.“Aku... keluarga macam apa yang kudapatkan dalam hidup ini!”Melihat dirinya tidak bisa

  • Sang Raja Bisnis Abimanyu!    BAB 104: Tujuannya Hanya Uang!

    Namun sebelum Abimanyu selesai berbicara, Bu Linda menyela, “Diam kau, kau tidak punya hak bicara. Pergi minum-minum saja. Apa kau kehabisan uang? Darmo, beri dia uang, suruh dia pergi sekarang juga!” “Cukup! Apakah kalian berdua tidak bisa berhenti? Apakah kalian baru puas kalau memaksaku mati?” Nisa yang biasanya patuh akhirnya meledak dan meraung. “Apa maksudmu memaksamu mati? Bukankah Ibu melakukan ini demi kebaikanmu? Ceraikan pemabuk ini sekarang juga dan ikut Ibu untuk kencan perjodohan!” kata Bu Linda dengan marah. “Nisa, patuhlah. Ibumu bermaksud baik,” kata Pak Darmo, kembali memainkan peran sebagai penengah. “Heh, niat baik?” Nisa tertawa. Tawa itu penuh sarkasme. “Menjual putrimu demi kesuksesan juga disebut niat baik?” “Dasar gadis malang, kau berani membantahku sekarang? Apa kau benar-benar ingin menghabiskan hidupmu dengan Abimanyu yang tidak berguna ini? Apa yang bisa dia berikan kepadamu? Apa yang akan kau makan dan minum bersamanya? Angin?” teriak Bu Linda den

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status