Share

BAB 305

Auteur: Rainina
last update Date de publication: 2026-04-20 15:50:53

Elizabeth mengangkat botol kaca mungil itu hingga sejajar dengan matanya.

Di bawah cahaya perapian, cairan bening di dalamnya tampak begitu tidak berbahaya, sangat mirip dengan air yang jernih.

Namun, di istana ini, hal yang paling terlihat murni sering kali adalah yang paling mematikan.

Tanpa ragu sedikitpun, jari-jari Elizabeth yang lentik memutar segel penutup botol tersebut hingga terdengar bunyi pop pelan.

Ia mendekatkan bibir botol kaca itu ke hidungnya dan menghirup aromanya dengan hat
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 347

    Matahari tengah bersinar terik ketika rombongan ksatria dari garis depan utara akhirnya menampakkan diri di gerbang Ibu kota.Debu jalanan mengepul diiringi derap langkah kuda yang bergemuruh. Berita tentang kemenangan telah menyebar lebih dulu bagaikan api yang melahap padang rumput kering. Saat pasukan itu tiba di depan gerbang raksasa ibu kota, lautan manusia telah berkumpul, bersorak-sorai menggemakan nyanyian kemenangan dan melemparkan kelopak bunga ke arah pahlawan mereka yang bersimbah peluh dan debu.Di garis terdepan gerbang, deretan utusan resmi istana yang mengenakan jubah sutra berdiri menyambut mereka. Terompet kekaisaran ditiup panjang, menandakan penghormatan tertinggi. Para utusan itu segera mengarahkan pasukan menuju penginapan mewah milik kekaisaran yang sengaja dikosongkan khusus untuk menjamu para ksatria yang bukan berasal dari ibu kota, memberikan mereka tempat untuk membersihkan diri dan beristirahat.Namun, tidak semua ksatria bisa langsung merebahkan tubuh

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 346

    Perjalanan kembali menuju ibu kota terasa jauh lebih dingin dan mendung dari sebelumnya. Angin malam yang berhembus dari celah jendela kereta membawa hawa beku yang menusuk tulang, membuat perjalanan melintasi rute selatan itu terasa semakin berat dan panjang.Di dalam kabin kereta yang berguncang pelan, Alice menyandarkan kepalanya ke bantalan kursi dengan tubuh yang terasa seolah baru saja diremukkan. Rasa lelah yang luar biasa pekat mencengkeram setiap otot di tubuhnya. Bagaimana tidak? Dayang utusan Permaisuri itu telah berkuda menembus badai siang dan malam tanpa henti. Ia baru saja tiba di pelataran Duchy Mountford beberapa jam yang lalu, dan kini ia sudah harus kembali menempuh rute mematikan yang sama menuju istana.Namun, rasa lelah fisiknya ternyata belum seberapa dibandingkan dengan tekanan mental yang harus ia hadapi di dalam kabin kecil ini.Kehadiran dua kakak beradik Duchy Mountford yang duduk berhadapan dengannya sama sekali tidak membantu meringankan suasana. Eliz

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 345

    Setelah berminggu-minggu dikelilingi oleh tubuh tak dikenal dan aroma darah, rombongan ksatria kekaisaran akhirnya tiba di sebuah desa besar yang menjadi titik perbatasan terluar menuju wilayah tengah.Kedatangan mereka disambut oleh sorak-sorai riang yang menggema di sepanjang jalan tanah. Bagaimanapun, desa ini adalah pemukiman sipil yang paling dekat dengan garis depan perbatasan. Selama bertahun-tahun, penduduk di sini hidup dalam teror bayang-bayang invasi kaum barbar. Mengetahui bahwa perang telah berakhir dan melihat langsung bendera kekaisaran berkibar bebas, membuat seluruh desa berpesta menyambut para pahlawan mereka.Malam itu, rombongan ksatria menguasai pub terbesar di pusat desa.Udara di dalam bangunan kayu itu terasa sangat hangat, dipenuhi oleh kepulan asap cerutu, tawa lepas, dan denting gelas kayu yang saling beradu. Tong-tong anggur dan bir gandum dibuka tanpa henti. Pemilik pub yang sangat bersyukur atas kemenangan itu bahkan memanggil para wanita untuk menemani

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 344

    Mendengar perkataan putra sulungnya, rahang Duke Mountford mengeras hingga terdengar bunyi gemeretak gigi yang mengerikan. Urat-urat di lehernya menonjol, menahan luapan amarah yang belum pernah ia arahkan pada sang pewaris gelar Duke."Apa kau baru saja memerintahku?!" geram sang Duke. Ia melangkah mendekati Caesar, mencoba untuk mengintimidasi putra sulungnya itu.Namun, Caesar tidak beringsut mundur walau hanya satu langkah. Pria berseragam militer itu berdiri tegak, membalas tatapan membunuh ayahnya dengan penuh ketenangan."Aku tidak memerintah, Ayah. Aku memberikan saran sebagai orang yang kelak akan mewarisi gelarmu." jawab Caesar, nadanya dingin dan sangat rasional. "Aku tidak ingin mewarisi dan berada di posisi yang sulit di masa depan, hanya karena ego Ayah saat ini yang mencoba melangkahi otoritas langsung seorang Permaisuri Kekaisaran.""Aku mencoba menyelamatkan putriku!" bentak Duke Mountford, menunjuk tajam ke arah Elizabeth yang masih terpaku di belakang Alice. "Apa

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 343

    Keputusan itu meluncur dari bibir Elizabeth dengan suara yang begitu lirih, namun ketegasannya seakan membekukan udara di sekeliling mereka."Tidak, Lady Alice." Elizabeth menggeleng pelan, meremas gaun sutranya dengan jemari yang masih bergetar. Ia menundukkan pandangannya, menolak menatap mata utusan Permaisuri itu. "Aku akan tinggal dan menikah."Alice terkesiap. Hatinya mencelos mendengar nada pasrah yang begitu pekat dari Elizabeth. Ia bisa melihat dengan jelas dinding ketakutan yang dibangun sang Duke di sekeliling pikiran Elizabeth. "Lady Elizabeth, sadarlah!" Alice melangkah maju, kembali meraih tangan Elizabeth dan menggenggamnya erat-erat, menyalurkan seluruh sisa kehangatan dan keberanian yang ia miliki. "Setidaknya temui dia dulu! Tidakkah kau mendengar perkataanku? Sir Rowan melakukan semua kegilaan di medan perang itu murni demi sebuah permintaan pada Yang Mulia Kaisar. Siapa yang tahu apa isi permintaan itu?""Aku..." Elizabeth menelan ludah dengan susah payah. Matany

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 342

    Dengan disebutkannya nama Permaisuri dan Kaisar, bahkan seorang penguasa sekuat Duke Mountford sekalipun tidak memiliki pilihan lain selain menundukkan kepalanya dan membuka pintu kastilnya lebar-lebar. Menolak utusan langsung paviliun dalam sama saja dengan mengibarkan bendera pemberontakan, dan sang Duke belum siap untuk menghadapi murka sang Kaisar secara terang-terangan.Dengan rahang mengeras dan wajah yang memerah karena menahan amarah, Duke Mountford terpaksa membiarkan Elizabeth keluar untuk menyambut rombongan yang memaksa bertemu dengannya tersebut.Alice melangkah masuk dengan mantel perjalanan yang basah dan kotor oleh lumpur, namun dagunya terangkat tinggi, memancarkan otoritas penuh dari junjungannya. Saat pandangan dayang bersurai coklat terang itu akhirnya menemukan sosok Elizabeth, langkah Alice seketika terhenti.Hatinya mencelos. Gadis yang berdiri di depannya ini... ini sama sekali bukan Lady Elizabeth yang ia kenal.Di hadapannya, berdiri seorang gadis yang tamp

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 66

    Anna membalikkan badannya dengan kaku, jantungnya berdegup begitu keras hingga dadanya terasa sakit.Di ambang pintu, Marta berdiri dengan tatapan tajam. Pelayan itu tidak langsung masuk, hanya mematung di sana dengan satu alis terangkat."Apa yang sedang kau lakukan di meja itu?" tanya Marta, suar

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 65

    "LUCIAN!"Bentakan Beatrice memenuhi ruangan, memantul di dinding-dinding batu yang dingin. Wajah Duchess yang biasanya anggun kini merah padam menahan amarah. Dadanya naik turun dengan cepat."Apa kau sadar apa yang baru saja kau katakan?" desis Beatrice, suaranya bergetar antara murka dan rasa ma

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 68

    "Apa yang kau lakukan di sini, Arthur?" Lucian menatap tajam ke arah sang Putra Mahkota. Ia tidak repot-repot membungkuk atau memberikan salam formal pada sepupunya itu. Arthur tersenyum miring, tidak tersinggung dengan ketidaksopanan itu. Ia justru melangkah santai, mendekat pada Lucian."Aku sed

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 63

    "KYAAA!" Jeritan histeris salah seorang wanita bangsawan yang hadir di sana memecahkan keheningan yang sempat menggantung selama beberapa detik.Kepanikan meledak seketika. Kursi-kursi berdecit keras dan berjatuhan saat para wanita bangsawan itu melompat berdiri, menjauh dari meja seolah-olah penya

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-22
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status