Share

BAB 71

Author: Rainina
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-02 22:57:09

Sinar matahari pagi menembus tirai kamar tidur Sienna. Gadis itu duduk bersandar di tumpukan bantal, sementara tabib kastil kembali memeriksa pergelangan tangannya.

"Racunnya sudah bukan masalah lagi." gumam tabib itu sambil mengangguk-angguk pelan. "Penyembuhannya berjalan lebih cepat dari perkiraan saya. Mungkin karena dari awal itu bukan racun yang berbahaya."

Sienna menghela napas lega. Ia melirik ke arah Lucian yang berdiri di dekat jendela dengan tangan terlipat di dada. Pria itu tidak me
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 355

    Sinar matahari pagi menyusup melalui celah tirai yang tebal. Di balik selimut yang berantakan, Sienna perlahan membuka matanya. Kepalanya terasa sedikit berat, namun seluruh tubuhnya diselimuti oleh kehangatan dan rasa nyaman yang luar biasa.Hal pertama yang tertangkap oleh pandangannya adalah dada bidang suaminya yang terbuka. Dan saat ia sedikit mendongak, ia mendapati Lucian sudah terbangun lebih dulu. Sang Kaisar sedang menopang kepala dengan satu tangannya, menatap istrinya dengan senyuman yang begitu lembut."Selamat pagi." ucap Lucian lembut, suaranya yang serak dan dalam membelai telinga Sienna. Tangan besarnya yang bebas bergerak menyusuri lengan istrinya yang terbuka di atas kasur.Mendengar sapaan itu, ingatan tentang apa yang terjadi semalam. Wajah sang Permaisuri seketika memerah padam hingga ke ujung telinga saat mengingat apa yang membuat suasana hati suaminya terlihat sangat baik pagi ini.Sienna buru-buru menarik selimut itu hingga menutupi dadanya, menghindari tata

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 354

    Di dalam buaian air hangat yang dipenuhi taburan kelopak mawar, waktu seakan kehilangan maknanya. Sienna memejamkan matanya erat-erat saat bibir Lucian menyusuri garis lehernya. Hembusan napas pria itu yang panas dan memburu berpadu dengan suhu air kolam, membakar setiap inci kulit yang disentuhnya. Tangan Sienna yang sejak tadi terkalung di leher suaminya kini bergerak naik, menenggelamkan jemarinya ke dalam helaian rambut hitam Lucian yang sedikit basah.Sebuah erangan tertahan meluncur dari bibir sang Permaisuri ketika gigitan kecil dan lembut mendarat di tulang selangkanya."Lucian..." panggil Sienna dengan suara yang nyaris terdengar seperti rintihan memohon.Mendengar namanya dipanggil dengan nada yang begitu rapuh dan mendamba, kewarasan Lucian yang tersisa seolah putus. Sang Kaisar mengangkat wajahnya, menatap lurus ke dalam sepasang mata biru laut istrinya yang kini berkabut oleh gairah. Tanpa peringatan, Lucian kembali memagut bibir SiennaTangan besar Lucian yang sedari

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 353

    Uap panas mengepul dari permukaan air kolam pualam yang luas, memenuhi seluruh ruang mandi kekaisaran dengan kabut putih yang tebal. Beberapa menit yang lalu, ruangan megah ini masih dipenuhi oleh kesibukan belasan pelayan istana. Mereka bergegas menyiapkan suhu air yang sempurna, menaburkan kelopak-kelopak bunga segar ke dalam kolam, dan meletakkan handuk-handuk sutra terhalus di atas meja. Namun, dengan satu isyarat dari Kaisar Lucian, para pelayan itu segera menundukkan kepala dan undur diri secara serempak.Meninggalkan Sienna yang kini berdiri di tepi kolam, dengan Lucian yang berdiri di belakangnya. Mencoba melepaskan gaun Sienna.Sienna menahan napas saat kain tebal berwarna merah marun itu meluncur jatuh dari bahunya. Gaun luar yang berat itu berdesir halus melewati pinggang dan kakinya. Kini, tubuh ramping sang Permaisuri hanya berbalut gaun dalam putih berbahan katun yang sangat tipis. Di atas gaun dalam itu, masih melingkar sebuah korset bertulang yang membungkus erat

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 352

    Wajah Sienna seketika memerah padam. Rona panas yang luar biasa pekat menjalar dengan cepat dari leher hingga ke ujung telinganya saat ia mendengar perkataan suaminya. Makna terselubung dari ucapan sang tabib seketika terangkai dengan sangat jelas di kepalanya.Lucian sangat bersabar untuk tidak menyentuh Sienna selama beberapa waktu ini hingga Sienna mengira Lucian sudah tidak memikirkannya sama sekali.Tapi binar di mata Lucian saat ini, jelas jauh berbeda dengan pikiran Sienna"Kau... kau menanyakan hal itu pada tabib?!" desis Sienna dengan mata membelalak tak percaya.Tanpa sadar, tangan kecilnya terangkat dan mendaratkan satu pukulan pelan di pundak Lucian. Pukulan itu sama sekali tidak memiliki tenaga, lebih terasa seperti belaian putus asa dari seorang istri yang sedang salah tingkah luar biasa.Menerima pukulan ringan itu, Lucian sama sekali tidak menghindar. Sang Kaisar justru memundurkan kepalanya sedikit dan tertawa pelan. "Tentu saja aku menanyakannya, Sienna." jawab Luci

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 351

    "Lucian." panggil Sienna saat pria itu sedang melepas kemejanya di kamar mereka. "Kau akan mengundang semua bangsawan tanpa terkecuali untuk pesta dansa perayaan kemenangan nanti, kan?"Mendengar nada bicara istrinya yang tidak biasa, Lucian menoleh pelan pada Sienna."Ya. Tentu saja. Undangan resmi dengan segel kekaisaran telah dikirimkan ke setiap kediaman bangsawan, baik di ibu kota maupun di wilayah luar." jawab Lucian tenang, menatap lekat wajah istrinya. "Ada apa, Sienna? Apa yang membuatmu terlihat begitu gelisah, Istriku?"Sienna menghela napas kasar. Ia berdiri mendekat pada Lucian, menatap suaminya dengan kilat mata frustrasi yang tak lagi bisa disembunyikan."Ini tentang Elizabeth." desis Sienna, nada suaranya bergetar menahan amarah yang mendidih. "Dia baru saja menemuiku. Dia meminta izinku untuk kembali ke Duchy Mountford, dan menikah dengan Lord Muda dari Marquesate Faucigny."Kening Lucian seketika berkerut tajam. Wajahnya yang selalu tampak tenang kini berubah serius.

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 350

    Mendapat perlakuan kasar dan dingin dari pria yang selama ini ia anggap sebagai sahabat sekaligus mantan komandannya, Rowan menatap Caesar dengan kening berkerut tajam."Ada apa ini?" tanya Rowan, kebingungan dan rasa frustrasi mulai bercampur aduk. Ia memutar tubuhnya, menghalangi langkah Caesar. "Caesar, kenapa kau bersikap seperti ini? Jika sikap dinginmu ini adalah tentang masalah pelayan Ashford itu... “Yang Mulia Kaisar sendiri mengatakan bahwa namaku sudah dibersihkan. Aku tidak bersalah. Itu murni fitnah dari Lady Alexandria yang dijatuhkan kepadaku!"Rowan menjelaskan hal itu dengan nada mendesak, berharap reputasinya yang telah bersih di mata hukum kekaisaran bisa melembutkan sikap sahabatnya.Mendengar penjelasan Rowan yang masih sangat polos dan tidak memahami inti permasalahan yang sebenarnya, Caesar menatap mantan ksatrianya itu dengan pandangan yang luar biasa dingin. "Aku berharap..." ucap Caesar pelan. "...bahwa itu adalah satu-satunya masalah di antara kita di sin

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 60

    Satu minggu telah hampir berlalu tanpa Sienna sadari. Besok adalah hari pesta teh Duchess Beatrice.Kastil terasa jauh lebih dingin dan sunyi dari biasanya. Duke Lucian tidak ada di sini. Sudah tiga hari pria itu pergi ke perbatasan wilayah untuk menyelesaikan masalah perdagangan di perbatasan wila

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 62

    Suasana di meja itu terasa semakin mencekik seiring berjalannya waktu. Sienna mencoba menyentuh cangkirnya tehnya setenang mungkin, namun tangannya sedikit gemetar. Sienna sudah pernah hadir di acara minum teh wanita bangsawan sebelumnya.Tapi kali ini, tekanan yang ia rasakan begitu memebani dadan

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 66

    Anna membalikkan badannya dengan kaku, jantungnya berdegup begitu keras hingga dadanya terasa sakit.Di ambang pintu, Marta berdiri dengan tatapan tajam. Pelayan itu tidak langsung masuk, hanya mematung di sana dengan satu alis terangkat."Apa yang sedang kau lakukan di meja itu?" tanya Marta, suar

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 65

    "LUCIAN!"Bentakan Beatrice memenuhi ruangan, memantul di dinding-dinding batu yang dingin. Wajah Duchess yang biasanya anggun kini merah padam menahan amarah. Dadanya naik turun dengan cepat."Apa kau sadar apa yang baru saja kau katakan?" desis Beatrice, suaranya bergetar antara murka dan rasa ma

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status