MasukArjuna Barathawardana memiliki trauma masa lalu. Perceraian serta pengkhianatan mendiang ayahnya, membuat pria itu tak mempercayai cinta sejati. Namun demi perebutan tahta, Arjuna mengajak Anjani Samitha menjalin pernikahan bisnis untuk mendapatkan aset keluarga Barathawardana, lalu menyingkirkan adik serta ibu tirinya. Di sisi lain, demi melunasi hutang mendiang kedua orangtuanya. Anjani menerima tawaran itu tanpa ragu. Sebab, Anjani menyukai pria itu sejak pandangan pertama. Dengan masa lalu yang tak diketahui gadis itu, serta trauma yang sulit dilupakan Arjuna, akankah keduanya bisa berdamai dengan masa lalu dan hidup saling mencintai?
Lihat lebih banyak“Bukankah ini akhir yang kau inginkan?”
Gadis itu berdiri dihadapan seseorang yang sejak tadi diam membisu. Suasana yang tercipta saat itu terlihat sangat menegangkan. Bahkan ia tak mencoba menuntut jawaban dari pria tersebut. Ia tertunduk. Menyembunyikan air matanya yang mulai mengambang. Yups! Mereka berhadapan namun tidak saling memandang. Tepatnya, gadis itu tak berani memandang wajah pria dihadapannya.
“Aku tidak sanggup terus bertahan,” ujarnya lirih. “Ini semua kesalahan yang seharusnya tidak pernah aku mulai sebelumnya,” lanjutnya dengan perasaan berkecamuk.
Sebuah ruangan yang disebut kamar, kini menjadi saksi bisu ucapan itu.
Hening.
Tetap tak ada sahutan dari pria disana. Di detik berikutnya, sebuah cincin dikembalikan kepada sang pemilik. Anjani. Ukiran nama yang tertulis di dalam cincin tersebut. Ia meraih tangan pria itu, lalu meletakan cincin diatas telapak tangan yang terlihat lebih besar dari tangannya.
Pria itu bergeming. Raut wajahnya samar-samar terlihat kecewa. Namun, kekecewaan itu tak mampu ia ekspresikan.
“Terima kasih atas waktumu selama ini.”
Anjani mundur sebelum akhirnya ia berbalik meninggalkan pria yang masih terdiam. Terlihat bagaimana ia mencoba menggerakkan rahangnya untuk memanggil gadis itu, namun ia tak mampu melakukannya.
Rasa sesal menghampiri. Hatinya kini menjerit melihat sosok gadis itu hilang dari pandangannya. Sesaat setelahnya pintu pun tertutup otomatis.
Clek.
***
Di tengah perbincangan yang santai, ketiga gadis yang saling bersahabat mulai mengarah pada Anjani. Salah satunya, Naomi. Setelah Raina tertidur di stroller, Naomi tak henti mengamati kedekatan Sadewa dan Chayra di sisi tembok yang sedang mereka warnai. Meski gadis cilik di hadapannya itu sangat terlihat tenang dan fokus terhadap aktivitasnya, tapi Sadewa sesekali menggoda dengan menggores tinta ke pipinya.“Sadewa!”Suster dari keluarga Hoover pun menenangkan sang majikan, ia berlutut dan mengelus dada gadis cilik tersebut.Naomi dibuat penasaran dengan kedekatan itu. Tak sekali dua kali pula Kris mengatakan tentang perjodohan keluarga Barathawardana dan Hoover.“Jadi, benar?”Naomi mencondongkan tubuhnya seraya bertanya pelan. Sementara Kayla hanya mengamati kedua orang yang sudah
“Sadewa apa yang kau lakukan! Kembalikan!”Seorang gadis cilik bermata biru mengerang kesal ketika anak laki-laki itu mengambil boneka dari tangannya lalu berlari mengelilingi ruangan tersebut. Wajahnya begitu bahagia mengerjai gadis sebaya yang rambutnya dikuncir dua.“Sadewa ….”Sang ibu yang tengah membantu bibi Sri di dapur mengingatkan dengan datar. Sementara ayah mereka tengah berdiskusi di ruang tamu. Ketika kedua anak itu saling berlari dan terus kejar mengejar melewati Arjuna dan Jarvis, senyum terbit diantara pria dewasa disana.Arjuna berhasil menangkap Sadewa yang melewati jalan kosong di hadapannya.“Hap! Tertangkap!” seru Arjuna.Sementara Chayra merajuk diatas pangkuan sang ayah.“Ayah ….”“Tidak apa-apa, Sayang. Sadewa hanya ingin bermain denganmu.”“Sadewa, kau tidak boleh seperti itu, ya, Nak.”Anjani yang baru
“Berjanjilah untuk bersikap hangat padaku ….”Di tengah nafas yang memburu, mata mereka saling memandang lekat.“Ya, aku berjanji!”Tak lama kemudian, Rama pun melanjutkan ciuman panas mereka. Bibir saling bertaut dibersamai saliva yang bertukar hangat membuat hasrat mereka kian membara. Rama tak lagi ingat bahwa ia takut akan sebuah komitmen. Gejolak primitifnya kian membara, membuat dirinya tak bisa mengendalikan naluri yang terus membawanya jauh. Mereka menyatu dengan cepat bersama suara indah yang menusuk ke telinga. Lambat laun, Kayla mulai merasa bahwa ia pun tak bisa menolak permainan itu. Jemarinya menyusuri kulit punggung sang pria, sesekali tanpa sadar ia mencakarnya kuat.“Ah!”Rama terus bergerak dengan tempo yang cepat seraya menciuminya tanpa ampun.“Hmmmmmp!”“I gonna crazy because of you, Kay ….”Di tengah desakan yang kian memunc
Kayla melangkah dengan tergesa ketika lift telah mengantarkannya ke lantai dasar. Ia gegas melangkah dengan tergesa. Beberapa pegawai yang melihatnya langsung menundukkan kepala seraya menghormati. Ketika berhasil melewati pintu lobi yang berputar dan hampir menarik handle pintu mobil yang terparkir disana, seseorang menahan jemarinya.“Biar aku antar,” ucap pria itu.Kayla menatap tangannya yang hangat dalam genggaman. Lalu, ia menatap pria itu dengan dalam. Sungguh! Ingin rasanya ia mencaci. Namun, ia tak mampu lakukan itu. Faktanya gengsi wanita memang lebih besar. Dan Kayla, menyingkirkan genggaman itu dengan tangannya yang lain.“Tidak perlu.”Gadis itu hendak menarik kembali handle pintu tersebut. Namun, lagi-lagi tertahan.“Jangan keras kepala!”“Tsk!”Kayla berdecih sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.“Jangan sok peduli!”






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak