공유

Sembunyi, Duke! Suamiku Datang
Sembunyi, Duke! Suamiku Datang
작가: A Yunisa

1- Layani Duke!

작가: A Yunisa
last update 게시일: 2026-07-14 06:16:44

"Jangan di sini... Duke. Kalau suamiku melihat..."

Aku berusaha menjauh, tetapi lengannya yang melingkar di pinggangku justru menarikku kembali hingga tubuh kami nyaris tak menyisakan jarak.

"Biarkan dia lihat."

"Tapi—"

Kalimat itu terputus saat dahiku bersandar di dadanya. Napasku masih belum teratur, sementara jemariku tanpa sadar menggenggam erat kerah kemejanya yang kusut.

Ia menunduk, menatapku begitu lama. Tatapan itu seharusnya membuatku mundur. Namun, entah mengapa, aku justru kehilangan keberanian untuk melepaskan diri.

Di balik pintu kamar yang tertutup rapat, hanya ada kami berdua. Dan di saat itulah aku menyadari aku telah jatuh cinta pada pria yang paling tidak boleh kucintai.

***

"Dia hanya akan menjadi selir. Ana, berhentilah merajuk."

Anastasia—Baroness Silas perlahan membuka matanya, berusaha menerima kenyataan yang baru saja didengarnya. Di atas meja, selembar surat izin pengangkatan selir terbentang rapi, menunggu tanda tangannya.

Tatapannya beralih kepada pria yang berdiri di hadapannya Baron Jasper Silas—suaminya. Pria itu merangkul seorang wanita yang wajahnya tampak pucat dan lemah. Mantan pelayanya, Mary.

Butuh waktu beberapa saat bagi Anastasia untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Pelayan yang menghilang tanpa kabar selama satu tahun itu ternyata ikut bersama Jasper ke medan perang. Dan kini, tepat di hari kepulangan suaminya, wanita itu kembali dan mengangdung benih Silas.

Anastasia tertawa dan terdengar lebih menyedihkan daripada tangisan.

"Aku menunggumu selama satu tahun, Jasper." Suaranya bergetar. "Kau meninggalkanku dialtar karena perang, lalu pulang membawa wanita yang mengandung anakmu... dan sekarang kau memaksaku menandatangani surat izin selir ini?"

Ekspresi Jasper tetap datar.

"Aku tidak ingin anakku dicap sebagai anak haram, Ana." Tatapannya dingin. "Jaga ucapanmu."

Anastasia menundukkan kepala. Ada begitu banyak pertanyaan yang ingin ia lontarkan, tetapi melihat sikap Jasper, ia tahu semua itu tidak akan mengubah apa pun.

Tiga tahun mereka adalah pasangan kekasih, satu tahun menjalani pernikahan. Rupanya, janji seumur hidup yang dulu diucapkan Jasper hanya bertahan selama empat tahun.

"Cepat tanda tangani." Jasper mengetukkan jarinya ke atas meja. "Aku tidak punya banyak waktu. Duke sedang menunggu di luar."

Anastasia mengangkat wajahnya perlahan.

"Masalah kita belum selesai, Jasper." Suaranya kini jauh lebih tenang. "Dan kau bahkan akan menyembunyikan seorang buronan perang di kastil ini?"

"Dia Duke Eckart. Sekaligus sepupuku." Jasper mengembuskan napas pendek. "Dan jangan lupa, kastil ini memang miliknya."

"Tapi dia sedang diburu oleh Kekaisaran."

"Itu bukan urusanmu." Jasper mulai kehilangan kesabaran. "Sekarang pilih. Tanda tangani surat itu... atau kita bercerai."

Bibir Anastasia terbuka, hendak membalas. Namun sebelum satu kata pun sempat keluar, pintu ruang kerja didorong hingga terbuka. Seorang pria bertubuh tinggi melangkah masuk tanpa tergesa. Kehadirannya saja sudah cukup membuat suasana ruangan berubah.

Jasper yang sejak tadi bersikap angkuh langsung menundukkan kepala. Mary ikut membungkuk dengan gugup.

"Mau sampai kapan kalian membuatku menunggu?" suara pria itu terdengar rendah, tetapi cukup untuk membuat siapa pun menahan napas.

"Maaf, Sepupu," ujar Jasper cepat. "Ada sedikit masalah."

Barulah Anastasia memberanikan diri mengangkat pandangannya, ia melihat wajah pria yang beberapa hari terakhir menjadi bahan pembicaraan seluruh kekaisaran.

Lior Frederick Eckart. Seorang duke yang pernah dielu-elukan sebagai pahlawan perang. Dan kini namanya tercatat sebagai buronan yang sedang diburu langsung oleh Kaisar.

"Aku tidak peduli dengan masalah rumah tanggamu." Suara Lior terdengar dingin, nyaris tanpa emosi.

Jasper langsung terdiam. Mary yang sejak tadi bersembunyi di balik punggungnya ikut menahan napas, sementara Anastasia tanpa sadar menelan ludah. Matanya beralih sekilas ke arah Jasper, menunggu bagaimana pria itu akan menanggapi.

Lior melangkah beberapa langkah mendekat. Sorot matanya yang tajam menyapu ketiganya sebelum kembali berhenti pada Jasper.

"Aku tidak akan mengulanginya untuk kedua kali." Nada suaranya tetap datar, tetapi justru terdengar semakin mengintimidasi. "Cepat selesaikan urusanmu atau tak seorang pun di kastil ini akan selamat."

Ancaman itu membuat ruangan seketika membeku. Jasper mengepalkan rahangnya. Mary menundukkan kepala dengan wajah pucat, sedangkan Anastasia hanya bisa berdiri mematung, merasakan hawa dingin yang memenuhi seluruh ruangan.

Beberapa saat kemudian, Jasper menghela napas pelan sebelum menoleh kepada Anastasia.

"Kita lanjutkan pembicaraan ini nanti."

Tatapannya berubah dingin, seolah persoalan mereka bisa ditunda kapan saja.

"Sekarang..." ucapnya singkat. "Layani Duke."

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   81- Ingin Mendengar Semuanya.

    Lior turun dari kereta dan Anastasia hanya bisa menatap punggungnya beberapa saat. Ia kemudian menarik napas panjang dan mengikuti pria itu turun.Entah apa sebenarnya isi perjanjian antara Lior dan Ansel. Anastasia mulai merasa bahwa pernikahannya dengan Jasper mungkin hanyalah sebagian kecil dari permainan yang jauh lebih besar.Dan tanpa ia sadari, dirinya telah berdiri tepat di tengah-tengahnya.Pertemuan itu akhirnya terjadi di salah satu ruang pribadi milik keluarga Korvath yang berada tidak jauh dari pusat kota. Tempat tersebut sengaja dipilih Ansel karena lebih sepi dan tidak banyak orang yang mengetahui keberadaannya. Bahkan para pelayan yang berada di bangunan itu hanya orang-orang yang sudah lama bekerja untuk keluarga Korvath dan dapat dipercaya.Namun, begitu Anastasia membuka pintu dan masuk bersama Lior, suasana ruangan langsung berubah.Ansel yang sedang berdiri di belakang meja kerjanya mengangkat wajah. Ia awalnya hanya melihat Anastasia dan mengira adiknya datang s

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   80- Rencana Mendadak.

    Anastasia sudah lebih dulu berada di dalam kereta ketika Stevi akhirnya ikut naik. Karena kereta itu memang disiapkan untuk perjalanan Anastasia dan tidak mungkin menyiapkan kereta lain hanya untuk seorang pelayan, Stevi tidak punya pilihan selain ikut dalam kereta yang sama. Ia segera duduk di samping Anastasia, sementara Lior tetap berada di bangku yang berseberangan dengan mereka.Stevi sempat melirik Lior dengan canggung sebelum menundukkan kepala. Jelas gadis itu masih merasa aneh karena tiba-tiba harus berada dalam satu kereta dengan Duke yang selama ini hanya berani ia lihat dari jauh.Anastasia sendiri juga merasa sedikit tidak nyaman. Ia menatap Lior,"Yang Mulia, karena Anda tiba-tiba memutuskan untuk ikut, saya harap Anda tidak keberatan jika Stevi tetap berada di dalam kereta."Lior mengalihkan pandangan kepada Stevi yang duduk di samping Anastasia. Ia tidak menunjukkan keberatan sedikit pun."Tidak masalah."Jawabannya singkat dan tenang.Anastasia mengangguk. "Terima kas

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   79- Ikut Pergi.

    Jasper tidak menjawab. Anastasia pun berbalik dan pergi menuju ruang makan. Langkahnya tetap tenang, seolah percakapan mereka memang sudah selesai.Jasper masih berdiri di lorong, memperhatikan punggung Anastasia hingga menghilang. Tangannya mengepal, tetapi kali ini bukan karena marah. Untuk pertama kalinya, ia mulai merasa khawatir.Selama ini, Jasper yakin Anastasia akan selalu bertahan. Namun wanita itu sudah tidak seperti dulu. Ia tidak lagi memohon, menangis, atau takut kehilangan pernikahan mereka. Bahkan ancaman perceraian tadi terdengar seperti keputusan yang benar-benar sudah dipikirkannya.Sementara itu, Anastasia duduk di ruang makan dan meminta teh seperti biasa. Tangannya memang sedikit dingin, tetapi wajahnya tetap tenang, ia merasa telah mengatakan apa yang seharusnya dikatakannya sejak awal. Jika Jasper kembali melewati batas, kali ini Anastasia tidak akan hanya mengancam.Ia benar-benar akan pergi.***Siang itu, setelah menyelesaikan beberapa urusan di dalam kastil,

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   78- Gugatan Perceraian.

    Setelah mengatakan itu, Anastasia kembali melangkahkan kakinya menuju ruang makan. Ia tidak mempercepat langkah, juga tidak menoleh lagi. Seolah-olah percakapan dengan Jasper telah selesai dan tidak ada alasan baginya untuk berdiri lebih lama di lorong itu.Namun baru beberapa langkah, suara Jasper kembali terdengar dari belakang."Ana."Anastasia berhenti. Ia menutup mata sejenak sebelum berbalik. Wajahnya tetap tenang ketika menatap Jasper yang masih berdiri di tempat yang sama. Pria itu tampak jauh lebih tegang dibandingkan beberapa saat sebelumnya. Tangannya masih mengepal di sisi tubuhnya, sementara rahangnya mengeras menahan amarah."Apa lagi?""Kau benar-benar akan terus bersikap seperti ini kepadaku?"Anastasia menatapnya tanpa ekspresi."Seperti apa?""Seolah-olah aku bukan suamimu."Anastasia terdiam beberapa detik. Lalu ia menarik napas perlahan."Karena kau sendiri yang membuatku sulit menganggapmu sebagai suami."Jasper mengeraskan rahangnya."Aku sudah mengatakan bahwa a

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   77- Hubungan Di Atas Kertas.

    Stevi mengangguk."Baik."Anastasia kembali menatap surat dari Ansel yang masih berada di atas meja. Besok ia harus pergi, dan apa pun yang menunggunya di luar sana mungkin akan mengubah banyak hal, ia hanya bisa berharap rencana Stevi tidak berubah menjadi masalah baru sebelum ia sempat bertemu dengan kakaknya.Sementara di luar kamar, suara langkah pelayan masih terdengar samar di sepanjang koridor kastil. Tidak seorang pun tahu bahwa di balik pintu itu, Anastasia sedang mempersiapkan sesuatu yang harus dilakukan secara diam-diam.I mulai merasa bahwa masalah yang dihadapinya tidak lagi hanya tentang Jasper dan Mary. Ada sesuatu yang jauh lebih besar sedang bergerak di belakang semua ini.***Pagi itu, Anastasia baru saja keluar dari kamarnya ketika ia bertemu Jasper di lorong menuju ruang makan. Ia sebenarnya tidak ingin berlama-lama berada di sana. Setelah malam yang melelahkan, ia hanya ingin sarapan dengan tenang lalu menjalani hari seperti biasa. Namun, langkahnya terhenti keti

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   76- Sedikit Pelajaran.

    Anastasia akhirnya berdiri. Ia tidak mengatakan apa-apa lagi kepada Lior. Ia hanya merapikan ujung gaunnya, menundukkan kepala sebagai tanda hormat, lalu meninggalkan meja makan. Malam itu, ia tidak peduli apakah Lior masih ingin berbicara dengannya atau tidak. Rasanya ia sudah terlalu lelah untuk memikirkan semuanya.Begitu keluar dari Paviliun Barat, Anastasia berjalan kembali menuju kastil dengan langkah pelan. Udara malam terasa dingin, tetapi kepalanya justru terasa semakin penuh. Perkataan Lior terus terngiang di benaknya, begitu pula kejadian beberapa jam sebelumnya. Jasper, perceraian, Mary, keluarganya, bahkan pertanyaan tentang Lior yang belum juga mampu ia jawab. Semuanya datang bersamaan hingga Anastasia tidak ingin memikirkan satu pun.Sesampainya di kamar, ia langsung masuk dan menutup pintu. Anastasia berdiri beberapa saat di tengah ruangan tanpa melakukan apa-apa. Tatapannya kosong, seolah tubuhnya sudah berada di sana, tetapi pikirannya masih tertinggal jauh di belaka

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status