Share

Bab 44

Author: Ratu As
last update Last Updated: 2026-01-12 06:35:32

Tidak ada supir yang mengantarkan obat alergi hingga sore. Dan anehnya Rey juga tidak merasakan ada yang bereaksi dalam tubuhnya. Anara mungkin menipunya!

Wanita itu benar-benar susah ditebak dan menjengkelkan.

***

Rey tidak melihat Anara sejak tadi meski dia pulang lebih awal. Dia juga tidak melihat Zavi bermain di ruang tengah. Mereka berdua ada di kamar sejak tadi.

Rey yang baru menghabiskan makan malamnya sendiri berniat ke kamar Zavi.

Terdengar suara cekikikan dari dalam.

"Mama, bagaimana jika kita buat Ayah jadi monster jahatnya? Peran itu sangat cocok untuknya."

Tawa Anara pecah. "Boleh juga. Baiklah Mama akan gambar Monster Rey-Rey, wajahnya mirip Ayah Rey dengan badan laba-laba bagaimana?"

Zavi mengangguk antusias.

"Mama tambahkan ekor kalajengking di belakang! Monsternya akan terlihat makin menakutkan!"

Tangan Anara lincah menggoreskan pensil di atas buku gambar.

Rey dari pintu yang sedikit terbuka, menebak-nebak apa yang sedang keduanya lakukan. Seru sekali. Namun
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 44

    Tidak ada supir yang mengantarkan obat alergi hingga sore. Dan anehnya Rey juga tidak merasakan ada yang bereaksi dalam tubuhnya. Anara mungkin menipunya! Wanita itu benar-benar susah ditebak dan menjengkelkan. *** Rey tidak melihat Anara sejak tadi meski dia pulang lebih awal. Dia juga tidak melihat Zavi bermain di ruang tengah. Mereka berdua ada di kamar sejak tadi. Rey yang baru menghabiskan makan malamnya sendiri berniat ke kamar Zavi. Terdengar suara cekikikan dari dalam."Mama, bagaimana jika kita buat Ayah jadi monster jahatnya? Peran itu sangat cocok untuknya." Tawa Anara pecah. "Boleh juga. Baiklah Mama akan gambar Monster Rey-Rey, wajahnya mirip Ayah Rey dengan badan laba-laba bagaimana?" Zavi mengangguk antusias. "Mama tambahkan ekor kalajengking di belakang! Monsternya akan terlihat makin menakutkan!" Tangan Anara lincah menggoreskan pensil di atas buku gambar. Rey dari pintu yang sedikit terbuka, menebak-nebak apa yang sedang keduanya lakukan. Seru sekali. Namun

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 43

    Sontak saja tanpa panjang lebar Tiara langsung kicep. "Wah, beneran masih muda dan sangat tampan. Rupanya kamu pintar memilih suami, Nara. Kamu sangat beruntung!" Weny kali ini berdecak antusias. Dia ikut senang dan tersenyum semringah, merasa ikut mendapat berkah dari pernikahan Anara. Dia menyikut Tiara. "Kamu harus memberi selamat, bagaimana pun Anara kan keponakanmu." Anara masih menunggu repson wanita paruh baya itu, namun ternyata sikap Tiara tetap angkuh dan tidak mau melunak. "Mana uang untuk melunasi utang ibumu? Tadi kamu bilang akan membayarnya juga kan?" tagih Tiara tanpa tahu malu. Dia mau uangnya tapi enggan bersikap baik. "Tentu saja," Anara tetap tersenyum tidak gentar. Dia mengambil uang cash dari tasnya. Weny dan Tiara sama-sama melihat amplop yang terlihat tebal, lalu satu gepok uang ratusan ribu Anara keluarkan. "Ini lebih dari lima belas juta. Aku bayar lunas hutang ibuku beserta bunganya." Senyum Tiara terbit, matanya melebar, tangannya menodong hendak m

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 42

    "Baiklah. Kalau begitu, Ibu mimpi saja," imbuh Anara dengan senyum manis dan kerlingan penuh arti. Sarah tahu apa maksudnya itu dan dia menggertakkan giginya. Benar apa yang Sarah pikiran, gadis miskin itu sejak awal memang menargetkan Rey! Dia pura-pura baik pada Zavi hanya untuk menarik perhatian putranya. Sungguh sialan, Rey masuk dalam jebakan wanita itu. Tangan Sarah mengepal, dia kesal tapi tidak tahu bagaimana harus melampiaskannya. "Ayah, Anara hanya gadis miskin, tidak berpendidikan, bukan dari keluarga terhormat. Semua yang ada pada dirinya hanya minus! Dia tidak pantas Ayah anggap sebagai cucu menantu, dia tidak pantas untuk Rey!" Erwin bisa melihat raut wajah Sarah yang tidak terima. Erwin berdiri, dia berniat masuk tanpa memedulikan ocehan putrinya. "Ayah tidak dengar? Anara itu--" "Kalau dia tidak pantas untuk Rey, apa menurutmu Rey pantas untuknya? Rey bahkan jauh tidak pantas." "Maksud Ayah apa! Rey punya segalanya!" "Ya. Orang luar akan melih

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 41

    Anara mengusap wajahnya, dia jadi agak ragu tadi benar-benar merasakan ada yang mengecup bibirnya atau tidak? "Zavi, kamu mau apa?" Anara bertanya pada Zavi yang menatapnya polos. "Mau ambil drone," jawab Zavi lalu berlari ke arah ayahnya yang mengambil drone di mobil. "Ayah, sudah siap? Ayo terbangkan!" Rey membawa drone dan remot kontrol, keduanya kembali berjalan menjauh dari Anara yang duduk di tikar dekat mobil. Zavi sangat antusias dengan drone, jadi dia hanya menghiraukan ayahnya saja sekarang. Anara menyentuh bibirnya pelan. Apa dia sedang berhalusinasi? Ingatannya melayang pada malam kelam itu. Belakangan ini dia merasa semakin sensitif dan kerap teringat sentuhan-sentuhan lelaki tersebut. Mungkin karena saat itu matanya tertutup, yang paling jelas tertinggal dalam ingatannya adalah bagaimana lelaki itu menyentuhnya. “Mama, ayo lihat! Ternyata tidak jauh dari sini ada gembala sapi, loh!” teriak Zavi antusias sambil melambaikan tangan, mengajak Anara mendekat.

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 40

    "Zavi, kamu mau punya adik kan?" Erwin iseng bertanya. Zavi menanggapinya antusias. "Mau!" Anak itu lalu mendongak pada Anara. "Mama, ayo punya adik biar Zavi tidak sendiri lagi. Zavi mau ada temennya di rumah." "Zavi, kalo kamu ingin teman, besok Ayah belikan anak ikan. Kamu bisa bermain dan berenang di akuarium bersama. Ayah belikan juga akuarium besar yang ukurannya satu ruangan," celetuk Rey dengan khayalan tidak masuk akalnya. Zavi cemberut, menyipitkan mata pada ayahnya. "Bukan teman seperti itu yang Zavi maksud! Zavi tidak mau berteman dengan anak ikan!" Mendengar celotehan Zavi, Erwin terkekeh. Baginya itu hiburan yang lucu. "Kamu dengar Rey? Teman yang Zavi maksud itu seorang adik. Bukan hewan peliharaan." Rey memalingkan wajah, tersenyum miring dan tidak ingin berpikir lebih. Kakeknya terlalu memaksa, sudah biasa. Dulu saat Rey menikah dengan mantan istrinya pun Erwin langsung menyudutkan Rey agar cepat punya anak. Mantan istrinya Rey dulu tidak butuh

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 39

    Ingin sekali Anara mencekik Rey, andai lelaki itu tidak lagi berguna sudah pasti Anara memilih jadi janda. Tapi mau bagaimana lagi? Rey kan gudang uang, sekali pun sikapnya menyebalkan Anara harus terima itu. "Mama? Mama habis dari mans?" Zavi yang baru bangun mendekat sambil mengucek matanya. "Tangan Mama kenapa?" Zavi lihat luka lecet di lengan Anara. Anak itu cemas. "Ah, ini tadi Mama jatuh. Tidak sengaja, untuk ambilkan Zavi apel. Mau?" Anara menyodorkan satu apel yang berhasil dia amankan. Anara baru menyadari, kulitnya jadi terasa perih. Rey ikut melirik ke arah luka, diam-diam memerhatikan dengan raut tak acuh. Zavi tersenyum haru, meraih apel yang Anara berikan lalu mengenggam tangannya. "Makasih, Mama." "Ayah, Ayah ayo bantu obati Mama!" Anak itu beralih mengguncangkan tangan Rey. "Tidak usah Zavi, hanya lecet sedikit nanti juga sembuh sendiri." Anara mengusap lengannya. "Mama mau mandi dulu." Anara memilih beranjak, dia tidak mau menunggu Zavi yang aka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status