Home / Romansa / Sisi Liar Mematikan! / Bab 4 Aku ingin tubuh Tante

Share

Bab 4 Aku ingin tubuh Tante

Author: Jackie Boyz
last update Last Updated: 2025-06-05 16:53:12

Melihat Mirna terkulai lemas Fardan tersenyum senang.

“Fa, kamu tidak boleh melakukan ini,” Mirna berbisik sambil menelan ludahnya.

“Fardan sayang sama Tante, kapan pun Tante mau, Fardan akan melakukannya untuk Tante, jangan sampai Tante dilecehkan pria lain, Tante,” bisik Fardan pada Mirna.

Mirna tidak tahu lagi, dia terpaksa melakukan itu karena gairahnya terlalu besar dan sulit dikendalikan. Fardan juga menahan Mirna sedemikian rupa sampai Mirna bersedia pasrah menikmati sentuhan jemari Fardan.

Puas menyentuh Mirna, Fardan menarik tangannya dan melepaskan tubuh Mirna dari tahanannya.

“Maaf Fardan tadi sudah lancang,” bisiknya pada Mirna.

“Aku yang salah, aku lupa kalau kamu bukan anak kecil lagi, aku lupa dan memakai baju begini!” Mirna menundukkan wajahnya karena malu,

Fardan segera membawa Mirna ke dalam kamar yang ada di lantai atas.

Sampai di dalam kamar, Fardan menurunkan tubuh Mirna di atas kasur.

Mirna tidak setuju dan terus menggelengkan kepalanya. “Ja-jangan Fa, tadi sudah cukup, Tante malu,” ujar Mirna dengan gugup.

Sensasi itu baru pertama kali Mirna rasakan. Mirna sudah kehilangan kendali.

Saat hari benar-benar gelap, Mirna sudah tertidur pulas dalam dekapan Fardan. Fardan berniat bangun, Mirna tiba-tiba menyentuh pinggang Fardan.

“Mau ke mana? Temani Tante, kamu tidur saja di sini malam ini.” Ujar Mirna pada Fardan.

“Tante sangat cantik, Fardan sangat senang bisa dekat begini sama Tante.” Ujarnya pada Mirna.

“Setelah kamu cukup mapan, kamu bisa menikah dengan wanita lain, jangan mengira aku berniat mengurungmu di rumah ini seumur hidup. Kamu akan bertemu dengan banyak wanita cantik di luar sana, bahkan lebih baik dari Tante.” Tutur Mirna seraya memutar badan menghadap ke arah Fardan.

“Itu yang Tante pikirkan, tapi bagiku hanya Tante yang aku mau, aku sama sekali tidak tertarik untuk mendekati wanita lain! Jangan pernah mendorongku menjauh! Atau aku tidak akan menahan diri lagi!” Fardan menatap kedua mata Mirna dengan tatapan mengancam, menyudutkan dan memaksa Mirna untuk bersedia menuruti perkataan Fardan.

***

Pada keesokan paginya, Fardan sangat terkejut karena dia bangun kesiangan dan masih memeluk tubuh telanjang Mirna di atas kasur dalam kamar Mirna.

“Tante! Tante bangun! Sudah kesiangan aku!” serunya sambil melompat turun dari atas kasur lalu segera memakai bajunya kembali dan berlarian turun dari lantai atas menuju ke kamarnya sendiri.

Mirna mengusap kedua matanya, sekujur tubuhnya terasa sakit karena berhubungan badan habis-habisan dengan Fardan sepanjang malam.

“Aku lelah sekali, Fardan sangat liar sekali kemarin.” Gumamnya sambil mengambil semua pakaian lalu memasukkannya ke dalam keranjang baju kotor.

Setelah mandi dan bersiap-siap Mirna turun ke lantai utama. Fardan sudah berlarian sambil melambaikan tangannya.

“Tante, Fardan naik motor saja! Dadaaa Tante!”

“Fardan! Sarapan dulu!” serunya.

“Nanti saja di kantin sekolah!” sahut Fardan.

Beberapa saat kemudian deru motornya sudah terdengar meninggalkan halaman kediaman Mirna.

Pelayan yang bekerja di rumah Mirna juga tidak curiga atau bertanya-tanya kenapa Fardan turun dari lantai atas. Itu juga bukan pertama kalinya, sejak Fardan tinggal di rumah Mirna Fardan sering tidur di kamar Mirna juga sering membangunkan Mirna di kamar Mirna.

Mirna sarapan dengan tenang sambil memikirkan kejadian kemarin. Mirna mengusap tengkuknya sendiri lalu buru-buru memesan obat anti hamil melalui situs online. Mirna tidak ingin hamil apapun yang terjadi! Dan Mirna juga sudah memikirkannya kalau Fardan tidak mungkin untuk tidak kembali menyetubuhinya setelah kemarin melakukannya habis-habisan sampai Mirna kewalahan tapi juga merasa sangat puas!

***

Sampai di sekolah, Fardan segera masuk ke dalam kelas. Fardan menyelesaikan pelajaran dengan baik dan mengerjakan tugas-tugas dengan hasil sempurna. Fardan memang murid cerdas di kelasnya selama ini.

Pada saat jam istirahat, salah satu gadis cantik di kelasnya mendekati Fardan.

“Fa, tumben kamu telat pagi tadi?” tanya Cika.

“Tanteku nggak bangunin, jadi aku bangun terlambat.”

“Ke kantin yuk? Kamu nggak ke perpustakaan kan siang ini?” tawar Cika pada Fardan.

“Sama Edo juga, ayo Do!” ajak Fardan pada teman sebangkunya.

Edo menurut saja ditarik Fardan. “Kamu nggak tahu Cika pengen makan berdua sama kamu? Malah ngajakin aku, gimana sih?” protes Edo pada Fardan.

“Sudah biarkan saja, aku mau lulus ujian lalu masuk ke perguruan tinggi, lagi mau konsen belajar!” jawabnya dengan sungguh-sungguh.

Edo hanya manggut-manggut sana. Fardan memeluk bahu Edo dan baru melepaskannya setelah mereka tiba di kantin sekolah.

Cika duduk satu meja dengan Fardan dan Edo. “Fa, ada yang mau aku omongin sama kamu,” ucap Cika setelah Fardan memesan makanan di kantin.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sisi Liar Mematikan!   Bab 7 Cinta Sepihak Erlangga Adiyasa

    ‘Cinta bertepuk sebelah tangan’Pertunangan Mirna dengan Erlangga berjalan dengan lancar. Erlangga adalah putra dari keluarga kaya raya, dia memiliki banyak perusahaan di dalam maupun luar negeri. Awalnya Erlangga sengaja mengacaukan saham di perusahaan Mirna dengan begitu Mirna tidak akan memiliki pilihan lain kecuali menuruti keinginan Erlangga.Semenjak menjadi tunangan Erlangga, perusahaan Mirna juga berjalan dengan lancar seperti biasa. Selang lima tahun kemudian, Erlangga yang awalnya Mirna kira hanya bermain-main saja dengannya malah memutuskan untuk menikah dengan Mirna. Sebelumnya Erlangga juga sudah bilang kalau pertunangan mereka bisa dibatalkan kapan saja mengingat Erlangga sudah memiliki wanita lain yang diinginkan. Mirna juga sudah setuju mereka sebelumnya sudah sepakat tidak akan terlibat dalam kehidupan pribadi masing-masing kecuali menyangkut urusan pekerjaan.Keputusan Erlangga untuk berlanjut ke jenjang pernikahan tentu saja membuat Mirna terkejut kare

  • Sisi Liar Mematikan!   Bab 6 Celah begitu besar

    Fardan mendengarnya, nama lawan bicara Mirna di seberang sana adalah Erlangga. Fardan merasa sudah bersalah karena masuk ke dalam kamar Mirna tanpa mengetuk pintu. Dan sekarang sudah terlanjur ketahuan oleh Mirna. Mirna menyibakkan rambut panjangnya yang terurai ke belakang lalu berjalan menuju ke pintu balkon. Ekspresi wajah Mirna tidak terlihat baik-baik saja. Fardan memegangi kue dengan kedua tangannya. “Tante, selamat ulang tahun.” Ujarnya pada Mirna. “Kamu bawa saja kuenya ke lantai bawah, Tante masih sibuk mengurus pekerjaan perusahaan.” Tolak Mirna. Fardan langsung menaruh kue tersebut di meja, lalu memegangi pergelangan tangan Mirna. “Tante marah sama Fardan? Tante kecewa sama Fardan? Katakan salah Fardan di mana?” tanyanya pada Mirna. Mirna menatap Fardan, wajah Fardan terlihat sangat frustasi sekarang. “Tante hanya pengen kamu lulus ujian lalu masuk ke perguruan tinggi! Sudah cukup! Tante nggak punya keinginan lain sama kamu. Maafkan Tante, Tante hanya ingin fokus m

  • Sisi Liar Mematikan!   Bab 5 Salah paham

    “Ya, ngomong saja, ada apa?” tanyanya santai. Edo merasa malu karena seharusnya dia tidak berada di samping Fardan ketika Cika ingin bicara empat mata dengan Fardan. “Nanti setelah pulang sekolah, agak sorean aku ke rumah kamu ya?” tanyanya pada Fardan. “Ke rumahku? Kamu tahu aku nggak tinggal di rumah lama, aku sekarang tinggal sama Tanteku,” keluh Fardan. Fardan selalu tidak nyaman ketika harus membawa teman pulang ke rumah Mirna, Fardan hanya cemas kalau ketenangan Mirna sampai terganggu. “Ya, aku tahu, aku cuma pengen kamu bantuin aku selesaikan tugas, aku nggak ngerti caRanya. Aku juga sudah minta izin sama Papa dan Mamaku, mereka kasih izin kok!” tuturnya dengan serius. Fardan menghela napas panjang. Fardan tahu kenapa kedua orangtuanya Cika memberikan izin, pertama mereka tahu kalau Fardan merupakan murid dengan nilai tertinggi di sekolahnya. Fardan cerdas, lugas, tegas, dan sopan. Fardan juga ketua osis. Tidak hanya Cika yang tertarik untuk mendekati dan menyatakan p

  • Sisi Liar Mematikan!   Bab 4 Aku ingin tubuh Tante

    Melihat Mirna terkulai lemas Fardan tersenyum senang. “Fa, kamu tidak boleh melakukan ini,” Mirna berbisik sambil menelan ludahnya. “Fardan sayang sama Tante, kapan pun Tante mau, Fardan akan melakukannya untuk Tante, jangan sampai Tante dilecehkan pria lain, Tante,” bisik Fardan pada Mirna. Mirna tidak tahu lagi, dia terpaksa melakukan itu karena gairahnya terlalu besar dan sulit dikendalikan. Fardan juga menahan Mirna sedemikian rupa sampai Mirna bersedia pasrah menikmati sentuhan jemari Fardan. Puas menyentuh Mirna, Fardan menarik tangannya dan melepaskan tubuh Mirna dari tahanannya. “Maaf Fardan tadi sudah lancang,” bisiknya pada Mirna. “Aku yang salah, aku lupa kalau kamu bukan anak kecil lagi, aku lupa dan memakai baju begini!” Mirna menundukkan wajahnya karena malu, Fardan segera membawa Mirna ke dalam kamar yang ada di lantai atas. Sampai di dalam kamar, Fardan menurunkan tubuh Mirna di atas kasur. Mirna tidak setuju dan terus menggelengkan kepalanya. “J

  • Sisi Liar Mematikan!   Bab 3 Saling Memenuhi Gairah satu sama lain

    “Tante tidak usah khawatir, aku sudah besar, kalau lapar pasti aku akan makan.” Jawab Fardan sekenanya. Awalnya Fardan tadi ingin melakukan lebih jauh tapi dia merasa Mirna begitu mudah dia kalahkan jadi Fardan menahan diri dan membiarkan Mirna lepas dari tahanannya. “Ya, tapi kalau kamu nggak makan, atau telat makan nanti kamu bisa sakit! Tante nggak mau kamu sampai nggak masuk sekolah, apalagi sebentar lagi ujian!” lanjut Mirna. “Tante kalau terlalu perhatian sama Fardan, Fardan bisa salah paham.” Pancing Fardan. “Ngomong apa sih kamu? Sudah jelas Mama dan Papa kamu yang menitipkanmu sama Tante, jadi Tante harus menjagamu dengan baik.” Elak Mirna. “Kamu cepatlah makan!” perintah Mirna lagi. Fardan tersenyum lalu menatap penampilan dirinya sendiri. “Dengan tubuh telanjang begini?” tanya Fardan pada Mirna. “Pakai baju dulu.” Jawab Mirna dengan wajah memerah. Sikap Mirna yang lembut dan mendominasi sebagai wanita yang membuat Fardan tertarik sekaligus menjadi sosok penggan

  • Sisi Liar Mematikan!   Bab 2 Menggoda Tante Mirna

    *** Pada siang hari, Mirna pergi meeting dengan klien. Semua urusannya berjalan dengan lancar, Mirna merasa lega. Setelah itu setelah pekerjaannya selesai sore hari Mirna kembali ke rumah. Ketika tiba di rumah, Mirna membawa mobilnya masuk dilihatnya motor Fardan berada di garasi. Biasanya Fardan pergi ke rumah temannya untuk mengerjakan tugas sekolah bersama, apalagi sudah mendekati ujian kelulusan Fardan juga sibuk belajar. Mirna berjalan masuk ke dalam rumah, dilihatnya Fardan duduk tertidur di sofa ruang tengah, Fardan masih menggenggam buku di tangannya. Mirna berjalan mendekatinya lalu mengambil buku dari genggaman tangan Fardan. Mirna juga mengambil selimut untuk menyelimutinya, ketika membungkuk menyelimuti Fardan tiba-tiba Fardan menggenggam pergelangan tangan Mirna dan menariknya rebah tidur di sofa bersamanya. Mirna awalnya terkejut dan menggeliat dari pelukan Fardan tapi begitu mendengar Fardan memanggil-manggil Mamanya, Mirna tidak menggeliat dan membiarkan Fard

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status