Suamiku Berpura-pura Miskin Demi Menceraikanku

Suamiku Berpura-pura Miskin Demi Menceraikanku

last update最終更新日 : 2026-10-07
作家:  EVENINGPAGEたった今更新されました
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
評価が足りません
6チャプター
21ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Drama

Novel Ringan

Dewasa

Pria Dingin

Benci jadi Cinta

Desa

Prisha Chayana Aurelie (24 Tahun) kehilangan segalanya dalam semalam. Ayahnya meninggal setelah dikhianati rekan bisnisnya, perusahaan keluarganya bangkrut, dan seluruh harta mereka disita. Orang-orang yang dahulu mengaku sebagai keluarga dan sahabat pun perlahan menghilang. Tidak memiliki tempat lain untuk dituju, Prisha terpaksa mengikuti ibunya kembali ke kampung halaman ibunya yang sudah ditinggalkan bertahun-tahun lamanya. Sayangnya, keluarga dari pihak ibunya juga tidak menerima baik kehadiran mereka dan menganggap Prisha dan ibunya adalah beban. Seolah semua itu belum cukup, sebuah kesialan menjerumuskan Prisha ke dalam skandal bersama Arya Pramana Kusuma (30 Tahun), pewaris keluarga paling terpandang di desa. Demi menjaga nama baik kedua keluarga, mereka dipaksa menikah. Bagi Prisha, Arya hanyalah pria kasar dan menyebalkan yang hidup sederhana. Ia tidak tahu bahwa suaminya memiliki kekayaan yang sengaja disembunyikan. Sementara bagi Arya, Prisha tidak berbeda dari ibu kandung gadis itu dan ibu tirinya, dua wanita yang telah menghancurkan orang-orang yang paling ia sayangi karena menganggap uang lebih berharga daripada cinta dan kesetiaan. Yakin Prisha juga sama saja dengan keduanya dan menikahinya demi harta, Arya memilih berpura-pura miskin dan membuat kehidupan rumah tangga mereka sesulit mungkin. Ia hanya menginginkan satu hal: membuat Prisha menyerah dan meminta cerai. Namun, Prisha bertahan bukan karena menginginkan harta Arya. Ia bertahan karena tidak lagi memiliki tempat untuk pulang. Jika Arya ingin mengusirnya, pria itu harus berusaha lebih keras. Sebab, di balik sifat manjanya, Prisha masih memiliki harga diri yang tidak mudah diinjak. Akankah prasangka Arya terbukti bahwa Prisha sama seperti wanita-wanita yang dibencinya? Ataukah prasangkanya justru akan menghancurkan satu-satunya kesempatan mereka untuk menemukan kebahagiaan?

もっと見る

第1話

Chapter 1 - Pernikahan Yang Tidak Diinginkan

“Ma, jangan pergi dulu.”

Prisha mencengkeram tangan mamanya ketika hendak menuruni teras rumah kayu yang mulai hari ini, harus ia sebut sebagai rumahnya.

“Prisha, lepas. Itu Pakde Karyo sudah nungguin Mama.” Lestari berusaha melepaskan cengkraman putrinya.

“Kalau gitu aku ikut. Aku ikut Mama pulang ya. Nggak apa-apa. Aku nggak akan protes apapun lagi. Biarpun Bulik Ratna nggak suka kehadiran kita disana, aku bisa tahan. Asal jangan tinggalin aku disini.” Prisha kembali membujuk mamanya sembari melirik pria yang juga sama menatapnya dengan tajam dari ambang pintu rumah.

Prisha bergidik ngeri. Membayangkan dirinya harus tinggal berdua dengan lelaki berperangai kasar itu saja sudah membuat bulu kuduknya meremang. Cengkeraman Arya di pergelangan tangannya malam itu bahkan masih menyisakan bekas kemerahan. Belum lagi ciuman kasar lelaki itu yang—

“Aaakh!”

Prisha buru-buru menggelengkan kepala, berusaha mengusir bayangan tersebut. Kenapa juga ia malah mengingat kejadian yang menjerumuskannya pada situasi yang menyulitkannya seperti sekarang ini?

"Sudah, jangan seperti anak kecil. Ingat, kamu itu sekarang sudah menikah, Prisha."

Diingatkan seperti itu malah membuat Prisha bertambah kesal. "Ini semua gara-gara Mama. Udah kubilang aku nggak mau nikah tapi Mama yang maksa aku."

"Anak bodoh ini!” Lestari menjentikkan jarinya ke kening putrinya. “Kamu itu seharusnya senang, bukan malah terus merengek seperti ini.”

Prisha mengusap keningnya sambil mengerutkan wajah. “Senang apanya, Ma? Aku dipaksa menikah dengan orang yang bahkan nggak kukenal sama sekali.”

Lestari mendekat dan kembali mengecilkan suaranya, agar ucapannya tidak dapat terdengar jelas oleh Arya dan Pakde Karyo. “Kamu pikir semua orang bisa seberuntung kamu? Setelah kehilangan semuanya, tiba-tiba Tuhan memberikan jalan keluar?”

Prisha menatap mamanya tidak percaya. Bisa-bisanya skandal yang menimpa putrinya terpergok berduaan bersama laki-laki asing dalam keadaan memalukan lalu berakhir dinikahkan dianggap sebagai sebuah keberuntungan.

“Menikah dengan dia Mama sebut keberuntungan?”

Lestari melirik Arya sekilas sebelum kembali menatap putrinya. “Dengerin Mama ya Prisha. Ayah suamimu itu tuan tanah di desa ini. Tanah dan perkebunannya ada di mana-mana. Mereka itu orang sugih. Bahkan saat Mama kecil dulu, mereka sudah bisa membeli sepeda, motor dan mobil yang bahkan orang kampung sini nggak pernah bayangin bentuknya kendaraan itu seperti apa. Coba bayangkan betapa kayanya suamimu itu sekarang."

Prisha mengembuskan napas lelah. “Yang kaya ayahnya, bukan dia. Mama nggak liat rumah yang akan ku tinggali ini?”

Prisha mendongak ke arah rumah kayu berkolong rendah di hadapannya. Tiga anak tangga menjadi satu-satunya jalan menuju teras sempit yang papan-papannya telah menggelap dimakan usia. Dalam bayangan paling buruknya sekalipun, Prisha tidak pernah membayangkan akan hidup di rumah seperti ini.

“Tidak mungkin dia membiarkanmu tinggal disini. Percaya sama Mama. Dari yang mama dengar, Arya memang sedang ada masalah dengan keluarga ayahnya. Dia tidak menyukai ibu tirinya yang pernah menjadi selingkuhan ayahnya semasa ibunya masih hidup. Karena itu dia tidak pernah sudi tinggal satu atap dengan istri baru ayahnya."

Lestari menggenggam erat tangan anaknya. "Tapi tenang saja. Kamu tetap akan hidup makmur bersama Arya. Mama ini meskipun sudah lama pergi dari kampung dan sudah banyak yang berbeda dari yang mama ingat dulu. Tapi mama tahu satu hal yang tidak berubah adalah kekayaan keluarga Pak Surya. Dan Arya, dia tetap anaknya Pak Surya. Putra satu-satunya. Dia tidak memiliki anak dengan istri keduanya. Semua kekayaan milik Pak Surya akan beralih kepada Arya."

Lestari menarik tangan Prisha agar semakin dekat dengannya. Volume suaranya ia kecilkan lebih dari sebelumnya agar Arya benar-benar tidak bisa mendengar apa yang akan ia ucapkan selanjutnya. "Kamu tahu kenapa kamu bisa ada di situasi sekarang? Itu karena ibu tirinya yang merencanakan semua ini."

"Maksud mama apa?"

"Ibu tirinya sengaja menaruh obat diminuman Arya untuk ngejebak suami kamu itu. Dia lalu menyuruh keponakannya untuk ngerayu Arya. Tapi namanya niat jahat nggak akan bisa berakhir baik. Malah kamu yang kedapatan untungnya terjebak bersama Arya."

Prisha memutar bola matanya mendengar ucapan sang Mama. "Mama sama aja niat Mama juga sama jahatnya. Numbalin anak sendiri."

"Jahat apanya? Mama dari awal nggak ada niat apa-apa. Cuma ya kalau Tuhan ngasih jalan, kenapa nggak Mama ambil?"

"Itu bukan Tuhan yang ngasih jalan, Ma. Tapi iblis. Sekarang putri Mama yang Mama jebak di sini."

"Siapa yang menjebakmu, hah? Memangnya Mama yang menyuruhmu kabur dari rumah Mbah Uti? Memangnya Mama juga yang membuatmu kehujanan dan berakhir bersama Arya dan dipergoki Pak Dusun?”

"Ya tapi tetap saja. Kalau Mama nggak setuju usulan ayahnya Arya, aku juga nggak perlu menikah sama dia."

"Dan berakhir jadi omongan satu kampung kalau kamu hamil anaknya Arya nanti."

"Nggak akan, Ma. Aku dan Arya nggak ngapa-ngapain." Prisha membantah dengan cepat.

Lestari menatap tidak percaya pada putrinya. "Oh, ya?"

"Ya maksudnya nggak sampai sejauh itu. Kami hanya­–"

"Tidak usah dibujuk untuk tinggal disini. Kalau dia ingin pergi, bawa kembali saja."

Suara Arya membuat percakapan ibu dan anak itu berhenti. Lestari tersenyum menatap menantunya itu.

“Tidak kok, Nak Arya. Prisha sejak dulu memang manja dan tidak pernah berpisah dari Mama. Tapi sekarang dia sudah menjadi istrimu. Lama-lama juga dia akan terbiasa tinggal di sini.”

“Aku nggak akan terbiasa, Ma," sergah Prisha.

Lestari langsung melirik tajam. “Diam kamu.”

Arya menatap keduanya secara bergantian. Ekspresinya masih datar, tetapi sorot matanya jelas menunjukkan bahwa ia juga sama tidak tertariknya dengan kenyataan bahwa kini ada seorang gadis yang sekarang sudah menjadi istrinya dan akan tinggal bersamanya. Satu-satunya alasan ia tidak menolak keras sama seperti Prisha adalah karena ia merasa bertanggung jawab atas semua yang sudah terjadi hingga seperti ini.

"TARI CEPAT! SUDAH MAU HUJAN INI!" Kali ini Pakde Karyo yang sudah tidak sabar menunggu berteriak.

"Iya Pakde sebentar."

Lestari kembali menatap Prisha. “Suka atau tidak, mulai sekarang keluargamu adalah Arya. Rumahmu sekarang di sini.”

“Ma..."

Lestari mengembuskan napas kasar, mulai kehilangan kesabaran mendengar Prisha merengek terus.

“Mama sudah tidak sanggup menanggung hidup kita berdua. Sejak papamu meninggal, hidup kita sudah susah. Harta dan rumah kita disita. Mama bahkan harus menahan malu kembali ke desa ini dan tinggal menumpang di rumah Mbahmu dan Ratna."

Ucapan itu membuat terdiam seribu bahasa. Melihat putrinya tidak melakukan perlawanan lagi, Lestari segera pamit.

"Mama pergi sekarang. Kamu baik-baik disini." Prisha tidak membalas pelukan ibunya.

Tidak ingin membiarkan Prisha memiliki waktu untuk merengek kembali, Lestari segera berjalan menuju mobil Pakde Karyo.

Prisha berdiri di teras, memandangi kendaraan tersebut hingga menghilang di ujung jalan. Ia menahan napas panjang. Lagi-lagi ia kembali ditinggalkan. Setelah ayah, sahabat-sahabatnya, kekasihnya dan kini mamanya juga pergi meninggalkannya sendiri.

“Mau sampai kapan kamu akan berdiri disana?" Suara dingin Arya membuat Prisha menoleh. Prisha cepat-cepat menunduk agar air mata yang menggenang di matanya tidak terlihat oleh lelaki di belakangnya.

"Kamu pilih sendiri, ingin masuk atau tetap disitu? Sebentar lagi hujan. Saya tidak punya banyak waktu untuk membujukmu seperti ibumu. Kalau kamu ingin kehujanan disitu. Terserah kamu!"

Setelah mengatakan itu, Arya berbalik dan masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumah itu.

Prisha menatap tidak percaya akan tindakan kasar pria itu. “Dasar manusia nggak punya hati,”

"Aku nggak akan–

GLARR!

Suara gemuruh guntur yang memekakkan membuat Prisha refleks berlari ke atas teras rumah Arya.

"BUKA PINTUNYA ARYA!"

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

コメントはありません
6 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status