Share

102.

Author: SayaNi
last update Petsa ng paglalathala: 2024-09-25 23:09:37
Nicholas kembali berbicara kepada Daniel, "Istriku ingin melihat bagaimana mereka menikmati liburannya," katanya kepada Daniel, tetapi matanya tidak lepas dari Ariana yang terlihat sangat penasaran.

"Baik Tuan," jawab Daniel.

Nicholas memutuskan sambungan teleponnya, dan kembali kepada Ariana yang duduk kaku, posturnya tegang dengan kemarahan. “Apakah kau marah kepadaku?” tanya Nicholas.

“Ya,” jawab Ariana tegas, tanpa ragu.

Nicholas terkekeh pelan, dan meneguk habis air mineralnya di atas m
SayaNi

Terima kasih, tetap bersabar mengikuti ceritanya.

| 25
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
SayaNi
maaf kak. nanti malam kk, TT
goodnovel comment avatar
Ramdhani Yusuf
sampai kapan nih kelanjutannya ko belum muncul"?.
goodnovel comment avatar
Ramdhani Yusuf
ya Sayang bgt pas Gw ud Beli eh mala cuma 1 episode pdhl dari kemarin" Gw Getol Beli terus pingin tau Endingnya dan kabar si kembar muncul, hadew menunggu adl Hal yg membosankan !. ganti cerita bikin ga semangat krn bercabang cabang kg fokus
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Suamiku, Mari Kita Bercerai   135. An Open Chapter

    “Tidak,” jawab Ariana mantap, memotong keheningan. Nicholas menghela napas panjang. "Aku memang berengsek, kan? Setelah apa yang keluargaku lakukan pada ayahmu... aku masih tetap ingin kau bersamaku. Aku tahu itu egois," katanya sembari mengulurkan tangannya, jari-jarinya mengusap lembut rambut Ariana seperti untuk terakhir kalinya. “Aku bahkan terus mencari cara bagaimana memaksamu kembali padaku,” bisiknya, matanya kelam penuh penyesalan. Ariana merasakan kesedihan yang mendalam di balik kata-kata itu. Matanya mulai berkaca-kaca. “Nick…,” dia berusaha menahan dirinya. “Maaf,” ucap Nicholas, penuh dengan penyesalan. "Aku minta maaf, dan juga maaf mewakili kakekku. Aku tidak pernah bisa membayangkan rasa sakit yang kau alami,” lanjutnya. Ariana menarik napas panjang, berusaha menenangkan dirinya. “Aku sudah memaafkannya,” katanya pelan. Ia telah memaafkan. Tapi ternyata, memaafkan tidak semudah kata. Sekeras apapun Ariana mencoba, ia tak bisa melupakan. Pria yang dicint

  • Suamiku, Mari Kita Bercerai   134. Past Choices

    Ariana duduk di kursi goyang dekat jendela kamar bayi dengan tenang menyusui Boo dan Bee di lengannya, dengan mata kecil mereka yang terpejam. Namun, di balik tatapan lembutnya, pikiran Ariana dipenuhi kekhawatiran. Di satu sisi, dia merasa lega bahwa kebenaran tentang keluarganya akhirnya terungkap. Di sisi lain, dia sadar, tak peduli seberapa besar kesalahan kakek Henry di masa lalu, pria tua itu tetaplah kakek Nicholas, sosok yang dulu begitu baik dan hangat pada mereka berdua. Ketika dia sedang tenggelam dalam lamunan, pintu kamar perlahan terbuka. Bibi Helen masuk dengan wajah cemas, seolah ingin menyampaikan sesuatu yang berat. Ariana mengangkat kepalanya, tatapannya berubah dari kehangatan seorang ibu menjadi kewaspadaan seorang wanita yang sudah bersiap menghadapi hal-hal buruk. “Ada apa, Bibi?” tanyanya dengan suara pelan, khawatir akan mengganggu bayi-bayinya yang baru saja mulai terlelap. Bibi Helen terdiam sejenak, berusaha mencari kata-kata yang tepat. Matanya menyi

  • Suamiku, Mari Kita Bercerai   133. The Final breath

    Ruangan sidang berubah senyap setelah hakim mengetukkan palu sebagai tanda penutupan sidang. Richard berdiri dengan raut wajah yang berubah-ubah, antara marah, kecewa, dan ketidakpercayaan.Kakek Henry duduk di kursi terdakwa, tidak lagi memancarkan aura kekuasaan yang dulu begitu dikenal. Bahunya merosot, wajahnya pucat seperti kapur, dan matanya menatap kosong ke satu titik di lantai. Dua petugas pengadilan melangkah mendekat dengan langkah tegas dan hormat. Ketika tangan mereka siap menyentuh lengan kakek Henry, pria tua itu merintih pelan. Tiba-tiba, dia mencengkeram dadanya, raut wajahnya berubah penuh kepanikan, napasnya tersengal-sengal seperti seorang pelari maraton yang kehabisan tenaga. Dalam sekejap, tubuhnya yang renta ambruk ke lantai dengan bunyi gedebuk.“Papi!” seru Richard. Dia berlari mendekat. Ruangan yang semula hening berubah gaduh. Para penjaga dan pengacara membelah diri memberi jalan, sementara dua petugas medis yang bersiaga di luar bergegas masuk. Mereka me

  • Suamiku, Mari Kita Bercerai   132. Henry's Last Stand

    Di kantornya, Richard mendalami berkas-berkas banding yang telah diajukan oleh tim hukumnya. Dia baru saja kembali dari pertemuannya dengan kakek Henry di pusat penahanan, dengan secercah harapan bahwa ayahnya akan diizinkan menunggu di rumah hingga sidang resmi digelar beberapa minggu mendatang. Begitu ponselnya berdering, Richard meraih ponselnya, mengenali nada panik di ujung seberang. “Tuan Richard, persidangan tuan Henry dijadwalkan besok pagi,” suara pengacaranya terdengar tegang, kata-katanya terpotong oleh desakan napas. Richard menggenggam ponselnya lebih erat. “Besok pagi? Itu konyol,” geramnya, mencoba menahan ketidakpercayaannya. “Pengadilan mempercepat jadwal sidang. Ini kasus pidana berat. Hakim memutuskan untuk tidak ada penundaan. Tidak ada peluang untuk banding.” Sekali lagi, Richard menghela napas panjang. Di hadapannya, pengaruhnya yang biasanya melampaui jalur hukum, kini terasa kecil dan sia-sia. Hukum berjalan di luar kendalinya. Keesokan harinya… R

  • Suamiku, Mari Kita Bercerai   131.

    Setelah penangkapan kakek Henry Nathan, nenek Eleanor langsung menghubungi Nicholas. Saat Nicholas akhirnya menjawab telepon, suaranya terdengar tenang, namun Eleanor bisa merasakan jarak yang begitu nyata di antara mereka.“Nicholas… kau tahu kakekmu sudah tua. Dia tidak bisa menghabiskan sisa hidupnya di penjara,” suara Eleanor bergetar. “Apa kau benar-benar akan membiarkan ini terjadi? Kau tahu betapa kami selalu mencintaimu.”Nicholas menutup matanya, menggenggam ponselnya erat. Suara neneknya mengingatkannya pada masa kecilnya, saat kedekatan mereka begitu hangat meskipun kakek Henry memperlakukannya dengan keras. Namun, begitu banyak hal kotor dan kejahatan yang disembunyikan selama bertahun-tahun, telah merusak gambaran keluarganya.“Nenek, tapi kali ini, apa yang kakek lakukan adalah pembunuhan berencana. Hukum tidak akan membiarkannya begitu saja,” kata Nicholas.Eleanor mendesah. “Kakekmu tidak mungkin melakukan semua itu… pasti ada kesalahpahaman! Kakekmu bukanlah pembunuh.

  • Suamiku, Mari Kita Bercerai   130.

    Beberapa hari kemudian, Ariana mengemudikan mobilnya dengan semangat menggiring dua mobil polisi masuk ke dalam pekarangan kediaman kakek Henry. Pak sam seperti biasa membukakan pintu untuk Ariana, wajahnya seketika berubah bingung saat melihat rombongan berseragam. Tak menunggu jawaban, seorang petugas maju, memperlihatkan surat perintah dengan sikap formal. “Kami di sini untuk menahan Tuan Henry Nathan atas tuduhan pembunuhan berencana,” ucap petugas itu, suaranya tegas. Di ruang tengah rumah, kakek Henry dan nenek Eleanor, yang mendengar keributan, segera keluar. Ekspresi mereka menegang melihat petugas yang memenuhi ruang tamu. Henry tampak terkejut, sementara Eleanor berdiri kaku di sampingnya, matanya tak bisa lepas dari sosok Ariana yang berdiri di belakang para petugas dengan pandangan tenang namun dingin. “Apa ini?” tanya Henry dengan nada marah yang berusaha ditahan. Petugas itu melangkah lebih dekat ke Henry, memperlihatkan surat penahanan. "Anda ditahan atas dugaan pem

  • Suamiku, Mari Kita Bercerai   109. Otw rs

    Begitu keluar dari kamar mandi, langkah Nicholas langsung terhenti saat melihat Ariana tergeletak tak sadarkan diri di lantai. Otaknya seolah membeku sepersekian detik.Dia bergegas mendekat dan berlutut di samping tubuh istrinya. Jantungnya berdebar keras, napasnya tertahan saat dia mengguncang-gunc

  • Suamiku, Mari Kita Bercerai   108. Kontraksi

    Nicholas menurunkan kedua tangan Ariana yang menangkup wajahnya, menggenggam erat jemari halus istrinya. Ada kehangatan yang tercurah dari genggamannya. “Aku tidak ingin membayarnya, karena bukan aku yang berhutang,” ucapnya perlahan.Ariana mengerutkan kening, bingung. “Apakah seseorang menipumu?” t

  • Suamiku, Mari Kita Bercerai   107. Berita Kakek

    Seminggu kemudian, Nicholas tidak berada di rumah karena ada urusan pekerjaan penting yang harus ditinjau langsung di kantor. Meski biasanya dia bekerja dari rumah untuk memastikan Ariana beristirahat dengan baik. Kali ini Nicholas harus turun tangan sendiri menangani beberapa masalah perusahaan yan

  • Suamiku, Mari Kita Bercerai   105. August yang kesal

    Ariana yang pura-pura tidur, akhirnya benar-benar tertidur pulas di ranjang besar. Ketika akhirnya terbangun, matanya membuka perlahan, cahaya matahari pagi mengintip dari celah-celah tirai tebal. Dia mengerjapkan matanya, berusaha menyesuaikan pandangannya dengan ruangan di sekitarnya. Saat Ariana

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status