Share

79. PELEPAS RINDU

Author: Soolene
last update publish date: 2026-05-02 08:54:18

Setelah melepaskan tugas-tugasnya tentang urusan rumah selama lima hari yang lalu, Isabella lebih leluasa menghabiskan waktunya di dalam kamar tanpa pergi ke mana-mana.

Sudah hari ke lima Aldrich belum kembali. Isabella pagi ini masih tertidur. Sejujurnya ia sudah bangun, sudah mandi, hanya saja ia sengaja menolak keadaan bahwa bila bangun, Aldrich masih tidak ada di sampingnya.

Tapi tiba-tiba pintu kamar Isabella terbuka. Isabella sudah berada di setengah tidur saat ini. Hingga tiba-tiba i
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   BAB 166. MALAM PENUH KERINDUAN

    "Kenapa belum tidur juga? Apa kau belum mengantuk, Isabel?" Aldrich memeluk tubuh Isabella dari belakang saat istrinya berbaring menatap jendela kamar yang belum ditutup. Terasa wajah Aldrich yang tenggelam dalam ceruk leher Isabella, rengkuhan tangannya yang kekar melilit perut Isabella dengan posesif. "Aku belum mengantuk," jawab Isabella mengulurkan tangannya ke belakang mengusap kepala Aldrich. "Tidurlah, ini sudah malam," bisik Aldrich. Isabella membalikkan badannya menatap Aldrich yang diam menatapnya juga tanpa berkedip. Isabella menangkup kedua pipinya lalu mengecup singkat bibir pria itu. "Terima kasih sudah mengizinkanku tinggal di rumah Nenek walaupun hanya beberapa hari saja," ujar Isabella pada sang suami. "Hem. Sama-sama Sayang." Aldrich menatapnya dalam dan hangat. Dalam tatapan matanya seperti ada kerinduan yang dalam dan begitu jauh yang tidak bisa diungkapkan dari kata-kata. Selama hampir satu bulan pasca Isabella keguguran, Aldrich tidak pernah menyentuhnya

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   BAB 165. MENGINAP LEBIH DARI SATU MALAM

    Ini baru pertama kalinya Isabella menginap di kediaman Nenek Aldrich. Suasana di tempat itu, sunyi dan terasa jauh lebih tenang saat malam hari.Di ruang makan hanya ada Ratu Meleka bersama Aldrich dan Isabella. Menu makan malam kali ini lebih banyak dari biasanya. Ratu Meleka diam-diam juga peduli pada kesehatan Isabella dan memilih untuk memasak makanan kesukaan cucu menantunya. "Makan yang banyak, Isabella. Tidak usah sungkan-sungkan." Ratu Meleka sejak tadi memperhatikannya. "Iya, Nek." Isabella tampak menikmati menu makan malam yang disajikan. Baru kali ini ia memakan olahan daging rusa yang diasap, dagingnya lembut, gurih.Aldrich ikut memperhatikan istrinya tersebut. Isabella makan lebih banyak dari biasanya, dibandingkan saat ia berada di rumah—Isabella lebih lahap makan saat berada di sini. "Apakah di istana tidak pernah memasak daging rusa, Aldrich?" tanya Ratu Meleka pada cucunya. "Tentu saja pernah, Nek." Aldrich menjawab. "Tapi sepertinya koki di tempat Nenek memang

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   BAB 164. SANG PELINDUNG YANG SESUNGGUHNYA ADALAH SUAMIKU

    Isabella dan Aldrich tiba di kediaman Ratu Meleka—Nenek Aldrich. Setelah kabar simpang siur tentang Isabella hampir menyebar, sebagai keluarga utama kerajaan Helenster, Ratu Meleka pun mengetahuinya.Wanita yang sudah tua itu awalnya sangat menyayangi Isabella. Namun setelah kabar beredar, Isabella tidak tahu bagaimana sikap Ratu Meleka, apakah masih sama, atau akan berubah sebaliknya. Saat Isabella dan Aldrich turun dari kereta kuda, lalu mereka disambut oleh pelayan utama di rumah itu. Mereka dipersilakan masuk. "Ternyata kalian." Ratu Meleka menyapa Aldrich dan Isabella. Cucu dan cucu menantunya pun memberi hormat padanya. Ratu Meleka memperhatikan Isabella dengan mata datar. "Masih punya wajah untuk keluar, Isabella?" tanyanya. Isabella mengangkat pandang pada wanita tua yang duduk di depannya. Isabella kembali tertunduk. "Kau menampar seseorang di pesta di depan semua orang, itu bukan perbuatan yang pantas dilakukan oleh seorang keluarga kerajaan!" omel Ratu Meleka pada Isa

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   BAB 163. MAAFKAN AKU, ALDRICH

    Satu minggu kemudian,Isabella menikmati sarapannya tanpa nikmat. Sejak lima menit di meja makan, hanya dua potong daging yang masuk ke dalam mulutnya. Pikirannya saling beradu. Di hadapannya, Aldrich menatap istrinya yang masih tidak selera makan. "Hari ini aku punya banyak waktu luang. Apa kau ingin jalan-jalan, Sayang?" Aldrich menatap Isabella. Isabella meletakkan sendok dan garpunya. Membalas tatapan Aldrich tanpa riak di sepasang matanya. "Aku dengar dari Marmara, kau juga menolak untuk lanjut berobat." Aldrich kembali berkata. "Tetapi, Marmara bilang sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, Sayang." "Em." Isabella hanya bergumam. Sendok dan garpu yang dia pegang pun diletakkan di atas piring. Isabella menatap Aldrich yang kini memandangnya. "Aku ingin pergi ke rumah Nenek," ujar Isabella sambil tertunduk. "Kalau begitu kita pergi bersama." Aldrich memutuskan. "Aku bisa ke sana sendiri, Al." Baru pertama kali ini sabella menolak penawaran Aldrich. Pria itu lantas

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   BAB 162. SEHARUSNYA KAU SUDAH TAHU

    Empat jam Aldrich menenangkan Isabella sampai istrinya tertidur. Aldrich membaringkan Isabella di atas ranjang dan menyelimuti tubuhnya dengan hangat. Aldrich menatap wajah Isabella, mengusapnya lembut. Hatinya perih saat mendengar ungkapan Isabella. Wanita itu terus bertanya di mana letak kesalahannya untuk hidup saja ia tidak pernah ada benarnya di manapun ia berada. Aldrich mengecup kening Isabella dengan mesra, sebelum Aldrich memilih untuk meninggalkan kamar dan berjalan ke lantai satu. "Pangeran." Sein menatap Aldrich yang berjalan ke arahnya. Sein menyerahkan tiga surat kabar padanya. "Baru dicetak, tiga jam yang lalu. Sumber pencetakannya tidak jelas. Disebarkan secara acak tanpa penawaran." Aldrich membaca berita yang ditulis di surat kabar itu dengan teliti. 'Berita Helenster terkini. Grand Duchess Isabella, sengaja menggugurkan kandungannya. Kabarnya, sebelum menikah dengan Grand Duke, beliau dikabarkan pernah keguguran dua kali dan rumornya keguguran itu murni disen

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   BAB 161. AMARAH YANG MELEDAK-LEDAK

    Isabella bersembunyi di taman, di balik semak-semak tanaman bunga mawar. Ia menangis memegangi dadanya yang terasa penuh dan sesak. Isak tangisnya bisa saja terdengar oleh orang-orang di sekitar sana. Ia duduk di atas rumput karena kakinya tersandung hingga ia terjatuh di sana. "Padahal aku menganggapmu berbeda dari semua orang yang ada di dalam hidupku, Aldrich..." Isabella menutup mulutnya. "Mengapa, kau justru bertanya apa yang sudah aku lakukan pada Viviene seolah-olah kau begitu khawatir pada gadis bermulut jahat itu! Mengapa?" Isabella menangis memukul tanah dengan kepalan tangannya. Baru kali ini Isabella tidak bisa mengontrol emosinya. Ia baru saja keguguran, kehilangan sosok anak yang sangat ia nantikan kehadirannya untuk Aldrich. Tapi saat mendengar pertanyaan Aldrich padanya tadi, Isabella bisa sangat marah dan kecewa. "Isabell..." Lembut suara itu memanggil Isabella. Suara itu bukanlah suara Aldrich, melainkan Ratu Lovita yang kini berdiri di hadapannya.Isabella dia

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   121. SEMOGA DIKABULKAN

    Aldrich meminta izin pada ayah dan ibunya untuk kembali ke Salatine. Mulanya, Ratu Lovita sangat mengkhawatirkan kondisi Isabella, namun karena mereka berdua bersikeras sampai tidak ada alasan lagi bagi raja dan ratu untuk melarangnya. "Kalian jangan berlama-lama di sana, banyak tugas yang harus k

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   120. SUAMI POSESIF

    "Grand Duchess, ada surat untuk Anda dari Salatine." Pelayan setia Grand Duchess menyerahkan sebuah surat pada Isabella. Wanita yang sedang duduk di sebuah ayunan di taman itu, menerima surat pemberian pelayannya. Sebelumnya Isabella tidak pernah menerima surat dari siapapun. Apalagi dari Salatin

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   106. MOMEN PANAS DAN KEDATANGAN HARRIET

    Setelah berpelukan hangat, Aldrich mencumbu Isabella dengan mesra. Mencecap setiap rasa yang ada, meninggalkan jejak dan tanda di leher dan kulit manapun yang bisa ia jangkau. Isabella menggeliat merasakan sensasi yang membuatnya mabuk kepayang. "Emmhhh, Sayang jangan tinggalkan jejak lagi—!" I

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   104. MENANTU YANG DISAYANGI

    Kehangatan memenuhi ruangan pribadi di istana Grand Duke di timur. Selain perapian yang masih menyala, sepasang insan tampak tertidur lelap hingga pagi tiba. Isabella seperti lenyap tertelan tubuh Aldrich yang jauh lebih besar dan tinggi dibandingkan tubuhnya, saat pria itu memeluknya hingga mere

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status