Share

Bab 49

Author: Fei Adhista
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-23 22:57:50

Jalan itu mulai sepi.

Lampu-lampu jalan menggantung redup, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang dingin. Angin malam berembus pelan, membawa sisa panas yang belum sepenuhnya hilang.

Di tengah suasana yang nyaris sunyi itu, keributan kecil terdengar terlalu jelas.

Egi masih berdiri limbung di pinggir jalan. Wajahnya babak belur, napasnya tersengal, dan egonya yang tadi besar kini tinggal sisa-sisa.

“Tolooong! Ini penganiayaan!” teriaknya, setengah panik, setengah dramatis.

Sebuah motor
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Suamiku Perwira Ojek   Bab 88

    Bu Marina kembali memperhatikan kartu kecil di tangannya.Kartu itu sederhana.Tidak ada logo.Tidak ada nama pemilik rumah.Hanya sebuah alamat lengkap yang ditulis rapi."Unik juga," gumam Marina pelan."Biasanya kartu seperti ini mencantumkan nama."Naya tersenyum kecil."Saya juga baru sadar.""Mungkin memang sengaja tidak dicetak."Pak Harun kembali menginjak pedal gas.Mobil perlahan mendekati gerbang kawasan elite itu.Palang otomatis hampir terbuka.Namun tepat saat itu...Ponsel Marina berdering.Getarannya memecah suasana hening di dalam mobil.Marina melihat layar ponselnya.Ekspresinya langsung berubah."Pak Harun.""Ya, Bu?""Tolong berhenti sebentar."Mobil kembali menepi.Marina segera mengangkat panggilan itu."Ya?"Suara di seberang terdengar terburu-buru.Marina yang semula tenang perlahan mengernyit."Apa?"Beberapa detik kemudian matanya membesar."Apa?!"Naya, Tari dan Risa spontan saling berpandangan.Marina berdiri sedikit dari sandarannya."Nikah?""...""Sudah

  • Suamiku Perwira Ojek   Bab 87

    Matahari mulai condong ke barat.Setelah mengobrol cukup lama, Naya akhirnya berdiri.Ia menggenggam tangan Risa yang sejak tadi masih asyik bermain bersama Gea."Risa.""Hm?""Kita pulang."Wajah Risa langsung berubah."Hah?""Cepat banget?"Gea ikut memasang wajah sedih."Besok main lagi ya."Risa langsung memeluk Gea."Iya.""Nanti aku datang lagi."Marina tersenyum melihat tingkah keduanya.Saat Naya hendak berpamitan, Marina ikut berdiri."Kalau begitu, saya antar."Naya buru-buru menggeleng."Jangan, Bu. Saya tidak enak merepotkan.""Bukan merepotkan."Marina tersenyum lembut."Sekalian saya ingin tahu rumah kalian."Naya tertawa kecil."Masalahnya...""Saya sendiri juga belum pernah ke sana."Marina berkedip."Belum pernah?"Naya mengangguk malu."Itu rumah yang disiapkan suami saya.""Saya baru akan melihatnya hari ini."Marina tersenyum geli."Berarti kita sama-sama penasaran."Belum sempat Naya menjawab, Risa sudah berlari memeluk kaki Marina."Eyang ikut, ya..."Marina meng

  • Suamiku Perwira Ojek   Bab 86

    Ruang keluarga kembali tenang.Seorang pelayan datang membawakan teh hangat, kopi, dan aneka kue tradisional.Marina mempersilakan Naya duduk di sofa yang berhadapan dengannya.Sementara itu, Risa sudah kembali ceria.Ia duduk di atas karpet bersama Gea, sibuk menyusun balok-balok kayu sambil sesekali tertawa.Tatapan Marina tidak lepas dari anak kecil itu.Senyumnya begitu lembut."Anak itu..." ucapnya pelan.Naya ikut menoleh ke arah putrinya."Dia sangat ceria."Marina mengangguk."Dua hari ini rumah saya jadi jauh lebih hidup."Naya tersenyum tipis."Maaf kalau merepotkan.""Justru tidak."Marina menggeleng pelan."Sudah bertahun-tahun saya tidak mendengar suara anak kecil memenuhi rumah ini."Tatapannya kembali mengikuti tingkah Risa yang kini sedang berdebat kecil dengan Gea soal bentuk balok.Tiba-tiba Marina tertawa kecil."Semakin saya lihat...""Semakin anak itu mengingatkan saya pada seseorang."Naya menoleh."Siapa, Bu?""Putra saya."Naya tampak sedikit terkejut.Marina t

  • Suamiku Perwira Ojek   Bab 85

    Gilang berangkat kerja, dan Naya bergegas ganti pakaian untuk menemui Risa. Taxi yang ditumpangi Naya perlahan berhenti di depan sebuah gerbang besi berukuran raksasa.Naya menatap ke luar jendela.Matanya perlahan membesar."Ini... alamatnya benar?"Sopir yang mengantarnya mengangguk."Benar, Dokter."Di depan gerbang berdiri beberapa petugas keamanan dengan seragam rapi.Begitu nama Naya disebut, gerbang otomatis terbuka perlahan.Mobil kembali melaju.Namun semakin masuk ke dalam, Naya justru semakin terdiam.Jalan menuju bangunan utama begitu panjang.Di sisi kanan dan kiri terbentang taman yang tertata sangat indah.Pohon-pohon besar berjajar rapi.Air mancur bertingkat berdiri megah di tengah taman.Bahkan beberapa patung marmer menghiasi halaman yang luas.Naya tanpa sadar berbisik pelan."Astaga..."Rumah Eyang Wulan yang selama ini dianggapnya mewah...Mendadak terasa biasa saja.Beberapa menit kemudian, mobil berhenti tepat di depan bangunan utama.Seorang pelayan segera m

  • Suamiku Perwira Ojek   Bab 84

    Gilang melirik jam di pergelangan tangannya."Waktuku habis."Ia berdiri sambil mengambil topi satpam yang sejak tadi diletakkan di atas meja.Naya ikut berdiri."Mau berangkat?""Iya."Gilang mengenakan topinya, lalu mengambil tas ransel hitam yang tergantung di dekat pintu.Baru saja tangannya menyentuh gagang pintu..."Gil..."Suara pelan itu membuat langkahnya berhenti.Gilang menoleh."Usia jauh lebih tua darimu! Panggil aku Mas atau panggilan sayang lebih bagus."Naya tampak berdiri sambil memainkan ujung bajunya.Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, perempuan itu terlihat benar-benar canggung."Ada apa?"Naya menggaruk pelan pipinya."Itu...""Ya?""Aku mau jemput putriku hari ini."Gilang mengangguk."Iya.""Terus..."Naya kembali terdiam.Seolah sedang menyusun keberanian."Aku juga mau cari rumah kontrakan."Alis Gilang sedikit terangkat."Kontrakan?""Iya."Naya mengangguk pelan."Apartemen ini terlalu kecil.""Kalau putriku datang...""Masih ada pengasuhnya juga.""

  • Suamiku Perwira Ojek   Bab 83

    Pagi itu matahari baru saja muncul.Sinar keemasannya masuk melalui jendela apartemen.Naya masih menggeliat di atas ranjang ketika samar-samar terdengar suara pintu lemari ditutup.Ia membuka mata perlahan.Mengucek pelan.Lalu..."Hah?"Matanya langsung membulat.Di depan pintu kamar, Gilang sedang merapikan kerah seragam satpam berwarna biru tua.Lengkap dengan topi yang masih ia pegang di tangan.Naya spontan bangkit."Tunggu."Gilang menoleh."Sudah bangun?"Naya turun dari ranjang sambil terus menatap seragam itu.Langkahnya mendekat."Kamu... kerja di mana?"Gilang menjawab santai."Tempat biasa."Naya menggeleng."Bukan itu."Tangannya perlahan menunjuk emblem di lengan seragam Gilang."Itu...""Seragam perusahaan Eyang."Gilang melirik emblem itu sekilas."Iya."Naya langsung panik."Jangan.""Hm?""Jangan masuk kerja dulu.""Kenapa?""Eyang pasti marah kalau tahu kamu menikah sama aku.""Bisa-bisa kamu dipecat.""Bahkan mungkin..."Naya menggigit bibir."...dibikin susah."E

  • Suamiku Perwira Ojek   Bab 16

    Risa berjalan menyusuri trotoar dengan langkah kecil yang mantap.Di tangannya, ia memegang tali tasnya erat. Matanya menyapu kanan kiri, memperhatikan setiap wajah yang lewat.Jakarta terasa besar.Terlalu besar untuk seorang anak tujuh tahun.Tapi Risa tidak

  • Suamiku Perwira Ojek   Bab 15

    Di dalam kelas, suasana masih berisik.Beberapa anak yang tadi kena serangan Risa masih mengeluh sambil menunjuk-nunjuk ke arahnya.Sementara Risa duduk santai di kursinya, seolah tidak terjadi apa-apa.Di sampingnya, gadis yang tadi ia tolong duduk diam, masih sedikit

  • Suamiku Perwira Ojek   Bab 14

    Malam itu rumah besar milik Eyang Wulan terasa terlalu sunyi.Tidak ada suara tawa. Tidak ada obrolan hangat. Hanya gema langkah kaki Anaya yang terdengar pelan saat ia membuka pintu kamar.Klik.Pintu terbuka.Dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah

  • Suamiku Perwira Ojek   Bab 13

    Setelah kekacauan panjang akibat para preman tadi, para dokter dan perawat tampak seperti baru saja keluar dari medan perang. Beberapa duduk bersandar, ada yang mengusap wajah dengan lelah, ada yang langsung meneguk air tanpa bicara.Anaya melepas sarung tangannya perlahan.Belu

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status