Share

Bab 100. Sensitif

Author: weni3
last update publish date: 2026-07-25 11:22:00

"Nanti aku kasih Bu, biarkan aku mengobrol dengan ayah dulu. Kenapa bisa sampai ayah sakit begini? Setauku Ayah itu sangat menjaga kesehatan. Makan juga dijaga sekali sampai diet gula dan minum air putih banyak. Ayah juga orang yang rajin olahraga. Kenapa tiba-tiba sekali sakit ginjal dan harus cuci darah terus?"

"Jadi kamu mau memutar balikkan fakta dan menyalahkan Ibu yang nggak becus setelah Ibu singgung kamu dengan Saka? Iya? Kamu mau menuduh Ibu yang tidak bisa melayani ayan? Mau kamu t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 100. Sensitif

    "Nanti aku kasih Bu, biarkan aku mengobrol dengan ayah dulu. Kenapa bisa sampai ayah sakit begini? Setauku Ayah itu sangat menjaga kesehatan. Makan juga dijaga sekali sampai diet gula dan minum air putih banyak. Ayah juga orang yang rajin olahraga. Kenapa tiba-tiba sekali sakit ginjal dan harus cuci darah terus?" "Jadi kamu mau memutar balikkan fakta dan menyalahkan Ibu yang nggak becus setelah Ibu singgung kamu dengan Saka? Iya? Kamu mau menuduh Ibu yang tidak bisa melayani ayan? Mau kamu tuh apa sih, Mila? Nggak paham Ibu sama kamu. Harusnya tuh bersyukur Ibu sehat bisa jaga ayah. Bukan malah curiga." "Bukan begitu, Bu. Semua pasti ada penyebabnya dan jangan sampai hal itu berlanjut hingga terus menyakiti tubuh Ayah. Aku nggak menyalahkan Ibu. Aku nggak menyalahkan siapa-siapa. Aku hanya ingin kita sama-sama memikirkan hal ini dulu. Jangan juga Ibu singgung aku dengan Mas Saka! Fokusnya pada ayah saja!" "Kenapa memangnya? Kenapa tidak boleh menyinggung Saka? Kamu pikir deng

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 99. Ada Singa Lepas

    "Ayo turun, Nyonya! Kenapa diam saja? Masih kepikiran sama tai kotok?" tanya Bejo seraya membuka pintu mobil untuk Mila. Bejo menahan tawa saat Mila menatapnya dengan tatapan yang penuh tanya sampai-sampai wanita itu masih terlihat bingung. Namun dia sama sekali tidak mau menjelaskan. Kalau sudah tidak paham ya sudah. Bejo hanya geli sendiri melihat ekspresi dari Mila. Mungkin memang karena mereka hidup di tempat berbeda. Bisa jadi Mila dulu hidupnya tidak seperti dia yang suka mbolang. Mila pun berpindah mobil sedangkan Bejo lebih dulu menghubungi Caca yang sudah pasti menunggu kabarnya. Bejo juga tidak boleh sembarangan sama orang mengenai barang mahal. "Sorry mobil lo kebawa. Gue buru-buru banget tadi. Mobil lo ada di kampus. Nanti bakal ada yang mulangin ke sana tapi bukan gue. Thanks udah dipinjemin. Tenang aja! Mobil lo aman. Gue harus kerja. soalnya." Bejo melirik pada Mila yang diam tetapi mendengarkan apa yang dia sampaikan saat menghubungi Caca. Wanita itu

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 98. Apes

    "Mau apa kamu masih datang? Katanya sudah minta aku gantikan? Ini gaji terakhirmu dan jangan lagi kamu datang ke hadapanku!" Mila menyerahkan amplop coklat pada Bejo yang membuatnya sedikit kelabakan tetapi sebisa mungkin menutupi agar Mila tidak semakin berpikir kalau dia itu melakukan kesalahan. "Maaf Nyonya, apa yang anda pikirkan terlalu jauh. Tidak sejauh itu, Nyonya. Kami hanya minum bersama. saja. Lagian waktunya juga hanya telat dua menit satu detik. Saya udah ngebut banget sampe nggak mikirin nyawa saya. Yang penting sampai sini tepat waktu." "Oh jadi kalian mabuk?" tanya Mila dan tidak menggubris usaha Bejo sampai sini. "Astaga... " Bejo tercengang mendengar pertanyaan Mila. Pemikiran apa lagi ini? Rumit sekali bicara dengan seorang betina? Hhmmm... "Gini loh, Nyonya Sayang. Bukan minum alkohol bukan! Jangan salah paham!" Bejo melangkah mendekati meja Mila tetapi wanita itu malah membuang muka. "Nyonya nggak percaya sama saya?" Kedua alis Bejo terangkat

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 97. Nanggung

    "Mobil aku enak 'kan? Kamu suka nggak, Jo?" tanya Caca yang sejak tadi mendadak bawel sekali. Padahal sudah dicuekin tapi masih saja mengajak bicara terus. Sementara Bejo susah kalau bukan dengan orang yang klik padanya. Begini saja rasanya mulut ingin menyemburkan banyak wejangan pada wanita yang ada di sampingnya tersebut tetapi yang keluar justru celetukan-celetukan yang membuat bibir Caca mencebik mendengarnya. Sudah begitu saja tidak terus diam melainkan Caca kembali bicara lagi, bertanya lagi dan lagi karena begitu sangat bahagia sekali bisa pulang dengan Bejo. "Enak." "Kamu suka aku juga suka. Kita sama-sama suka." "Nyanyi lo?" "Eh nggak. Lagi bicara tadi aku sama kamu." "Ck, diam makanya!" sahut Bejo sewot dan Caca kembali merapatkan bibir. "Jadi nanti beneran aku antar kamu lagi?" "Hhmm... " "Terus nanti aku baliknya gimana?" "Lo 'kan bawa mobil," jawab Bejo yang menoleh sekilas pada Caca. " Terus kamu ke rumah aku buat apa?" "Gue pute

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 96. Makan Orok

    "Buseh dah! Untung ini mobil dia sendiri, mau dibanting, dibakar, bodo amat. Si Nyonya cepet banget bad mood-nya. Haish... Lupa gue kalau dia lagi PMS. Harusnya tadi jangan bahas itu ya. Eh tapi kenapa kudu marah? Nggak demen banget gue sama Caca. Bukannya ACC punya pacar? Masa' iya..... " Bejo terdiam setelah memikirkan itu kemudian menghela nafas berat dan menyandarkan tubuhnya. "Nggak tanggung jawab gue kalau Nyonya pakai hati. Kena ini kayaknya. Mana udah di ulti sama Tuan lagi." Bejo seperti makan buah simalakama kalau sampai membuat istri orang suka padanya. Padahal dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tetap profesional kerja. Eh malah istri majikannnya yang sepertinya memang mulai ada rasa tetapi belum sadar juga. "Nggak taulah! Ngampus dulu aja. Jangan mikirin begituan! Gue jadi pusing sendiri kalau begini." Bejo melanjutkan perjalanan menuju kampus. Seperti biasa, tidak ada hal yang membuatnya mangkir. Bejo langsung saja menuju kelas karena waktu sudah m

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 95. Salfok

    [Jo jadinya kapan kamu ke rumah aku? Pagi ini atau besok usai kampus? Kayaknya lebih baik pulang kampus aja deh. Kita bisa agak lama ngobrolnya. Bisa juga belajarnya jadi di rumah aku. Gimana?"] Bejo berdecak kala melihat pesan masuk dari Caca. Baru juga melek mata, sudah ada yang menanyakan demikian. Kalau misal bukan karena penasaran akan wanita itu, malas sekali Bejo harus berurusan dengan perempuan yang satu ini. Hidupnya masih terlalu sibuk untuk hal yang tak guna tetapi semua menjadi berguna setelah dia masuk di keluarga Saka. Yang berkaitan dengan majikannya menjadi penting walaupun terpaksa. [Nanti gue kabarin. Kalau pagi ini nggak bisa.] [Oke.] Jawaban dari Bejo yang hanya sekedar itu saja sudah bisa membuat Caca senang sekali. Bagaimana kalau sampai didatangi rumahnya oleh Bejo? "Banyak banget jadwal gue perasaan. Nyari tau ceweknya si dokter juga lagi. Ribet bin repot emang!" gumam Bejo kemudian menarik diri dari atas ranjang dan segera mempersiapkan semuanya sebel

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status