Home / Male Adult / TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA / Bab 308. Threesome dan Obat Perangsang

Share

Bab 308. Threesome dan Obat Perangsang

Author: weni3
last update publish date: 2026-09-27 20:49:46

"Mas Saka bicara apa, Jo?" tanya Mila usai dia mematikan panggilan dari Saka.

Bejo menarik nafas dalam kemudian duduk di samping Mila. Dia masih diam. Bejo sengaja mengambil minum yang ada di meja dan menikmatinya. Bejo lebih dulu membasahi tenggorokannya sebelum menjawab apa yang Mila pertanyakan.

"Nyonya besok anniversary sama Tuan?"

"Pertanyaannya gimana?" tanya Mila lagi dan Bejo menggelengkan kepala.

"Iya lagi, nggak jelas benget susunan katanya. Eheeemmm.... Saking gimana gitu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 310. Dimakan Bangsad!

    Mila mendorong tubuhnya hingga kecupan mereka terlepaskan. Tatapan mereka pun saling memandang satu sama lain. "Jangan ya, Jo!" kata Mila dan Bejo menganggukkan kepalanya tetapi yang membuatnya menyeringai enggan melepaskan pandangannya adalah saat mendapati pipi Mila yang merona. "Kamu apa sih lihatin aku begitu?" Mila beranjak dari sana kemudian melangkah menuju ranjang. Kembali Mila merebahkan tubuhnya di sana. "Kita pulang malam, Jo." "Siap, Nyonya." Bejo pun menyusul dan merebahkan tubuhnya di samping Mila tetapi kembali ponselnya berdering dan itu dari orang yang sama. Keysa gencar sekali menghubunginya hingga Bejo risih dan menerima panggilan tersebut. "Ada apa, Bu?" Bejo menerima panggilan tersebut di samping Mila berada. Dia melirik Mila yang sedang memperhatikan dan terlihat sangat ingin tau apa yang ia bicarakan dengan Keysa. Bejo menarik ponselnya kemudian menekan tombol loudspeaker dan mendekati diri pada Mila. Dengan santai Bejo merebahkan tubuhnya di at

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 309. Aku Mau

    "Aku setuju Jo, tapi tidak perlu menggunakan obat setan itu. Kamu cukup katakan aku sudah meminumnya!" Kedua alis Bejo menukik mendengar apa yang Mila sampaikan. Dia sampai mengikis jarak telinganya dan membiarkan Mila kembali mengulang lagi apa yang wanita itu sampaikan tadi. "Apa yang kamu dengar benar, Jo. Aku akan menuruti apa yang dia mau," kata Mila meyakinkan. Bejo menarik diri dan kembali memandang Mila. "Nyonya jangan bercanda! Yang bener kalau ngomong! Kemarin nggak mau, sekarang kenapa tiba-tiba mau? Nggak lagi kesambet demit hotel kan, Nya?" tanya Bejo dan Mila menganggukkan kepalanya. "Iya aku mau. Kamu tuh mikirnya kemana-mana. Siapa yang lagi kesurupan? Aku serius!" Bejo menggelengkan kepalanya. "Yang bener kalau jawab lah! Jangan begitu!" sahut Bejo yang masih tidak percaya dengan apa yang Mila sampaikan. "Beneran, Jo. Aku nggak bercanda soal ini. Lagi pula mana pernah aku bercanda? Aku mau tapi nggak usah minum obat!" Bejo menyandarkan tubuhnya di

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 308. Threesome dan Obat Perangsang

    "Mas Saka bicara apa, Jo?" tanya Mila usai dia mematikan panggilan dari Saka. Bejo menarik nafas dalam kemudian duduk di samping Mila. Dia masih diam. Bejo sengaja mengambil minum yang ada di meja dan menikmatinya. Bejo lebih dulu membasahi tenggorokannya sebelum menjawab apa yang Mila pertanyakan. "Nyonya besok anniversary sama Tuan?" "Pertanyaannya gimana?" tanya Mila lagi dan Bejo menggelengkan kepala. "Iya lagi, nggak jelas benget susunan katanya. Eheeemmm.... Saking gimana gitu jadi kurang enak pertanyaannya." "Iya, besok malam, Jo. Kenapa? Dia menyinggung akan itu?" "Hhmm... Makan dulu aja, Nyonya! Makan dulu baru bahas ini. Nggak enak kalau bahas beginian dalam keadaan perut kosong. Harus diisi dulu perutnya." Bejo menarik nafas dalam. Pengen cerita, tapi takut ngerusak mood Mila. Kalau tidak cerita tambah rusak kepercayaan Mila padanya. Mila menganggukkan kepala. Santai wanita itu makan. Mila begitu sangat menikmati dan Bejo pun sesekali mengusap bibir M

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 307. Menyiapkan Obat

    Seingin-inginnya Bejo pada Mila. Tidak sama sekali Bejo menuntut Mila untuk memuaskannya. Kasihan sudah lelah! Bejo mengajak Mila membersihkan diri dan membiarkan majikannya beristirahat. "Saya pesan makan ya, Nya." "Iya, Jo. Aku mau rebahan dulu." Mila menguasai ranjang yang berantakan. Wanita itu hanya merapikan sedikit yang akan digunakan untuk tidur saja. Selebihnya dibiarkan saking sudah lemasnya. Bejo pun segera merapikan sisanya dan memungut pakaian mereka yang teronggak di lantai tak memiliki harga diri sama sekali. Bejo melangkah menuju ruangan depan dan memesan makanan. Dia juga mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celana. Mengambil tas Mila juga yang masih tergeletak di lantai. Bejo menyimpan semua barang-barang itu ditempatnya. Sudah seperti suami sayang istri. Usai bercinta malah beberes ruangan. Bejo menjatuhkan tubuhnya di sofa seraya menunggu makanan datang. Dia membuka ponselnya yang tadi sempat berdering. "Siapa sih? Oh, Tuan. Ngapain dah?"

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 306. Coba Rasain!

    "Pertanyaan macam apa itu, Nyonya? Baru kali ini Nyonya melempar pertanyaan yang nggak berbobot." "Kok gitu, Jo?" tanya Mila bingung. "Eh tapi mendingan nggak laku Nya, biar saya nggak ada saingannya." "Memangnya kamu mau sama saya?" tanya Mila semakin intens saja memandangnya. "Nah ini! Ini! Pertanyaan yang semakin ngelantur. Udah ah nggak usah dijawab! Nyonya seharunya tau jawabannya. Bukannya malah nanya lagi. Nggak bener banget emang." Bejo beranjak dari sana kemudian meraih tubuh Mila. Wanita itu sempat bingung tetapi patuh saja dengannya yang kini membawa Mila menuju kolam renang. "Eh maksudnya kita mau renang, Jo?" tanya Mila dan Bejo menganggukkan kepala. "Iya, Nyonya. Kayaknya seger." "Tapi aku nggak bisa loh, Jo. Kamu tuh gimana? Aku nggak mau. Bawa aku mandi ajalah!" tolak Mila masih di atas gendongannya. "Bisa! Lagian juga nggak dalam kok. Katanya mau ringanin beban pikiran. Yang happy, Nyonya! Ada fasilitas di pergunakan sebaik mungkin. Jangan s

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 305. Lepas Di dalam saja!

    "Jo enak sekali. Aku mau sampai lagi." "Angkat kalau sudah mau sampai, Nyonya!" perintah Bejo dan Mila patuh. Mila mengangkat bokongnya saat sudah mau sampai di ujung klimaks hingga apa yang Mila keluarkan membasahi wajahnya. "Ughh.... Langsung dimandiin gue." Bejo memejamkan kedua mata sedangkan Mila masih gemetar dengan gerakan yang frontal mengeluarkan air seperti kran yang terus saja menghasilkan hingga kekuatannya melemah. Mila ambruk di atas tubuh Bejo yang sedang mengusap wajahnya. Basah semua begini, tapi senang melihat Mila kembali terpuaskan. "Bagaimana, Nyonya?" "Aku mulai lemas, Jo. Kamu kapan sampainya? Kuat sekali kamu, Jo." "Oh jelas! Kan perkasa, tapi kalau Nyonya sudah puas. Saya langsung keluarkan juga." Bejo memutar balikkan keadaan. Yang semula Mila di bawah, kini dia kembali mengkukung tubuh wanita itu demi bisa melepaskan semua cairan yang sudah menumpuk. "Lepas di dalam saja, Jo!" "Kalau jadi gimana?" "Tidak masalah!" "Hitunga

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status