Share

Bab 392. Aku Mandiin Mau?

Author: weni3
last update publish date: 2026-10-23 18:45:08

"Masih panas nggak, Jo?" tanya Mila yang kini memandang dengan sangat intens.

Bejo menarik lidahnya. Langsung saja dia amankan sebelum Mila menyesapnya lagi. Kalau sampai disesap lagi, bisa makin kaku dia nanti.

"Lumayan. Udah Nyonya, cukup!"

Bejo melangkah menuju lemari pendingin. Dia segera menyiramnya dengan air dingin dan mengambil satu bongkah es batu.

"Hhmmm... Dingin juga akhirnya."

Yang semula celana basah, kini hampir kering saking antengnya dia di sana mendapatkan sesapan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
artisebuahnama
lanjutin jo
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 430. Geber Ninja

    "Kecupan Sayang emuuuaaacchhh.... " "Bejo diberi kecupan.... Bejo diberi kecupan .... Bejo diberi kecupan ... Kecupan Sayang emuuuaaacchhh..." Mila menutup mulutnya kala Bejo bersendung setelah mendapatkan kecupan yang sebenarnya diminta langsung oleh Bejo. Wanita itu sampai terkejut mendengar Bejo malah bernyanyi sekarang. Bahkan Mila menoleh ke kanan kiri takut ada yang melihat mereka saat ini. Memang ketengilan Bejo selalu membuat Mila geregetan dan hanya pada Mila saja. "Jo kamu tuh ada aja!" Mila menepuk lengan Bejo yang kemudian disambut dengan tawa tetapi tangan lembut Bejo tetap hangat menyentuh jemari Mila menyambut tak kalah lembut. "Kenapa, Nyonya?" "Kamu ada aja tau nggak!" "Tapi suka kan? Ya udah sana nggak usah minta pamit sampe segitunya. Saya tau kok Nyonya kalau sehari nggak ketemu saya bakal rindu berat. Pokoknya good luck ya, Nyonya! Hempaskan semua belatung-belatung nangka yang mengusik hidup Nyonya!" Mila menggelengkan kepala seraya ter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 429. Dikecup Kanan Kiri

    "Nyonya tenang saja! Insyaallah selama ada saya, Nyonya nggak akan kenapa-kenapa." Bejo bicara dengan sangat meyakinkan. Dia memandang penuh keyakinan hingga membuat Mila mengangguk tenang. Bejo sendiri hanya butuh Mila percaya. Mila segera menghubungi perawat yang ditugaskan untuk menjaga ayah kemudian pamit pada beliau. Begitu juga dengan Bejo yang kini mengantri di belakang Mila. "Mila pulang dulu ya Ayah. Ayah jangan tunggu-tunggu kedatangan Mila ya. Hari ini jadwal Mila penuh. Kalau nanti Mila sudah selesai dan ada kemungkinan bisa datang, Mila akan mampir tapi kalau tidak, tunggu besok ya Ayah. Ayah tahan dulu rindunya untuk Mila!" "Biar Bejo aja yang rindu sama Nyonya, Pak." Sontak Mila menoleh memandangnya. Bejo pun menyambut dengan kedua alis naik turun. Bejo membuat Mila menatap gemas padanya. Bukan hanya itu saja Mila pun terlihat ketar-ketir kemudian menoleh kembali memandang ayah dengan bibir meringis pada beliau. "Jangan didengarkan ocehan random Bejo, Ay

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 428. Kriminal

    "Jo jangan! Ada Ayah yang sedang memperhatikan kita. Nggak mau!" tolak Mila saat Bejo mau mendekati. Bisa-bisanya mau asal ngokop saja padahal ada orang tua di sana. Melihat luka sedikit di bibir Mila membuat Bejo tak tahan ingin mengobati. Bejo pun menoleh melihat Ayah kemudian mengangguk seraya melebarkan senyuman. "Suruh pakai helm dulu bapaknya, Nyonya! Biar nggak lihat kita ngapain." "Hush! Jo nggak boleh begitu sama orang tua!" kata Mila mengingatkan dan Bejo terkekeh lanjut makan buburnya. "Te sate! Nggak pakai sate, Nyonya?" tanya Bejo mengalihkan perbincangan mereka tentang kokop mengokop. Mila menggelengkan kepala dan Bejo mengangguk paham. Pahamnya kalau Mila mungkin tidak suka dengan sate usus macam ini. "Orang kaya dikasih jeroan. Lo juga ngadi-ngadi, Jo!" ucap Bejo dalam hati dan melahap semua tanpa menyisakan satu sate pun. Dari pada mubadzir, kalau sudah kenyang begini tinggal gas untuk beraktivitas mendampingi Mila karena Bejo tidak berencana ke kampus.Dia

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 427. Dikokop

    "Bang buryam tiga ya!" pinta Bejo kemudian duduk di kursi kayu yang ada di pinggir pagar rumah sakit. Bejo melihat jalanan yang masih sepi tetapi udara masih asri. Jarang-jarang kan bangun pagi langsung keluar beli bubur ayah begini. Situasi di rumah sakit juga masih sepi. Belum banyak orang berdatangan untuk memeriksakan diri. "Siap!" "Udah lama Bang dagang di sini?" tanya Bejo basa basi dari pada gabut nungguin. Lebih baik ajak ngobrol tukang bubur yang sedang bergerak cepat menyajikan pesanannya. "Lumayan, Mas. Ada kali sepuluh tahunan mah. Masnya ke sini nganter siapa?" "Nganter calon mertua," jawab Bejo asal. Dia sendiri cekikikan geli setelah menjawab demikian. Bejo pun kemudian beranjak dari sana dan mendekati Abang penjual yang sudah menyelesaikan pesanannya. "Wah udah punya calon mertua. Semoga langgeng ya, Mas! Siapa tau besok langsung ijab. Udah sakit kan?" "Lah si Abang doain cepat mati gitu maksudnya? Jangan, Bang! Air mata cewek saya mahal soalnya.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 426. Jelasin Dong!

    "Jo...." Usapan di kening Bejo rasakan menarik kedua mata hingga terbuka dan memandang Mila yang berdiri di sampingnya. Sontak Bejo pun beranjak dari duduknya kemudian terduduk memandang Mila. "Nyonya. Loh kok udah jalan-jalan? Infusnya kemana? Nggak dibawa? Jam berapa sih ini?" cecar Bejo kemudian mencari ponselnya untuk jam sedangkan Mila duduk di sampingnya dengan gerakan yang tenang. "Hah! Udah subuh? Cepat banget! Perasaan tadi baru aja merem. Tau-tau udah subuh aja. Emang nih waktu nggak ada ajinya banget sekarang," oceh Bejo setelah melihat jam yang sudah pagi bahkan sang fajar sudah bersiap untuk terbit. "Kamu nyenyak sekali, Jo. Capek ya?" tanya Mila dan Bejo menggelengkan kepala. Dia menoleh dan menggeser posisi agar bisa dengan mudah untuk memandang Mila yang kini memperhatikannya. "Nggak usah mikirin saya. Nyonya sudah membaik? Gimana tubuhnya sekarang? Matanya sampe pada bengkak begitu udah kayak digebukin orang serete." "RT!" "Udah biasa ah! Nyonya ngga

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 425. Asingkan!

    Bapak kembali Bejo berikan kertas dan juga bolpoin. Bejo memegang buku tersebut agar Bapak bisa menulis dengan bebas. Bejo terus memperhatikan sampai tangan Bapak terlihat bergoyang. 'Tolong jangan tinggalkan Mila!' Kedua alis Bejo menukik melihat itu kemudian membuka lagi lembaran baru. Bejo ingin tau alasan atas apa yang beliau sampaikan. Bejo juga curiga kenapa Bapak seperti orang yang sangat mengenal dan tau hubungannya dengan Mila. "Kenapa, Pak? Bapak percaya sama saya? Nyonya masih punya suami." Bapak menggelengkan kepala dengan kedua mata penuh dengan kegelisahan. Bapak terlihat begitu sangat resah akan pertanyaannya. "Bapak nggak percaya sama menantu Bapak?" Sebuah anggukan pun beliau berikan dan Bejo semakin intens memperhatikan beliau. Bejo menarik kursi kemudian duduk di samping beliau. "Kenapa, Pak?" tanya Bejo sangat ingin tau. Siapa tau beliau sebenarnya menyimpan sesuatu yang tersimpan karena terhalang tak bisa bicara. Kalau dilihat-lihat sebenarnya

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status