Share

Bab 295

Penulis: Ayudia
Ini adalah kediaman Kevin. Raisa tidak pernah membayangkan Bravi akan muncul di sini, jadi dia benar-benar terkejut.

Bravi masih mengenakan kemeja, tepatnya kemeja yang dia kenakan di acara jamuan sebelumnya. Biasanya Bravi selalu mengancingkan kemejanya, tapi sekarang dua kancing atasnya terbuka. Perubahan dari sikapnya yang biasanya angkuh tidak mengurangi aura dinginnya, justru membuatnya semakin menakutkan. Raisa tidak berani menatap matanya.

Bravi melihat air mata di mata Raisa.

Ini mungkin kali pertama Bravi melihatnya seperti itu. Tangannya yang menggantung lemah di sisi tubuhnya tiba-tiba mengepal menjadi tinju. Tatapan dinginnya menyapu tubuh Raisa. Lalu menatap Kevin yang berdiri di belakangnya dengan tatapan menusuk seperti es.

Bravi marah.

Raisa tidak berani berkata apa-apa. Hanya Kevin yang bisa menahan tekanan yang begitu besar.

Wajah Kevin sama dingin dan menakutkan seperti Bravi.

Mungkin dia mengerti perasaan Bravi terhadap Raisa, jadi ketika Bravi datang sampai ke sini
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Ratnawilis Lisa
kadang orang sadar saat orang nya udah ga ada
goodnovel comment avatar
Suryat
untung bravi datang di waktu yg tepat..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 575

    Bravi baru saja mendengar Raisa memanggil nama Kevin dalam mimpinya.Dia bahkan masih bermimpi tentang Kevin saat tidur?Apa Raisa pernah bermimpi tentang Bravi?Rasa takut masih tersisa di sorot mata Raisa. Baru setelah menyadari bahwa itu Bravi, rasa sesak dari mimpinya perlahan menghilang. Dia berkedip dan bergumam, "Sekarang jam berapa ... hmm ...."Bravi mendekat, langsung mencium bibirnya dan menghentikan kata-katanya. Setelah beberapa detik, dia melepaskan Raisa, tapi tidak menarik diri, malah menatapnya dari jarak dekat.Hati Raisa meleleh lembut. Dia bertanya pelan, "Kenapa?"Bravi menciumnya lagi, seolah ingin menyumbat kata-katanya. Tapi kali ini, saat Raisa merespons dengan penuh perasaan, Bravi menarik diri. Dia menyadari bahwa pria itu sengaja menggoda dirinya. Raisa berkedip, bertanya pelan, "Masih mau cium lagi?"Bravi menjawab dengan tindakan, tentu saja masih ingin melakukannya. Kali ini pria itu benar-benar serius.Raisa melingkarkan tangan di lehernya. Setelah b

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 574

    Raisa membolak-balik berkas tersebut, Naya lulusan dari akademi seni ternama dan memiliki kualifikasi yang sangat baik, dia lalu bertanya pada Hani, "Pasti dia nggak kekurangan tawaran dari agensi, kan? Kenapa sampai sekarang belum tanda tangan kontrak?"Hani menjawab, "Dia memang belum punya agensi. Kemungkinan besar, perusahaan besar sudah nggak butuh tipe seperti Naya, kalau dikontrak pun nggak menjamin akan diberi sumber daya untuk mempromosikannya secara efektif. Kalau di perusahaan kecil nggak bisa kasih sumber daya yang dia mau."Raisa sangat terkesan dengan Naya. Pertama, Naya belum terikat kontrak, dan kedua, Raisa mengagumi ketegangan karakter yang dibawa artis itu dalam perannya. Nantinya, dia bisa memberinya banyak peran utama sebagai wanita tangguh. Seperti Derlin, Naya memiliki penampilan menawan dengan potensi yang besar. Raisa pun memerintahkan Hani secara langsung, "Dekati dia dan pastikan bisa dikontrak. Kalau negosiasinya sudah hampir selesai, baru aku turun tangan."

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 573

    Wajah Bravi nyaris tidak berubah, namun dia memancarkan aura yang sangat menakutkan.Supir di kursi depan ikut menegang, bahkan napasnya pun tak terdengar.Kondisi Bravi sebenarnya tidak baik. Dia menunduk, rasa cemburu itu mematikan, cukup kuat untuk membuat seseorang menjadi gila."Kenapa nggak telepon Raisa buat tanya? Atau lebih baik lagi, nggak perlu menelepon, Raisa pasti akan menjelaskan padamu," tawar Angga yang tampak khawatir.Bravi menoleh melihatnya.Angga menyadari tatapannya begitu kelam. Mereka sudah mengenal satu sama lain selama bertahun-tahun, kedinginan Bravi berasal dari sifatnya yang tidak suka berinteraksi dengan orang lain, sebuah kerendahan hati yang sederhana dan alami, sangat berbeda dengan kesombongan dan keangkuhan Kevin.Bravi biasanya orang yang cukup santai.Tetapi sekarang, Angga merasakan ada hal yang benar-benar penting baginya, sesuatu yang bisa menimbulkan tatapan seperti itu."Mau menelepon Raisa sekarang?" usul Angga dengan suara berat.Bravi hanya

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 572

    Raisa akhirnya tersenyum, lalu berkata, "Kak Hani, aku suka kalimat itu. Aku akan sampaikan ke Kevin nanti."Raisa ingin melangkah maju, sudah memiliki seseorang yang dirinya sayangi, dan Raisa tidak akan membiarkan Kevin menghalanginya atau membuat orang yang dia cintai sedih.Gangguan sesekali adalah hal biasa, tetapi itu tidak akan berlangsung selamanya.Tanpa disadari, mobil Kevin berhenti di samping jalan tempat Raisa dan Hani sedang berjalan-jalan.Pintu mobil terbuka, Aruna turun.Dia lalu memberikan kartu nama kepada Raisa, "Bu Raisa, kalau ada apa-apa hubungi saya kapan saja."Raisa tetap berdiri, tidak bergerak.Jendela Kevin turun, tatapannya memberi isyarat untuk mengambilnya. Wajahnya tetap tenang, namun auranya sangat menekan. Sebagai seorang manajer, Hani merasa Kevin tidak perlu berakting untuk memerankan seorang pemimpin yang dominan, cukup duduk di depan kamera saja, auranya sudah pas.Dia memang sangat tampan, tetapi terlalu arogan dan menekan. Semua orang di sekit

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 571

    Raisa tidak langsung pergi, dia ingin menghirup udara segar di luar sebentar.Hani tetap di sisinya, mengamati reaksinya.Melihat wajah Raisa tampak sedikit lebih baik, dia memberanikan diri bertanya, "Bu Raisa, apa kau mengenal Pak Kevin?"Raisa sudah menganggap Hani sebagai orang dekatnya, dia merasa tidak perlu menyembunyikan apa pun lalu menjawab, "Mantan suamiku."Selama keduanya mengobrol tadi, Hani telah menyelidiki latar belakang Kevin secara diam-diam. Penyelidikannya mengungkapkan bahwa sosok itu jauh lebih berpengaruh dari yang dia bayangkan.Keluarga konglomerat lama di Haidon itu telah berkembang pesat selama beberapa generasi. Generasi kakeknya menguasai bisnis properti di seluruh negeri, kemudian diikuti oleh industri berat. Kini di bawah kepemimpinan Kevin, keluarga tersebut telah berhasil melakukan transisi ke sektor-sektor industri baru, menjadikannya sebagai raksasa bisnis. Beberapa bangunan ikonik Haidon yang selalu dikunjungi wisatawan untuk berfoto, semua merupak

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 570

    Sementara Mario yang telah menikmati kemudahan terlalu lama, kini saat Kevin mulai mengabaikannya, dialah orang pertama yang kehilangan ketenangan.Aruna hanya menunggu Mario melakukan kesalahan.Persaingan di dunia kerja memang sekejam itu, dan Aruna tidak boleh lengah. Ini soal bertahan hidup....Setelah mengetahui Kevin pergi menemui Raisa, Bravi segera menghentikan rapatnya dan bergegas ke sana.Supir mengemudi.Angga duduk di sampingnya di belakang.Bagaimanapun Angga adalah teman Bravi, dia bisa merasa suasananya sangat mencekam. Dia tidak bisa menahan diri untuk memberi nasihat, "Bravi, kalau Kevin mau menemui Raisa, meski kau sudah menghalanginya, Kevin pasti akan mencari celah. Kau nggak bisa terus cemas seperti ini, nanti malah kacau sendiri."Raut wajah Bravi tampak biasa saja.Di balik tampilan tenangnya, tersembunyi kecemasan, kekhawatiran, dan ketakutan mendalam yang tertanam dalam jiwanya.Tangannya tergenggam, tatapannya tidak terbaca, auranya dingin penuh wibawa. Set

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status