共有

Bab 120 Season 2

作者: Yuri
last update 公開日: 2024-08-25 17:18:00
Seorang wanita cantik dengan rambut krem panjang sedikit bergelombang tersenyum ke arah kamera sambil menggendong seorang bayi laki-laki di pelukannya.

Verlyn bisa langsung mengenali bayi itu. Rambutnya yang merah dan bola mata berwarna hijau army persis seperti miliknya—sudah jelas, Verlyn bisa langsung mengenalinya.

"Aku tahu bayi laki-laki itu pasti Kakakku, Ace," ujar Verlyn sambil terus mengamati foto tersebut.

"Tapi wanita ini... aku tidak terlalu mengenalnya. Hanya saja, dia mirip sepe
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 192 Season 3

    "Ingat kata-kata Papa, Kayn. Malam ini Papa ada urusan sendiri dengan komisaris senior," bisik Khalix dingin saat mereka baru saja melewati pintu utama ballroom hotel bintang lima tersebut. "Buktikan kalau kamu bisa bangun relasi sendiri. Amankan minimal satu kesepakatan malam ini. Jangan membuat Papa malu di depan rekan-rekan Papa." ​Kayn melirik ayahnya sekilas, menelan saliva yang terasa pahit di tenggorokannya. "Papa tidak mau mendampingiku dulu sebentar?" ​Khalix menghentikan langkahnya, ia membalikkan badannya dan menatap Kayn dengan pandangan menusuk. ​"Kamu adalah penerus Vyntie Group, bukan anak kecil yang harus digandeng ke mana-mana," sahut Khalix tanpa memberikan ruang untuk Kayn membantah. "Tunjukkan wibawamu di depan mereka." Khalix langsung berbalik dan melangkah pergi menyapa kerumunan pengusaha senior, meninggalkan Kayn sendirian di tengah riuhnya jamuan mewah itu. ​Kayn menghela napas panjang, ia merapikan jas hitam

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 191 Season 3

    ​"Mau sampai kapan Papa harus menanyakan alasan kinerja Vyntie Group makin merosot seperti ini, Kayn?!"​Seberkas dokumen dibanting keras ke atas meja. Khalix berdiri tegap di depan meja kerja putranya dengan napas memburu dan mata memerah menahan amarah.​"Papa sengaja datang ke kantormu malam-malam begini hanya untuk melihat kekacauan ini?!" cecar Khalix tajam. "Sejak kamu membiarkan hubunganmu dengan Verlyn berantakan dan rencana aliansi Kizen Group terlepas, para investor mulai menarik rasa percaya mereka kepada perusahaan kita!"​Kayn cuma bisa menunduk, meremas jemarinya sendiri di bawah meja. "Aku... aku lagi mengusahakan negosiasi ulang dengan beberapa vendor dan investor, Pa."​"Usahakan?!" Khalix mendengus kasar. "Usahamu tidak ada artinya jika tidak menghasilkan angka yang bagus! Harusnya dari awal kamu sadar, Verlyn itu benteng pertahanan terbaikmu. Sekarang setelah dia pergi dan makin sukses sama Florest Group, Vyntie Group hanya terlihat

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 190 Season 3

    ​Hening yang menyelimuti ruang kerja Kaze terasa begitu pekat dan menekan bagi Verlyn. Kaze menatap putri tunggalnya dalam-dalam. Ada rasa bangga yang besar, namun di saat bersamaan, kesedihan merayap di benak sang ayah saat melihat betapa kuatnya dinding pertahanan yang dibangun oleh Verlyn. ​Pertanyaan Kaze mengenai kemungkinan rujuk jika Kayn datang memohon maaf tadi seolah memanggil kembali bayang-bayang masa lalu yang sudah bersusah payah Verlyn kubur dalam-dalam. Tapi, tidak ada ekspresi terkejut, marah, atau ragu di raut wajah Verlyn. Tatapan matanya tetap tenang. ​"Ayah mungkin sudah tahu sendiri alasanku membatalkan rencana aliansi dan perjodohan itu sejak awal," ujar Verlyn dengan tegas. "Kizen Group berdiri kokoh karena profesionalitas dan integritas, Ayah. Bukan karena belas kasihan atas sebuah hubungan yang sudah mati." ​Kaze menghela napas panjang, menempelkan kedua tangannya di atas meja lalu mengamati raut wajah putrinya d

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 189 Season 3

    ​Berbeda jauh dengan atmosfer tegang yang mengepung ruang kerja Kayn, suasana di ruang rapat lantai atas Kizen Group justru dipenuhi tepuk tangan riuh dari para jajaran direksi.​Di ujung meja rapat oval, Verlyn berdiri tegap dengan postur sempurna. Blazer hitam yang pas di badan dipadukan dengan kemeja putih gading sederhana makin memperkuat aura kepemimpinannya yang tegas tapi elegan. Layar proyektor di belakangnya menampilkan grafik pertumbuhan saham dan ekspansi proyek Kizen Group di Amerika Utara yang melonjak tajam, hasil nyata dari kerja sama strategis dengan Florest Group.​Seorang direktur senior, Pak Trian, menatap Verlyn dengan binar kagum yang tak bisa disembunyikan.​"Keputusan Nona Verlyn untuk mengeksekusi negosiasi di New York secara langsung benar-benar langkah genius," puji Pak Trian seraya mengangguk-angguk puas. "Tidak hanya berhasil mengamankan nilai investasi bernilai fantastis, tapi reputasi Kizen Group di pasar internasional juga na

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 188 Season 3

    ​"Mau sampai kapan kamu membiarkan kinerja Vyntie Group makin merosot seperti ini, Kayn?!" ​Suara berat dan penuh penekanan dari Khalix menusuk ke dalam telinga Kayn begitu ia mengangkat panggilan telepon di ruangan kerjanya. Kayn memijat pangkal hidungnya yang berdenyut nyeri, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi eksekutif yang kini terasa sangat tidak nyaman untuk tubuhnya. ​"Papa tahu kamu pusing, tapi ini semua memang murni kesalahanmu!" cecar Khalix tanpa memberi ruang bagi Kayn untuk membela diri. "Sejak hubunganmu dengan Verlyn meregang dan rencana aliansi kita dengan Kizen Group berantakan, beberapa investor mulai meragukan kepemimpinanmu. Harusnya kamu sadar, Verlyn itu bukan hanya putri dari keluarga Kizen, tapi dia pembawa stabilitas untuk perusahaan kita!" ​Kayn mengepalkan tangannya di atas meja, menahan rasa sesak di dadanya. "Papa, aku sedang berusaha merapikan beberapa proyek—"

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 187 Season 3

    ​"Wah, ternyata ramai juga ya jam segini?" ​Verlyn merapatkan mantel tipisnya saat melangkah keluar dari mobil. Hawa sejuk pagi hari di New York langsung menyapa kulitnya, namun pemandangan banyak pengunjung di kawasan pusat perbelanjaan ternama itu membuat suasana terasa sedikit lebih hangat. ​Steven yang menyusul di sampingnya terkekeh pelan, ia menyamakan langkah kakinya dengan Verlyn. "Pilihan yang tepat berbelanja pagi-pagi begini. Udaranya masih segar dan kita juga tidak perlu berdesak-desakan saat toko-toko mulai penuh nanti." Verlyn mengangguk setuju. "Kau benar, Steven. Seperti ini lebih baik." ​Setelah melewati semalam yang melelahkan di Grand Business Gala, mereka sengaja mengosongkan jadwal dalam beberapa jam. Steven hendak berburu oleh-oleh untuk Kina sebelum terbang kembali ke Chicago, sementara Verlyn dengan senang hati menawarkan diri menjadi penunjuk jalan. ​Mereka melangkah masuk ke sebuah t

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 2 Season 1

    “Verlyn, apa kau sudah siap? Ingat janjimu hari ini!” teriak Kaze dari luar kamar. Verlyn membuka kelopak matanya perlahan dan menatap sayu ke arah langit-langit kamarnya yang berwarna ungu lavender. Ia melirik jam di atas nakas sebelah kasur—08.40 AM. Matanya langsung membelalak. “Bagaimana aku b

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 5 Season 1

    Kayn langsung bangkit dan sedikit menjauh dari Verlyn setelah mendengar perkataannya. Entah apa yang ada di benaknya hingga berani mengatakan hal seperti itu. “Cukup mengejutkan kau wanita seperti ini, Nona Verlyn,” ujar Kayn datar namun penuh makna. Verlyn menggeleng pelan. “Kau benar. Aku mema

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 4 Season 1

    Verlyn terkejut mendengar ucapan Kayn barusan. Ia hampir tersedak saat menyesap teh yang kini ia pegang. "Saya tidak salah dengar, kan?" tanyanya memastikan. Kayn menggeleng pelan. "Tidak, Anda mendengarnya dengan baik. Anda bisa melihat dokumen di atas meja. Itu berisi perjanjian yang saya tawar

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 3 Season 1

    Pak Rian turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Verlyn. "Turunlah perlahan, Nona." "Oke, terima kasih!" Verlyn turun dan menatap gedung tinggi yang kini berdiri megah di depannya, mengilap terkena pantulan sinar matahari. "Gedungnya sama megah dan besar dengan perusahaan Kizen milik Ayah!" p

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status