共有

Bab 216 Season 3

作者: Yuri
last update 公開日: 2026-09-08 10:29:57

​Aula utama Vyntie Tower dipadati puluhan awak media nasional. Kilatan lampu kamera tak henti-hentinya menyambar, berpadu dengan kasak-kusuk wartawan yang haus klarifikasi. Di atas panggung utama, Kayn duduk tegap dengan setelan jas hitam, didampingi pengacara senior Vyntie Group. Sementara itu, Verlyn bersama Fayyara menyaksikan seluruh jalannya acara dari balik barisan manajemen dengan raut tenang.

​Pengacara senior Vyntie Group menyesuaikan posisi mikrofon di hadapannya, menatap d
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 216 Season 3

    ​Aula utama Vyntie Tower dipadati puluhan awak media nasional. Kilatan lampu kamera tak henti-hentinya menyambar, berpadu dengan kasak-kusuk wartawan yang haus klarifikasi. Di atas panggung utama, Kayn duduk tegap dengan setelan jas hitam, didampingi pengacara senior Vyntie Group. Sementara itu, Verlyn bersama Fayyara menyaksikan seluruh jalannya acara dari balik barisan manajemen dengan raut tenang.​Pengacara senior Vyntie Group menyesuaikan posisi mikrofon di hadapannya, menatap dingin ke arah para wartawan, lalu mengetuk mikrofon dua kali hingga seluruh ruangan mendadak hening.​"Selamat siang kepada rekan-rekan media sekalian," buka pengacara tersebut dengan nada mantap dan berwibawa. "Kami mengumpulkan kalian hari ini untuk memberikan pernyataan resmi atas tuduhan tak berdasar serta fitnah yang disebarkan Nona Sellina mengenai klien kami, Tuan Kayn Deon Viondra."​Seorang wartawan di barisan depan bergegas mengacungkan tangan. "Apakah pernyataan ini

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 215 Season 3

    ​Ketegangan di ruang rapat Vyntie Group masih terasa pekat. Semua mata kini tertuju pada layar proyektor besar di hadapan mereka, tempat Fayyara menghubungkan flashdisk berisi berkas penting. ​Verlyn berdiri tegak dan tenang. Ia mengambil satu langkah ke depan, membiarkan para direktur senior serta Khalix menyaksikan sendiri apa yang akan ditunjukkan. ​"Silakan putar rekamannya, Fayyara," ujar Verlyn pelan. ​Fayyara menekan tombol play di laptopnya. Seketika, layar proyektor menampilkan rekaman CCTV beresolusi tinggi dari sebuah hotel mewah. Terlihat jelas sosok Sellina berjalan berdampingan, bermesraan, hingga masuk ke kamar yang sama dengan seorang pria—dan pria itu bukanlah Kayn, melainkan Rensra. ​Bisik-bisik heboh langsung meledak di dalam ruang rapat. Para direktur yang tadinya memandang ragu kini saling melempar pandang dengan wajah tercengang. ​"Rekaman CCTV ini diambil p

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 214 Season 3

    ​Keesokan harinya, suasana meja kerja Verlyn di Kizen Group terasa jauh lebih cerah dari biasanya. Buket bunga peony merah muda segar yang dikirim Kayn tergeletak cantik di sudut meja, bersandingan dengan memo kecil yang sukses membuat senyum Verlyn bertahan sejak pagi.​Fayyara berdiri di tepi meja seraya membawa beberapa dokumen. Pandangannya berulang kali melirik buket bunga itu dengan raut menggoda.​"Ekhem... harum banget ruangan Nona pagi ini," goda Fayyara seraya tersenyum jahil. "Bunga dari CEO Vyntie Group memang beda ya."​Pipi Verlyn memerah panas. "Fayyara, diamlah. Bantu aku merapikan jadwal rapat hari ini."​"Baik, Nona. Tapi dari tadi bibir Nona senyum-senyum sendiri, lho!" kekeh Fayyara.​Namun, ketenangan dan atmosfer manis di ruangan itu tidak bertahan lama.​Pintu kerja Verlyn mendadak terdorong tanpa ketukan. Rainon masuk dengan napas terengah-engah, peluh dingin membasahi pelipisnya, dan raut wajahnya tampak

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 213 Season 3

    ​Di saat Kayn dan Verlyn mulai menemukan kembali kehangatan di antara mereka, hal sebaliknya justru menimpa Sellina.​Di dalam kamar apartemennya yang berantakan, Sellina berdiri gemetaran di depan cermin kamar mandi. Wajahnya yang biasa dipoles sempurna kini pucat pasi dengan kantung mata menghitam. Gaun sutra yang ia kenakan tampak kusut, sejalan dengan kekacauan yang menghantam pikirannya.​Rasa mual hebat kembali mengocok perutnya sejak pagi, berpadu dengan kepanikan luar biasa. Sudah hampir dua bulan ia terlambat datang bulan. Ditambah lagi, sokongan dana dari Kayn sudah sepenuhnya terputus sejak pria itu mengakhiri hubungan mereka dan mendepaknya dari lingkar elit.​Sellina benar-benar stres berat. Kehidupan mewahnya perlahan goyah, tagihan apartemen menumpuk, dan Rensra—pria yang menjadi tempatnya berpaling mulai menunjukkan tabiat aslinya yang cuek, dingin, dan lepas tangan.​Dengan tangan gemetar hingga mengetuk tepi wastafel, Sellina men

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 212 Season 3

    ​Perjalanan pulang dari hotel menuju gedung Kizen Group diliputi keheningan yang terasa berbeda. Verlyn duduk di kursi penumpang, melemparkan pandangannya lurus ke luar jendela. Ia berusaha keras menata raut wajahnya agar tetap tenang, meski dadanya bergemuruh heboh tiap kali mengingat insiden muntah dan bisikan Kayn semalam. ​Di sampingnya, Kayn yang menyetir sendiri justru tampak amat tenang. Pria itu sesekali melirik wanita di sebelahnya, tidak lagi menyembunyikan binar hangat di matanya. ​"Minumlah dulu. Ini kopi latte favoritmu," ujar Kayn lembut, menyodorkan cangkir kopi yang sempat ia pesan di lobi hotel tadi. ​Verlyn tersentak tipis, menerima cangkir itu tanpa berani menatap langsung mata Kayn. "T-terima kasih, Tuan Kayn." ​Bibir Kayn terangkat sedikit, membentuk senyum samar. "Kurangi panggil formal begitu saat kita sedang berdua, Verlyn." ​Pipi Verlyn mendadak memerah panas. Ia buru-buru menyesap ko

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 211 Season 3

    ​Mendengar nama Sellina keluar dari bibir Verlyn, raut Kayn seketika meredup. Tak ada rasa marah atau nada membela diri di wajahnya, yang tersisa hanyalah bayang penyesalan dan kejujuran mutlak.​Kayn mempererat genggaman tangannya di atas meja, mengusap lembut punggung tangan Verlyn dengan ibu jarinya.​"Hubunganku dengan Sellina sudah berakhir sepenuhnya, Verlyn. Sudah sejak lama," ujar Kayn dengan nada rendah dan tenang.​Verlyn tersentak tipis. Matanya menatap Kayn dengan binar tak percaya. "B-berakhir? Tapi dulu kamu..."​"Dulu aku bodoh," potong Kayn cepat tanpa berusaha mencari alasan. Ia menghela napas panjang, menatap lurus ke mata Verlyn. "Aku begitu buta sampai tidak bisa membedakan mana ketulusan dan mana pengkhianatan. Aku memergoki Sellina berselingkuh dengan pria lain di belakangku dengan mata kepalaku sendiri."​Dada Verlyn berdesir hebat. Kata-kata itu menghantam logikanya bagai petir di siang bolong. Kejadian yang selama

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 2 Season 1

    “Verlyn, apa kau sudah siap? Ingat janjimu hari ini!” teriak Kaze dari luar kamar. Verlyn membuka kelopak matanya perlahan dan menatap sayu ke arah langit-langit kamarnya yang berwarna ungu lavender. Ia melirik jam di atas nakas sebelah kasur—08.40 AM. Matanya langsung membelalak. “Bagaimana aku b

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 1 Season 1

    “Apa? Menikah? Tidak! Aku tidak membutuhkan itu, Ayah!” balas Verlyn tegas setelah mendengar rencana perjodohannya dengan CEO perusahaan Vyntie milik keluarga konglomerat ternama di Amerika. “Sudah berapa kali Ayah membahas soal perjodohan ini? Aku tidak mau melakukannya!” lanjut Verlyn kesal. Ali

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 7 Season 1

    "A–apa, maksudmu?!" ujar Verlyn sambil sedikit menjauh dari Kayn. Kedua pipi Verlyn langsung memerah seketika setelah Kayn berbisik di dekat telinganya. Kayn melipat kedua tangannya dan menatap Verlyn dengan dingin, menunggu penjelasan dari gadis yang kini tampak gugup di hadapannya. "Mengaku saja

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 6 Season 1

    Kayn mengernyitkan dahi saat melihat Verlyn duduk di sebelah Villian sambil tersenyum polos, seolah tidak ada masalah di antara mereka. “Kita bertemu lagi! Dunia ini memang sempit, ya, Tuan Kayn!” seru Verlyn senang. Ia berdiri dan memeluk lengan Kayn. “Atur ekspresimu, Tuan. Ini demi dirimu juga,

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status