แชร์

Di Ruangan Adrian

ผู้เขียน: CitraAurora
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-30 16:34:50

Pagi itu kursi Leon dan Lucas sudah kosong sebelum Rosella selesai menghabiskan sarapannya.

Leon berangkat lebih awal karena ada meeting, Lucas menyusul tidak lama setelah itu karena shift pagi di rumah sakit dimulai jam tujuh.

Tinggal Rosella dan Adrian di meja makan.

Rosella merapikan piring-piring yang sudah kosong, hendak membawanya ke dapur, ketika Adrian bersuara dari kepalanya meja.

"Berangkat bersamaku."

Rosella menoleh. "Baik, Tuan."

Di dalam mobil, suasananya lebih sunyi dari biasany
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
kk bab ni lah
goodnovel comment avatar
CitraAurora
hehe iya kk
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
kkk kq blm maen uda putus kkkk
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Aku Ajari Ciuman Yang Benar

    ​Leon mengernyitkan alisnya, tampak benar-benar heran dengan reaksi cepat dari kekasihnya itu. "Kenapa menolak? Bukankah itu pilihan terbaik? Di sana, aku bisa memastikan lingkungan kerjamu sangat aman. Kamu tidak akan menjadi anak magang biasa yang disuruh-suruh melakukan pekerjaan kasar. Kamu akan menjadi anak magang spesial."​Leon menjeda kalimatnya sejenak, menatap Rosella dengan pandangan yang menurutnya sangat logis. "Pikirkanlah, Rose. Bukankah lebih enak kalau jadi anak magang spesial? Nilai akhir kamu dari perusahaan sudah pasti sempurna, kamu tidak akan kelelahan, dan aku juga akan memastikan kamu tetap mendapatkan pendapatan bulanan yang sangat besar, setara dengan gaji manajer senior. Semua orang akan memperlakukanmu dengan hormat. Kurang apa lagi?"​Rosella menggelengkan kepalanya dengan tegas, menatap mata Leon dengan pandangan yang penuh dengan prinsip hidupnya. "Tuan Leon, dengarkan saya. Tujuan mengambil program magang ini bukan untuk menjadi seseorang yang spesial,

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Bingung Magang Dimana

    Sore itu, sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam mengkilap berhenti dengan mulus tepat di depan Mansion Toretto. Pintu mobil terbuka, menampilkan sosok Rosella yang melangkah turun dengan tas kuliah yang tersampir di pundaknya. Wajahnya tampak sedikit lelah setelah seharian penuh menghabiskan waktu di kampus untuk mengurus berkas-berkas.​Begitu sampai di lantai atas, Rosella langsung menuju ke kamarnya. Ia meletakkan tasnya di atas meja belajar, lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size yang empuk. Gadis itu menatap langit-langit kamar yang tinggi dengan pandangan kosong. Pikirannya tidak benar-benar berada di kamar itu, melainkan melayang jauh memikirkan satu tanggung jawab besar yang harus segera ia selesaikan sebagai syarat kelulusan, program magang.​Rosella membalikkan badannya, menatap jendela besar yang menampilkan pemandangan taman samping mansion. Ia mulai menimbang-nimbang berbagai kemungkinan dalam benaknya.​"Bisa saja aku magang di perusahaan keluarga Anderson

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Kencan Buta

    Setelah memastikan Rosella dalam keadaan aman di bawah pengawasan ketat trio Toretto di London, Robin Anderson akhirnya kembali ke Liverpool. Namun, kepulangannya tidak disambut dengan ketenangan. Begitu menginjakkan kaki di mansion, ia langsung disambut oleh perintah negara dari Mommy dan Daddy Anderson. Sebuah kencan buta dengan Clarissa, putri tunggal seorang pengusaha berlian. “Kalau kamu menurut tidak perlu kami adakan kencan buta seperti ini Robin, besok kamu harus berpakaian pantas, dan ajak di pulang ke mansion.” Kata Daddy. “Baik Dad.” Sahut Robin lemas. Di ruang kerjanya, ​Robin menghela nafas panjang. Ia memijat pelipisnya yang berdenyut. "Mereka benar-benar tidak sabar ingin punya menantu," gumamnya.​Jeremy, asisten setianya, masuk dengan tablet di tangan. "Tuan, kencan buta dijadwalkan lusa di Grand Diamond Restaurant. Nona Clarissa meminta Anda menjemputnya dengan mobil koleksi terbaru."​Robin menyeringai tipis, sebuah seringai yang membuat Jeremy merasa ada sesuat

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Robin Datang

    “Tuan Robin, Nona Rose sakit di mansion Toretto.” Lapor asisten Robin. Robin yang sedang memegang berkas langsung meletakkannya. “Adikku sakit apa?” Tanya Robin dengan raut wajah yang mulai panik.” "Saya dengar Nona Rosella sakit cukup parah hingga dokter spesialis harus datang."​Tanpa sepatah kata lagi Robin bangkit dari tempat duduknya.“Siapkan jet pribadi malam ini kita ke London.” Katanya lalu berjalan keluar. Di sisi lain di kamar Rosella, suasananya lebih tenang. Leon duduk di tepi ranjang sembari menyuapi Rosella potongan buah pir. Adrian duduk di sofa ujung ranjang sembari membacakan sebuah novel klasik, sementara Lucas sibuk memeriksa denyut nadi Rosella setiap sepuluh menit sekali, sebuah tindakan yang sebenarnya berlebihan untuk sekadar masuk angin.​"Tuan Leon, saya sudah kenyang," protes Rosella lembut saat Leon mencoba menyodorkan potongan buah terakhir.​"Satu lagi, Rosella, tubuhmu butuh nutrisi agar tidak mual lagi," bujuk Leon dengan nada suara yang sangat mani

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Lupa Kalau Dirinya Juga Dokter

    Suasana di lantai atas Mansion Toretto benar-benar kacau pagi itu. Bunyi langkah kaki yang terburu-buru dan suara mual yang kembali terdengar dari arah kamar mandi membuat kamar tersebut seolah sedang dilanda bencana besar.Rosella kembali muntah-muntah, wajahnya yang cantik kini pucat pasi dengan keringat dingin yang membasahi keningnya.​Lucas, sang dokter muda yang biasanya selalu tenang saat menghadapi pasien di rumah sakit, kini benar-benar kehilangan kewarasannya. Dia mondar-mandir di depan pintu kamar mandi Rosella layaknya setrika panas. Tangannya tak berhenti meremas ponsel, sesekali ia menggigit ibu jarinya dengan raut wajah yang luar biasa tegang.​"Tenanglah, Lucas. Kamu membuat kepalaku pening," tegur Leon yang duduk di sofa sembari memijat pangkal hidungnya. Ia sendiri sebenarnya panik, tapi melihat tingkah adiknya, rasa peningnya jadi berlipat ganda.​"Bagaimana aku bisa tenang, Kak?! Jika dia kenapa-napa Robin Anderson akan datang ke sini membawa senapan mesin!" sahut

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Anak Ini Milik siapa?

    Suasana ruang makan di Mansion Toretto yang biasanya dipenuhi dengan candaan ringan dan adu mulut kecil antara ketiga Tuan Muda, seketika berubah menjadi senyap yang mencekam.Pagi itu, cahaya matahari yang masuk melalui jendela besar tampak begitu cerah, namun tidak bagi penghuninya.​Semuanya bermula ketika Rosella hendak menyuapkan potongan ikan salmon panggang ke mulutnya. Tiba-tiba, ia meletakkan garpunya dengan kasar, menutup mulut dengan telapak tangan, dan bergegas lari menuju wastafel di sudut dapur.​Suara mual yang tertahan itu bagaikan dentum lonceng kematian bagi telinga Leon, Adrian, dan Lucas. Ketiganya membeku di kursi masing-masing, saling pandang dengan raut wajah yang sulit diartikan.​Lucas, yang paling peka sebagai seorang dokter, adalah yang pertama bangkit. Ia menghampiri Rosella yang masih tampak pucat sembari mengusap punggung gadis itu dengan lembut.​"Sayang, kamu sakit? Wajahmu pucat sekali," tanya Lucas, suaranya terdengar sedikit gemetar meski ia mencoba

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Besok Dia Milikku

    Rosella terdiam, jantungnya berdebar sangat kencang mendengar perkataan Adrian. Kakinya seolah tidak mau bergerak, tapi tangan Adrian yang menariknya dengan lembut tapi pasti membuatnya mengikuti. Adrian menutup pintu, lalu berbalik menatap Rosella yang berdiri dengan tubuh gemetar."Kamu takut?"

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-25
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Malam Ini Rosella

    Rosella menggeleng pelan, tangannya mencengkeram bahu Lucas dengan erat. "Saya takut."Lucas tertawa lembut mendengar jawaban jujur itu. Tangannya berhenti bergerak, menatap wajah Rosella yang memerah dengan tatapan penuh kelembutan."Takut kenapa, sayang?" tanyanya sambil mengusap pipi Rosella den

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Trauma

    "Lucas, tidak perlu. Kamu yang memeriksa Rosella," ucap Leon sambil menyeka bibirnya dengan serbet dengan tatapan yang tetap datar.Lucas terkejut mendengar penuturan Leon, "Kenapa? Aku dokter, Kak. Sudah tugas ku memeriksa…""Aku sudah meminta kepala pelayan memanggil dokter," potong Leon dengan n

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-19
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Uuuhhh Rosella...

    Di kamar mandi, Adrian berdiri di bawah shower dengan air dingin mengalir membasahi tubuhnya.Pikirannya tidak pada air dingin ini tapi melayang pada Rosella.Di tengah kesulitan menjadi budak tapi Rosella masih ingin belajar, dan matanya sangat berbinar melihat buku dan Adrian tersenyum tipis meli

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-17
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status