LOGINFiona Arvisaka, seorang Event Manager di sebuah EO ternama sedang berbahagia karena jerih payahnya selama lima tahun bekerja tanpa cuti akhirnya terbayar juga, Fiona akan naik pangkat! Namun, ketika kenaikan pangkat sudah di depan mata, dia dihadapkan dengan kejadian tak terduga yang menjungkir-balikkan rencana hidupnya. Siapakah laki-laki tidak sopan yang menuduhnya perempuan nakal ketika tidak sengaja masuk ke kamar yang salah? Apakah berpacaran kontrak dengan laki-laki tidak sopan itu masuk akal? Dan yang terpenting, bisakah mereka membalaskan dendam orang-orang tidak bersalah yang hidupnya dijadikan mainan oleh orang yang berkuasa?
View More"Omong-omong..," kataku pada Santi, kami sedang makan siang bersama di kantin Grayscale. "...Kalau ayah mertuamu menyuruh kau dan suamimu berpisah apa yang akan kau lakukan?"Santi menyeruput mie dengan gusar. Dia sedikit jengkel karena memergoki beberapa karyawan bergosip tentangnya. Tentang bagaimana dia masuk ke perusahaan lewat jalur orang dalam."Kau masih marah, ya, karena gosip itu?" Tanyaku setelah Santi tidak menjawab pertanyaanku. "Tapi itu kan memang benar. Ingat tidak, waktu itu kau menerobos masuk ke dalam ruanganku lalu menodong posisi di kantor ini?" Kataku mengingatkan.Santi meletakkan garpu dengan lebih jengkel lalu memejamkan mata dengan gaya dramatis."Oke, gosipnya memang benar. Aku tidak berhak marah," katanya sambil bersedekap."Lagipula, aku juga kerja di sini lewat jalur nepotisme, bukan? Aldo yang memberikan jabatan ini padaku," tambahku.Santi memutar matanya. "Itu berbeda. Suamimu pemilik perusahaan ini seratus persen, terserah dia mau menempatkan istrinya
Bisa dibayangkan semarah apa Aldo mengetahui adik tirinya berusaha membunuhku. Dan maksudku bukan karena aku membanggakan diri karena begitu dicintai oleh Aldo atau bagaimana, tapi seharusnya Jasmine tahu bagaimana temperamen kakaknya itu. Dia bahkan pernah melihat sendiri dia menghajar Rody tanpa ragu hanya karena kata-katanya yang merendahkanku. Kalau dia bisa berpikir jernih seharusnya dia memikirkan apa yang akan dilakukan Aldo padanya sebelum dia berani meletakkan minuman beracun itu di kantorku.Nekat kalau boleh kubilang. Bahkan di saat tubuhku lemas sehabis dikuras isi perutnya, aku masih mengkhawatirkan Jasmine. Takut kalau-kalau dia bakal dicekik oleh Aldo. Yang mungkin akan terjadi setelah Aldo merasa cukup aman untuk meninggalkanku di rumah sakit sendirian.Walaupun saat ini dia sudah tidak begitu marah, tapi siapa yang tahu apa yang ada dalam pikirannya? “Aku baru saja menelepon Papa,” lapor Aldo setelah menghabiskan beberapa waktu di luar kamar ra
"Kau ingat, bukan, kau pernah bilang kalau Jasmine sama sekali tidak mirip denganku?" Tanya Aldo, sekarang tampak bersemangat. “Lihat itu,” Aldo mengarahkan daguku ke sosok laki-laki berwajah timur tengah.Aku mengamati orang yang kini duduk berhadapan dengan Sarina. Dia laki-laki paruh baya yang mulai beruban. Tidak ada yang spesial, selain fakta bahwa dia sedang menikmati santap siang santai bersama Sarina. “Apa yang harus kulihat?” Tanyaku pada Aldo. Dia terlihat tidak sabar, tapi aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kupikirkan. “Aku pernah beberapa kali melihat orang itu. Bersama Sarina,” lanjut Aldo memberi penjelasan. “Dan aku agak curiga kepada mereka, karena aku selalu melihat mereka ketika berada di tempat yang agak tidak biasa.” Tunggu, restoran timur tengah itu tempat yang tidak biasa? Ketika aku mengungkapkan pikiranku, Aldo menjelaskan lebih detil lagi tempat-tempat yang dimaksudnya. Warehouse atau tempat pe
"Sudah kubilang, kan, kau tunggu aku di rumah saja?" Aldo menggenggam kedua lenganku, juga menatapku dengan agak terlalu serius. Menurutku.Jujur saja, aku tidak terlalu bisa mengikuti suasana serius ini.Bagaimana tidak? Kami-aku dan Santi-membuntuti Aldo dan Galih dengan gaya detektif, mencurigai Aldo akan melakukan pertemuan rahasia (dan penuh gairah-menurut Santi) dengan mantan pacarnya, itu saja sudah membuatku geli. Belum lagi mengingat betapa cepat kami ketahuan, karena sepertinya Aldo benar-benar jengah dengan pertemuan itu dan malah mengamati semua hal yang ada di dalam restoran kecuali lawan bicaranya.Begitulah kami ketahuan. Ternyata bukan hanya bentuk matanya yang tajam, tapi juga penglihatannya. Walau bagaimanapun juga, kami bersembunyi di balik roster. Siapa coba yang bisa mengenali dua orang perempuan yang sedang mengintai pasangannya, dan sedang mengenakan masker-plus kacamata berbingkai tebal pada salah satunya-, dan bersembunyi di balik susunan balok-balok berluban
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.