Masuk**Lanjutan Cerita Sonya di Hong Kong**Sonya sedang berada di sebuah kafe mewah di Central untuk menunggu Jonathan yang sedang meeting bisnis. Ia duduk di pojok yang agak tersembunyi, menikmati cappuccino sambil scrolling ponsel. Tiba-tiba suara familiar terdengar dari meja di belakangnya, dipisahkan hanya oleh tanaman hias tinggi.Suara Ester Lim — mantan tunangan Jonathan — sedang berbicara dengan nada rendah tapi penuh amarah.“…Edward, aku nggak sabar lagi. Aku mau Sonya itu jatuh secepatnya. Kamu sudah dekat dengannya kan?”Suara pria yang tenang dan percaya diri menjawab, “Sudah. Dia mulai nyaman ngobrol sama aku. Tinggal satu langkah lagi.”Ester tertawa sinis. “Bagus. Ini obat perangsangnya. Kasih ke dia besok atau lusa. Buat dia mabuk kepayang sama kamu, lalu rekam semuanya. Aku mau Jonathan melihat betapa murahannya wanita itu. Setelah itu, aku akan ambil Jonathan kembali.”Sonya membeku di kursinya. Jantungnya berdegup kencang. Ia menahan napas, mendengarkan setiap kata. Ed
Setelah ledakan panas di posisi woman on top, Sonya masih duduk di pangkuan Jonathan, pinggulnya bergerak pelan sambil menikmati denyutan sisa kenikmatan. Napas mereka sama-sama tersengal. Sonya menunduk, menyandarkan keningnya di kening Jonathan, rambut hitamnya menutupi wajah mereka berdua seperti tirai intim.“Jangan lepas aku malam ini,” bisik Sonya lembut, suaranya penuh kasih sayang yang dibuat-buat tapi terdengar meyakinkan. “Aku mau merasakan kamu sepanjang malam.”Jonathan memeluk pinggang Sonya lebih erat, tangannya mengusap punggung telanjangnya dengan lembut. “Aku nggak akan lepas kamu. Kamu milik aku sekarang, Sonya. Hanya aku.”Ia mencium bibir Sonya dengan penuh perasaan — bukan rakus seperti sebelumnya, tapi ciuman yang dalam, lambat, dan penuh obsesi. Lidah mereka saling menyentuh pelan, seolah sedang menikmati rasa satu sama lain. Sonya balas menciumnya dengan sama lembutnya, tangannya mengusap dada Jonathan, merasakan detak jantung pemuda itu yang cepat.Sonya turun
Malam itu, di penthouse mewah mereka, Sonya baru saja selesai mandi. Ia mengenakan kimono sutra tipis berwarna merah marun yang Jonathan belikan kemarin. Rambutnya masih agak basah, kulitnya harum sabun mahal. Jonathan sedang duduk di sofa ruang tamu sambil mengecek email bisnis, tapi matanya langsung tertuju pada Sonya saat ia keluar dari kamar mandi.Jonathan meletakkan ponselnya, berdiri, dan langsung mendekat. Ia memeluk Sonya dari belakang, dagunya bertumpu di bahu Sonya, tangannya melingkar di pinggangnya dengan posesif.“Kamu wangi sekali,” bisik Jonathan di telinga Sonya. “Aku nggak mau kamu keluar lagi hari ini. Aku mau kamu di sini… sama aku saja.”Sonya tersenyum, memutar tubuhnya dalam pelukan Jonathan. Ia mencium bibir Jonathan lembut, lalu berbisik:“Aku juga nggak mau ke mana-mana. Malam ini aku milik kamu sepenuhnya.”Jonathan langsung menggendong Sonya ke kamar tidur. Ia membaringkan Sonya di ranjang king-size, lalu naik ke atasnya. Tapi Sonya mendorong dada Jonathan
Di sebuah penthouse mewah di kawasan Mid-Levels, Hong Kong, Ester Lim melempar ponselnya ke sofa dengan kasar. Layar ponsel masih menampilkan berita gosip yang sedang viral: “Jonathan , pewaris Group konglomerat besar, resmi bertunangan dengan Sonya — wanita misterius yang dikabarkan berusia 27 tahun.”Ester, mantan tunangan Jonathan yang berusia 22 tahun, putri dari pengusaha properti besar di Singapura, wajahnya memerah karena amarah. Rambutnya yang panjang dan hitam acak-acakan, tangannya mengepal kuat.“Brengsek! Jonathan berani banget gantiin aku dengan pelacur tua itu!” umpatnya dengan suara parau. “Aku yang nemenin dia dari awal, sekarang dia malah nikahin wanita murahan yang umurnya lebih tua dariku?!”Ester berjalan mondar-mandir di ruang tamu penthouse-nya. Matanya penuh dendam. Ia mengambil ponsel cadangan dan menelepon seseorang.“Edward? Ini Ester. Aku butuh bantuanmu. Ada wanita yang harus kau rusak. Namanya Sonya. Dia calon istri Jonathan . Aku mau kamu goda dia sampai
Setelah spooning yang panjang dan penuh keintiman, Sonya masih berada dalam pelukan Jonathan dari belakang, tubuh mereka saling menempel hangat. Batang Jonathan masih tertanam dalam di dalamnya, berdenyut pelan. Sonya menoleh ke belakang, mencium bibir Jonathan lembut, lalu berbisik dengan suara serak yang penuh kasih:“Sekarang aku mau lihat wajahmu lagi… missionary. Peluk aku erat sambil menatap mataku, Jonathan.”Jonathan mencium bahu Sonya dalam-dalam sebelum menarik diri perlahan. Cairan putih kental mengalir deras dari vaginanya saat batang Jonathan keluar. Sonya berbaring telentang di tengah ranjang king-size yang luas, membuka lebar kedua kakinya, lututnya ditekuk tinggi, telapak kakinya menapak di kasur. Ia menatap Jonathan dengan mata yang lembut tapi penuh hasrat.Jonathan naik ke atas tubuh Sonya. Tubuhnya yang muda dan atletis menindih tubuh matang Sonya dengan sempurna. Ia memposisikan diri di antara paha Sonya yang terbuka, batangnya yang masih sangat keras menggesek ce
Setelah sesi lotus yang panjang dan penuh keintiman di dalam bathtub, Sonya mematikan keran air. Uap hangat masih memenuhi kamar mandi mewah. Ia bangkit perlahan, air menetes dari tubuh matangnya yang indah, lalu menarik Jonathan berdiri di depannya.“Kamu basah sekali, Sayang,” bisik Sonya sambil tersenyum lembut. Ia mengambil handuk putih besar yang lembut dari rak, lalu mulai menyeka tubuh Jonathan dengan penuh kasih sayang.Sonya mengusap handuk di dada bidang Jonathan, turun ke perut rata, lalu ke paha dan batangnya yang masih setengah tegang. Gerakannya lambat dan sensual, handuk menyentuh kulit Jonathan dengan lembut. Jonathan mendesah pelan saat Sonya menyeka batangnya dengan telapak tangan yang dibalut handuk, mengocoknya pelan seolah membersihkan tapi sekaligus menggoda.“Biarkan aku yang lap kamu,” kata Jonathan dengan suara parau.Ia mengambil handuk lain dan mulai menyeka tubuh Sonya. Handuk bergerak di leher Sonya, turun ke payudaranya yang montok, meremas pelan melalui
Pagi ini, matahari memasuki ruang makan melalui jendela besar, menerangi meja panjang yang sudah tersaji lengkap dengan sarapan. Nasi goreng, telur mata sapi, roti panggang, buah-buahan segar, dan jus jeruk—semuanya tertata rapi.Gito duduk di kepala meja, membaca koran pagi sambil sesekali menyeru
Gito yakin, kalau Sonya sudah capek setelah aktivitas di luar. Makanya, dia ingin Sonya meminum obat kuat itu, supaya Sonya kembali fit untuk melayaninya. Gito memakai bajunya sambil menunggu reaksi obat yang dia minum bersama Sonya. Beberapa saat kemudian, Sonya mulai merasakan sesuatu. Gairahny
Leon berhasil menjalani sore dan malam yang melelahkan—bolak-balik antara dua kamar hotel di lantai yang sama, memuaskan dua wanita berbeda tanpa mereka saling tahu. Setiap kali dia meninggalkan satu kamar, dia bilang mau berenang di kolam renang hotel. Padahal dia langsung menuju kamar yang lain.
Dengan gaya ini, Gito merasakannya batang kemaluannya terjepit di dalam bagian liang keintiman Tina dan ini membuat Gito merasa semakin nikmat."Aku ingin terus menikmati tubuhmu, sayang," bisik Gito yang sedang terbawa hasrat ini di telinga Tina."Aku juga, sayang. Aku ingin kita selalu menikmati







