Mag-log inSebuah kecelakaan mengakibatkan mata seorang pria bernama ARVY WILSON menjadi buta. Dan kecelakaan itu diakibatkan oleh seorang wanita bernama VANILLA yang tiba-tiba menyeberang, membuat Arvy membanting setir mobilnya hingga terjadilah kecelakaan itu. Hingga akhirnya Vanilla memutuskan untuk merawat Arvy sebagai bentuk tanggung jawabnya. Namun, Arvy yang sangat membenci Vanilla akhirnya melampiaskan kemarahannya dengan merenggut kesuciannya dan pada akhirnya mereka menikah karena paksaan dari orang tua Arvy yang mengetahui kejadian itu.
view moreJaxon POV
“Yes, Alpha. You have such a large cock. I love it when you feed it to me.” I hear Giselle. My fated mate. Lately, I’ve been having pains in my chest. When I went to the pack doctor, he was hesitant to tell me that it was betrayal pains. I didn’t want to believe him. I met Giselle when I was nineteen years old. She had just turned eighteen. She was the most beautiful woman I ever met. Her scent was a calming lavender and sage. Her eyes were a deep blue and her hair was a golden blonde. Like the sun shining on wheat fields. She had naturally pink lips that were lush and her body was delicate and petite. She was precious to me and now I can’t believe what I’m hearing. I treasured her and she is talking about getting fed another man’s dick. My wolf Drax has been howling in pain almost every other night. I can feel him weakening and it’s breaking my heart. I only just became Alpha of Winter Moon six months ago. I’m strong and capable, but the pack was appointed to me by the Elders after the last Alpha was found to have embezzled pack funds. “Let’s meet at our usual place tonight. I really need you to fuck me.” She giggles and my stomach is filled with nausea. “Jaxon? Don’t worry about him. He can’t make me feel the way you do. I love how you dominate me. Promise me you will fuck me like that when you make me your Luna.” She said seductively. As if my heart couldn’t break any further, not only is she insulting me, but she is talking about being this Alpha’s Luna. I suddenly can’t take any more of this betrayal. I open the door quietly. “Will you spank me again tonight, my Alpha?” She says seductively. She has no idea I’m listening to her conversation. I let the words fall out of my mouth before I could stop myself, “Why wait until tonight?” “Jaxon!” She jumps from the unexpected question. She quickly hangs up the phone. “Baby, let me explain -” I cut her off, “No need. I heard you. You want him to feed you his dick and spank you. I never thought of you nor treated you like a whore, but here we are Giselle. Why?” “WHY? WHY?!” she says loudly, “BECAUSE WE ARE BROKE JAXON! WHEN I SIGNED ON TO COME HERE WITH YOU, I DIDN’T THINK THE PACK WAS THIS BROKE! YOU HAVE ME LIVING IN POVERTY! YOU WANT ME TO BE A LUNA TO BEGGARS?!” I roared, “I DIDN’T HIDE ANYTHING ABOUT THIS PACK FROM YOU! NOR DID I TWIST YOUR ARM GISELLE. I TOLD YOU I NEEDED SOME TIME TO TURN THINGS AROUND! IT’S ONLY BEEN SIX MONTHS. WERE YOU EXPECTING A MIRACLE?!” I don’t hold back, “I LOVED YOU! I WANTED TO BUILD MY LIFE HERE WITH YOU! WE ARE FATED MATES! DOES THAT MEAN NOTHING TO YOU AT ALL?!” “THE MOON GODDESS FATED ME TO A WEAK AND BROKE ALPHA! CONGRATULATIONS ON BEING, ALPHA OF THE BEGGARS! She spat. What the hell? Was this always about money for her? Did she ever love me? How can I trust the Moon Goddess ever again? Why would she pair me with this fucking woman? “You know what,” she started, “I’ve had enough of this farce. Alpha Jasper of Bloodlust is the strongest, richest and most powerful Alpha of the Eastern Region. He wants me and fucks me way better than you ever did. He wants me as his Luna and I am leaving this hell hole today.” She stands and squares her shoulders at me. With a spiteful glare, “I, Giselle Breyer, Luna of Winter Moon, reject Jaxon Docker, Alpha of Winter Moon, as my fated mate and Alpha!” I feel the impact of her words hit me. Drax is howling in pain, again. I grab my chest and stare at her. I square my shoulders and look her dead in the eyes, “I, Jaxon Docker, Alpha of Winter Moon, accept your rejection. All ties between us are broken and you are banished from Winter Moon, effective immediately.” I see her crumble to the floor and scream out in pain. I want to feel sorry for her, but I don’t. She did this, not me. She wants power and wealth, well, that comes with blood, sweat and tears. She will need to experience pain to get there. “GUARDS!” I scream out. “Yes, Alpha.” They say as they come in and see Giselle on the floor shaking. “Grab this whore and throw her off the pack lands. She is banished from Winter Moon, effective NOW!” I bark. As they drag her away, I look at her and say one last thing, “Stay the fuck away from this pack. Never show your face here again.” I turn to the guards, “Take her.” She is crying in pain as they drag her out. Once she is out of my line of sight, I collapse on the floor. I’m in double the pain. I didn’t just accept her rejection, I banished her from the pack. Two tethers snapped. Still, I would rather feel this pain then the betrayal pains I have been feeling for the last two months. Drax has gone silent. My wolf and I have both suffered. We didn’t deserve this betrayal. We didn’t do anything to warrant her cruelty. I loved her and she betrayed me. I look out the window and to the stars, “Moon Goddess, if this is how you pair mates, then never pair me with anyone else, ever again. Let me be alone and die alone. Anything would be better than this pain.” I put my head in my hands and let the tears come. It may not be the Alpha thing to do. It may not look manly, but this pain is searing scars on my soul and on my wolf’s soul. I will never trust another woman again.Lima tahun berlalu ... "Honey, apakah tak ada negara lain yang lebih dekat?" tanya Arvy ketika Vanilla bersikeras ingin melahirkan di Sidney--hanya karena ingin anaknya yang kedua dinamai dengan nama Sidney.Dan kali ini anak mereka kembali berjenis kelamin perempuan."Kau keberatan menemaniku? Aku tak butuh ditemani jika kau tak mau, Sayang," jawab Vanilla dengan santai."Oh my God ... Tentu saja aku tak bisa meninggalkanmu sendirian di saat kau sedang hamil," sahut Arvy."Kandunganku sudah delapan bulan dan sebentar lagi aku tak bisa ke mana pun lagi naik pesawat jika tak sekarang. Jadi aku akan berangkat dulu ke Australia agar tak mengganggu pekerjaanmu. London akan bersamaku," kata Vanilla sembari memakai serealnya."Kau membuatku berada di posisi yang sulit, Honey," jawab Arvy.Vanilla melihat ke arah Arvy."Apakah aku hamil setiap tahun? Aku tak ingin merepotkanmu sama sekali, Sayang. Aku bisa pergi sendiri dan dulu aku juga sendirian ketika hamil London. Kau bahkan tak meneman
Vanilla menghela panjang napasnya dan merasakan ketulusan dari ucapan Arvy.“Tidak, ini semua karena salahku.”“Jangan membahas hal itu lagi, oke?” kata Arvy dan Vanilla mengangguk.Arvy tak ingin melihat ke belakang dan hanya ingin menjalani masa depan yang indah bersama Vanilla dan juga London.Baru saja Arvy ingin kembali memagut bibir Vanilla, namun suara tangis London terdengar dari sebelah kamar.“Ups sorry,” kata Vanilla dan berbalik pergi mendatangi sang buah hati.Arvy menghela nafasnya dan menuju ke kamar London. Arvy melihat mata London kini sudah terbuka lebar.Arvy mengambil alih gendongan Vanilla dan menggendong London.“Hei, kau ingin tidur bersama Daddy?” Arvy menciumi wajah lucu London dan membawa putrinya itu ke kamarnya.Vanilla mengikuti langkah Arvy di belakangnya.“Aku akan mandi dulu,” kata Vanilla.“Hmm, aku akan menjaga London,” sahut Arvy yang tampaknya kegiatan ranjangnya terjeda iklan karena London.**Setengah jam kemudian, Vanilla keluar dari kamar man
ArvanArvy membuka matanya ketika dia mendengar suara tangis London dari kamar sebelah. Pria itu kemudian membuka matanya dan tak melihat Vanilla di sampingnya. Arvy berpikir mungkin Vanilla sudah berada di kamar putri mereka.Lalu Arvy beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar London sembari mengusap wajahnya yang masih tampak mengantuk dan matanya berat untuk terbuka. Namun, Arvy tak melihat Vanilla di sana. Pria itu kemudian mengambil London dari box bayinya dan menggendongnya.Seperti biasa, London akan langsung tenang jika Arvy menggendong dan mengayunnya pelan. London tampak menutup matanya lagi dan sepertinya tadi Vanilla sudah menyusui London karena bibir bayi kecil itu tampak basah.Setelah London tertidur kembali, Arvy kembali meletakkan putrinya ke dalam box bayinya dan menyelimutinya lalu menciumnya.Arvy kemudian keluar dari kamar dan mencari keberadaan Vanilla. Pria itu berjalan ke arah dapur dan melihat Vanilla sedang meminum obat karena di meja yang ada depannya
TOKTOKTOKPintu kamar mandi terketuk dari luar dan bisa dipastikan itu adalah Arvy.Vanilla menggigit gigit bibirnya sendiri dan masih mondar mandir di dalam kamar mandi dengan menggunakan pakaian dalamnya saja."Vanilla? Kau di dalam?" tanya Arvy dari luar pintu."Ya," jawab Vanilla dan tubuhnya semakin gelisah."Oke," sahut Arvy dan tak mengetuk pintunya lagi.Beberapa detik kemudian, Vanilla memutuskan untuk keluar karena dia sudah tak tahan lagi. Dia memilih untuk menuntaskannya bersama Arvy daripada berendam di dalam bathtub yang terisi air dingin.CEKLEKVanilla keluar dengan menggunakan handuk saja yang terlilit di dadanya. Vanilla melihat Arvy tampak sudah membuka bajunya dan membuat gairah Vanilla semakin tinggi dan tak tertahankan lagi. Ya, mungkin hanya dengan cara ini semuanya bisa dimulai tanpa ragu oleh Vanilla daripada memulainya dengan cara normal karena dia pasti akan sangat malu jika harus memulainya terlebih dulu.Vanilla menghampiri Arvy dan memegang tangannya.
Keesokan harinya, Izzy datang ke mansion Vanilla setelah sebelumnya dia menemui Arvy di perusahaannya. Izzy mulai mengetahui dan mencerna masalah yang sebenarnya terjadi di antara Arvy dan Vanilla setelah Arvy menjelaskan hubungannya dengan Vanilla yang semakin membaik namun hanya seperti teman atau
Dengan langkah pelan setelah seharian bekerja, Arvy memasuki mansion megah yang selalu menunggu kedatangannya. Bangunan tersebut seolah menyambutnya dengan hangat, tetapi hatinya hanya memiliki ruang untuk dua wanita yang berarti segalanya baginya yaitu putrinya, London, dan istrinya, Vanilla.Tanpa
"It's oke. Biar aku yang memegangnya. Maaf, tadi bibi mengatakan padaku bahwa kau mencariku dan itulah mengapa aku masuk kemari karena aku berpikir kau sedang membutuhkan bantuanku," jawab Arvy tanpa mengalihkan pandangannya."Arvy, bisakah kau keluar dulu?" ucap Vanilla yang akhirnya duduk agar tubu
“Terima kasih,” ucap Vanilla ketika dia melihat Arvy baru memasuki kamar yang kini resmi menjadi kamar mereka berdua.Arvy melihat ke arah Vanilla di balik temaramnya lampu kamar karena London sudah tidur dengan nyenyak di box bayinya.“Hmm, kau belum tidur?” tanya Arvy sedikit berbisik karena takut m






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore